
Ranika hanya tersenyum kecut, karena menyadari perubahan mimik wajah Bee.
"Ya udah, kita makan siang bareng aja" Ranika menawarkan seolah dirinya nya lah nyonya rumah.
"Oh maaf. Kebetulan hari ini aku diet. Bulan depan udah mulai syuting produk soalnya" ucap Bee tersenyum tenang, duduk di hadapan mereka. Bintang sejak kedatangan Bee tadi sudah mengambil Saga dari gendongan Bee dan hanya berdiri menatap kedua wanita itu.
"Bintang, habisi makanan nya. Kamu belum sempat makan loh tadi" ucap Ranika memandang kearah Bintang yang di ikuti Bee.
Posisinya saat ini benar-benar terjepit. Tapi untung saja akal sehat nya masih jalan, tahu cara menyelamatkan diri.
"Aku makan yang ini aja deh Ran. Masakan Bee paling enak soalnya" Bintang membuka bekal makanan yang ada di atas meja kerjanya. Saga sudah minta turun dan bermain dengan mainan pesawat nya. Dia sama sekali tidak minta di masakin apa pun pada Bee, tapi sebagai suami dia bertanggung jawab menyelamatkan wajah istri nya. Apalagi di hadapan wanita lain.
"Mubasir dong makanan yang aku bawa" rungut Ranika manja, ikut meletakkan sumpitnya.
Bee masih memantau keduanya dalam diam. Bintang berjalan membuka pintu.
"Vero, sini"
Semua jatah makanan miliknya yang memang belum sempat dia buka, dia berikan pada sekretaris nya.
"Loh, kok gitu, Tang?" protes Ranika.
"Ga papa. Biar punya ku untuk Vero, aku makan yang ini aja, lebih nikmat, Cha..en Ran" ucap nya meralat panggilannya saat mata Bee membulat ke arahnya.
Ranika hanya bisa pasrah saat box makanan milik Bintang diangkut sekretaris nya.
"Tunggu" ucap nya menghentikan langkah Vero.
"Sekalian punya aku. Kalau kamu ga habis, bagi aja sama yang lain" Vero pun bangkit menyerahkan miliknya.
"Nah kamu makan apa Ran?" tanya Bintang dengan tatapan bloon nya.
"Aku lihat yang di masak Bee banyak. Aku mau makan itu juga" Bee hanya tersenyum puas. Untuk mengalahkan penggoda buka harus dengan mencek-mencek, slowly but sure!
Kedua orang itu menikmati makanan yang di bawa Bee. Ranika harus mengakui, masakan Bee enak, sementara dirinya jangan kan masak, masuk dapur aja bisa di hitung jari.
"Kamu pintar masak Bee" puji Ranika mengelap bibirnya dengan tisu.
"Masakan istriku juara Cha..Ran.." timpal Bintang. Ketiga nya ngobrol, walau Bee tahu kehadirannya buat Ranika tidak nyaman.
"Kamu kesini emang sengaja bawain kak Bintang makan siang?" tanya Bee basa basi sekaligus memperjelas kehadiran gadis itu.
"Iya. Udah lama ga makan bareng Bintang. Dulu waktu kita di Prancis, sering banget makan berdua. Bintang juga bisa masak loh, Bee. Dia sering masak di apartemen ku" kembali Bee tersenyum menanggapinya tapi ekor matanya sudah melirik kearah Bintang seolah berkata Bagus lo ya kak!
Satu jam ke depannya pembicaraan yang di dengar Bee hanya tentang kenangan mereka berdua. Risih dan muak, tapi dia tetap bertahan mempertahankan senyum dan posisinya.
"Aku juga pulang, ayo Saga kita pulang nak" ucap Bee ikut berdiri.
"Aku antar sayang" ucap Bintang menahan tangan Bee.
"Ga usah. Aku pulang Ranika aja. Kamu mau pulang kan Ran? boleh aku nebeng? ternyata kita searah" ucap Bee. Ranika sempat melirik Bintang, seperti ingin meminta pendapat atas permintaan Bee, tapi Bintang justru menatap sang istri.
