
Menurut sahabatnya - Agus, yang malam itu menemani nya di bar, ada baik nya Bintang memberikan kesempatan untuk membuka hati pada gadis lain, tidak terpaku hanya pada mantan istri nya itu saja.
Mudah untuk mengatakannya, tapi sulit bagi Bintang untuk menjalani nya. Belum apa-apa, wajah Bee seolah me-jampi-jampi nya untuk tidak pindah ke lain hati.
Berat memang, tapi kalau di pikirkan lagi, apa yang di katakan Agus ada benarnya. Siapa tahu saja kehadiran Kinanti bisa membuat nya lupa pada Bee, walau dia sendiri tidak yakin, tapi tidak ada salah nya mencoba dan berharap kan?
Pertimbangan itu lah yang membuat Bintang akhirnya mau meluangkan waktu nya untuk mengajak Kinan jalan selepas rapat-rapat kecil mereka. Letupan kecil di bibir dan pipi acap kali mewarnai pertemuan mereka.
Sedikit demi sedikit Bintang mulai terlena. Pribadi Kinan yang menyenangkan membuatnya betah bersama gadis itu.
'Aku udah otewe nih' pesan dari Kinan. Bintang melirik jam tangannya, masih ada setengah jam lagi waktu untuk menghadiri rapat kali ini, yang diadakan di kantor Bintang sendiri.
Kali ini tidak hanya dari pihak mereka tapi juga pihak management model yang akan menyodorkan anak didiknya untuk menjadi ambasador produk mereka, yaitu pakaian tidur wanita dari bahan sutra premium.
Pesan dari Kinan hanya di baca, tanpa niat membalas. Satu senyum melengkung di bibir Bintang. Tampak nya gadis itu sudah masuk dalam perangkap nya, mulai tergoda.
Bintang layak berbangga hati, tidak ada wanita yang bisa lepas dari pesonanya. Bintang ahli dalam nge-treat hingga para gadis itu bertekuk lutut di hadapannya, yah..tentu saja kecuali Bellaetrix Elaina.
Mengingat nama itu membuat nya mendengus. Sudah empat bulan mereka tidak bertemu. Berita terkini yang dia dengar, hanya perkembangan band Derago, Elang sibuk ke luar kota manggung sana sini.
Bintang menebak mungkin kedua nya kini sudah menikah dan hidup bahagia. Setiap kali Bintang rindu pada Saga, dia akan meminta Mira dan Pj untuk membawa bocah itu ke hotel milik Bintang. Bermain dengan anak nya hingga malam tiba dan kembali para pelayannya membawa Saga pulang.
Bee tahu akan pertemuan rahasia itu, dan dia tidak keberatan. Setiap Saga sudah pulang, dengan cepat Bee akan menyambut di teras, menggendong anak nya dan menciumi balita itu. Mengesap bau parfume Bintang yang menempel di pakaian Saga. Lumayan sekedar untuk melepas rindu akan dekapan pria itu.
Saga tumbuh tinggi dan juga semakin tampan. Tubuh nya terlalu tinggi untuk ukuran anak 10 bulan. Anak itu juga sudah mulai lancar berjalan walau sesekali akan jatuh dan menangis.
"Bos, semua sudah siap. Mereka menunggu di ruang rapat" seru Riko membuyarkan pikiran Bintang.
Kinan sudah ada di sana. Tersenyum pada nya dengan penuh damba. Walau diantara mereka terjalin hubungan di luar pekerjaan, tapi baik Kinan dan Bintang sama-sama bersikap profesional, tidak menunjukkan adanya kedekatan diantara mereka.
Rapat di mulai. Pada awal, semua pihak terkait divisi Marketing dan publikasi buka suara, menyampaikan pandangan mereka akan produk kali ini. Dari pihak garmen juga sudah memastikan bahan sudah siap dan tinggal tunggu surat perintah produksi saja.
Lalu setelah semua di putuskan beralih pada model yang akan di daulat untuk menjadi model pakaian ini, karena pihak Kinanti ingin sekaligus mengeluarkan produk pakaian dalam desain terbaru sebagai penarik dari pakaian tidur wanita yang di pasarkan nanti.
