Sold

Sold
Tekanan



Ada kilat kesedihan yang tergambar di mata Kia yang dapat Bee tangkap. Sungguh, jika dia bisa mengatakan 'iya' akan ungkapan cinta Kia, pasti dia lakukan. Tapi cinta yang memilih hati yang ingin dia tujukan?


Nyatanya cinta nya pada Elang memang tak tergoyahkan. Dia sungguh mencintai pria itu, terbukti ada pria sebaik Kia, nembak dia tapi hatinya masih tak tergoyahkan.


"Lu marah ya sama gue?" tanya Bee seraya menyerahkan helm pada Kia saat tiba di depan rumah Bee.


"Kagak lah, bego lu.." balas nya tersenyum. Ada rasa sedih karena Bee tak menerima cintanya, itu benar. Tapi untuk membenci gadis itu, sungguh Kia tak bisa. Cinta nya lebih kuat dari itu.


"Lu kira cinta gue setipis kulit bawang sama lu? gue suka sama lu itu tulus Bee, kalau lu terima cinta gue, gue pasti bahagia banget, tapi kalau lu tolak, bukan berarti gue harus marah kan? bisa di dekat lu aja udah buat gue bahagia. Melihat lu bahagia, entah itu dengan siapapun, dan gue bisa terima akan hal itu, adalah cara gue mencintai lu Bee. Even though, gue ga bisa memiliki lu" ucap nya mengelus pipi Bee.


Sumpah demi kerang ajaib Spongebob, Bee ingin menangis. Badai air matanya sudah menggulung, ingin berlomba mendarat di pipi nya, terharu dengan apa yang di ucapkan Kia.


"Udah, jangan sedih, gue baik-baik aja. ngejagain lu sampe pria beruntung itu datang menjemput lu aja udah cukup buat gue. Boleh kan gue tetap di sisi lu?menyiapkan punggung gue kalo sewaktu-waktu lu pengen nangis? gue ingin berguna buat lu Bee" lanjut Kia lagi, yang kali ini berhasil membuat Bee terisak.


Bee sendiri yang memilih untuk masuk dalam pelukan Kia, seolah cara Bee mengucapkan rasa terimakasih nya.


***


Setelahnya, tak ada yang berubah. Bee dan Kia tetap dekat seperti dahulu, awal nya pasti rasa canggung itu ada di rasakan gadis itu, tapi lambat laun, dengan sikap asik nya, Bee bisa menghapus rasa canggung itu, kembali berteman seperti sebelum Kia mengungkapkan isi hatinya.


Kadang saat Bee tidak di sibukkan dengan rutinitas kemodelan nya, mereka akan jalan berdua seperti biasa nya, malam mingguan berdua, hingga kadang Kiki kesal karena di tinggal terus, tapi tidak jarang juga gadis cantik bertubuh semok itu ikut bersama mereka.


Tante Di juga percaya dan menyukai Kia. Malah wanita paruh baya itu ingin Bee bisa pacaran dengan pria sebaik dan se ramah Kia.


"Gitu kamu sekarang ya, lupa sama teman lama semenjak ada teman baru" rungut Tya saat mereka melakukan zoom malam itu.


"Iya benar, mentang-mentang udah jadi anak Jakarta kamu Bee" timpal Lala.


"Sorry girl, bukan sombong, tapi emang benar sibuk parah belakangan ini" ucap Bee menjelaskan.


Selama hampir dua jam mereka cekikan bersama membahas masa kecil mereka, walau harus sampai tiga kali menyambung karena sekali meeting hanya berdurasi 40 menit. Hingga Lala menguap beberapa kali, baru lah mereka sepakat mengakhiri acara ghibah online mereka kali itu.


"Mungkin dia sibuk sayang, siapa tahu kebun sawit kalian semakin meluas, hingga perlu banyak perhatian ekstra. Jadi jangan mikir yang macam-macam" ucap tante Di mengusap rambutnya.


