Sold

Sold
Wanita penggoda



Wajah Bintang bersinar penuh bahagia saat tiba di rumah. Setiap hari pria itu akan membawa pesanan Bee yang banyak mau nya.


"Tuan, biar saya bawa ke dapur" ucap Mira yang melihat Bintang datang dengan sekantong jambu air yang merah dan besar.


"Mana nyonya mu?" tanya Bintang menyerah kan bawaan nya pada Mira.


"Nyonya..nyonya di kamar tuan. Dari siang belum makan" jawab Mira gelagapan. Takut akan dipersalahkan karena lalai mengurus majikannya.


"Kenapa? apa dia sakit?" tanya Bintang panik segera berlari menuju kamar wanita itu.


Gadis itu berbaring di tempat tidur. Isak tangis nya masih terdengar. Di lantai dekat tempat tidur banyak berserakan tisu bekas yang pastinya dia gunakan saat acara tangis-tangisan nya berlangsung.


"Bee, hei..kamu kenapa sayang?" tanya nya lembut. Duduk di samping Bee dan membelai rambut gadis itu.


"Huaaaaaa...Elang kak.. Elang.." tangis nya pecah lagi setelah menyadari keberadaan Bintang di sampingnya.


"Dia..dia kenapa Bee?" enggan Bintang tetap harus bertanya. Dia sama sekali tidak perduli pada pria itu, tapi karena dirinya yang menyebabkan istrinya menangis, mau tidak mau Bintang bertanya.


Huaaaaaa.....Bee terus menangis, bahkan untuk menjawab pun dada nya terasa sesak. Sakit sekali hatinya. Bintang memutuskan untuk mendudukkan gadis itu, merengkuh tubuh Bee yang bergetar oleh tangisnya. "Sudah dong sayang...jangan nangis lagi. Kasihan anak kita" bisik Bintang menghapus punggung gadis itu.


"Memang nya dia kenapa sih Bee sampai kamu menangis histeris begini?" ulang Bintang. Seandainya saja pria brengsek itu ada di sini, mungkin sudah di hajar hingga mati oleh Bintang karena sudah menyebabkan istrinya seperti ini.


Hiks... terengah-engah dengan tangisnya Bee menyorongkan ponselnya ke hadapan Bintang.


Pada layar ponsel itu, muncul video yang tadi di tonton Bee. Setengah hati Bintang memutar kembali video itu. Berita tentang personil band baru yang kini mengakui telah berpacaran dengan putri seorang pejabat yang paling berpengaruh di pemerintahan pusat.


Bintang kenal dengan gadis itu. Bahkan dirinya pernah kencan dengan nya, walau tak sampai ke tempat tidur. Bintang tidak suka sikap agresif gadis itu yang ingin menguasai Bintang dengan terus berada di sisinya.


Bukan Bintang yang pertama mendekati Karen, tapi justru gadis itu yang menguntit nya hingga Bintang memutuskan untuk menerima tawaran gadis itu pergi makan malam.


"Sudah dong Bee. Jangan nangis lagi. Mungkin ini trik produser label mereka agar mendongkrak popularitas band Elang. Mereka kan masih baru. Dalam dunia industri hiburan hal itu biasa Bee" ucap Bintang menenangkan.


"Benarkah kak? jadi menurut kakak ini cuma gosip? ga beneran?" Bee sudah menghapus jejak air matanya. Semangat nya mulai bangkit. Jika Bintang berkata seperti itu, artinya pasti semua berita itu hanya rumors tak penting.


Bee berhenti menangis. Dipeluknya Bintang erat. "Terimakasih kak" bisik nya membenamkan wajah di dada Bintang.


Tinggal lah Bintang dalam penderitaan nya


Sebenarnya peran apa yang sedang dia lakoni? pria yang baik? atau suami yang bodoh? dibutakan cinta. Berharap Bee akan melupakan Elang, dan menyediakan tempat buat nya di hati gadis itu.


Dia mati-matian menjaga perasaan Bee, lalu perasaannya bagaimana? tidak perlu di indahkan?


