Sold

Sold
Anak rantau



Bee beranjak keluar dari mobil, yang akan membawa nya ke bandara, saat melihat Elang sedang duduk di warung sekitar komplek perumahannya, tempat biasa pria itu ngumpul dengan teman-teman nya. "Elang.." Bee berusaha mengatur deru nafasnya sebelum berbicara. Antara gugup dan lelah berlari, membuat nafasnya serasa habis.


"Kamu ngapain di sini?" segaris alis Elang naik tak mengerti dengan tingkah laku gadis itu yang selalu mengikutinya.


"Aku..aku kesini mau pamit. Aku aka. ke Jakarta hari ini" ucap nya menunjuk mobil hitam yang sedang berhenti tak jauh dari tempat mereka.


"Oh.. hati-hati di jalan Bee, semoga selamat sampai tujuan" ucap Elang akhirnya melunak. Dia kira gadis itu Psycho hingga terus menguntitnya dimana pun dia berada. Minggu siang seperti saat ini selalu dia habis kan dengan teman-teman nya, dan ketepatan Bee melihatnya di sini. Awal nya dia sudah merasa sedih sekali, harus berangkat tanpa bisa mengucapkan pamit pada satu-satunya pria yang sangat dia sukai.


"Iya makasih, tapi kamu ingat kan Lang, janji kamu sama aku?" tanya nya sungguh-sungguh.


"Janji apa?" Elang tak paham.


"Janji, kamu akan menunggu ku sampai kembali, dan setelah aku kembali nanti, kamu mau jadi pacarku?" ucap nya setengah berbisik. Malu jika harus di dengar teman Elang yang lain. Dan pasti lah terdengar, karena setelah nya, ke lima teman Elang sudah menyorakinya. Tapi Bee tak perduli, bahkan jika seluruh umat di dunia ini ikut menyorakinya, Bodo amat , asal Elang jadi kekasihnya.


"Tergantung Bee, kamu makin cantik apa ga, kamu bisa buat aku bangga apa ga" ucap Elang asal, berharap jentik nyamuk itu segera pergi dari dirinya. Kalau bisa tak hanya ke Jakarta, ke Antartika aja sekalian, biar hidup nya bisa tenang.


"Aku pastikan, kamu akan bangga punya pacar kayak aku nanti" ucap Bee penuh percaya diri, dan dengan sigap dan pedenya, maju selangkah, mencium pipi Elang di luar kendali pria itu. "Wuidih..ga tahu malu lu Bee" ucap salah satu teman Elang yang memang kenal sama Bee, secara mereka satu komplek, se erte se erwe!


"Biarin Wee.." balas Bee cuek menjulurkan lidahnya tak perduli. Lalu sekali lagi tersenyum pada Elang, perlahan mundur sambil melambaikan tangannya, mundu..mundur..mundur..masih menatap Elang sambil melambai dan..


"Woi..mau mati kau ya?jalan itu maju, ngapain kau mundur, dasar cewek sarap!" umpat pengendara sepeda motor yang melintas dan hampir menabrak Bee.


Dasar gadis bebal, bukan takut karena di marahi pria sangar, malah melet lidah lagi, lalu berlari ke arah mobil tempat Tante Di menunggunya. Papanya?jangan tanya, dengan alasan ke kebun, tidak bisa mengantar Bee.


"Sayang, itu bahaya banget loh tadi" ucap tante Di, meraba pipi, dan melihat ke belakang punggung Bee, memastikan gadis itu baik-baik saja.


"Bee ga papa tan, tenang aja. Ada malaikat yang jagain Bee" ucap ya cengengesan.


***


"Hellow Jekardah.. "cicitnya membuat tante Di tersenyum. Dia tak menyadari kalau ponakannya itu bisa tumbuh jadi gadis se tomboy dan se urakan itu.


