
Atas pertolongan Bintang, masalah dengan Asri Linggis pun dapat di redam. Bintang meminta Riko untuk mencari informasi yang bisa membuat Asri bertekuk lutut hingga segera membuat klarifikasi.
Bintang sendiri menemui Kodir, meminta pria itu untuk membantu nya menyelesaikan masalah Asri, karena Bintang tahu pria itu menginginkan hak asuh atas anaknya. Jadi Piter akan membantu mendapatkan hak asuh itu, dan Kodir mau memberikan bukti yang bisa memberatkan Asri.
Persidangan di gelas, dan hak asuh anak di putuskan pengadilan jatuh pada Kodir. Setelahnya, Asri memberikan keterangan pada netizen di salah satu stasiun televisi. Bahwa semua yang dia lakukan adalah kebohongan. Dia sengaja menjebak Piter agar bisa dekat dengan pria itu dan tergiur akan pesona sang pengacara.
"Thanks my bro.." ucap nya yang saat itu datang ke kantor Bintang.
"Lo datang cuma mau ngomong ini aja?"
"Iya lah, apa lagi" cengiran Piter membuat Bintang kesal yang menyambit Piter dengan pena yang ada di tangannya, tapi Piter berhasil mengelak, hingga tawa nya lah yang kembali menggelegar.
Selain karena rasa sayang pada adiknya, Bintang melakukan itu juga untuk menyelamatkan nama baik keluarga mereka.
***
Tatapan Bintang seakan enggan untuk melihat hal lain selain tubuh istrinya yang saat ini berdiri di depan cermin. Sudah sepuluh menit, wanita itu masih betah untuk berputar dan menatap pantulan dirinya.
"Yang..sini dong. Mutar-mutar mulu" Bee melirik dari cermin ke arah si empunya suara, lalu mengangguk memenuhi permintaan suaminya.
"Kok manyun?"
Bukan menjawab Bee malah menggeleng dan merangkak naik ke ranjang, berbaring di samping tubuh Bintang. "Jangan bohong, wajah nya di tekuk kayak gini" Bintang mencubit pelan ujung hidung Bee.
"Kak, aku gendutan ya?"
"Hah?" Bintang menarik kepalanya, mencoba memahami pertanyaan Bee.
Bee duduk bersila menghadap ke arah Bintang. "Iya, aku gendutan ya sekarang? apalagi dengan perut ku yang besar ini?"
"Sayang, gimanapun bentuk tubuh mu, kau cantik. Kau sempurna buat ku" Bintang ikut duduk, mengecup kening Bee. Kini dia paham, istrinya mengalami rasa minder karena memang saat ini bentuk tubuhnya semakin berisi. Tapi hal itu tidak pernah membuat nya mengurangi sedikit pun pesonanya bagi Bintang, bahkan Bee tampak makin sexy dengan beberapa bagian tubuhnya yang lebih besar dari ukuran biasanya dan itu membuat Bintang menggila untuk selalu menyentuhnya.
"Kau hanya ingin menghiburku kan?" ujar Bee pelan, menunduk menatap motif seprei nya. Siapa pun akan setuju bahwa tubuh yang indah bagi seorang wanita adalah bagian dari dirinya yang mampu memberi rasa percaya diri.
Terlebih dahulu Bee memiliki tubuh yang indah, tapi berat tubuhnya naik, bahkan saat hamil Saga dulu tidak segemuk sekarang.
"Dulu saat hamil Saga, aku ga segemuk ini kak" rengek nya tetap merasa tidak percaya diri. Ini semua karena selama kehamilannya, Bintang dan juga ibu selalu memanjakan nya. Setiap pulang kerja Bintang akan membawakan nya berbagai jenis makanan dan juga cemilan. Pun ibu, setiap tiga kali seminggu pasti mengirimi banyak makanan sehat yang di buatnya sendiri serta jamu yang saat hami Saga pun ibu selalu mengirimi untuk nya.
"Dengar sayang. Aku berterima kasih karena kau mau mengandung buah hati kita. Percaya lah bagaimana pun bentuk tubuh mu, aku tetap mencintaimu, menggilai mu. Ini aja aku ingin melahapmu" ucap nya mencium sekilas bibir tipis Bee.
