
Keinginan Mira untuk menyampaikan apa yang dia perkirakan nyatanya tidak berani dia ungkapkan. Bukan karena dia tidak berani, tapi lebih tidak ingin menyakiti perasaan Bee dengan hal yang masih belum tentu kebenarannya.
Tuan besar nya sendiri pun tidak ada menunjukkan tanda berubah pada Bee. Pria itu tetap saja menunjukkan kilat cinta dan memuja di matanya, bahkan saat ada Hana di antara mereka.
Pagi itu, kembali suasana rumah gaduh seperti biasa saat tuan dan nyonya besar di rumah itu akan mulai menjalankan rutinitas mereka.
"Ini kak, bekal makan nya" ucap Bee menyerahkan goodie bag di samping Bintang yang serius membaca berita hari ini lewat ponsel pintarnya. Bintang hanya mengangguk tanpa menoleh.
Setelah semua urusan perbekalan selesai, Bee naik ke atas untuk segera berganti pakaian ke atas.
"Mau kemana yang?" kepergian Bee dari sisi nya membuat Bintang menoleh ke arah Bee yang sudah menaiki tangga.
"Ganti baju kak, mau kerja"
Dengan cepat Bintang meletakkan ponselnya dan mengikuti langkah Bee naik ke atas. Hana menatap punggung keduanya dengan tatapan sedih. Hana yang sejak tadi sibuk menyuapi kedua bayi kembar yang tiap pagi juga ikut bangun, melirik ke arah tempat bekal Bintang, lalu beranjak ke dapur. Tidak lama, Hana membawa satu kotak bekal dan mengganti dengan yang ada di dalam goodie bag itu dan kembali mengurus Siera dan Siena.
Tanpa sepengetahuan Hana, Mira mengamatinya. Kembali asisten Bee itu merasa dongkol.
***
Pekerjaan hari itu lumayan menumpuk. Masalah mengenai insiden jatuhnya kontraktor kemarin memang sudah selesai. Tapi Bintang harus berupaya menyelesaikan proyek yang terbengkalai, dengan mencari kepala kontraktor baru, yang bisa menyelesaikan proyek itu tepat waktu.
"Bos, mau saya pesan kan makan siang?" tanya Riko sebelum berlalu pergi setelah menerima dokumen yang sudah di tanda tangani Bintang.
"Ga perlu. Emang elo, masih beli makan. Makanya ko, buru-buru lo nikah biar ada yang masakin" ejek Bintang mengedipkan mata sembari sudut bibir nya menyunggingkan senyum.
Serah deh bos, lo selalu menang..dasar bucin akut..
Hanya mengangguk hormat sebagai balasan atas ejekan bos nya, Riko berlalu keluar. Penuh semangat Bintang membuka goodie bag coklat itu, lalu mengeluarkan bekal makanannya.
Setiap bekal yang di buat Bee untuk nya selalu bisa membuta Bintang tersentuh dan merasa semakin mencintai istrinya. Di saat waktu sesibuk itu pun, Bee selalu membuat bekal untuk Bintang sendiri.
Hari ini adalah hari kedua Bintang makan siang di ruangannya. Kalau kemarin Bee menyiapkan nasi dengan SOP iga sapi, hari ini Bee membekalinya dengan menu yang berbeda, ayam rica-rica dan lengkap dengan salad buah nya.
Senyum Bintang mengembang tak kala melihat menu nya. Satu suapan mendarat dengan mulus. Matanya terpejam menikmati sensasi meledak di mulutnya. "Enak banget" cicitnya tanpa sadar.
"Tapi kenapa rasa masakan Bee belakangan ini berbeda ya? walau sama-sama enak, tapi jelas terlihat perbedaannya" sambung nya bermonolog dan kembali memasukkan makanan ke mulutnya. Tidak terasa semua bekal nya sudah ludes.
Raut puas muncul di wajah Bintang, dengan perasaan gembira di elus perutnya. Istrinya begitu sempurna, harapan Bintang seandainya Bee mau berhenti dan hanya di rumah saja pasti lebih sempurna lagi.
