Sold

Sold
Usaha kesekian



Sejak malam dimana Bintang mabuk, dan Ranika berhasil mencari tahu sebab Bintang memilih minuman untuk mengatasi masalahnya, Ranika kini lebih percaya diri meminta pertanggung jawaban pria itu. Dia yakin kali ini Bintang akan mempertimbangkan kehadirannya.


Ranika sudah banyak mendengar, saat pasangan punya masalah diantar mereka, kepercayaan antara keduanya akan goyah, dan pada saat itu lah orang ketiga pasti gampang masuk untuk memprovokasi, hingga terjadi perpisahan dan orang ketiga itu bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.


Itu yang saat ini di lakukan Ranika. Menjadi duri diantara hubungan Bintang dan Kinan. Mungkin karena Bintang begitu terang-terangan menunjukkan rasa cinta nya pada Bee hingga Ranika yang di masa lalu Bintang adalah spot light nya, menjadi tidak terima, hingga ingin mengambil Bintang kembali.


Omong kosong alasan ingin punya anak, karena pada dasarnya Ranika tidak suka anak-anak. Kecelakaan itu memang membuat nya tidak sadarkan diri berbulan, dan ada tulang nya yang retak dan bergeser hingga membuatnya tidak bisa berjalan dan orang tuanya membawanya ke Jerman untuk menjalani pengobatan yang lebih baik, setelah nya Ranika bisa menjalani kehidupan baru nya. Bahkan dulu setelah kecelakaan itu, dia juga pernah memiliki kekasih, tinggal bersama di Jerman, hingga hamil, tapi gadis itu malah memilih untuk menggugurkan bayi nya.


Karma datang, sebulan setelah proses kuret Ranika bersama kekasihnya berlibur dan mengalami kecelakaan, saat itu lah dokter mengatakan bahwa dirinya tidak bisa lagi memiliki anak.


Jadi alasan nya pada Bintang tidak bisa memiliki anak lagi karena kecelakaan, benar adanya, tapi bukan saat bersama Bintang.


Banyak manusia di dunia ini yang saat mengalami jalan buntu, akan memperalat orang lain agar menemaninya di kegelapan hidupnya. Ranika tidak mau sendiri, dan lebih dari itu, dia tidak terima Bintang mengalihkan tatapan nya dari Ranika hanya karena seorang Bee.


Bagi nya, Bintang yang selalu memuja nya adalah rumah nya, tempat nya untuk pulang saat dia ingin pulang.


Hanya saja dia tidak sadar, kalau rumah yang selama ini diabaikan nya, bisa di tempati orang lain untuk selamanya.


"Hai.." senyum di wajahnya tampak segar. Tanpa permisi, Ranika masuk ke ruangan Bintang, di tangan nya juga menentang bungkusan. Bintang yang mendongak ke arahnya berubah kesal karena kemunculan yang tidak diinginkan itu.


Dasar sekretaris s*alan, kenapa wanita ini bisa masuk kemari?!


"Ran, ada apa? mau apa kemari?" sahut nya dingin. Mendapat sambutan tidak bersahabat membuat senyum Ranika memudar. Dia kira Bintang akan menyambutnya dengan gembira.


Bukan kah dia sedang ada masalah dengan istrinya?Tidak mungkin kan Bintang langsung memaafkan kesalahan Bee?!


Justru karena Ranika sangat mengenal Bintang, makanya dia yakin, pria itu akan dalam mood yang buruk, pria itu bukan tipe pemaaf, terlebih pada kesalahan fatal. Bintang lebih suka mengeksekusi orang yang berbuat salah padanya.


"Tang, aku kemari membawa makanan untuk mu" ucap Ranika masih tetap bertahan dengan senyuman nya, melupakan harga dirinya.


"Tidak perlu repot Ran. Istriku sudah menyiapkan untuk ku" ucap nya menunjuk box makanan di atas meja ruang tamu nya. Ranika mengikuti telunjuk Bintang melihat tumpukan kotak makan itu. Dengan kesal di remasnya sisi gaunnya.


