
Berawal dari rasa ciuman yang sangat memabukkan dan yang menggoda, Bee lupa dengan apa yang dia ingin sampaikan pada Bintang kemarin.
Malam ini mereka akan pergi ke cara itu. Bintang yang saling gandeng dengan Bee setapak demi setapak menuruni anak tangga. Pandangan Bintang sama sekali tidak bisa lepas dari wajah Cantik Bee. Baginya istri terlalu sempurna, hingga saat akan keluar pintu kamar, Bintang menarik tangan Bee dan mengulang adegan dewasa yang tadi sempat mereka lakukan di kamar mandi.
"Jangan lagi kak, nanti kita telat" ucap Bee menolak permintaan Bintang dengan menjauhkan tubuh nya dari jemari Bintang yang ingin membuka kancing gaun nya.
"Bentar aja yang. Salah mu kenapa begitu mempesona" penjelasan apa pun yang di buat Bee tidak akan bisa menyadarkan suami tercintanya untuk sekedar menunda hingga pulang dari acara itu.
"Apa dandanan dan rambut ku sudah rapi?" tanya Bee yang sedikit kesal karena harus memperbaiki tatanan rambutnya.
"Kau sempurna sayang. Takut nya kau mengalahkan kecantikan pengantin itu"
"Dasar" ucap nya mencubit dada Bintang. Rona merah jambu di pipinya kembali muncul, merasa melayang karena pujian suaminya.
Di anak tangga terakhir, Hana sudah berdiri menunggu mereka. Dia memakai gaun yang indah dan tampak klasik. Riasan di wajahnya membuat wajah nya semakin cantik.
Kening Bintang berkerut menatap Hana sudah ada di sana. "Apa maksudnya ini? ngapain dia ikut Bee?"
"Sorry kak, aku lupa bilang. Kita akan mengajak Hana ikut"
"Aku ga mau dia ikut" bisik Bintang memburu.
"Please kak, jangan mempersulit ku. Aku sudah mengiyakan saat Hana minta ikut"
Apa lagi yang bisa di lakukan Bintang selain mengikuti permintaan Bee. Ketiga nya menghadiri acara resepsi pernikahan Kia dan Citra di hotel megah.
Jangan salahkan Bintang kalau bersikap dingin lagi pada Hana. Dia tidak sebodoh pria dingin dalam novel roman picisan lainnya. Dia tahu kalau Hana masih belum melupakan niat nya untuk mendapatkan dirinya.
Tanpa memperdulikan perasaan Hana, Bintang merangkul pinggang Bee menuju tempat pengantin untuk mengucapkan selamat berbahagia.
"Hai cantik, datang juga lo" sambut Kia gembira. Uluran tangan Bee dengan bersemangat disambutnya, lalu iseng menarik tangan Bee hingga tubuh mereka mendekat, seolah Kia ingin memeluk nya, namun dengan cepat Bintang menarik pinggang Bee agar jangan mendekat pada Kia lebih dekat lagi.
Tentu saja gerakan cepat Bintang itu membuat Kia tersenyum mengejek. "Jaga sikap mu" kecam Bintang menahan suara agar tidak terdengar oleh orang tua kedua belah pihak.
Tawa Kia pecah, mengolok-olok Bintang hingga membuat Bintang ingin sekali memukul rahang Kia agar menutup mulutnya.
"Kalian bisa ga sih jangan kayak tom dan Jerry?" hardik Bee melipat tangan di dada.
"Suami lo lucu Bee, mungkin besar cinta nya sama lo lebih tinggi kali dari gunung Fuji" ucap Kia yang membuat Bintang semakin geram. Citra yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum geli. Dia baru beberapa kali bertemu dengan Bintang, itu pun hanya sesaat jadi tidak bisa menilai sifat Bintang yang sebenarnya. Yang dia tahu pria itu adalah salah satu pengusaha sukses dan juga terkenal akan sikap dingin nya dan jangan lupakan sikap arogan nya. Tapi satu yang pasti, Citra bisa melihat pria itu begitu mencintai istrinya.
"Selamat ya Cit" ucap Bee cipika-cipiki dan menarik Bintang menyingkir agar Hana juga bisa menyalami pengantin.
"Siapa Bee? istri kedua suami lo?" ucap Kia sesukanya.
"Ga lucu ah Kya. Ini teman aku, Hana" ucap Bee cemberut.
"Sorry Beb, gue becanda"
"Lo panggil istri gue apa?" suara Bintang sudah tidak bisa di kondisikan lagi, hingga beberapa tamu ikut mendengar.
"Sayang.." ucap Bee mengelus pipi Bintang agar bisa membuat suaminya tenang.
"Sorry bro, gue becanda. Gue cuma niat buat lo kesal aja. Gue sama Bee pure best friend" ucap nya mengulurkan tangan pada Bintang. Amarah Bintang yang terpancing tentu saja tidak akan membuat pria itu mau menerima uluran tangan Kia.
"Sayang.." bujuk Bee menatap mata Bintang memohon. Bintang kalah lagi, selalu seperti itu terhadap Bee. Pria itu menerima uluran tangan Kia, dan saling berjabat tangan.
"Makasih udah mau datang" ucap Kia. Kali ini dengan hati yang tulus. Bintang tidak mengeluarkan suara, hanya mengangguk, dan berlalu pergi dengan menggandeng tangan Bee menuju meja mereka. Hana yang sejak tadi diam hanya mengekor mereka.
Namun bagi Hana, ucapan Kia membuat hati nya melambung. Jika orang lain saja bisa menilai dirinya pantas menjadi istri kedua Bintang, maka tidak salah kalau dirinya optimis bisa mendapatkan hati Bintang.
Di pesta itu, Bintang selalu menggengam tangan Bee. Tidak ingin wanita itu jauh dari sisinya. Ketika kedua nya serius membahas ramainya para undangan, bahu Bee di peluk dari belakang yang membuat wanita itu kaget. Bintang bahkan berdiri ingin melihat orang yang sudah lancang menyentuh istrinya. Tapi ternyata Kiki lah pelakunya.
"Gue kangen" ucap nya manja
"Lo ngagetin gue. Tapi gue juga kangen banget sama lo"
"Oh iya, kak..ini Kiki, dia.."
"Aku tahu. Gadis ini yang membahayakan nyawamu dan si kembar" sembur Ny tanpa perduli dengan pelototan Bee.
"Hehehe..maaf ya kak. Aku salah" ujar Kiki menyatukan telapak tangannya di dada, bukti permohonan maaf nya.
"Tahu ga kak, kakak itu kekasih impian Kiki sejak SMA" celoteh Bee dengan melempar senyum geli pada Bintang.
"Iih..apaan sih Bee" wajah Kiki merona malu, terlebih saat Bintang melihat ke arah nya.
Bee mengajak Kiki untuk duduk bersama mereka. Dia pun memperkenal Hana pada Kiki.
"Hana.."
"Kiki. Kamu cantik banget. Kayak tuan putri kerajaan" ucap nya tersenyum. Hana yang membalas dengan senyum malu nya. Ingin melepas rasa kangen dengan Bee, Kiki izin pada Bintang untuk mengajak pergi menjauh dari sana.
"Jangan lama yang, kita mau pulang" perintah Bintang.
"Siap kapten" ucap Bee bangkit mengikuti langkah Kiki. Tapi belum sempat menjauh, tangan Bee di tarik Bintang. "Aku mohon cepat lah datang, jangan terlalu lama meninggalkan ku" ucap nya penuh makna. Sesaat Bee tertegun akan ucapan Bintang, perlahan dia hanya mengangguk.