Sold

Sold
Radar



Pemotretan itu berjalan lama dan melelahkan. Bee sudah gerah, benar-benar tidak mood, tapi harus tetap profesional.


Kabar kedekatan Elang dan Desi kembali tentu saja membawa dampak yang besar mood Bee. Sepanjang jalan nya pemotretan, Bee lebih banyak diam. Berulang kali melirik ponselnya, tapi tetap tak mendapatkan kabar dari tang di tunggu klarifikasi nya.


Hingga photographer nya kesal pada Bee, karena tidak mendapat raut wajah yang pas dengan yang mereka butuhkan untuk di cetak guna iklan projek mereka.


"Break dulu deh.." salak Dirwan, sang photographer.


Tante Di menuntun Bee duduk di kursi yang ada di ruangan itu. "Kamu kenapa Bee? ga kayak biasanya. Kamu senyum tapi mata mu berkaca-kaca. Kamu sakit?" selidik tante Di. Bee hanya menggeleng. Lalu tante Di pergi meninggalkannya untuk mengambil air hangat di luar. Mungkin bisa membuat Bee relaks.


"Kamu kurang sehat? kita bisa reschedule pemotretan nya" ucap Sky yang kini sudah ada di sampingnya.


"Maaf Bu, ak.."


"Sky aja. Panggil Sky aja..biar lebih akrab" ucap nya Sky lembut.


"Maafin aku ya, udah jadi ngerepotin semua nya. Ga usah di tunda, aku coba lagi aja. Biar tuntas sesi pertama hari ini. Lusa mau launching kan?" ujar nya jadi ga enak hati. Sky begitu baik padanya, sikap lembut nya membuat Bee merasa nyaman.


"Gini deh.." ucapannya terpotong saat ponsel Sky berdering.


"Sebentar Bee.." ucapnya sopan sambil menunjuk ponselnya yang berdering.


"Ya..oh..ok..minta tolong bawain eskrim yang enak dan banyak" ucap Sky yang langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari seberang.


Tanpa sungkan, Sky menggenggam tangan Bee. "Gini deh, kita break dulu, sampai kamu mood lagi, baru kita mulai" Bee semakin terharu akan kelembutan Sky. Ini adalah pekerjaan solo pertama nya sebagai model dan beruntung, Bee mendapat bos seperti Sky.


"Iya, Sky..makasih" ucap nya berjanji tak akan mengecewakan Sky.


"Ini kan tema nya tempat untuk liburan, bersenang-senang, jadi ambasador harus happy. Kamu bayangin aja saat melihat orang yang kamu rindukan, yang tiba-tiba ada di hadapan kamu, pasti senang kan?nah gitu aja ekspresi wajah kamu Bee, aku yakin kamu pasti bisa" ucap Sky.


Asik mengobrol, Bumi datang menghampiri mereka, dengan banyak tentengan berisi eskrim semua varian dari beberapa merk terkenal yang sering wara wiri di tv.


"Awas aja ya ga habis.."gerutu Bumi menyerahkan kantong plastik itu pada Sky. Wanita itu hanya mengambil beberapa untuk mereka berdua, lalu menyerahkan kembali sisa nya pada Bumi, meminta membagikan pada semua kru.


Setengah jam kemudian, Bee benar-benar relaks dan mood nya mulai membaik. Dia sudah bisa menyisihkan persoalan Elang untuk nanti dia pikirkan.


Saat ini fokus kerja Bee..


Mencoba menyemangati diri sendiri, Bee sudah berdiri di tempat yang di tunjuk sang photographer, dan akan segera membidik. Satu shoot, belum juga mendapat hasil yang memuaskan bagi sang juru photo.


"Bee, relaks aja ya, kamu tunjukkan kebahagiaan alami di wajah kamu. Senyum kamu tertekan loh sayang.." ucap Dirwan.


"Ok..kita mulai lagi..satu dua.." sambung Dirwan.


Jepret..Jepret.. Dan tepat saat itu, sosok yang selalu masuk dalam mimpinya hampir tiap malam, yang sangat tidak di harapkan nya di tiap malam-malam nya muncul di hadapannya.


