
Tampilan kelima siswi yang kini tengah berdiri di ruang BK itu tampak mengerikan. Rambut yang acak-acakan, wajah celemotan akan liptint di sana sini, bahkan ada dari mereka yang kancing kemejanya sudah lepas.
Kelima nya menunduk takut. Tak hanya guru BK yang ada di sana, tapi juga kepala sekolah yang kini tengah menunggu kedatangan orang tua dari ke lima siswa itu.
"Mau jadi apa kalian? ribut saja" salak kepala sekolah tak tahan melihat kelakuan bar-bar siswi nya.
"Mereka yang salah pak, cari masalah ke lokal kami" jawab Kiki tak terima. Ada rasa peri di pipinya yang tadi di tampar Lili.
"Enak aja, Lo yang nyerang kita dulu" sahut Lili tak mau kalah.
"Sudah cukup. Bukan nya menyesal sudah berantam, malah bikin ribut di sini" potong kepala sekolah yang kepala nya semakin pusing.
Pusing di kepala nya tentu beralasan. Gimana tidak, salah satu dari kelima murid itu adalah Bee. Dia ingat betul siapa orang berpengaruh di belakang. Cukup lah kali itu saja kepala sekolah berurusan dengan pria itu. Tapi jika dia membebaskan Bee seorang, maka dia juga tidak punya muka pada guru BK.
"Jesi, kamu ngapain ke lokal mereka?" kembali kepala sekolah menuntut penjelasan.
Ingin buka suara, dan tetap pada alasan sebelumnya, tapi kembali kepala sekolah menekankan. "Jangan berbohong. Jangan lupa ada cctv yang di pasang di setiap kelas"
Jesi pucat. Kalah telak. Memang dia yang salah, memulai pertengkaran dengan menyulut amarah Bee. Memprovokasi gadis itu tentang ibu nya yang sudah meninggal.
Bee memang menyerang duluan, tapi hanya sebatas menarik kerah baju Jesi, ingin menampar wajah gadis itu, tapi Bee tahu. Ini jebakan untuk nya. Dia tak mau lagi di hukum, yang membuat tante Di dipanggil ke sekolah lagi, dan ujung nya Bintang akan tahu juga.
Hembusan nafas berat Bee pertanda dia mati-matian menjaga emosinya. Di hentakkan kembali kerah kemeja Jesi, lalu berbalik. Saat itu Jesi yang merasa gagal membuat Bee marah, menjambak rambut ekor kuda Bee lalu ya begit..terjadi lah baku hantam. Saling tarik, dorong, cakar, Jambak dan tampar.
Tak ingin tinggal diam melihat sahabatnya di keroyok, Kiki ikut menyerang dan di sini lah mereka saat ini.
"Baik kalau kamu tidak mau jujur. Miss Friska tolong ke ruang admin, suruh kepala IT membuka rekaman cctv yang ada di kelas mereka" seru pak Kepsek pada Guru BK yang baru, setelah Bu Siahaan di pecat- atas suruhan Bintang, tentu nya.
"Kalian berlima, bersihkan taman praktikum biologi. Bapak tidak mau ada keributan lagi, dan harus sudah sampai bersih"
"Orang tua kami pak?" sela Lili.
"Biar hanya bapak yang bicara pada mereka. Kalau kalian masih ribut lagi, bapak akan pecat kalian" suara Kepsek tegas. Sesaat dia melirik Bee yang masih tertunduk sejak tadi, tak mengeluarkan sepatah katapun.
Tante Di keluar dari ruang guru BK dengan surat SP di tangan nya. Wajah nya tidak puas, malah terlihat emosi yang di tahan.
Dia sudah mendengar penuturan kepala sekolah, dia juga sudah melihat rekaman cctv itu. Kali ini dia tak menyalahkan Bee. Justru dia ingin mengoyak bibir Jesi yang dengan lantangnya menghina mama nya Bee.
Potongan rekaman cctv itu terus menggema di kepala tante Di. Dia yakin saat ini hati Bee pasti hancur. Tante Di sudah menunggu di dalam mobilnya. Kali ini, wanita itu tidak menghubungi Bintang. Dia tak ingin menantu nya itu melihat Bee kembali dalam masalah ini lagi.
Bee berjalan menunduk ke arah tante Di. Mereka berlima di pulangkan, walau tidak ada yang di skors. Hukuman hanya selama seminggu setiap pulang sekolah wajib membersihkan taman dan juga kamar mandi guru.
Dalam mobil kedua nya hanya diam. Tante Di tahu keponakannya tidak menangis karena berusaha tegas. Menyembunyikan luka hatinya dengan pura-pura tidak perduli. Tapi saat tante Di memeluknya nanti dia pasti akan menangis.
"Maaf, sudah buat tante di panggil pihak sekolah lagi" ucap Bee bergetar. Menahan butiran bening itu jatuh di pipinya. Bahkan untuk mengatakan itu dia tak melihat ke arah tante Di.
Tante Di tak menjawab, perlahan dia menggeser tangannya, meletakkan dia atas punggung tangan Bee yang jatuh di jok mobil diantara mereka.
Hanya cukup dengan tindakan seperti itu, Bee tahu artinya. Dan dia benci, karena membuat dirinya semakin lemah. Dengan tangan yang lain, Bee menghapus jejak air mata yang berhasil lolos di pipinya. Tak ada suara.
Lama mobil melaju, mereka masih saling diam. "Apa kak Bintang tahu?" ucap Bee memecah keheningan.
"Tidak. Tidak ada yang perlu tahu akan hal ini. Karena tante Tahu, kamu tidak akan suka jika Bintang sampai tahu."
Bee memalingkan wajah ke jalan raya. Kembali tangannya menghapus air mata yang lagi-lagi tumpah. Menangis tanpa suara adalah hal yang paling perih untuk di lakukan. Jauh dari kata puas dan lega.
"Terimakasih Tante, aku turun dulu" ucap Bee membuka pintu mobil. Tapi tangan Tante Di menahan langkahnya dengan menarik tangan Bee.
"Kamu akan selalu jadi Putri tante. Selama nya akan sayang padamu dan ada untuk mu. Mendukung setiap langkahmu. Kamu tidak pernah sendiri, sayang"
Akhirnya Bee menatap wajah tante Di. Kembali terbayang wajah mama nya, karena paras mereka memang sangat mirip. Itu lah alasan Bee tak mau melihat kearah tante Di sejak tadi. Dia seperti melihat mama nya sendiri. Tidak, dia tidak mau ada air mata di wajah nya yang harus di lihat mama nya.
Huaaaaaaaaa...tangis Bee pecah, tante Di mendekap nya erat. Merasa kasihan melihat Bee yang sedari kecil sudah ditinggal mama nya. Bahkan untuk memakai Bra pertamanya mama nya Lala yang mengajari, begitu pun saat Haid pertama nya.
Tante Di ingat, waktu itu dengan panik Bee menghubungi nya dengan suara terdengar ketakutan.
"Tante..gimana ini. Ada darah keluar dari V*gina ku. Aku takut Tan. Perut ku juga sakit" ucap nya sambil menangis.
Tubuh Bee yang subur membuat dirinya mendapat haid pertama nya saat kelas enam SD. Saat teman-teman nya belum dapat, dia lah yang pertama kali dapat. Wajar jika dia panik. Anak yang hobby manjat pohon, main layangan dan adu kartu gambar dengan anak cowok, dihadapkan pada kodratnya sebagai anak perempuan.
Setelah menjelaskan perlahan, baru lah Bee berhenti menangis. Semenjak itu, Tante Di akan mengusahakan sekali dalam tiga bulan untuk datang melihat Bee.