Sold

Sold
Siasat licik



Menuju ruang keluarga, Hana harus melewati ruangan tengah yang tidak jauh dari dapur. Suara ibu yang sayup terdengar dari arah dapur membuat nya bergegas untuk melihat keadaan di sana. Bu Salma sudah terduduk di lantai dengan memegangi botol yang dia tebak berisi jamu. "Bu, ibu ga papa?" Hana cepat jongkok di hadapan ibu, membantu melihat keadaan ibu.


"Kaki ibu sakit Nan. Mungkin karena buru-buru hingga tergelincir di sana dan jatuh. Kayak nya kaki ibu keseleo" ucap ibu memegangi pergelangan kakinya.


"Biar aku lihat Bu. Sebaiknya kita pindah ke sana aja" Hana menunjuk sofa di ruang tengah. Setelah memapah ibu duduk, Hana kembali ke dapur, meminta salah satu pelayan yang baru saja masuk ke dapur setelah semua para pelayan di panggil Piter untuk di beri sejumlah uang tanda syukur nya telah dianugerahi anak yang ada dalam kandungan Kinan.


Tanpa ragu, Hana duduk dihadapan kaki ibu da mulai menuang minyak dan mengurutnya perlahan. Ibu tidak menyangkal, tangan lembut Hana begitu membuainya. Denyut kaki nya yang tadi terasa bengkak, kini sudah tidak sakit lagi. "Kamu serba bisa ya Han. Masak pinter, ngurus anak bisa, bahkan mijit juga oke" puji ibu.


Wajah Kinan bersemu merah, menunduk menikmati pujian dari ibu. "Kamu sudah menikah?"


"Belum Bu"


"Seandainya lah ibu punya anak laki-laki lain nya pasti ibu sudah menjodohkan nya dengan mu"


"Maaf bu, apa ibu menyukai ku?" tanya Kinan memberanikan diri menatap Bu Salma.


"Pertanyaan bodoh, dari awal saja aku sudah menyukai mu"


"Aku tidak memikirkan hal lain apa lagi menikah. Aku hanya ingin mengabdikan diri ku untuk mengurus si kembar. Aku sudah tidak punya niat untuk menikah Bu"


"Kenapa begitu? kamu sempurna jadi seorang wanita. Betapa sayang nya kalau kamu tidak mau menikah" Ibu mengangkat dagu Hana agar wanita itu bisa menatap ibu.


"Aku tidak mau Bu. Kalau aku menikah, aku harus meninggalkan Siena dan Siera. Aku ga mau Bu. Tapi kalau aku tetap di Indonesia, tanpa status apa pun, aku akan segera di deportasi" ucap nya menghapus air mata yang lolos di pipinya.


"Jangan menangis cantik. Kamu jangan sedih, kita pasti akan memikirkan jalan keluarnya" ucap Ibu yang sudah duduk tegak. "Duduk sini" ibu menepuk bagian kosong di sampingnya.


"Ibu tahu, mungkin bisa saja Bee mencari pengganti ku, tapi ku pastikan tidak ada yang mencintai anak-anak itu seperti aku Bu, tidak akan ada yang dengan tulus menyayangi mereka"


"Mungkin kau benar"


"ibu tahu, Bee saja yang melahirkan mereka kurang memperhatikan anak-anak nya. Saga selalu di urus Mira, dan walau sudah di rumah pun, Bee tidak memperhatikan si kembar, parah nya lagi, Bee tidak mau menggendong mereka"


Sulit rasanya ibu percaya perkataan Hana, terlebih mengenai rasa sayang Bee pada anak-anak nya. Selama ini yang ibu tahu, Bee begitu menyayangi cucunya.


"Awalnya saat baru-baru di sana aku lihat Bee mau memperhatikan anak-anaknya tapi itu hanya dua hari sejak aku di sana. Bahkan dua hari lalu Bintang dan Bee bertengkar. Bintang marah Bee terlalu sibuk dengan pekerjaan. Dan aku baru tahu ternyata Bee membantah perintah suaminya untuk tidak menerima produk yang ingin memakinya sebagai model iklan nya"


"Apa? Bee kembali ke dunia entertain?"


