Sold

Sold
Diluar batas



Reaksi ke tiga teman Bee tentu saja sudah di duga Bintang, dan pria itu menikmatinya.


Kucing nakal nya ingin mencakar wajah nya, dengan sigap Bintang menggunting habis semua kuku si kucing.


"Calon istri? maksud nya gimana kak?" ucap Lala histeris tak percaya.


"Iya, gimana ceritanya kak? bukannya kakak lebih dulu kemari baru Bee? kapan pacarannya?" sambung Tya lemas. Padahal niat untuk mendekati Bintang sudah mulai dia susun.


"Bee..jawab dong, kok kamu malah diam, nunduk ga jelas! kamu jahat ya, ga jujur sama teman sendiri, katanya sahabat!" pekik Caca kesal. Niat mendekati Bintang, pupus sudah.


"Iya Bee, kamu kok ga pernah cerita ke kita?bukan nya cowok idaman kamu itu Elang?Bukan nya waktu pesta ulang tahun Nina kamu sama Elang?" sosor Lala ingin menangis. Cinta pertama nya kini kandas!


Aura kesal kini menjangkit pada Bintang, kala mendengar Bee malam itu bersama Elang. Pantas saat permisi dari kumpulan bapak-bapak yang mengerubungi dia hendak mencari Bee, pria itu tak mendapati sang gadis pujaan, lalu dia sangka sudah pulang lebih dulu.


Bintang memang lebih dulu datang ke Pekanbaru seminggu sebelum Bee pulang, agar menyamarkan tujuan utamanya.


"Bee..."bentak Lala.


"Maaf, kalian jangan salah paham. Tolong jangan salahkan Bee. Dia juga sama dengan kalian tidak tahu akan perjodohan ini. Bee tahu juga baru kemarin, ini pure pembicaraan ku dengan papa nya Bee" terang Bintang membela Bee, tak ingin gadis nya di pojok kan atau parahnya di benci oleh para sahabatnya.


Diam-diam Bintang menggengam tangan Bee yang di letakkan di atas pahanya. Mencoba memberi kekuatan bagi Bee, agar kuat saat aksi protes di lakukan member d'MBG.


Bee tidak menarik tangannya, atau tepatnya tidak perduli! Dunia nya kini runtuh, atas penghakiman sahabat nya, serta nasib dirinya yang kini sudah di buka oleh pria asing yang tiba-tiba muncul merusak hidupnya.


Air benih jatuh, tepat di atas punggung tangan Bintang, saat menoleh melihat wajah yang masih menunduk itu, sadar lah pria itu, gadis itu menangis. Tanpa suara!


"Girls, aku mewakili Bee, minta maaf, aku mohon kalian jangan marah padanya atau membenci. Aku tahu, kalian penting dalam hidupnya, jadi aku mohon coba lah mengerti keadaan kami.." pinta Bintang tulus.


Jika sampai gadis-gadis itu membenci Bee, dia akan semakin terluka, dan Bintang tak ingin kesedihan membingkai wajah cantik itu.


"Please..." ulang Bintang menatap satu demi satu gadis itu.


Kompak ketiga nya berdiri, mendekati Bee lalu bersama memeluk gadis itu erat.


"Maafin kita ya Bee, udah menghakimi kamu tanpa tahu cerita sebenarnya" ucap Tya.


"Iya, maaf ya Bee, kita teman apa sampai kamu punya masalah sebegitu berat, tapi kita ga ngeh" sambung Caca.


"Kamu pasti sedih banget di jodoh kan sama orang yang ga kamu cintai ya? kamu kan cinta nya sama Elang ya, kasihan kamu Bee" lanjut Lala polos, ikut menangis. Lala memang personil paling polos, mendekati oon.


"Udah ah, kalian udah gede pada cengeng. Udah kelar makannya kan? mau ngapain lagi nih?" tanya Bintang mengakhiri telenovela itu.


Bee menghapus air matanya. Mengembangkan senyum cantiknya, menatap satu per satu sahabatnya. "Mau shopping?"


Ketiga nya mengangguk bersamaan. "Let's go girl, kalian boleh ambil apa pun yang kalian inginkan, semua nya, tenang..calon suami aku yang bayar!" ucapnya melirik ke arah Bintang.


Ini balasan karena mulut lu udah ember ngasih tahu teman-teman gue, masalah perjodohan si*lan ini!


Bintang hanya menghela nafas panjang, bukan karena kantong nya akan terkuras lagi, tapi membayangkan dirinya yang akan menemani mereka keluar masuk beberapa toko yang pastinya akan menjadi tatapan banyak orang!


Semua makanan yang tidak habis, di bungkus untuk di bawa pulang. Dan tentu saja Bintang yang menenteng semua Tote bag itu.


Lalu dengan riangnya berjalan masuk ke dalam satu toko, beli ini itu, lalu masuk ke toko yang lain hingga hampir semua toko mereka masuki.


Saat di salah satu toko sepatu, mereka duduk di sofa, lelah setelah memborong banyak belanjaan, sementara Tya masih memilih sepatu untuk nya.


Mereka masih tak percaya, semua impian untuk memiliki barang-barang mewah itu akhirnya kesampaian juga. Dan itu berkat Bee yang punya calon suami yang kaya raya.


"Aku jadi ga enak nih, di belanjai sama kak Bintang" ucap Caca tulus. Merasa mengambil keuntungan dari calon suami sahabatnya.


Bintang yang duduk terpisah dari mereka pura-pura tidak mendengar, walau semua yang mereka katakan jelas dia dengar.


"Beruntung banget sih kamu Bee punya calon suami sesempurna kak Bintang. Udah cakep, kaya lagi, perfect deh.." ucap Lala masih berbinar memandang ke arah Bintang yang sibuk mengotak atik ponselnya.


"Gila aja.. beruntung apaan? dia ga sehebat itu. Hebat an juga Elang" tukas Bee.


"Elang? gila aja kamu bandingin kak Bintang sama Elang, jauh dia lebih menang kemana-mana dong!" balas Lala nyolot, ga terima sosok pria idamannya di samain sama pria kardus mie instan itu!


"Walau Elang ga se kaya dia, tapi Elang bisa buat aku jatuh cinta, dan tulus mencintai Elang dan menerima dia apa adanya. Bukan kayak Ono noh.." sambil menunjuk Bintang yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Kaya raya, tapi ga bisa dapatkan wanita yang mencintai nya tulus serta mau menikah dengannya, malah beli anak gadis orang, pake tipu muslihat, buat jadi istrinya. Miris ga tuh? aku sih najis lihat cowok kayak gitu!" umpatnya kesal, tanpa sadar membeberkan rahasia mereka. Sekaligus mempermalukan Bintang di depan teman-temannya hingga harga diri pria itu jatuh hingga ke dasar lantai, lalu menginjaknya dengan bengis penuh kebencian.


"Seriusan kamu Bee? kamu di paksa nikah sama dia?" tanya Caca memastikan apa yang dia dengar.


"Iya, kalian pikir aku akan mau nikah sama dia kalau ga terpaksa. Cinta ku hanya buat Elang, sekarang dan selamanya, titik! sampai kapan pun, aku ga akan bisa menerima dan memaafkan pria br*ngsek itu!"


Kali ini, tangan Bintang sempat gemetar. Sekuat tenaga meremas ponsel nya, dan coba memejamkan matanya. Menarik nafas panjang, menahan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun. Hanya Tuhan lah yang tahu apa yang akan dia lakukan pada gadis itu!