Sold

Sold
Tuntutan Ibu



Piter sudah sepuluh kali mondar mandir di dalam kamarnya semasa remaja. Ibu menahan nya untuk keluar dari mansion utama karena dirinya menolak menikahi Kinan.


"Ga harus menikahi gadis itu kan Bu kalau mau bertanggung jawab pada anak itu!" debat nya tidak terima.


Bagaimana mungkin hanya karena persoalan ada anak dalam rahim Kinan, hingga membuat kaki nya terbelenggu pada biduk rumah tangga.


"No debat! kau harus menikahi Kinan, berani berbuat harus berani bertanggung jawab" ucap Ibu masih memandang ke arah Piter.


Sementara Bintang, si abang yang seolah tidak berpihak pada Piter, sedang sibuk meremas jemari tangan Bee yang berusaha di lepaskan gadis itu. "Malu kak, ada ibu. Lagian ga lihat sikon banget sih pegang pegangan tangan gini, penting ya sekarang?" bisik Bee memutar bola matanya. Kadang tidak habis pikir, pria itu seperti kekanak-kanakan saat hati nya sedang berbunga.


"Bantuin gue kak. Jangan karena Lo udah balik sama kakak ipar, gue lo biarin di intimidasi ibu" Piter ikut berbisik di telinga kiri Bintang. Posisinya yang ada di tengah membuat nya jadi tameng untuk Bee dan Piter dalam urusan menghadapi ibu.


"Lo yang cocok tanam, sekarang udah berbuah nunggu panen, masa mau di lepas, sayang bego!" ucap Bintang tanpa berbisik hingga ibu bisa dengan jelas mendengar.


"Lupakan, jika kau berharap aku akan mundur hanya karena kau suruh Abang mu untuk membela ide gila mu!" umpat ibu hingga membuat Piter lemas.


"Oh..aku ga dukung dia Bu. Justru anak ini harus segera di nikahkan, kalau ga, gimana nasib para gadis-gadis lainnya?" Bintang menjilat ibu agar segera diizinkan menikahi Bee secepatnya.


"****** lo bang. Adik sendiri lo jorokin ke jurang!"


"Bu, aku benar ga bisa nikah dengan Kinan. Aku udah punya pacar Bu"


"Apa dia juga sedang mengandung anak mu?"


"Hah?" pertanyaan nyeleneh dari ibu yang menurut Piter hanya ejekan untuk nya.


"Jawab! apa pacar mu juga sedang mengandung anak mu?"


Ok. Kali ini ibu serius. Tampang nya saja sudah seperti Maleficent yang siap mengeluarkan Mantra nya untuk mengubah dirinya jadi batu cobek.


"Aku rasa ga. Ibu, pertanyaan apa itu?" delik Piter mengacak rambutnya kesal.


"Bagus. Kalau begitu tidak ada masalah kau putus kan saja pacarmu, menikah dengan Kinan yang jelas-jelas lagi mengandung anak mu!" putus ibu berdiri.


"Jangan coba-coba tinggalkan rumah ini" ucap nya dengan wajah terseram yang pernah Piter lihat dari ibu. Dia pengacara kondang, nama nya kini lagi naik daun sebagai pengacara muda sukses dan hebat, karena berhasil menyelamatkan harga diri seorang wanita berprofesi sebagai pelayan restoran yang di lecehkan oleh anak pejabat.


Di ruang sidang, dia sangat di segani. Argumen dan buah pemikirannya selalu memukau seisi ruang persidangan. Tapi di hadapan bu Salma, Queen of your hold Life, seorang Piter hanya dipandang sebagai pesakitan yang sudah lancang mengacak-acak isi c*lana d*lam Kinan!


"Bu, ayolah..kita bukan anak kecil lagi" potong Bintang.


"Diam. Mulai saat ini tidak ada lagi pria dalam keluarga Danendra yang bisa ibu percaya, kecuali Saga!"


