
"Pasti kamu sudah biasa mendengar orang memuji mu, bahwa kamu sangat cantik dan mempesona" ucap Bintang setelah berdiri di dekat Bee. Ucapan itu berupa bisikan, karena Tante Di tak mendengar apa pun.
"Sudah sering, apa lagi dari buaya mesum kayak lu, tapi sayangnya hati gue ga bergetar tuh. Karena bagi gue, cuman cowok yang gue cintai yang bisa buat gue melayang kalau di puji cantik, sorry..you failed!" ucap nya melangkah ke pintu.
Bintang hanya bisa menelan Saliva nya. Ucapan Bee sebenarnya menusuk, seraya apa yang dia ucapkan adalah gombal belaka, dan menganggapnya tak berarti, pria pengemis cinta. Namun dia tetap meneguhkan hatinya.
Sabar tang, kan lu yang milih dia bego, jadi apa pun ucapan gadis itu yang pedas, lu telan aja!
Seraya mengejar langkah Bee, Bintang pamit pada tante Di.
"Jaga Bee ya Bintang, kamu harus lebih sabar ngadepin dia" pinta tante Di, yang diangguk oleh Bintang.
Tante Di mendekat, lalu mengetuk pintu mobil di sisi Bee yang langsung di buka gadis itu.
"Hati-hati di jalan ya nak..ingat jaga kesehatanmu, jaga makan mu..kamu masih mau jadi model terkenal kan?" tukas tante Di.
"Iya tante. Paling kalau aku ga balik, laporkan aja si omes ini ke polisi, pasti dia yang udah ngelariin aku!" ucap nya asal.
"Hush..! mulutnya. Anak gadis kalau ngomong harus hati-hati ga boleh asal nyablak aja!" tegur tante Di. Dan Bintang, lagi-lagi pria itu hanya menggeleng dan tersenyum. Sebegitu bencinya gadis itu padanya.
Salah satu mall terbesar di kota itu begitu ramai, di padati pengunjung dan mungkin karena kebetulan ada lomba Band, khusus band lokal. Bee yang melewati panggung di dekat pintu masuk mall itu, sempat melihat salah satu musisi ibu kota yang kini rambutnya mulai gondrong, yang biasa jadi juri ajang pencaharian bakat di tv, mungkin di undang jadi juri juga kali ini.
Buug!
"Au...."ringis Bee memegangi bahunya yang kesakitan di tabrak seorang pengunjung yang masuk berdesakan. Bee yang fokus melihat ke arah panggung yang sudah ramai oleh pengunjung dan pendukung band yang akan tampil, membuat nya tak memperhatikan jalan, hingga bertabrakan.
Bintang yang sudah menoleh dan sempat melihat kejadian itu, mendekat dan berusaha menciptakan ruang untuk Bee, dengan menjadi benteng dari lalu lalang pengunjung. "Pegang tangan ku" pinta Bintang, yang pasti dong di tolak gadis itu. Bee melintas, cuek tak menghiraukan tangan Bintang yang masih menggantung di udara.
Dan sekali lagi, seperti hukuman untuk gadis itu, seseorang tak sengaja menginjak kakinya karena semakin berdempetan.
"Au..sakit.." teriak nya lagi. Bintang benar-benar habis kesabaran melihat tingkah pelawan gadis itu. Dengan kasar di tarik nya gadis itu, tak perduli bola mata indah itu membulat ke arahnya. Bintang berjalan di depan sebagai kompas untuk langkah Bee, dengan tubuh tinggi besarnya menjadi tameng untuk gadis itu agar tak perlu bertabrakan lagi dengan orang lain.
Tapi pegangan itu lupa untuk di lepas. Hingga masuk ke kedai kopi elit itu, tangan keduanya masih saling menggenggam. Sadar atau tidak, bahkan saling bertautan.
