
Bee sudah memakai kaos putih milih Bintang, untungnya Bee punya hotpants di koper itu, untuk di pakai nya malam ini.
Dengan penuh semangat, Bee sudah duduk di tumpukan kado yang diantar pihak WO ke kamar mereka.
Kado yang paling menarik minatnya jatuh pada kotak kecil dengan kertas kado berwarna biru motif Doraemon. Bee tersenyum sekilas saat membaca nama si pemberi kado, Kiss and hug, Lala, Caca dan Tya.
Bee menoleh sesaat melihat Bintang yang sibuk dengan berkas yang sejak setengah jam lalu dia geluti.
Ish..suami apa yang lebih memilih untuk sibuk dengan berkas kantor ketimbang menemani istrinya buka kado? dasar!
Seakan tahu sedang di umpat, Bintang lantas menoleh kebelakang dan tatapan mereka bertemu.
"Ada apa?" tanya Bintang seakan tatapan kekesalan itu bersumber karena dirinya.
"Lu lagi apa sih? ini malam pertama kita, masih juga sibuk dengan kerjaan!" seru nya kesal. Menghempaskan kado yang tadi berniat dia buka ke lantai.
"Nah loh, setahu aku malam pertama itu di habiskan main suntik-suntikan, bajak sawah, main kuda-kudaan, tapi kamu nya belum siap. Ya mau apa lagi? aku kerja dong.."
"Ya ga gitu. Makanya otak lu itu jangan mikirin ************ aja! kan malam pertama ga mesti begituan. Temani gue kek buka kado pernikahan kita ini!" sungutnya masih kesal.
Dengan wajah geli, Bintang bangkit dan me dekati istrinya. Duduk tepat di sebelah gadis itu.
"Ya udah, yuk kita buka"
"Ga usah! gue udah ga mood!" Bee sudah hendak bangkit, tapi Bee berhasil menahan tangannya hingga gadis itu kembali duduk.
"Jangan ngambek dong. Ya udah, aku salah, aku minta maaf ya. Ayo kita buka, ya ini ya. Coba kita lihat ini dari siapa?" Bintang mengambil kotak kecil yang tadi batal Bee buka.
"Oh..ini dari sahabat-sahabat kamu. Nih buka, penasaran juga" ucap nya membujuk Bee yang masih cemberut.
Ini lama-lama gue bukan punya istri, tapi udah kayak ngangkat anak, mana anaknya suka merajuk mulu!
Wajah Bee kembali bersemangat. Dia menerima kado yang di berikan Bintang. Isi kado itu hanya satu buah flashdisk, dengan sepucuk kertas di atasnya.
'Use it well'
Kedua nya saling tatap, tak mengerti dengan petunjuk di kertas itu. Dengan penasaran Bintang sudah mengangkat laptopnya dari atas meja, duduk di atas tempat tidur dengan Bee yang mengekori nya.
Dengan rasa penasaran, Bintang meng-klik satu-satunya folder dalam flashdisk itu yang di beri judul, Persembahan dari member d'MBG.
Klik...
Isi Video itu membuat suasana hening. Sama sekali keduanya tak menyangka teman-temannya akan memberikan kado seperti itu.
Desahan dan rintihan wanita yang sedang di bajak oleh seorang pria membuat keduanya masih melongo menatap video itu.
Gema desahan nikmat dan suara meraung dari wanita di dalam video itu semakin keras, hingga menyadarkan mereka.
Spontan Bee menutup layar laptop itu. Diam sesaat, lalu keduanya saling tatap, sebelum menundukkan wajahnya.
Bintang lebih aneh. Untuk apa dia malu? jangan kan nonton video panas seperti itu, melakukannya aja dulu sering, bahkan sejak SMA malah. Tapi ini kenapa dia grogi.
Di tatapnya wajah Bee yang bersemu merah.
"Apaan sih? udah lah..emang gue hidup di jaman apa belum nonton film kayak gitu?" balas nya cepat, ga terima dirinya dianggap masih bocah. Dia pernah kok nonton film begituan, pas SMP, emang sih sekali doang. Itu pun nonton nya bareng d'MBG. Caca dapat dari komputer Elang katanya.