Bintang hanya tidak tahu kalau sebenarnya yang membuat bekal selama beberapa hari ini adalah Hana, bukan Bee. Sementara bekal yang Bee buat di buang nya hingga tidak siapa pun merasa curiga.
Kala Bintang menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja, Hana datang membawakan kopi yang kali ini di terima Bintang gembira. "Makasih Han"
Gadis itu hanya mengangguk dan menatap Bintang penuh damba dan berlalu pergi. Setelahnya dia kembali ke ruang bayi bergabung bersama Bee di sana. Dia tidak ingin Bee curiga karena tadi dia izin hanya untuk ke kamar mandi.
Ketukan di pintu membuat Bee yang sedang memilih pakaian, menghentikan kesibukannya. "Masuk"
"Hai..apa aku mengganggu?" suara lembut Hana pecah di kamarnya, yang hanya di balas Bee dengan gelengan dan sebuah senyuman.
"Lagi apa?" susul nya memperhatikan kegiatan Bee yang mengeluarkan beberapa koleksi kemeja Bintang.
"Ini, besok kita mau menghadiri pesta pernikahan teman" sahut Bee menoleh melihat wajah Hana sembari tersenyum dan kembali meneruskan pekerjaannya.
"Oh.." Hana berpikir sejenak, apa yang bisa dia lakukan agar bisa ikut serta dengan mereka. Dia ingin menghadiri pesta itu bersama mereka, mendampingi Bintang tepatnya.
"Bee, kalau aku ikut boleh? aku sudah lama tidak menghadiri undangan, aku rindu kehidupan ku di Inggris yang sering menghadiri pesta debut bagi putri-putri bangsawan Inggris"
"Kamu mau ikut? gimana ya?" Bee sejenak berpikir. Apa tidak aneh jika mereka menghadiri pesta itu bertiga? tapi mau menolak Bee tidak tega melihat wajah Hana yang sangat berharap.
"I-Iya Han. Kamu boleh ikut"
Malam nya seusai pergulatan mereka, Bee mengatakan niat nya yang ingin membawa Hana ke pesta pernikahan Kia dan Citra besok. Bisa di tebak, Bintang yang di beritahukan Bee dua hari lalu, langsung cepat menolak. "Aku ga mau pergi Bee"
"Alasannya?" perdebatan kecil pun di mulai.
"Aku ga suka dengan dia"
"Alasannya?"
"Karena dia dulu pernah merayu dan berniat mendapatkan isteri ku" lanjut nya hingga membuat mulut Bee yang awalnya terbuka ingin menyanggah, kini malah tertutup diam. Suaminya begitu pendendam, bahkan dengan hal-hal kecil. Tapi dia juga bahagia, Bintang mencintainya begitu besar.
Masih dengan senyum di bibir, Bee melangkah mendekat, setelah keduanya berada dalam satu garis lurus yang saling berhadapan, Bee mengalungkan lengannya di leher Bintang, dan mencium bibir pria itu penuh cinta dan terimakasih. Di lepas sesaat agar Bee bisa membuat jarak dan ingin melihat sorot mata pria dingin itu, lalu sekali lagi p*gutan itu berlangsung lebih lama. Bee menh*sap lidah Bintang dan juga bibir pria itu bergantian. Jangan harap Bintang bisa pasrah, tubuhnya akan langsung merespon dan membalas belaian itu. Malah, kini Bintang yang menguasai permainan. Ciuman Bee begitu memabukkan dan menjadi candu kenikmatan bagi nya.
"Kenapa aku bisa sangat mencintai mu? bahkan di mata ku hanya kau lah wanita yang menarik? aku akan mengikuti kemauan mu. Aku akan ikut dengan mu ke pesta itu " bisik Bintang di atas bibir Bee.
*I'm back.. terimakasih buat semua yang mendoakan kesehatan ku. Masih drop eike 😩
btw, ini aku bawa novel lain yang ga kalah seru🙏