"Seperti nya begitu Bu. Aku kebetulan mendengar perdebatan mereka" jawab Hana berbohong. Jelas-jelas dia menguping pembicaraan suami istri itu.


Hal yang paling ibu tidak suka dari Bee hanya satu, yaitu Bee yang berkecimpung di dunia hiburan. Ibu masih trauma dengan kejadian masa lalu Bee yang menyebabkan perceraian dengan Bintang. Ibu bahkan hingga saat ini masih ingat betul wajah Elang yang di kabarnya menjalin cinta dengan Bew hingga kabar pertunangan Bee dengan vokalis band itu.


Ibu hanya ingin Bee menjadi ibu rumah tangga biasa, mengurus anak dan suaminya saja. Bahkan Kinan yang masih baru awal hamil saja memilih untuk berhenti bekerja agar bisa fokus menjaga bayi dalam kandungannya. Bee memang gadis keras kepala yang selalu melakukan apa mau nya.


"Ibu janji akan menolong mu" suara ibu memecah keheningan.


"Ada satu cara Bu, tapi aku takut kalau ibu atau siapa pun mendengar nya akan salah paham" ujar nya takut.


"Ini hanya untuk menyelamatkan ku di usir dari negara ini, jauh dari Siena dan Siera. Tapi menurutku cuma ini yang menjamin aku bisa di dekat mereka"


"Bagaimana caranya?"


"Minta lah Bintang untuk menikahi ku bu. Hanya sebagai formalitas" pinta nya memegang tangan ibu.


"Apa? itu ga mungkin Hana"


"Itu hanya formalitas bu. Aku tidak akan menuntut apa pun. Bahkan aku tidak akan minta Bintang memberikan hak lahir dan batin ku. Ini kulakukan demi cucu-cucu ibu" genggaman tangan Hana pada tangan ibu semakin kuat.


"Tapi Han, Bintang tidak akan mau. Dia sangat mencintai Bee. Bagi nya hanya ada Bee adalah segalanya dan satu-satunya di hatinya" ucap ibu mengingat Ranika.


"Tolong bu. Bicara dengan Bintang empat mata. Aku yakin kalau ibu yang bujuk dia akan mau. Katakan dia tidak akan menyentuh ku, aku tidak akan menuntut apa-apa" Hana kembali meyakinkan ibu dengan akal bulusnya.


"Nanti lah, ibu coba" dan terbit lah senyum Hana.


Sudah pukul enam sore, Piter dan Kinan pamit pulang. Saat Bintang juga ikut pamit, ibu menarik Bintang untuk menjauh, agar omongan mereka tidak di dengar siapa pun.


"Ada apa Bu? kok main rahasia-rahasia?"


"Apa benar Bee mau syuting lagi?"


"Tau dari mana?" tanya Bintang melempar pertanyaan sebagai jawaban atas pertanyaan ibu.


"Jawan saja"


"Iya bu"


"Lalu kau setujui?"


"Belum aku putuskan. Tapi seperti akan aku setujui. Aku ga mau buat isteri ku sedih Bu"


"Kau itu terlalu memanjakan Bee. Apa kau tidak ingat masalah dengan mantan nya dulu? kau lebih tahu dunia artis itu bagaimana, kenapa masih kau izin kan juga?" Ibu benar-benar merasa kecewa pada Bee, hingga di hati nya semakin yakin ingin mendukung Hana. Kalau Bee semakin sibuk, lantas bagaimana nasib cucu-cucu nya?


"Sudah lah bu. Aku yang akan menyelesaikan masalah ini dengan Bee" Bintang akan beranjak, tapi tangan ibu kembali menahannya.


"Apa lagi Bu?" ucap nya kesal, memugar rambutnya.


"Ibu tidak ingin si kembar terlantar. Kalau kau ingin membiarkan Bee mengejar karirnya di samping pekerjaan, makan ibu ingin kau menikah lagi agar ada yang menjaga dan mengurus anak-anak mu"


Perkataan ibu nya hampir saja membuat mata Bintang keluar sangkin terkejutnya. "Maksud ibu apa? aku ga suka cara ibu becanda"


"Ibu serius. Ini sudah keputusan ibu. Kau harus menikahi Hana"