
Sudah dua jam lebih Bintang membuai Saga hingga bayi itu akhirnya tertidur. Tangis nya cukup keras, lelah lah yang membuat nya jatuh dalam pelukan mimpi.
Bintang menatap Saga penuh kasih. Air mata nya mengenang di sudut sana. Memikirkan nasib anak nya kelak. Baru beberapa jam saja berpisah dengan ibu nya, Saga sudah menangis sejadi-jadinya. Bagaimana kalau mereka nanti pisah untuk selama nya?
"Tuan, saya sudah siap kan makanan untu tuan. Anda makan lah dulu tuan. Nanti anda jatuh sakit" pak Jarwo menyadarkan nya, mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.
Bodyguard yang dia suruh mengikuti Bee memberikan laporan. Saat ini gadis itu tengah berada di studio photo. Menyelesaikan sesi pemotretan untuk cover produk.
"Aku tidak lapar PJ" sahut nya pendek.
"Tapi tuan.."
"Keluarlah kalau tidak kau akan membangunkan anak ku, dan kalau sampai itu terjadi, aku akan menguliti mu!"
Dengan langkah seribu pak Jarwo, atau yang biasa di panggil Bintang Pj berlalu dari sana.
Baru akan menutup matanya, rengekan Saga kembali terdengar. Dengan sigap Bintang bangkit melihat anaknya, tapi di sana sudah ada Mirna yang mengganti popok Saga.
"Maaf tuan, popok tuan muda basah, makanya dia nangis" terang Mira takut. Karena Bintang begitu protective pada anak nya. Tidak mengizinkan siapa pun sembarangan menyentuh anak nya tanpa izin.
Setelah selesai, Bintang meminta Saga pada Mira untuk di gendong. "Sebentar saya ambilkan susu untuk tuan muda" Mira sudah berlalu sementara Bintang menggendong Saga agar anak nya tidak menangis.
"Ini tuan" Mira menyerahkan botol susu hangat pada Saga yang cepat di tangkap bayi itu. Baru akan melangkah keluar, ponsel Mira bunyi. Sesaat di melirik ke arah Bintang yang juga ternyata tengah melihat kearah nya.
"Halo Nyah? oh..tuan muda lagi tidur di.." Kalimat Mira terhenti saat melihat kode dari Bintang.
"Jangan katakan aku di rumah, bilang saja aku belum pulang dari kemarin" bisik Bintang komat Kamit.
"Iya Nyah? oh iya.."
"Tuan, nyonya mau minta di ganti jadi panggilan video" Mira ikut berbisik sembari tangannya menjauhkan ponselnya agar tidak kedengaran oleh Bee.
Bintang segera meletakan Saga di atas tempat tidur, dan berlari menjauh agar tidak terlihat pada kamera.
"Sayang ny mama..lagi apa? Mama kangen Saga" terdengar suara Bee yang sendu.
"Mir, dia rewel ga?"
Sebelum menjawab, Mira lebih dulu melirik ke arah Bintang. Saat pria itu menggeleng, baru lah Mira memberi jawaban.
"Ga Nyah, tuan muda anteng kok"
"Bagus deh. Aku kangen banget sama Saga Mir. Rasa nya udah pengen buru-buru pulang. Papa nya bilang apa waktu tahu aku udah pergi?" tiba-tiba Bee ingin tahu reaksi pria itu.
"Maaf Nyah, tuan ga bilang apa-apa. Beliau malah belum pulang dari kemarin" Bintang masih setia menguping dari duduk nya yang tak jauh. Terdengar dengusan kesal dari Bee.
Air mata Bee menetes kembali. Sungguh sangat rindu pada bayi kecilnya.
"Jangan nangis lagi Nyah" ucap Mira ikut sedih melihat air mata Bee yang terus berlinang.
"Aku kangen Mir. Rindu banget sama Saga. Apa aku pulang aja sekarang ya Mir?" ucap nya sesunggukan.
"Menurut saya, nyonya selesaikan aja dulu kerjaannya, baru pulang. Jangan khawatir tuan muda baik-baik saja, Nyah" ucap Mira menenangkan.
"Itu papa nya memang pria brengsek. Tega banget dia ga pulang buat lihat anak nya, padahal dia tahu aku lagi di luar kota" umpat Bee yang begitu jelas di dengar Bintang yang hanya di sambut oleh senyum simpul.
Sempat terfikir untuk meminta gadis itu pulang, seperti yang dia lakukan dulu saat Bintang ada di luar negeri, tapi jelas pria itu lebih dewasa dari pada sang gadis, hingga menyimpan niat nya dalam hati.
Dari tempatnya, Bintang masih tetap setia mendengar. Ada perasaan sedikit lega di hati nya. Dia kira Bee memang tidak punya kasih sayang pada anaknya, tega meninggalkan Saga tanpa sedikitpun beban. Nyatanya wanita itu begitu sedih berpisah dengan Saga.
Satu video masuk ke ponselnya. Rekaman kegiatan Bee hari ini yang di kirim Aji padanya sesuai permintaan Bintang.
***
Waktu terasa lama berputar, baru seharu tidak bertemu istrinya, Bintang begitu merindu. Beruntung Saga sudah bisa diajak bermain. Sepanjang hari Binatang akan menghabiskan waktu nya bermain di tempat tidur bersama Saga. Membaca dongeng seolah bayi itu mengerti.
Lalu akan tertawa melihat reaksi lucu bayi itu. Belajar cara mengganti popoknya dari Mira hingga berdua tertidur bersama.
Malam tiba, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Bintang memilih untuk tidur di kamar Bee bersama Saga. Terlelap dengan harum bau tubuh Bee yang menempel di seprai biru langit itu.
Keesokan pagi nya, seperti yang sudah di kabarkan Aji, Bintang menonton acara di salah satu mall terbesar di kota itu. Bintang terpesona melihat penampilan Bee yang begitu cantik dan menawan. Bintang juga cukup puas melihat keamanan gadis itu.
Acara berlangsung meriah. Banyak orang yang begitu menggilai Bee dan meminta untuk photo bersama. Salah satu penggemar nya berhak mendapatkan sesi photo bersama dengan nya di atas panggung. Namun yang membuat Bintang tidak suka, wanita yang photo bersama nya menarik seorang pria yang ada di dekat nya ikut berphoto bersama Bee.
"Kak, Abang aku fans berat sama kakak. Boleh ya photo berdua" ucap sang adik memohon yang dia angguk oleh Bes ramah.
Tapi Bintang yang menyaksikan nya tidak suka. Apa lagi pria itu lancang mepet ke tubuh Bee seolah saling sandar. Bintang jelas cemburu.
"Jauh kan pria itu dari Bellaetrix" perintah Bintang dengan suara garang yang membuat Aji gentar
"Segera tuan.." sahut Aji meminta MC acara untuk menyudahi sesi photo. Selanjutnya acara hanya memandangi sepuluh merchandise bagi peserta yang mengikuti kuis sebelum Bee meninggalkan mall itu.
Selanjutnya Bee diagendakan bersama team untuk pergi jalan dan wisata kuliner di Malang, tapi Bee memilih untuk pulang duluan ke Jakarta dengan alasan banyak tugas kuliah yang menunggunya.
Bee sudah membayangkan akan segera bertemu dengan Saga. Memeluk dan menciumi pipi gembul bayi itu.
"Saga sayang..mama kangen.." cicitnya.
Tapi saat sampai di rumah, Saga sudah tidak ada di sana, begitu pun dengan Mira. Segera dia menghubungi Bintang karena menurut PJ, Bintang membawa Saga dan Mira bersamanya, tapi tidak memberitahu kemana pergi.