"Kakak, tunggu dulu. Masih ada yang mau aku tanya" Bee mendorong dada Bintang yang mendekapnya.
"Apa lagi permaisuri ku?"
"Mmm...itu, apa dengan tubuh ku yang membesar ini, kakak masih bern*fsu padaku? ga jijik lihat lemak di sini..di sini..." Bee menunjukkan bagian tubuhnya yang tampak berlemak.
"Benar kak? masih bergairah? apa rasa nya masih enak?" tanya nya malu. Pikiran nya terusik akan pembicaraan yang sempat dia dengar dari para pelayannya kemarin.
Saat itu Wati, Lela, dan Tuti sedang membicarakan masalah ranjang mereka dengan para suami masing-masing.
"Iya, suami aku ngeluh waktu lagi main, terhalang sama perut besar ku. Dia bilang, rasanya jadi kurang nikmat" ucap Tuti. Bee yang awal nya ingin masuk mengambil air dingin mengurungkan niatnya dan mencuri dengar di dekat pintu dapur.
"Iya sama. Makanya banyak laki-laki yang saat main sama istrinya yang tubuhnya udah melar, malah membayangkan lagi bersama dengan wanita lain" lanjut Wati.
Hati Bee semakin gusar mendengar semua nya saat itu. Diremasnya ujung daster nya. Menarik semuanya yang di perbincangkan mereka dengan keadaan nya saat ini.
Apa kak Bintang juga merasakan hal yang sama seperti yang di katakan mereka? apa saat bercinta dengan ku, malah membayangkan wanita lain? oh Tuhan..
Tapi kini setelah mendengarkan ucapan Bintang yang dia yakini adalah benar, Bee tidak lagi merasa minder atas bentuk tubuhnya lagi. Benar apa yang dikatakan Bintang, harus nya dia bersyukur di beri kesempatan untuk mengandung buah cinta mereka.
Dan malam itu apa yang di lakukan Bintang padanya menepis semua keraguan di hati nya. Bintang memperlakukan begitu lembut dan sangat mendamba nya. Permainan itu tetap nikmat membakar kedua nya. Tidak hanya sekali, bahkan sampai tiga kali hingga pagi menjelang. Perut besar nya tidak menjadi penghalang karena nyatanya Bintang mampu melakukan dengan berbagai cara yang tetap membuat Bee nyaman tanpa harus takut membahayakan bayi mereka.
Usia kehamilan kedelapan bulan, dokter memberi saran pada kedua nya untuk lebih sering melakukan hubungan suami istri, agar jalan bayi nya semakin terbuka. Tentu saja hal itu di sambut gembira oleh Bintang, hingga punya alasan untuk mengganggu Bee.
Sedangkan Bee, pada kehamilan keduanya ini memang membuat nya lebih bern*fsu dan liar dari pada saat kehamilan pertamanya.
***
Hari ini, harusnya Bintang mengajak Bee jalan seperti janjinya kemarin, tapi karena Bintang mendapat kabar kalau proyek mereka mengalami kendala di lapangan, dengan berat hati Bintang membatalkan janji nya pada Bee dan harus berangkat kerja.
"Maaf ya sayang" ucap Bintang mengulang permintaan maaf nya dan mencium kening sang istri saat Bee mengantar nya hingga mobil.
"Ga papa kak. Kamu hati-hati di jalan. Kalau udah selesai cepat pulang ya" ucap nya manja.
Setengah jam setelah Bintang pergi, Kinan menghubungi Bee mengajak sahabat sekaligus iparnya itu untuk jalan.
Kurang dari dua puluh menit mereka sudah ada di salah satu mall. Keluar masuk dari satu toko ke toko lain. Hingga keduanya lelah, lalu menuju restauran Padang, berniat memesan banyak makana di sana yang tidak jauh dari sekitar parkiran mall.
Tapi keduanya terkejut saat melihat ada seorang wanita yang di ganggu boleh dua orang pria.
"Hey..lepaskan wanita itu" hardik Bee berani.
*Siapa ya cewek yang di ganggu dua berandalan itu?
Sambil nunggu, kuy kesayangan eike..kepoin nih novel keren. Makasih🙏😘