
Sejak awal naik kelas dua, kesibukan Bee benar-benar padat. Hingga tak memiliki waktu bermain atau sekedar hang out bersama Kiki atau Kiano.
Tante Di kini lebih aktif mengikut kan nya berbagai event, lomba modeling. Walau tak selalu menang, namun juga sering menjadi juara. Hingga Bee di naungi salah satu agency model di Indonesia yang pemiliknya kebetulan teman arisan tante Di. Banyak mengikuti kompetisi sana sini, hingga kadang les bimbelnya harus sering bolos. Bee melakukan semua kegiatannya dengan senang hati walau kebanyakan lebih ingin menyenangkan tante Di. Dia tak ingin menghancurkan harapan tante Di, yang ingin menjadikan nya model top.
Pasti nya dia menolak pada saat tante Di memberitahukan dirinya di daftarkan di salah satu agency model. Namun setelah perdebatan panjang, dan penuh drama..(again and as usual) Bee akhirnya mau, lagi pula ucapan tante Di membuka matanya lebar-lebar.
"Tante lakuin ini buat kamu, biar orang-orang yang selama ini ngeremehin kamu, tahu kalau kamu itu gadis hebat, kayak cowok yang udah nolak kamu itu" ucap tante Di penuh kesedihan.
Sejak itu lah, Bee merasa dia memang harus memiliki sesuatu, yang bisa di banggakan, agar saat bertemu Elang nanti, pria itu akan jatuh cinta padanya, dan mau jadi pacarnya. yah..hanya se simple itu impian seorang Bee.
Berbagai kegiatan di dunia modeling memenuhi hari-harinya. Semua itu bukan mudah, dia harus diet ketat, tidak boleh makan sembarangan, waktu untuk bermain pun ikut tersita, hingga harus ikut les model yang tutor nya model senior top Indonesia bahkan yang menetap di Australia.
Namun semua perjuangannya membuahkan hasil, buktinya kini dia di perhitungkan sebagai salah satu model new comer yang berkualitas, hingga di minta sebagai model peragaan busana desainer kondang, membuat nama Bee sebagai model pendatang baru, kini di perhitungkan di kanca dunia model, walau masih tergolong junior, dengan peragaan busana sederhana, tapi ya bagi seorang Bee itu adalah langkah awal untuk karier nya.
"Tan, Sabtu ini boleh ya aku pergi sama Kiano" ucap Bee menggigit apel nya. Hanya sebuah apel yang boleh dia makan malam ini, karena kemarin sudah memakan tiga slide pizza.
"Tunggu, tante lihat dulu jadwal kamu ya cantik" tante Di segera mengutak Atik ponselnya, lalu menoleh ke arah Bee. "Ok kosong, kamu boleh bersenang-senang, tapi ingat, ga boleh makan sembarangan. Nanti tante bekali salad buah buat makanan kamu" ucapnya mengusap kepala Bee yang mendelik ke arah nya.
Ternyata, Kiano membawanya ke daerah Jakarta barat, sebuah mall sekaligus tempat wisata melihat kehidupan bawah laut, yaitu Jakarta Aquarium. Bee yang pertama kali berkunjung kesana begitu takjub. Walau sebenarnya ini tempat kegemaran anak-anak pada umumnya, tapi banyak juga kok orang dewasa yang tanpa bawa anak, datang ke sana. Tahu tidak, melihat laut dengan segala keindahan isinya, membuat pikiran menjadi tenang loh..
Jakarta Aquarium, Sebuah akuarium raksasa berisi beraneka jenis ikan menyambut kedatangan mereka. Lalu mereka berjalan masuk ke bagian akuarium yang berbentuk lorong kecil yang menampilkan berbagai jenis ikan begitu dekat, seolah bisa di sentuh.
Bee tak henti-hentinya tersenyum, begitu gembira karena Kiano mengajak nya ke sana. Puas menjelajah, mereka di suguhi pemandangan yang tak kalah menarik, yaitu feeding time, saat para penyelam memberi makan para ikan.
Mereka juga tak melewatkan pertunjukan teatrikal yang bertema kan pearl of the sea.
Bee begitu gembira, rasa pegal di kaki nya sebenarnya tidak terasa, namun Kia mengajaknya duduk di bangku yang disediakan untuk pengunjung, sekedar untuk mengistirahatkan kaki mereka. semua kegiatan yang mereka lalui membuat nya ceria, hingga perut terasa lapar. Bee membuang tatapan matanya ke arah yang berlawanan dengan Kia, saat pria itu tersenyum setelah mendengar bunyi perutnya.
Restoran ala Korea jadi pilihan mereka. Satu hal lagi, yang membuat Bee tak pernah bosan jika bersama Kia, pria itu punya segudang topik pembahasan yang membuat Bee tertarik.
Pukul tujuh malam, mereka baru bertolak pulang, namun saat melintas, mereka melewati pasar malam, hingga memutuskan untuk singgah sebentar. Banyak permainan yang membuat kedua nya terlihat sangat gembira.
Kia mendapatkan hadiah dari bermain lempar kaleng dengan bola kasti yang di susun, berupa gelang berbahan titanium, yang memiliki banyak hiasan di sekeliling gelang, ada miniatur menara Eiffel, bulan sabit, bintang dan kerincing kecil.
"Yeeeey..Abang hebat deh..neng kan jadi kagum sama adek" goda Bee tersenyum sembari mengedip-edip kan mata ke arah Kia.
"Ini Abang perjuangkan demi neng seorang" balik Kia menggoda hingga keduanya tertawa bersama. Kia menarik tangan Bee untuk duduk di bangku panjang, di depan penjual tiket untuk naik biang lala.
"Neng makin cakep deh.." puji Kia menatap lurus ke arah manik itu, setelah memasang gelang ke tangan gadis itu. Bee hanya tertunduk malu mendapat pujian.
"Bee.." dengan mimik wajah serius, Kia yang masih memegang tangan Bee mengunci pandangan gadis itu, agar apa yang akan dia ucapkan bisa di pahami Bee.
"Udah lama kita kenal, dan apa yang bakal gue sampein ini, udah lama juga gue rasakan. Bahkan saat pertama kali kita bertemu. Sejujurnya Bee, gue suka sama lu..dari dulu. Tapi gue pendam, karena gue ga pengen lu risih terus malah ngejauhin gue. Tapi sekarang gue rasa ini waktu yang tepat buat ngutarakan semua isi hati gue ke elu" ada kesungguhan dari ucapan Kia yang Bee tangkap.
Dan sejujurnya, Bee sendiri bingung harus di beri nama apa akan yang dia rasakan saat ini pada Kia. Dia nyaman bersama Kia, dia juga percaya dan selalu merasa aman jika jalan dengan Kia. Bahkan saat Kia merasa kesal karena tak bisa menghubungi Elang, ada Kia yang setia menghiburnya, setia setiap di butuhkan. Tapi ini beda..ini bukan Cinta yang seperti dia rasakan pada Elang.
Kata orang, kalau kita cinta sama seseorang, hati akan berdetak kencang jika bertemu dengan orang yang kita sukai. Akan sedih jika kita di cuekin, akan kesal jika dia tak mencari kita. Dan akan cemburu jika pria itu bersama gadis lain. Dan itu yang Bee rasakan saat bersama Elang, bukan dengan Kia.
Pastinya, ini bukan cinta. Hanya rasa nyaman.
"Kia, terimakasih untuk rasa itu, perasaan cinta yang lu kasih ke gue, tapi maaf..hati gue udah tertambat pada pria lain.."