Sold

Sold
Perjanjian seminggu



"Bee, aku serius, dengar kan aku. Aku tahu kamu marah soal perjodohan ini, tap.."


"Pertama, bisa ga lo ngomong ga usah pake aku, kamu..eneg tahu ga. Sok sopan banget lo, gue tahu pikiran lo, sorry ya gue ga kemakan sama jurus lo! kedua, ini bukan perjodohan. Ini lo ngejebak bokap gue, hingga gue yang jadi korbannya!" salak Bee.


Gadis itu harus kembali ingat nasib dirinya.


"Maaf kalau cara nya salah, tapi ak.." mata Bee membulat sempurna, dan Bintang paham maksud tatapan tajam itu.


"Ok, Gue tahu caranya mungkin salah, harus nya gue ngedekatin lo dulu, melamar lo, tapi ini udah terjadi Bee. Gue minta maaf.." Bintang menatap gadis itu yang langsung buang muka.


"Coba lah untuk menerimanya Bee. Kita jalani dulu, bisa aja kan kita emang jodoh?" lanjut Bintang berharap.


"Ga pakek! Gue cinta nya sama Elang, gue mau nikah cuman sama Elang. Please..lepasin gue, lo kan tajir, bisa dapat cewek mana aja, lepasin gue" Bee sudah kembali terisak. Dua hari terakhir ini dia selalu menangis. Lelah rasanya harus menangis terus.


"Gue ga bisa melepas lo Bee"


"Kenapa ga bisa? gue ga percaya kalau lo udah jatuh cinta sama gue, sementara kita aja belum pernah ketemu" Isak tangis itu semakin pilu. Membayangkan Elang menjauh dari nya, karena perjodohan sialan ini membuat nya menangis semakin menjadi-jadi.


Bintang tak perduli, kini dia menarik gadis itu kembali kepelukannya. Ini cara yang dia lakukan tadi, dan berhasil membuat gadis itu diam.


Bee yang awalnya meronta saat di peluk, kini menurut. Aneh, pelukan pria itu sangat menenangkan. "Bee, ayo kita coba, jika dalam seminggu tidak ada kemajuan, gue akan melepaskan lo, gue bakal pulang ke Jakarta"


Bee melerai pelukan mereka. Memberi ruang antara mereka. Dihapusnya sisa air mata dengan punggung tangannya.


"Bener? lo ga bohong kan? serius ini? cuman seminggu doang kan? lo bakal batalin perjanjian bodoh lo sama bokap gue? lo ga bakal nuntut gue atau bokap gue?" ucap nya gembira. Seketika wajah muram itu cerah. Matanya bersinar gembira. Cantik.


"Iya, tapi ada syaratnya.."


"Apa? cepat kasih tahu gue" tanya nya antusias.


"Selama seminggu kita selalu bersama, layaknya pacaran, nge date, dan melakukan hal-hal layaknya orang pacaran"


"Stop! lo ya, gue tahu akal bulus lo. Ga mungkin om mesum kayak lo itu tulus. Maksud lo buat pacaran seminggu lo mau ngambil perawan gue kan?" salak Bee gamblang. Mengenyampingkan etika. Mana mewartakan keperawanan nya lagi.


Bintang hanya tersenyum, saat secara tidak langsung gadis itu memberitahukan dirinya masih perawan, seperti tebakannya.


Pletak..jidat mulus nya jadi sasaran.


"Au..." ringis Bee memegang keningnya.


"Pikiran lo bisa ga, ga usah berpikiran buruk terus sama gue?" ucap Bintang.


"Gue minta kita pacaran seminggu bukan berarti gue bakal nidurin lo, tapi kalau lo mau sih, gue ayok.."


"Heh!" kembali suara lengkingan Bee memekakkan telinga.


"Seminggu yang gue maksud, lo temani gue, kemana pun gue pergi. Dan kita nge date, makan, nonton belanja, atau nongkrong kemana pun lo mau. Lu harus jadi cewek gue yang penurut dan manis. Seminggu itu lo ga boleh ngebantah apa pun kata gue" terang Bintang tersenyum.