Berbagai rencana sudah tersusun rapi di pikirannya untuk ponakan tersayang nya. Diana bertekad untuk mengubah keponakan nya yang tak terurus itu menjadi gadis anggun. Saat Bee bicara dengan Elang, Diana sudah bisa menilai Elang bukan pria yang tepat untuk Bee. Laki-laki itu hanya menyukai penampilan fisik bukan kecerdasan dan attitude. Bahkan jika di minta pendapat, Diana tidak akan mengizinkan Bee nya tersayang pacaran dengan pria itu.


Di bandara, paman Edo dan Niko sudah menjemput mereka. Setelah Salim pada om Edo, Niko memeluk Bee begitu hangat. Di mata Niko Bee adalah sosok gadis sempurna, gadis idaman nya. Bee bisa manjat pohon, bisa buat layangan, bisa ngambil buah jam tetangga, dan Bee jago lari. Bee tipe cewek keren di mata Niko, bocah SD yang tidak suka lihat cewek mentel.


Seperti yang di sudah di katakan tadi, Bee seolah bukan tinggal di tempat saudara, tapi di rumah nya sendiri, kini malah tinggal bersama keluarga yang ideal, lengkap penuh dengan kasih. Bukan seperti di rumah nya yang suram.


Jadi Bee tentu saja betah, selalu dimanja dan di perhatikan oleh om dan Tante nya tak lupa si kecil Niko.


Pagi ini, tante Di mengantar nya ke sekolah, setelah mengantar Niko lebih dulu. Ini bukan kali pertama dirinya ke Jakarta, dia sering liburan ke rumah Tante nya, hingga dia memang sudah punya kamar sendiri di sana, lengkap dengan lemari yang berisi pakaian untuknya. "Have fun sayang.." teriak tante Di mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil.


Walau sudah enam bulan bersekolah di sini, namun Bee tetap saja merasa ini bukan tempatnya. Dia merindukan teman-teman gila nya. Meskipun tidak ada malam yang terlewat untuk mengobrol dengan semuanya lewat aplikasi zoom.


"Bella, pinjami gue pe-er MTK lu, semalam gue ketiduran" sapa Kiki, teman sebangkunya. Seperti biasa, Kiki akan mengeluarkan alasan klise untuk bisa mencontek LKS Bee.


Kiki gadis baik, periang, dan sedikit naif.. kadang kepolosannya sering di manfaatkan oleh cowok-cowok tak berakhlak yang hanya ingin memanfaatkan duit Kiki yang banyak.


Kiki anak perempuan satu-satunya dari seorang ayah yang menjabat wakil Dirut salah satu BUMN. Kiki memiliki saudara pria yang sedang kuliah. "Nih.." besok-besok ga bakal gue kasih lagi. ucap Bee serius. Tapi itu hanya di bibir, nyatanya setiap kali meminta pe-er di hari berikutnya, Bee akan tetap memberikan dengan suka rela.


"Lu emang teman gue yang terbaik" ucapnya mengecup pipi kiri Bee. "Kenapa lu ga jadian aja sih sama Abang gue?mau dong sama Abang gue yang rada gesrek itu" celotehnya sambil menyalin pe-er. Bee hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu.


Sebenarnya hampir semua teman di kelasnya atau kelas lainnya sesama anak kelas X senang berteman dengannya, namun entah mengapa, Bee masih menutup diri. Dalam pikirannya, dia hanya perlu melewati tiga tahun ini denan tenang, lalu kembali ke tanah kelahirannya, untuk bersama dengan Elang.


Ah..rasanya waktu akan berjalan sangat lama. Pukul tiga sore, Bee akan ikut les mata pelajaran, lalu sudah dua bulan ini, tante Di memaksanya untuk ikut kelas modeling, tante Di ingin mengubah sikap, gestur tubuh dan. cara jalan Bee yang tomboy menjadi lebih feminim agar sedap di pandang, dan kebetulan yang punya tempat adalah teman arisan tante Di.