Tahun kedua Bee di bangku SMA, membuat hari-harinya semakin sibuk. Pulang sekolah harus ikut bimbel, setelah nya ikut kelas model hingga berjam-jam lamanya setiap hari karena bakal ada pagelaran Akbar, oleh salah satu desainer hebat di Indonesia. Acara itu akan di gelar satu bulan lagi.


Rasa nya Bee sudah tak sanggup menjalani hari-hari nya. Dia suka saat berjalan di catwalk, di lihat banyak orang dengan senyum memuji mereka. Tidak di pungkiri, menjadi model membuat rasa percaya diri Bee kini lebih terbentuk. Berani bersaing dengan wanita lain, dan kembali lagi, semua ini hanya karena saru hal yang tertanam dalam hati dan pikirannya siang malam, dia harus bisa membuat Elang jatuh cinta padanya.


Dengan motor gede nya, Kia sudah melihat keberadaan Bee, duduk di salah satu bangku taman. Setelah memarkir motornya, Kia setengah berlari untuk menghampiri gadis itu yang berulang kali menghapus pipinya dengan punggung tangannya.


"Hei..anak sekolahan ga boleh kelayapan, masih pake baju seragam lagi" suara Kia sedikit mengejutkan kesendirian Bee, buru-buru menghapus sisa air matanya, dan berusaha melempar senyum.


Setengah jam lalu, saat sudah di depan gerbang gedung bimbel, Bee merasa muak untuk ikut bimbel hari ini. Rasa sesak di dadanya membuatnya memutuskan untuk bolos. Toh ini kali pertama dari hampir tiga tahunnya mengikuti bimbel di GeO. Lalu di teringat Kia, menghubungi pria itu, memintanya untuk menemaninya jika tidak ada kuliah saat ini.


Tentu saja, saat menjawab telpon dari Bee, Kia sedang menunggu kedatangan dosen pengampu mata kuliah hukum tatanegara, yang akan di mulai sepuluh menit lagi. Namun saat mendengar ada nada kesedihan dalam suara yang selalu dia rindukan itu, membuatnya memutuskan untuk mendatangi Bee, meninggalkan mata kuliah, yang mungkin saja membuat nya mengulang tahun depan.


"Kya.." tangis Bee justru pecah saat melihat wajah tampan itu, yang telah mengambil posisi di sampingnya. Tanda menunggu persetujuan, Bee sudah meletakkan kepalanya di bahu Kia, menangis semau dia, sekeras yang dia bisa, toh tak ada orang, hanya mereka berdua.


Biasanya, Kia akan diam saja, membiarkan Bee menangis hingga puas, setelah tenang, gadis itu sendiri yang akan mulai cerita.


"Hidup gue kok berat amat ya Kya" ucapnya sembari berdehem, mencoba membuang serak yang mendekat di tenggorokannya. Kia mengambil motor mineral dari dalam tas nya yang sudah dia buka tutupnya, lalu menyodorkan ke hadapan Bee yang langsung cepat di ambil gadis itu dan menenggak nya setengah.


"Seberat apa sih kali ini neng geulis?" ucapnya membelai rambut panjang Bee yang hitam berkilau. Siapa pun yang melihat pasti menebak mereka adalah sepasang kekasih, siapa sangka hanya sebatas teman.


"Gue capek Kya, gue stres banget, tiap hari ikut latihan buat pagelaran fashion show Minggu depan, tekanan nya kuat banget. Rasa nya gue udah mau give up aja, tapi ga sanggup bayangin kekecewaan tante Di" ucap nya menarik nafas dalam, lalu menghembuskan nya dengan kasar.


"Bukan nya lu suka ikut acara begituan?impian lu kan?"


"Gue suka, suka saat berjalan di catwalk, di puji banyak orang, bukan kayak gue yang dulu di katain jelek, dan weird! tapi ini pressure nya kebangetan tau ga. Gue di bahkan di bully sama senior, dikatain jual diri biar bisa ikut andil dalam acaranya kak Seba" umpat Bee kesal.