Sold

Sold
Antara Kebenaran dan Gosip belaka



Pemberitaan di luar sana tentang kedekatan hubungan Bintang dengan model cantik Stella sedikit banyak mempengaruhi Bee. Jujur saja dia memang cemburu, tapi malu untuk mengakuinya.


Seperti pagi ini, lagi-lagi mereka masuk infotainment. Digosipkan makan malam di restoran mewah yang di gadang-gadang adalah tempat Bintang melamar Stella.


Bee meremas remote tv menahan rasa geram nya.


"Usia Saga bahkan masih dua bulan, tapi pria itu sudah mulai mengekspose hubungan dengan wanita lain!" umpat Bee kesal.


Kalau sudah begitu, yang bisa wanita itu lakukan adalah olah raga di ruang gym hingga berjam-jam.


Bintang juga semakin dingin terhadapnya. Hanya menegur jika ada hal penting saja. Namun satu hal yang tidak berubah dari Bintang yang membuat hati Bee menghangat, Bintang begitu sayang pada Saga. Setiap hari, pria itu akan menyisihkan waktunya untuk bermain dengan bayi nya.


Pada malam hari, Bintang akan masuk ke kamar Bee untuk melihat apakah Saga sudah tidur atau belum. Kalau belum, dia akan mengajaknya bermain sebentar, tapi kalau bayi itu sudah terlelap, maka Bintang hanya akan mencium kening Saga lalu pergi keluar tanpa memperdulikan Bee.


Pagi ini Bee sedang olah raga ketika Lala dan Caca datang ke rumah nya. Tya memang tidak jadi kuliah di Jakarta, karena orang tua nya ingin dia tetap dekat dengan mereka, akhirnya Tya memilih kampus swasta dekat rumah nya.


"Nya, ada teman-teman nyonya datang" ucap Mira yang baru membawa Saga berjemur bersama para perawat.


"Suruh aja mereka tunggu, Mir. Dan tolong buat kan minum ya" ucap Bee mengambil handuk kecil dan mengeringkan laju keringat yang kini membasahi seluruh tubuhnya.


"Ini masih pukul sepuluh kurang dan mereka sudah datang kemari, apa tidak kuliah?" cicitnya menenggak minuman diet nya.


Setelah mandi, dengan pakaian santainya Bee berjalan ke ruang keluarga, dimana kedua sahabatnya sudah menunggu di sana bersama Saga juga.


"Hai..duh..anak gue jangan di kerumuni dong. Gue tahu dia manis" ucap nya tersenyum.


"Ni bayi emang anak lo tapi, kita juga ante nya ya" sahut Lala membelai pipi bakpao itu. Mereka memang sangat menyukai Saga, karena bayi montok memang sangat menggemaskan, tapi karena tidak pernah menggendong bayi sebelumnya, maka mereka takut untuk mengambil Saga dari box nya.


"Pagi benar main kemari, pada ga kuliah kalian?"


"Malas ah..makanya kita main kemari" ucap Lala. Mereka bertiga memang kuliah di kampus yang sama, tapi Bee mengambil kedokteran gigi sedangkan Lala dan Caca management.


Ketiga nya pun asik ngobrol mengenai semua hal. Dari Lala yang di sukai Abang stambuk nya hingga Caca yang sudah tidak betah tinggal di rumah saudara, mau kost tapi orang tua Caca tidak mengizinkannya.


"Bee, belakangan ini kok gue lihat berita, laki lo digosipin sama model senior Stella Orion?" celetuk Lala sembari mengunyah buah naga yang di potong Mira tadi.


"Tahu deh. Gue ga perduli. Dari awal kan gue juga bilang kalau si Bintang itu playboy" sahut Bee kesal.


"Hubungan kalian sebenarnya gimana sih? kalian itu udah punya Saga, jangan aneh-aneh deh. Lo lagi, ga usah ngarepin si ****** sepupu gue" tambah Caca menatap Bee tajam.