"Bo-boleh Bee"
Di perjalanan kedua nya hanya diam membisu, tidak ada yang bersuara. Mobil sudah berhenti di depan gerbang rumah Danendra.
"Ran..Aku tahu kamu itu teman masa kecil suamiku. Dan aku menghargai persahabatan kalian. Tapi kita ini sama-sama wanita, terlebih aku adalah istri Bintang. Ada batasan yang harus di jaga antara seorang wanita dan pria yang sudah beristri" Bee menghela nafas sesaat. Dia tahu walau tidak melihat ke arah Ranika, wanita itu sedang melihatnya.
"Aku.."
"Ran.." potong Bee cepat.
"Aku tidak suka kamu menyentuh bagian tubuh suamiku, walau pun itu hanya sekedar lengan nya. Bergelayut manja seperti itu padanya hanya hak ku. Dan paling parah, saat kamu mengelap bibir Bintang seusai makan tadi. Itu adalah kejadian pertama dan terakhir yang kamu lakukan pada suamiku. Aku tidak ingin melihat, atau mengetahui kamu menyentuh apapun dari tubuh suamiku. Dia milik ku, hanya milik ku" ucap Bee tegas. Ranika tampak keringat dingin, begitu ketakutan atas sikap Bee yang tenang tapi mampu berkata dengan tajam. Dia kira Bee tidak melihat saat Ranika menyentuh bibir Bintang.
"Aku minta maaf Bee"
"Aku hanya butuh janjimu untuk tidak bersikap berlebihan pada suamiku. Terimakasih untuk tumpangannya, maaf aku tidak menawarkan mu untuk singgah. Lain kali saja, kalau ada kak Bintang" ucap Bee tersenyum, mengeluarkan senyum terbaiknya.
Bee masih menatap mobil itu hingga menghilang di tikungan jalan. Selang satu jam, Bintang juga tiba di rumah. Tentu saja dia tidak akan tenang bekerja, dalam situasi seperti ini.
"Nyonya mana?" bisik Bintang pada Mira yang lewat bersama Saga.
"Ada di kolam renang tuan" Bintang meletakkan tas nya di atas sofa, membuka paksa ikatan dasinya dan juga jas sembari berjalan menuju kolam renang di samping rumah nya.
"Kenapa sore-sore berenang?" tanya Bintang yang sudah berdiri dipinggir kolam sembari membuka kemejanya.
"Mendingin kan hati dan kepala kak" ucap Bee tersenyum. Dia sadar hati nya memang lagi dongkol pada sikap Bintang yang terlalu ramah pada Ranika, tapi jika dalam situasi begini dia pasang wajah cemberut terus pada suaminya, takutnya Bintang jenuh pada sikap Bee dan justru berlari ke pelukan wanita lain yang mengatasnamakan persahabatan masa kecil. Cuih, t*i kucing, jangan sampai!
Bintang paham kemana arah ucapan Bee, maka dia pun turun ke kolam mendekati Bee. Obat nya cuma satu, meyakinkan Bee bahwa tidak ada yang perlu wanita itu khawatir kan.
"Aku kangen sama kamu yang" ucap nya ketika tepat di hadapan Bee. Tangan nya sudah menangkup dua sisi wajah yang dua hari ini kusut setiap melihatnya.
"Kakak pasti tahu apa yang aku ingin kan saat ini, tapi diam mu membuat hati ku kecewa. Bukan nya kakak bilang kita harus saling terbuka?"
"Aku juga bilang Bee, aku pria bodoh yang mungkin tidak setiap keinginan hati mu aku tahu tanpa harus kau katakan. Jadi sekarang aku ingin tahu, apa yang kau ingin kan? aku ga mau kau mendiami ku. Tidur ku ga nyenyak kalau kita ga saling berpelukan" bisik Bintang dengan suara bariton nya, begitu sexy di dengar di telinga Bee.
Yah..dia hanya perlu bicara. Dan harus percaya pada suaminya, agar tidak ada celah bagi orang lain untuk menawarkan kehangatan nya.
"Aku tidak ingin kau terlalu akrab dengan Ranika"