
Kedatangan Bintang di sambut gembira oleh Saga dan juga Bee. Tanpa malu Bee bahkan menghambur kepelukan Bintang di depan para pelayannya yang juga menyambut kedatangan pria itu.
"Aku kangen banget sama kamu Bee" bisik nya mencium telinga Bee.
"Aku juga kangen" balas Bee mencium dada pria yang sangat dia rindukan itu.
Bee hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Delapan puluh persen isi barang bawaan Bintang berisi oleh-oleh untuk Bee, sisa nya milik Saga. Mulai dari tas bermerek, gaun, jam tangan hingga perhiasan.
"Banyak sekali" ucap Bee tersentuh atas perhatian Bintang saat pria itu sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk.
"Itu semua tidak gratis. Malam ini kau harus membayarnya" bisik Bintang menarik tubuh Bee ke dalam pelukannya.
"Tapi tuan, aku harus bayar pakai apa? hamba tidak punya uang" ucap Bee mengerjapkan matanya menggoda.
"Cukup dengan sentuhan mu, dengan ini..dan semua yang ada di balik pakaian ini" bisiknya sensual membuat Bee bergidik dan tertawa lepas.
Tapi ucapan Bintang bukan pepesan kosong. Selepas makan malam, Bintang menggendong Bee naik ke kamar di depan semua para pelayan. Hingga pagi hanya ada terdengar deru nafas yang saling berburu dan juga gairah yang meledak siap membakar keduanya.
Pagi yang cerah, suara kicau burung juga sudah terdengar bernyanyi di ranting pohon di samping rumah. Tubuh Bee rasanya sakit semua. Berulang kali Bee mengerjapkan mata menatap cahaya yang masuk ke dalam kamar. Ingin beranjak, tapi tangan berat Bintang masih menahan perutnya.
Perlahan Bee mencoba memindahkan, tapi si pemilik tampak nya sadar dan justru mempererat pelukannya.
"Bangun kak, udah siang ini"
"Nanti aja sayang. Hari ini kita gini aja ya. Masih kangen meluk kamu"
"Tapi aku ada kuliah nanti siang kak. Bangun yok"
"Nanti aja mau kuliah baru bangun. Ini masih pagi sayang" bisik nya merekatkan tubuh mereka. Matanya masih enggan untuk terbuka. Dia begitu puas, tidurnya nyenyak di samping Bee. Dua Minggu di Prancis, hanya hitungan jari waktu Bintang untuk tidur. Tidak adanya Bee di samping nya membuat nya tidak nyenyak tidur, jadi saat bersama bidadari nya itu kini, tentu lah dia akan memuaskan tubuhnya yang ingin menyatu dengan Bee.
Tebakan Bee benar, akhirnya dia jadi bolos kan! Dua mata kuliah hari ini terlewatkan. Bintang benar-benar ********** habis-habisan.
Akibatnya hingga makan malam usai, Bee tidak juga berhenti menekuk wajahnya.
"Udah dong sayang, aku kan udah minta maaf. Kalau kamu ga dilulusin sama dua dosen itu, kasih tahu aku" ucap nya jumawa. Tapi Bee bukan malah terkesan, malah semakin kesal.
Tapi ya namanya istri, harus nurut juga sama suami. Apa lagi kalau suaminya itu pandai merayu seperti Bintang.
Untuk menebus kesalahannya, Bintang mendekati Bee yang tengah mengoles kan cream malam nya di depan meja rias. Perlahan menyentuh pundak Bee lalu mulai memijit. Awalnya tentu saja mendapatkan penolakan, tapi Bintang bukan pria yang cepat putus asa. Sialnya, pijitan itu membuat tubuh Bee terasa rileks hingga terbawa suasana.
Bintang menghentikan pijatan nya sesaat, lalu menggendong tubuh Bee ala bridal ke tempat tidur. Menelungkup kan lalu mulai lah Bintang memijat tubuh kesukaannya itu. Awalnya masih serius, hingga gaun Bee tersingkap memamerkan paha mulus Bee dan membuat pijitan itu berubah menjadi pijit plus-plus.