"Ok, asal ga ada sentuhan fisik, gue deal" ucap Bee mengulurkan tangannya.


Pikirannya membuat senyum indah melengkung di wajah cantik nya. Bintang melihat itu, dan ah..kembali dirinya terpesona akan kecantikan alami gadis itu.


"Deal ya?" masih menyodorkan tangannya.


"Eit, gue bilang ga nidurin lo, tapi selayaknya orang pacaran kita pasti ciuman dong, pelukan dong, sayang-sayang an juga kan?" ucap nya tersenyum.


"Dasar mesum, ga punya malu, ogah gue!" bentak nya kesal.


"Ya udah kalau ga mau, bulan depan kita nikah, toh gue ga hanya grepek-grepek lo, gue bakal nidurin lo sepuasnya" ucap Bintang datar, senyum mempesonanya kembali terkembang, sambil menaikkan satu alisnya.


Sesaat Bee berpikir, Ini hanya seminggu. Saat pria itu menciumnya, dia akan diam, biarkan pria itu bosan padanya, hingga menjauh.


Hanya seminggu, anggap aja gue di gigit anj*ng tiap dia nyium gue..


"Ok, gue setuju, deal.." ucap nya masih menyodorkan tangan.


"Satu lagi, gue ga mau, selama pacaran sama gue, lo dekat sama cowok mana pun, termasuk si Elang mu itu, dan jangan sampai ada yang tahu perjanjian seminggu kita ini, dan lo harus ngakuin gue sebagai tunangan lo di depan semua orang" tutup Bintang mengangsurkan tangannya.


"Lo dikasih hati ngerampok ya.." umpat Bee kesal.


"Batal?" gertak Bintang pura-pura menarik tangannya, tapi Bee langsung menarik tangan pria itu.


"Deal! langit jadi saksinya" ucap Bee tepat saat kilat terdengar.


"Sekarang karena sudah deal, ga salah kita praktekkan langsung, sandiwara cinta kita ini.." ucap Bintang tanpa Bee mengerti apa maksudnya. Tapi kini itu sudah tak penting, dia sudah paham maksud pacar nya itu.


Dengan lembut, bibir Bintang sudah menutup bibir mungil gadis itu, menggoda hingga bibir itu terbuka, setelah berhasil, dengan rakus Bintang melahapnya. Ini bukan masalah besar. Bintang sudah sangat pro dalam hal seperti ini.


Justru yang ngap itu Bee, dengan terengah-engah dia mendorong tubuh Bintang agar bisa mengambil udara untuk bernafas.


"Lo mau gue mati ya? ga nafas gue!" berang nya.


"Hahahaha..jangan bilang lo belum pernah ciuman, dan ini ciuman pertaman lo" goda Bintang. Ternyata rasanya nikmat memerawani bibir yang belum pernah tersentuh.


"Siapa bilang ini ciuman pertama gue!" umpatnya menunduk. Rasa malu menghinggapi hati nya hingga jantung nya berdebar cepat. Ciuman Bintang tadi sungguh memabukkan namun nikmat bagi Bee.


"Ciuman pertama lo sama siapa? Elang?" tanya nya serius. Dia juga yakin Bee pasti sudah pernah ciuman. Zaman sekarang, banyak anak ABG tidak lagi hanya sekedar ciuman gaya berpacaran nya, tapi sudah main ranjang segala malah.


"Bukan, gue jaga ciuman pertama gue buat Elang, tapi ada pria gila di acara fashion show gue yang terakhir, nyuri ciuman gue" ucap nya kesal mengingat malam itu. Andai dia tahu siapa pria itu, dia akan minta kak Seba untuk menghajar pria itu.


"Siapa?" tanya Bintang penasaran.


"Gue juga ga tahu, gue belum pernah lihat dia. Mana malam itu pake topeng kan acaranya, gue ga kenal wajahnya. Kayak nya orang gila beneran deh, masa dia ngaku-ngaku sebagai tuan Danendra" ucap Bee mencoba mengingat pria sinting itu.


"Hahahaha..." tiba-tiba pikirannya yang jauh melayang ke peristiwa malam itu, terhenyak oleh suara tawa Bintang.