Caca bukan tidak tahu, kalau Bee masih berhubungan dengan Elang. Pria itu sendiri yang memberitahu nya. Walau Caca sudah memperingatkan Elang untuk tidak mengganggu Bee lagi karena wanita itu sudah bersuami, tapi Elang tak mau dengar.


"Please dong..jangan hakimi gue" ucap nya merengut.


"Kita bukan berusaha menghakimi, tapi lo harus realistis. Kak Bintang akan puasa selama 40 hari sampai masa nifas lo bersih. Selama itu ada gadis dengan ***** gede yang tiap hari ngegodain, apa lo kira lakik lo malaikat?" seru Caca yang diangguk setuju oleh Lala.


"Besok kan acara launching desain baru Danen's corp?" tiba-tiba Lala ingat mengenai perhelatan Akbar besok yang iklan nya sudah wara wiri di televisi.


"Iya..gue pengen banget hadir, tapi sayang ga punya undangan" ucap Caca lesu.


"Halah..acara begituan juga, ngapain sih. Udah, mending besok kita di sini aja ngumpul. Nonton drakor sampai pagi, mumpung besok nya libur" pinta Bee tak ingin sendiri. Yang ada dia juga pasti kepikiran akan acara itu. Mana malam Minggu. Membayangkan gadis centil itu menggoda Bintang saja dia sudah meradang.


Mengikuti insting nya akan topik uang sedang mereka bahas, Caca menghidupkan televisi yang ada di hadapan mereka. Dan benar saja berita itu muncul lagi. Kali ini model top itu bahkan sedang di wawancara oleh salah satu stasiun tv dalam program gosip.


"Ada kabar, setelah acara besok malam, tuan Bintang akan melamar anda, apa itu benar?" tanya si presenter bermulut tajam.


"Well..kalau itu sih lebih ke Bintang aja kali ya nanya nya..hehehe"


"Seandainya itu benar, bagaimana perasaan anda? apakah sudah siap mengakhiri masa lajang Anda?" pertanyaan itu membuat Stella tersenyum dan dengan anggun menjawab,


"Saya siap lahir batin"


Kesal Bee merebut remote dari tangan Caca dan mematikan televisi itu. Dengan kesal Bee meremas bantal sofa yang empuk dan memukul beberapa kali.


***


Besok nya, Bintang sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Bee tahu nanti malam dia akan menghadiri acara itu, jadi sengaja untuk bangun lebih pagi, dan menggendong Saga ke teras rumah menunggu sang Surya menyapa.


Jantung Bee sudah mulai berdebar kencang, saat melihat pria yang terlihat sangat tampan dan menggoda iman itu datang mendekat padanya.


"Hai sayang...papa berangkat kerja dulu ya.." ucap Bintang membelai pipi lembut Saga. Pria itu bahkan mencium puncak kepala sang bayi tapi tidak pada Bee. Tubuh. Bee merosot, merasa sedih di cuekin oleh Bintang.


Tapi pantaskah dia marah? bukan kah ini yang dia harapkan? dia sendiri kan yang minta agar mereka jangan lagi bersentuhan.


"Aku pergi dulu Bee" susul nya datar, melangkah tanpa menunggu tanggapan dari gadis itu.


"Tunggu..kakak pulang jam berapa?"


"Ada ada rupanya?"


"Ga..ga ada. Aku hanya bertanya..Ga boleh? toh kita harus berbagi tugas kan mengurus Saga" ucap nya berimprovisasi.


"Aku minta maaf. Kali ini biarkan perawat yang mengurus Saga, karena aku mungkin pulang larut. Ada acara launching malam ini" ucap Bintang menatap wajah wanita itu. Tatapan teduh yang dulu Bee lihat selalu untuk nya, kimi sudah tidak ada di sana.


"Enak aja. Masa Saga di urus sama perawat" potong Bee. Merasa dirinya pintar karena telah mencari alasan agar Bintang tidak jadi pergi.


"Tidak mengapa. Biar Saga terbiasa. Toh tidak lama lagi, Saga juga akan dirawat sepenuhnya oleh Perawat" dan setelah kalimat yang menghantam hati Bee, Bintang berlalu pergi.