
"Dedek bayi nya sehat. Tapi masih belum turun posisinya. Bapak dan ibu masih melakukan hubungan suami istri seperti biasa nya kan?"
Pertanyaan dokter Leann sesaat setelah melakukan USG pada Bee membuat keduanya serentak terbatuk. Apa yang harus mereka jawab. Tidak mungkin mengaku pada dokter bahwa setelah pemeriksaan kedua kalinya, yaitu pada usia kehamilan 10 Minggu, mereka tidak lagi bersentuhan.
Artinya sudah hampir enam bulan Bintang puasa. Bukan tidak pernah kebutuhan biologis nya datang, bahkan sangat sering. Terlebih saat melihat tubuh sexy dan semok Bee yang selama kehamilannya rajin olah raga hamil, membaut tubuh wanita itu membesar di tempat yang membuat nya semakin menggoda.
Tapi walau Bee tidak pernah menolak, karena Bintang juga tidak pernah meminta, tetap saja Bintang enggan untuk mengatakan hasrat nya. Pasalnya setelah percakapan Bee dengan Elang waktu itu, besok nya Bintang yang sudah di ujung mendekati Bee, mencium gadis itu, tapi Bee tidak membalas ciuman itu seperti biasa. Tubuh Bee kaku saat di sentuh oleh nya. Dan Bintang bukan pria yang bisa melakukan hal itu dengan wanita bak mayat hidup, tanpa gairah.
"Gimana pak Bu? masih melakukan atau tidak?" tanya dokter Leann memperjelas. Senyum menggoda dia tujukan pada keduanya.
"Maaf dok, kami memang tidak pernah melakukannya lagi. Aku takut akan membahayakan anak kami" terang Bintang menyelamatkan wajah Bee.
Dokter Leann hanya tersenyum. Karena banyak pasiennya yang juga minim pengetahuan seputar perlu nya melakukan s*x saat usia kehamilan sudah menginjak bulan kedelapan atau ke sembilan.
"Pak, Bu..secara umum, **** memang berdampak positif bagi tubuh kita, baik secara fisik maupun mental. Begitu pula saat ibu hamil. S*x juga memiliki manfaat yang lebih, apalagi bila dilakukan saat menjelang kelahiran" dokter Leann berusaha memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
"Melakukan hubungan intim saat hamil khususnya pada bulan-bulan akhir seperti bulan kedelapan dan kesembilan dapat membantu membuka jalan bagi bayi, sehingga dapat memperlancar proses persalinan" lanjut sang dokter. Efek nya wajah Bee memerah.
"Mmm..tapi dok, maaf saya mau tanya gimana cara nya melakukan itu dengan perut yang sebesar ini?" tanya Bee malu-malu. Tapi apa yang dijelaskan dokter itu memang penting untuk dia ketahui.
Kadang dalam kesendirian nya, Bee merindukan sentuhan Bintang. Pelukan ciuman dan semua yang ada di tubuh pria itu. Tapi Bee malu untuk meminta nya. Kalau hanya masalah larangan dari Elang, sungguh Bee tak mengindahkannya. Hanya saja dia malu karena dirinya lah yang meminta setelah positif hamil, mereka tidak lagi bersentuhan.
"Ibu..saat wanita hamil, berhubungan intim memang agak merepotkan, khususnya jika dilakukan dengan posisi misionaris. Tapi dengan mempertimbangkan manfaatnya untuk persalinan, banyak wanita yang kemudian tertarik untuk mencobanya. Bukan tanpa alasan mengapa banyak wanita melakukan **** saat hamil tua yang bisa membantu proses persalinan agar lebih cepat" terang sang dokter
"Posisi misionaris dok?" tanya Bee bingung. Sementara Bintang mati-matian menahan tawanya mendengar ketidaktahuan istrinya akan posisi itu.
"Iya benar Bu" kemudian dokter Leann menjelaskan pada Bee apa yang perlu dia ketahui saat bersama suaminya. Semua aman, namun sang suami harus tetap melakukannya dengan lembut dan juga terlebih dahulu menimbulkan rasa nyaman dan rileks.