"Kami baikan. Tidak ada masalah diantara kami. Kenapa kau bertanya seperti itu? jika orang lain mendengar ucapan mu ini, orang akan menafsirkan kau menginginkan kami bertengkar" tuduh Bintang melempar pena yang ada di sela jarinya ke atas berkas nya.


"Bukan..bukan begitu. Hanya saja tang, kau terlalu mudah memaafkan Bee atas kesalahan yang dia buat. Apa kau tidak sadar, jika dia tidak ingin hamil, berarti dia juga tidak menginginkan mu! Kau terlalu pemaaf padanya. Aku dulu mengenalmu bukan orang yang seperti itu!" ucap Ranika menegaskan. Dia kalah lagi satu langkah, bahkan saat dia belum berhasil melangkah.


"Kau benar. Kau mengenalku dengan baik. Biasanya aku tidak akan semurah hati begini. Tapi di situ lah harus nya kau sadar Ran, Bee bisa mengubahku yang egois dan tempramen ini. Bahkan setitik air mata di pipinya saja sudah bisa memadamkan amarah ku padanya. Bee begitu berarti, dan kau tahu, aku adalah budak cinta nya, yang demi dirinya tetap di sisiku, aku sanggup melakukan apa pun, apalagi kalau hanya sekedar memaafkan nya. Aku Mencintai nya.. Sangat MENCINTAI nya" ucap Bintang penuh penekanan. Senyum nya penuh cinta. Satu hal yang dia benarkan dari perkataan Ranika yang baru dia sadari, dulu dia tidak begini. Egois, kasar dan tidak punya belas kasih pada orang lain, tapi kepada Bee, dia begitu bisa merendah kan hatinya.


Kini berbalik, amarah Ranika memuncak. Tidak bisa mendapatkan Bintang dengan cara baik-baik, maka cara kotor pun akan dia tempuh.


"Terserah kau mencintai atau tidak. Aku kemari juga ingin menanyakan kesediaan mu atas permintaan ku yang kemarin" tukas nya jutek. Dia memilih untuk mendekat dan berdiri di di samping Bintang yang masih duduk di singgasana nya.


"Kesediaan atas apa?" Bintang sebenarnya sudah malas meladeni gadis Psycho ini.


"Aku ingin kau menikahi ku, Tang. Orang tua ku sudah tahu keadaanku dan ini semua karena menyelamatkan mu"


Bintang menggeleng acuh, dia muak dengan permainan gadis itu yang membuat kecelakaan itu sebagai senjatanya. Harusnya sebagai wanita dia malu menjerat suami orang lain. Bahkan ini malah meminta untuk menjadikannya istri kedua.


"Aku sudah mengatakan padamu Ran, aku tidak akan menikahi mu. Aku turut sedih atas apa yang kau alami, tapi itu tidak akan bisa memaksa ku untuk menikahi mu!"


"Aku tidak terima. Kau harus menikahi ku, kalau tidak, aku akan mengatakan pada Bee!" ancam Ranika penuh emosi. Seketika wajah Bintang pucat. Baru saja mereka baikan, dan kini akan ada lagi serangan mendadak. Tapi dia yakin, Bee akan mendengar kan penjelasannya. Yang perlu dia lakukan adalah lebih dulu bicara dengan Bee dari Ranika, agar tidak jadi kesalahpahaman. Bintang takut Ranika akan menambahi cerita hingga menutup kejadian yang sebenarnya.


"Kau mengancam ku? Silahkan..aku percaya, istri ku lebih mempercayai ku dari pada apa yang akan kau katakan"


"Baik. Kalau itu keinginan mu" ucap Ranika menghentak kakinya lalu menyambar bungkusan yang tadi di peruntukkan buat Bintang, dan berlalu keluar.


Bintang melonggarkan ikatan dasinya yang serasa mencekik lehernya. Segera di rogoh nya ponselnya. "Ko, apa hari ini ada agenda untuk pertemuan di luar?"


"Tidak bos. Hanya nanti siang kita pergi meninjau proyek properti yang sedang di bangun. Meninjau sejauh apa bangunan Nyang sudah di selesaikan tukang"


"Reschedule! siapkan mobil, gue mau pulang!"