Tuan muda menang lagi. Malam itu keduanya kembali bergulat dengan nikmatnya.
"Mulai hari ini kakak puasa!" ucap Bee membenarkan dasi Bintang pagi harinya.
"Kok gitu? aku ga mau"
"Harus mau dong, kemarin seharian udah begituan, masa masih kurang?"
"Memang ga pernah bosan melahapmu sayang. Salah kan tubuh mu yang begitu nikmat" bisik nya manja mendekap tubuh Bee, menyeruak kan kepalanya pada leher jenjang itu.
***
Saat Bee masuk ke ruang dosen, sudah ada beberapa mahasiswa yang ikut bimbingan outline dengan dosen pembimbing nya. Walau belum tentu itu juga yang nanti menjadi dosen pembimbing skripsi, tapi setidaknya masukan dan arahan dari dosen pembimbing mata kuliah ini memudahkan outline mereka untuk cepat di ACC.
"Sin, udah kelar?" tanya Bee pada salah satu teman seangkatannya.
"Udah. Masih harus revisi lagi. Isi nya kurang tajam, ga terlalu menunjukkan dari judul skripsi" terang Sinta lemas.
"Gimana aku ya? mana judul aku agak susah lagi, pengen ganti judul tapi bingung mau bahas apa lagi"
"Masuk aja dulu, siapa tahu masukan dosen pembimbing mu ngasih jalan"
Sebelum masuk, Bee berdoa semoga usahanya dapat berjalan lancar. Tuhan mendengar, outline nya langsung di setujui dan diminta segera membuat proposal.
Dengan girang Bee melangkah pulang. Masih di koridor jurusan, Bee mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk memesan Ojol, tapi belum masuk aplikasi, ponselnya berdering dan nama Elang muncul di layar.
"Halo Lang"
"Bee, kamu lagi dimana? bisa minta tolong belikan obat demam ya, aku menggigil banget nih" suara Elang tampak serak dan lemah, Bee jadi khawatir akan pria itu.
"Kamu sakit Lang? kamu dimana sekarang?"
"Aku di rumah, Bee"
"Kenapa ga ke rumah sakit? istri kamu mana?" Bee berhenti sejenak di depan gerbang kampus. Mempertajam pendengaran nya mendengar suara halus Elang.
"Dia keluar negeri dua hari lalu"
Yang ada di hati Bee adalah segera menolong Elang. Setelah sempat singgah ke apotik, Bee segera meluncur ke alamat yang di serloc oleh Elang.
Tidak sulit menemukan kontrakan Elang. Tempat itu memang khusus kontrakan yang banyak di minati orang di pinggiran Jakarta karena harga nya yang terjangkau. Yang tidak di sangka Bee, Elang yang dulu dia kenal begitu membanggakan diri dan semua yang ada pada dirinya, kini harus tinggal di tempat seperti itu.
Tok..tok..tok..
Seraut wajah lesu dan tampak pucat muncul di balik pintu, menatap Bee dengan coba menawarkan satu senyum yang dia miliki.
"Maaf aku lama sampai, Lang" ucap Bee masuk. Pandangannya menyelidik melihat isi bangunan kecil itu.
"Ga papa. Malah aku berterimakasih kamu udah mau datang Bee" ucap nya terdengar lemah, menghempaskan tubuhnya di sofa biru satu-satunya furniture di ruangan itu.
"Duduk Bee, maaf kontrakan aku ya gini" ucap nya parau, mengulurkan tangan sebagai cara mempersilakan Bee duduk.
"Ada dapur di belakang?" tanya Bee meletakkan kantong berisi obat dan vitamin, tas tangan serta map berisi outline nya.
"Ada. Kamu mau apa?" tanya nya malas.
"Kamu pasti belum makan, aku mau buat bubur" ucap nya melangkah ke arah dapur.