"Bee..." teriak Lala yang melihat kehadiran nya, langsung menarik tangannya dari genggaman Bintang, mendahului pria itu menemui sahabatnya yang sudah mengambil tempat pw (posisi wuenak) di salah satu sudut ruangan.
Dengan langkah gontai, Bintang mengikuti Bee dari belakang. Kini semua mata ketiga cewek heboh itu tidak lagi pada Bee, tapi membulat melihat sosok tampan bak aktor Hollywood yang ada di belakang sahabat mereka. Bahkan Lala sampai membuka mulutnya sangkin terpesona.
"Gila, ini kan tuan Bintang, kalau dari dekat, ampun cakep banget..mana wangi.." ucapnya histeris, tanpa mencoba menyembunyikan rasa terpesona nya pada pandangan pertama.
"Hai semua, boleh gabung?" tanya Bintang sopan. Sebenarnya bukan tipe dia harus bergaul dengan gadis remaja yang super heboh itu. Tapi ini demi Bee. Karena semakin banyak dukungan untuk nya, maka Bee akan cepat di dapat hatinya.
"Eh.. Bee kok bisa barengan sama tuan Bintang?" tanya Lala pada Bee tapi tatapannya masih melekat pada Bintang yang melempar senyum maut nya pada Lala, yang sudah klepek-klepek tak berdaya.
"Panggil Bintang aja, biar lebih akrab" sahut Bintang, menatap mereka satu persatu.
"Mana boleh, kita ini anak yang makan sekolahan, tahu sopan santun. Masa manggil nama yang sepantaran sama om kita, ga kan girls?" ucap Bee cuek, tak perduli ada perubahan di wajah Bintang yang menjadi malu karena telah berhasil di permalukan gadis itu di depan teman-temannya.
Sekali! Bintang menghitung dalam hati.
"Bee, kamu itu apaan sih, ga sopan tahu ngomong gitu. Lagian Bintang juga ga Setua itu kali!" bisik Caca mencondongkan tubuhnya ke arah Bee, namun ucapan itu masih bisa di dengar Bintang.
Air wajah nya si buat setenang mungkin. Paham lah dia kini. Ini cara gadis itu untuk membalasnya. Dengan mengajak semua teman-temannya ikut bersama mereka, agar bisa di permalukan di depan sahabatnya. Ada getar sakit di dadanya, namun segera ditepis.
Bukan kah cinta sejati butuh perjuangan?
"Manggil kak Bintang aja gimana" ucap Lala centil, dan di angguk oleh bintang di tambah satu lagi senyuman.
"Udah, pesan deh, mau minum apa? atau kita pindah yuk, makan dimsum mau?" tawar Bee mengkomandoi, dan segera di sahut setuju oleh semua temannya.
Bak bodyguard, Bintang mengekori keempat gadis labil itu menuju resto Imperial kitchen and Dimsum.
Dengan semangat Bee memesan semua makanan yang ada di lembar menu. Semua yang mahal, tak terkecuali.
"Gila, banyak banget Bee, mana habis untuk kita?" celetuk Caca.
"Habis, kalau ga habis, bagi sama tetangga" bisik Bee.
Serangan kedua dari nya, adalah memoroti duit Bintang, agar pria itu kapok, karena menganggap Bee mata duitan. Dan lagi-lagi Bee dengan ke lugu nya membuat Bintang geli. Mau sebanyak apa juga yang sanggup mereka makan, Bintang akan membayarnya tanpa keberatan sedikitpun.
"Kak Bintang kok baik banget sama kita, udah di traktir" ucap Tya ramah, tak pernah se ramah itu pada siapa pun sebelumnya.
Hanya senyum yang melengkung di bibir Bintang sebagai balasannya.
"Anggap aja, ini perkenalan dengan kalian, yang selama ini sudah menjaga calon istri aku dengan baik" ucap nya seraya mengelus rambut Bee.
Skak-mat!!
Serangan balik dari Bintang yang sama sekali tidak dia duga!!