Dua hari kemudian, Elang menghubungi Bee mengatakan kalau semua pemberitaan itu hanya untuk meningkatkan penjualan album band mereka. Hingga Bee bisa tenang dan wajah nya tak lagi bersedih.


***


Beberapa kali, Bintang tak sengaja mendengar percakapan mereka melalui Video call. Dan akan selalu seperti itu, menyimpan kecewa dan sakit hati nya dalam diam. Bagi nya yang terbaik untuk saat ini membuat Bee bahagia, agar pertumbuhan anak dalam kandungannya sehat seperti kata dokter.


Yang membuat Bintang kecewa besar pada Bee, gadis itu mengikuti permintaan Elang untuk tidak lagi satu tempat tidur dengan nya. Menjauh dan tidak memenuhi kebutuhan Bintang di tempat tidur.


Kalau sudah begitu Bintang hanya akan membuang stres nya dengan minum bersama keempat temannya. Bersyukur memiliki sahabat seperti mereka, walau sudah memiliki istri dan anak, ketiga temannya masih setia jika dia punya masalah.


Dia akan minum hingga malam. Kadang jika sakit hatinya sudah tidak bisa di bendung, Bintang memilih untuk menghabiskan malam nya di hotel sendiri atau di apartemen nya.


***


Bee sudah selesai mengikat rambutnya ekor kuda. Memberi senyum manis nya pada cermin sebagai bentuk penutup penampilannya. Hari ini mereka akan periksa sebelum bulan depan waktu lahiran.


"Ready?" tanya Bintang bersemangat. Membayangkan akan melihat anak nya nanti. Setelah USG terakhir baby nya tidak juga pada posisi yang memperlihatkan jenis k*lamin nya, Bintang dan Bee memutuskan untuk tidak mencari tahu lagi, biar lah menjadi kejutan buat mereka.


"Siap bos" sahut nya sumringah.


Hari ini banyak jadwal pasien dokter Leann yang akan periksa. Mereka sendiri mendapat nomor antrian lima. Saat duduk mengantri, seorang wanita yang kemungkinan sedang menemani sahabat atau kerabatnya untuk periksa menatap Bintang dengan tatapan terpesona. Bahkan Bee sempat melihat gadis itu melempar senyum menggoda pada Bintang saat Bintang tanpa sengaja menoleh ke arah nya.


Jelas sekali niat wanita itu ingin menggoda Bintang. Bee muak melihat tingkah laku gadis itu. Jelas-jelas dia melihat kalau Bintang sedang bersama istrinya yang sedang hamil. Kadang Bee tidak habis pikir, Apa gadis itu tidak perduli jika yang dia goda adalah suami orang? Apakah sebegitu bangga nya bisa mengangkangi suami orang?


Bee memang pernah baca berita atau pun melihat video istri sah melabrak pelakor. Tapi yang menjadi pertanyaan, dimana rasa malu dan akal sehat wanita seperti itu?


Sekilas Bee melirik Bintang. Suaminya masih fokus pada ponsel pintarnya Tak sedikitpun memberikan perhatian balasan pada gadis centil itu.


Lama Bee berfikir, bagaimana suatu hari nanti jika ada wanita yang menggoda suaminya? atau jika tiba saat nya mereka berpisah, apakah dia akan sanggup melihat Bintang dengan wanita lain? membayangkan ada wanita lain di tempat tidur Bintang, dan semua perhatian dari pria itu yang begitu menghargainya akan menjadi milik wanita lain, sungguh Bee mungkin tak akan sanggup.


Sekali lagi dia menoleh pada Bintang. Wajah tampan pria itu masih saja memabukkan nya. Harus nya dia bangga bisa menjadi istri sah seorang Bintang Danendra, saat banyak wanita cantik, bahkan lebih menggairahkan dari nya, jangan kan untuk menjadi istrinya, menjadi simpanan Bintang pun pasti sangat beruntung bagi mereka.


Ada rasa takut kehilangan Bintang terselip dalam hatinya. Refleks dia menarik lengan Bintang dan merebahkan kepalanya di sana.


Bintang yang sedari tadi sibuk melihat harga sahamnya, mengalihkan pandangan pada Bee, lalu tersenyum melihat wajah yang selalu jadi candu baginya itu.