"Ayo Bee, kita ulangi.." suara Dirwan mengejutkannya. Tatapan mata mereka terputus.


Bee menunduk. Meredam debar jantungnya. Tubuhnya bergetar hebat, sungguh di luar dugaannya. Siapa pria itu, hingga dia harus salah tingkah seperti ini?


"Satu..dua..iya benar..cantik sekali sayang..iya lagi..lagi..pose.." hanya suara Dirwan yang menggema di ruangan itu. Tatapan Bee tetap terkoneksi pada Bintang.


Seolah, Bintang adalah radarnya. Dia hanya perlu menatap wajah dan senyum pria itu, maka dia akan bisa dengan mudah nya mengeluarkan senyum cantik nan mempesona sebanyak yang mereka butuhkan.


Akhirnya sesi pemotretan itu selesai. Bee juga sudah bertukar pakaian. Seandainya bisa, dia lebih memilih untuk berdiam diri di ruang ganti, karena begitu pintu terbuka, dan dia melangkah keluar, dia akan bertemu dengan Bintang, yang dari info yang dia dapat dari penata riasnya, bahwa pria itu masih di sana. Bicara dengan Bumi dan Sky, serta tante Di.


Tapi halo...dorongan untuk bertemu dengan Bintang juga sama besarnya. Dia ingin melihat wajah itu lagi.


Menyegarkan diri, dan setelah berlatih bersikap biasa saja, Bee keluar dari ruang rias. Benarkan...


Keempat orang itu tengah menunggunya. Dengan kikuk Bee berjalan mendekat, dan berdiri tepat di sebelah tante Di.


"Akhirnya kelar juga, makasih ya Bee..hasil photo nya sempurna, kita semua puas" ucap Sky menyentuh lengan Bee.


"Gimana kalau kita rayain sambil barbeque an di resto Korea, lapar nih belum makan. Capek dorong mobil, mana nunggu si m*nyet satu ini lama bener baru datang" sambung Bumi yang di setujui tante Di.


Bumi bersama Sky satu mobil dan Bee, tante Diana di mobil Bintang, harus nya. Tapi seolah tante Di ingin berharap lebih, menginginkan sebuah keajaiban kembali pada hubungan keduanya, tante Di meminta untuk ikut bersama Bumi dan Sky. Walau sedikit tak menduga, Bumi mengiyakan permintaan tante Di.


"Tante, apa-apaan sih, aku ikut sama tante aja deh. Masa aku harus berduaan dengan Bintang" bisik Bee di dekat tante Di.


"Ada yang perlu tante perjelas masalah kontrak dengan nyonya Sky dan tuan Bumi" balas tante Di segera meninggalkan Bee mengikuti langkah Sky dan Bumi.


"Kenapa? takut aku culik?" sapa Bintang sebagai kalimat pertama setelah hampir setengah tahun ga bertemu.


"Apaan sih? bisa ga lu ga usah asal tebak? jatoh nya fitnah kan?" salak nya.


Padahal yang di bayangkan, pertemuan mereka ini akan membuat mereka akur, dan semoga bisa semakin dekat, nyatanya berbanding terbalik. Harapan tante Di kayak nya masih jauh di atas angan.


"Ya udah ayo.." sambung Bintang. Bee memilih berjalan di depan, menyembunyikan wajah memerahnya. Padahal ga ada hal yang romantis, tapi tadi saat bicara, ga sengaja Bee melihat bibir Bintang, dan kenangan itu di pugar kembali.


"Silahkan masuk tuan putri" ucap Bintang membuka pintu mobilnya untuk Bee masuk.


"Kamu apa kabar?" tanya Bintang setelah mobil melaju di jalan raya.


"Lu apa ga bisa lihat?gue ada di sini, berarti gue baik aja kan!"


Aduh, Bee bego maksimal! kenapa ngomong gitu. Ya Tuhan..kenapa gue salah terus bersikap kalau di depan cowok ini. Selalu buat suasana jadi ga nyaman..