Model pertama yang di tawarkan Seba tentu saja Stella Orion. Salah satu top model saat ini dalam agensi nya. Saran Seba di tampung, dan langsung saja Bintang menyetujuinya. Selain karena Bintang sudah kenal Stella luar dalam, wanita itu juga model profesional dibawah management nya.
Tapi Kinan merasa desain yang akan di buat kurang pas untuk pribadi Stella yang lebih liar. Ada sepuluh photo model yang kini di tunjukkan Seba di big screen, salah satu nya langsung mencuri perhatian Bintang.
"Kalau aku lebih setuju dengan Bellaetrix. Wajah gadis ini begitu cantik, dan elegan, namun dari matanya tersirat kepolosan. Pas dengan konsep kita, pakaian tidur not girl, but not yet women" celetuk Kinan.
"Maaf Bu Kinan, saya rasa Jessi juga cocok untuk konsep kita. Bagaimana kalau kita pakai dia saja mendampingi Stella?" saran Seba menyelamatkan Bintang.
"Jessi?" Kinan tampak berpikir sesaat.
"Kurang deh kak. Kayak nya yang pas itu Bella deh. Kita pakai dia aja ya" putus Kinan. Mengenai pemilihan model dan ambasador nya memang pihak Kinan yang berhak memutuskan nya.
Sedikit banyak, keputusan Kinan tidak memilih Stella karena dia tahu benar, Bintang dan gadis itu punya hubungan dulu, atau pun entah hingga saat ini.
Dia tidak ingin Stella punya kesempatan untuk mendekati Bintang. Kinan ingin perhatian Bintang hanya untuk dirinya.
Kedipan mata Bintang pada Seba membuat pria itu berhenti mendebat keputusan Kinan. Setelah semua mendengar pendapat dan masukan dari setiap peserta rapat, di putuskan Bee yang akan menjadi Model sekaligus ambasador untuk produk mereka, namun ada dua model lainnya yang juga di pakai untuk menemani Bee.
Seba yang akan bertanggung-jawab menghubungi Bee dan dua model yang lain.
Segera Seba menghubungi Bee. Pada gadis itu, Seba sebenarnya tidak punya masalah. Bahkan dia menyukai gadis itu karena hati nya memang bersih, tidak punya sifat dengki dan sok cantik seperti model-model lainnya Hanya karena menjaga perasaan Bintang lah makanya Seba menolak Bee tadi.
Setelah Saga tertidur, Bee mengecek ponselnya, melihat group D'MBG, tapi sepi. Baru akan hendak meletakkan ponselnya kembali, urung karena ada telpon masuk yang ternyata dari Seba.
"Hai kak..apa kabar?" sapa Bee riang.
"Hai cantik. Persiapkan dirimu. Ada produk pakaian yang ingin memakai jasamu" ucap nya to the point.
Satu jam mereka bercerita, mengubah panggilan menjadi video call. Kedua nya asik saling cerita hingga tertawa terpingkal-pingkal bersama. Seba juga menanyakan kabar Saga, dan memberi semangat untuk Bee menjalani hidupnya.
Hingga pembicaraan itu berakhir, Seba tidak menyebutkan kalau Bintang ikut terlibat dalam proyek kali ini. Menurut Seba, biarlah tunggu Bee menandatangani kontrak dengan PT Kinanti, dan biar gadis itu tahu sendiri nantinya.
"Iya bos.." ucap Seba menerima telepon dari Bintang.
"Apa dia setuju?"
Seba tahu maksud tujuan Bintang, dan pria itu pun menjelaskan isi pembicara nya dengan Bee tadi. "Apa kau akan baik-baik saja bos? adanya projek ini, kau akan lebih sering bertemu dengannya"
"Aku baik. Tenang lah. Kau urus bagian mu. Aku hanya minta kau melindunginya, jangan biarkan model bar-bar mu melukainya"
"Cie..belum bisa move on"
Dan kalimat terakhir dari Seba membuat panggilan telpon itu terputus, di putus sepihak oleh Bintang.