Sold

Sold
Kesan pertama



Acara Meet Gala itu berlangsung meriah, banyak di hadiri artis terkenal ibukota. Walau pun acara fashion show yang hanya akan memperkenalkan beberapa desain terbaru Sebastien Menawan, yang biasa di sapa Seba itu hanya sebagai formalitas, dan lebih ke acara reunian para pekerja seni di industri busana saja. Namun riuh nya acara malam itu membuat Bee yang sedang di rias di back stage dua jam lalu keringat dingin. Ini debut pertama nya dalam pagelaran se wah ini!


"Rileks sayang, tante yakin kamu pasti bisa, ponakan tante hebat kok" ucap tante Di mengecup pundak telanjang Bee, yang selalu setia di sisi nya.


Saat tante Di pamit ke toilet, senior yang selama ini membenci dirinya tak menyia-nyiakan waktu untuk membuat Bee merasa down.


Nama nya Stella, gadis cantik yang memiliki tubuh indah, yang sudah lama berkecimpung di dunia model itu, awalnya ga notice dengan kehadiran Bee. Bahkan selembar bulu mata palsunya juga ga sebanding dengan Bee yang dianggap sebagai bocah ingusan.


Tapi saat nama Bee di perbincangkan di club tempat dia dan beberapa teman model lainnya sering menghabiskan waktu di sana, membuat Stella mau tak mau melirik ke arahnya. Bahkan paling membuat nya kesal sampai ke ubun-ubun, tiba-tiba saja gadis yang dianggap setara dengan debu itu satu management dengan dirinya. Dan puncaknya malam ini, mereka harus tampil satu panggung. Walaupun tetap dirinya lah yang jadi bintang utamanya malam itu.


Tapi sebenarnya apa yang membuat Stella kesal setengah mati? kalau di bandingkan dengan Bee, Stella jauh lebih dari segalanya, walau mungkin kecantikan yang Bee punya lebih alami, dan unik. Tapi Stella?dia adalah impian setiap kaum Adam.


Harusnya Stella tak perlu buang energi untuk mencibir Bee kan? nyatanya tidak. Bagi Stella, hidup Bee terlalu beruntung. Begitu mudah masuk industri ini, hanya dalam tempo dua tahun. Sementara dia?


Stella gadis serba kekurangan yang merantau dari desa ke kota metropolitan, demi meraih impiannya. Setelah menyelesaikan sekolahnya, dia berangkat sendiri ke Jakarta, menjadi pelayan restoran, hingga jadi pramuniaga di toko pakaian di salah satu mall.


Pada akhirnya bertemu dengan agensi model, namun semua nya tak berjalan mulus. Hingga akhirnya dia harus merelakan keperawanan nya untuk pria hidung belang, yang akan bekerja sama dengan desainer yang ingin memakai jasa nya dulu.


Beruntung lah, setelah berada di puncak karier nya saat ini, dengan koneksi dan nama besarnya, dia berhasil memasukkan kepala agensi model yang menjeratnya itu ke penjara.


Sepenggal kisah kelam perjalanan kariernya yang begitu menyakitkan itu lah yang membuatnya tidak terima kalau Bee bisa segampang itu melenggang sepanggung dengan dia hari ini.


Penyerangan mental pertama kali dia lakukan pada Bee adalah, meminta junior nya yang begitu ngefans dengan nya untuk menghembuskan rumor di rumah agensi bahwa Bee menjual dirinya agar bisa berada di posisinya saat ini. Namun tampaknya gadis itu bermental baja, hingga masih bisa bertahan hingga saat ini, alih-alih mundur.


Tak puas, Stella turun tangan, ini. kesempatan besar untuk membuat gadis yang di anggapnya biasa saja itu untuk mundur dari acara malam ini.


"Lu tampak cantik malam ini Bee, udah siap?" ucapnya bermuka dua. Walau tak pernah berkata kasar, tapi Bee tahu, model-model yang mengintimidasi dirinya adalah suruhan atau pun teman-teman Stella. Bee sadar kok gadis itu tidak menyukainya.