Caca juga cerita, Elang punya banyak koleksi begituan di ponselnya.
"Kalau pernah, kok kikuk gitu?" sambung Bintang, lucu melihat reaksi Bee. Gadis itu benar-benar menggemaskan.
"Ga kok, biasa aja. Lu sendiri pernah nonton film beginian ga? oh.. iya ga usah di jawab, jangan kan nonton, melakukan aja lu pasti sering!" umpat nya kesal. Ga tahu kenapa, membayangkan Bintang bersama wanita lain, muncul ketidaksukaan si hati Bee.
Bintang justru tersedak atas ucapan istrinya. Diingatkan akan petualangan nya dulu. Tapi anehnya setelah bertemu dengan Bee, dirinya seakan tidak berselera dengan gadis lain.
"Jadi mau kita teruskan ga nih nontonnya?" ucap Bintang mencairkan suasana kaku.
"Iih..Bintang apaan sih, ga. Aku mau tidur aja" Bintang sudah mundur menjauh, menarik selimut dan mencoba untuk tidur.
Hahahaha..gelak tawa Bintang semakin membuatnya kesal. Dua jam Bintang berkutat dengan pekerjaannya, hingga selesai dan mengirim ke email Riko.
Pegal tubuh nya kelamaan duduk membuat Bintang merenggangkan tubuh, menuju tempat tidur. Bidadari hatinya sudah terlelap. Segera di matikan nya lampu dan menghidupkan lampu tidur di dekat nakas.
Wajah Bee begitu cantik saat tertidur seperti itu. Tak tahan Bintang mendekatkan bibirnya pada gadis itu hingga Bee menggeliat karena tidurnya merasa terganggu.
Bintang membaringkan tubuhnya di samping gadis itu.
Begini saja malam ini, tak mengapa..asal aku bisa ada si dekatmu untuk ku saat ini sudah cukup..
"Selamat malam cantik.." bisik Bintang mengecup kening Bee. Gadis itu merespon, wangi tubuh Bintang Manarik nya mendekat hingga tak sadar menciumi dada pria itu.
Dengan senyum, Bintang menarik gadis itu masuk dalam pelukannya. Bertemu dalam mimpi.
Pagi menjelang, di sambut cuitan burung di luar sana. Bee masih nyaman tiduran di tas dada Bintang walau sebenarnya sudah bangun. Perlahan dikerjapkan matanya, mengumpulkan memori kesadarannya mengingat kenapa pria itu ada di sampingnya.
Setelah mengingat semuanya, bukan teriakan seperti di film-film kebanyakan, Bee justru tersenyum. Ini hari pertama nya berstatus istri. Bee mengangkat kepalanya, ingin melihat wajah Bintang. Kapan lagi dia bisa dengan puas melihat pria itu tanpa harus ketahuan.
Alis nya tebal, bibir merahnya sangat menggoda. Bee ingat beberapa kali dil*mat bibir itu, membuat nya merintih nikmat. Bibir itu sungguh memabukkan. Jika saja bukan karena malu, mungkin dia sudah minta di cium lagi. Tapi gengsi dong.
"Cakep ya suami kamu, makanya dilihatin terus?" suara Bintang yang tiba-tiba membuat Bee terperangkap dengan rasa malunya. Ketahuan mengagumi suami sendiri itu dosa ga sih?
Dengan cepat Bee memalingkan tubuh nya menghadap ke arah berlawanan, tapi langsung ditarik Bintang, hingga kembali dalam pelukannya.
"Mau kemana?"
"Mandi, lepasin tang.." Bee meronta mencoba melepaskan diri.
"Ga enak banget sih, kita kan udah nikah, masa manggil suami tang..tang.." ucapnya sambil mencium puncak kepala Bee.
"Emang mau dipanggil apa?" tanya Bee serius. Pasalnya tante Di juga sudah menasehatinya setelah menikah nanti, jangan lagi manggil nama suaminya. Alangkah baik nya jika manggil mas, atau kakak lah paling ga.
"Manggil om?"
Pletak..! jitakan lembut membelai kening gadis itu.