"Pasti bapak tahu itu. Diajarin pak istrinya" goda sang dokter mem-print hasil USG nya tadi.
Gwen hanya menatap Bintang dengan manyun. Kepolosan nya sukses membuat Bintang tertawa.
"Jadi yang perlu ibu ingat, kehamilan 8 bulan bisa menjadi titik awal untuk semakin meningkatkan hubungan intim dengan suami. Dan jika ibu sedikit merasa takut untuk melakukannya pada kehamilan menjelang kelahiran, maka anda bisa mengurangi aktivitas **** secara bertahap pada kehamilan 9 bulan" dokter Leann menutup penjelasannya dengan senyum hangat.
Mungkin karena keramahan dan juga tutur lembut nya membuat dokter cantik ini menjadi dokter pilihan dan favorit para pasien.
Pria normal mana yang bisa tahan puasa selama itu, sementara setiap hari dia berada satu atap dengan istrinya? hanya karena cinta lah makanya Bintang bisa bertahan. Kadang kalau pikirannya tidak bisa menghalau l*bido nya yang menerjang hebat, maka Bintang terpaksa bermain solo dikamar mandi.
"Benar sekali pak. Namun yang perlu diingat adalah jangan berhenti sepenuhnya, karena hubungan yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya tentu tidak akan mendatangkan manfaat bagi si ibu hamil"
"Jadi sekali lagi, jangan takut. Biar dedek bayi nya cepat dapat jalan" ulang sang dokter lagi. Bee mengerti. Ada perasaan lega. Jika memang tidak akan membahayakan buat bayi nya, maka dia akan senang hati menyambut Bintang di tempat tidur nya.
***
Setelah pulang dari rumah sakit, Bee meminta untuk mengunjungi mertuanya. Sudah lama mereka tidak kesana. Bahkan berita mengenai kehamilannya mertuanya tidak tahu.
"Jadi kakak ga ada bilang sama ibu kalau aku lagi hamil, dan bentar lagi bakal lahiran?" ucap Bee kesal. Apa yang akan di katakan ibu mertuanya nanti padanya? menantu durhaka? ini semua salah Bintang yang hanya ingin menikmati seorang diri, kebahagiaan akan mempunyai anak.
"Udah dong Bee jangan ngambek. Iya aku salah. Ibu pastinya akan senang karena sebentar lagi akan punya cucu. Akhirnya senyum Bee terbit.
Ibu menyambut kedatangan mereka dengan suka cita. Pasalnya sudah lama anak dan menantunya itu tidak datang mengunjunginya. Dia pun belakangan ini kurang sehat, hingga harus lebih banyak mengurungkan diri di rumah.
"Mimpi apa nih ibu di kunjungi kalian berdua" sapa ibu di ambang pintu.
"Ya ampun...ini..kamu berhasil nak? hebat anak ibu. Waduh..senang banget" ucap nya dengan mata berbinar saat melihat perut buncit Bee.
Beberapa kali mengelus permukaan perut Bee lalu membisik kan doa di atas lery. Sesudah nya mencium pipi Bee.
"Ibu" seru Bee mencium punggung tangan mertua nya, lalu ibu menarik tubuh Bee untuk di peluknya.
"Selamat ya nak, sebentar lagi kodrat kamu sebagai seorang wanita di sempurnakan yang Maha kuasa" ucap ibu hingga meneteskan air mata. Bintang hanya diam memandang momen haru itu. Bahkan Casanova itu ikut menitikkan air matanya.
"Sini kamu" ucap ibu melambaikan tangannya memanggil Bintang. Segarang apa pun pria yang walau kedudukan nya tinggi dan harta yang melimpah ruah, tapi di depan seorang ibu, anak tetap lah anak. Harus tunduk dan sopan pada orang tuanya.
"Apa ibu senang?" tanya Bintang memeluk ibunya. Duduk di sofa yang ada di seberang Bee.
"Tidak, bukan senang, tapi bahagia..sangat bahagia..!"