"Oh, jangan lupa topeng mu, karena fashion show kali ini harus pakai topeng, jangan sampai wajah mu membuat acara sekelas internasional ini menjadi di pandang rendah. Topeng itu sedikitnya bisa menyamarkan wajah biasa mu itu!" ucap Stella sebelum berlalu pergi, karena salah satu teman model yang lain berbisik sesuatu di telinganya, yang membuat Stella berubah jadi ceria, mengembangkan senyum nya.


"Done! ok La belle, Tu es parfait, tres jolie" (kamu sempurna, sangat cantik) ucap MUA yang meriasnya dalam bahasa Prancis.


"Tu seras un etoile ce soir (kamu akan jadi bintang malam ini)" lanjut sang penata rias yang kemayu itu melempar senyum padanya setelah melakukan sentuhan akhir yang membuat penampilan Bee sangat luar biasa cantik.


Perlahan, tanpa ada yang membantunya, gadis itu berjalan ke bibir panggung, bersiap untuk beraksi. Topeng sudah dia pakai, setidaknya benar, topeng ini bisa mengurangi rasa groginya.


Asik mengobrol dengan model lainnya yang berbaris menunggu giliran, seseorang sedang memperhatikannya dari kejauhan. Menatap dalam pada wajah cantik mengenakan topeng yang hanya menutupi matanya.


Saat Bee tertawa karena lelucon temannya, tanpa di sadari tak jauh di sudut sana seorang pria memakai stelan jas hitam dengan topeng yang menghiasi separuh wajahnya sedang ikut tersenyum, tertular oleh tawa renyah Bee yang menambah kecantikan nya malam itu.


Sekali lagi, bibirnya menyunggingkan senyum, saat kembali melihat Bee tertawa geli, entah apa yang mereka bicarakan hingga mampu membuat wanita itu tertawa tanpa harus menutup bibirnya, ala-ala wanita elegan tertawa. Dia justru tertawa lues apa adanya, tanpa pose sok cantik kebanyakan cewek-cewek modis.


Seriusan, pria itu begitu terpesona saat melihat wanita itu untuk pertama kalinya. Seperti seorang singa kelaparan, mata pria itu menjelajahi tubuh Bee sepuasnya. Baru kali ini dia melihat gadis itu. Seolah gadis cantik itu muncul entah dari mana rimba nya.


Ternyata, kedatangannya ke acara yang menurutnya sangat membosankan ini, ada untungnya, hingga bisa bertemu gadis unik itu malam ini. Jika saja dia mengikuti keinginan birahinya untuk tetap bersama Carla di tempat tidur, dia tidak akan bertemu dengan bintang cantik itu malam ini. This is my lucky night..


Namun kesenangannya berakhir, ketika pengarah gaya memberitahu selanjutnya giliran mereka. Gadis itu bersiap-siap tampak membenahi gaun merah yang dia pakai, yang tampak memamerkan bahu mulus seputih susu, dan bagian dada yang mencuat seolah bagian depan gaun itu tak sanggup menampung kedua nya lagi. Jangan lupakan belahan panjang hingga hampir ke titik miliknya. Hanya membayangkan tubuh wanita itu ada di hadapannya dengan polos tanpa sehelai benang pun, membuat bagian tubuh pria itu mengeras.


Pikiran kotornya yang sedang bertraveling, harus terhenti, ketika Bee sudah melesat ke panggung. Segera dia mendekat untuk melihat lenggokkan tubuh semampai nan indah itu berjalan di atas catwalk, ditepuki yang hadir, bersama lontaran dan pujian di wajah mereka.


Pria itu bahkan sampai mengepal tinju nya, saat melihat tuan Sudibyo mengerling ke arah gadis cantik itu. Siapa yang tak kenal bandot tua kaya raya itu, suka daun muda, memiliki tiga istri dan puluhan simpanan.