Tidak ada yang berani mendebat. Apa yang dikatakan ibu adalah titah.


"Bee, kamu pulang, istirahat yang cukup. Bulan depan kalian menikah, biar kamu fit. Jangan mau kalau di goda, pria tua mesum yang di samping mu itu! ibu ga mau, kamu hamil sebelum menikah dengannya!" ucap Ibu sebelum berlalu pergi.


***


Setelah berjanji akan kembali dan tidak akan lari, ibu mengizinkan Piter keluar. Alasannya juga yang membuat ibu mengizinkan nya. Mencari Kirei dan memutuskannya.


Tapi semua tidak semudah yang dia bayangkan. Satu tamparan sudah mendarat di pipinya setengah jam yang lalu. Kini dia diam duduk di ruang tamu apartemen dengan gadis itu. Kirei sendiri menatap nya penuh emosi yang juga kebencian yang dalam.


Tentu saja semua wanita pasti seperti mendapati kebenaran kekasihnya menghamili wanita lain.


"Rei, aku minta maaf. Aku juga ga tahu harus apa. Aku tahu ini salah ku. Tapi aku mau kita pisah baik-baik" ucap nya dengan suara tidak berdaya.


Mereka baru enam bulan pacaran. Tapi Kirei yang sudah sejak lama naksir Piter, sudah main hati dan jatuh cinta pada pria itu. Siapa yang tidak bangga mempunyai kekasih seperti Piter? pengacara muda dan anggota keluarga Danendra?


Segala kemewahan dia dapat dari Piter. Bahkan apartemen nya ini pun Piter lah yang memberikan padanya. Dan kini pria itu minta pisah? semua impiannya menjadi istri pria terhormat akan pupus. Dia tidak mau. Butuh perjuangan keras untuk bisa berada di titik ini. Banyak kecurangan dan kebohongan yang dia lakukan untuk menjerat seorang Piter Danendra.


"Aku udah bilang beb. Aku ga mau kita putus. Aku cinta kamu, Ter" air mata yang tadi sempat menetes lalu mengering kini tumpah lagi. Mengalir di jejak yang sama di pipi mulusnya.


"Lalu aku harus apa? kalau aku bisa bersama mu, aku pun pasti pilih bersama mu, Rei" itu semua benar. Piter yang tidak percaya cinta, memang merasa nyaman dengan Kirei. Gadis itu tahu bagaimana cara memuaskannya di segala bidang, tidak hanya di tempat tidur.


Kirei juga bukan tipe gadis yang merepotkan dan mentel yang sok sok an jual mahal di awal tapi ngebet, Kirei sangat terbuka pada Piter. Saat berminggu tidak datang pun, Kirei tidak akan menghubungi nya, karena Kirei tahu Piter akan kembali padanya.


"Suruh wanita gila itu gugur kan kandungannya! masalah anak, aku bisa memberikan mu sebanyak apa yang kau minta, beb"


"Tapi ibu ga setuju ide gila itu, Rei. Bahkan aku udah tawarkan untuk menafkahi anak itu sampai dia dewasa, asal tidak ada pernikahan, tapi ibu tidak setuju" kembali Piter mengenang kejadian tadi, tepat bagian ibu menggeplak kepalanya.Harusnya dia tuntut ibu dan abangnya yang sejak dulu suka melakukan kekerasan fisik terhadapnya.


"Jadi gimana dengan aku, Ter? aku ga bisa hidup tanpa mu" ratap Kirei semakin terisak. Piter tidak tega melihat air mata Kirei. Dia begitu lemah pada air mata. Sama seperti Bintang. Kedua pria keluarga Danendra itu memang keras di luar, tapi akan luluh pada air mata wanita.


"Kau masih muda, Rei. Kamu cari lah laki-laki yang baik, yang benar-benar sayang sama mu" ucap Piter menarik Kirei ke dalam pelukannya.