
Hari ini Elang akan kembali ke Pekanbaru. Bee dengan setia mengantar Elang hingga ke airport.
"Makasih ya sayang, udah nolongin kami nyiapin semua yang kami butuhkan selama di Jakarta. Nanti kalau kami udah dapat duit, semua pengeluaran kami selama di Jakarta.ini, bakal aku ganti duit kamu" ucap Elang mengusap-usap pipi Bee.
"Ih..apaan sih..udah ah. Duit aku kan duit kamu juga. Aku ngebantu dengan tulus Lang" balasnya masuk ke pelukan Elang.
"Beruntung banget aku punya pacar sebaik kamu" ucap nya mengecup puncak kepala Bee.
Kini mata keduanya saling menatap, Bee tahu apa yang diinginkan elang dari nya saat ini. Dari sorot matanya bisa dia tebak. Lagi pula mereka berdiri jauh dari tempat orang lalu lalang.
Saat akan mendekatkan bibirnya pada Bee, gadis itu hanya menutup mata. Cup..
Tak ada getaran, di hati. Jantungnya biasanya saja tidak berdetak cepat seperti saat bintang mencium nya. Bee juga tidak memiliki hasrat untuk membalas. Saat Elang ingin mengulang kembali, panggilan untuk keberangkatan pesawat yang akan di tumpangi terdengar, hingga membuat Bee punya alasan untuk melepaskan diri dari Elang.
"Aku pergi dulu. Libur semester nanti kamu akan pulang kan?" tanya Elang menggenggam tangan Bee hangat.
"Pasti.." ucap nya tersenyum.
***
Bee baru saja membuka pintu rumah sepulang dari bimbel, saat Tante Di mencium pipinya dengan senyum ceria.
"Ada apa tan?" tanya memicingkan sebelah mata. Tumben-tumbenan tante nya girang amat.
"Kamu mau di ajak kerja sama dengan perusahaan terkenal, sebagai ambassador perusahaan mereka.
"Produk apa tan?" tanya Bee sembari membuka sepatunya.
"Properti..katanya semacam pemikat untuk anak milenial buat mengunjungi tempat itu, dan mau berinvestasi, yah semacam itu lah"
"Kamu mau kan?" susuk Tante Di lagi saat Bee tidak menjawab dan justru hendak naik ke atas.
"Atur aja tan. Asal ga ganggu sekolah sama hidup aku aja" sahut nya cengengesan.
"Mau kemana sore gini?" celetuk Bee saat melihat Niko sudah rapi.
"Mau janjian nongkrong di cafe sama teman" sahut Niko merapikan rambut yang diacak Bee.
"Cie..my Iko udah punya gebetan nih, ga cinta sama Bee lagi" ujar nya pura-pura sedih.
"Apaan sih orang teman cowok kok" timpalnya berlalu.
"Jangan pulang malam nak" teriak tante Di saat Niko sudah keluar namun tak mendapat jawaban.
"Yang..lusa aku bakal ketemuan sama perusahaan yang mau pake aku buat produk mereka" seru Bee yang sedang video call an dengan Elang malam itu.
"Oh.." sahut Elang cuek.
Mungkin dia lelah kuliah atau habis manggung, maka nya bad mood gitu..
"Kamu udah makan Lang?"
"Udah.."
"Kamu ken.."
"Stop deh Bee, aku capek. Kamu ngoceh aja"
"Kok kamu marah Lang? aku salah ngomong?"
"Kamu tu ya, sengaja pamer sama aku? karir kamu naik, di pake perusahaan besar, sementara aku?cuman pecundang, yang tak kunjung mendapat kabar dari produser ga jelas?" umpat Elang marah.
"Tapi aku cuma.."
"Udah cukup. Aku mau istirahat. Beberapa hari ini kamu ga usah ngubungi aku. Lagi ga mood bicara sama kamu. Tunggu aku yang hubungi!"
Bisa di tebak setelahnya, dia akan menangis sepanjang malam. Selama pacaran dengan Elang, begitu lah selalu akhir cerita mereka. Lalu pria itu akan menghubungi Bee kembali setelah mood nya kembali.
Kadang dengan sikap Elang yang seperti itu, Bee sempat berpikir pria itu tidak benar-benar mencintai, dan harus nya dia melupakan pria itu, tapi ya itu lagi, saat hati nya sudah bulat untuk putus, Elang akan datang kembali menghubungi dirinya, dan mereka akan kembali berbaikan. Hanya se simple itu.
***
Perusahaan itu adalah salah satu perusahaan yang cukup besar dan punya nama. Yang membuat Bee takjub adalah CEO nya adalah seorang wanita muda, yang cantik dan ramah.
"Ini draf nya, silahkan di baca dan di pelajari" ucap Sky, pimpinan perusahaan itu.
Setelah tante Di membaca dan menyetujui poin-poin yang ada, Bee menandatangani perjanjian itu. Tak lama pintu ruangan Sky di buka paksa oleh seorang pria.
"Sorry, aku terlambat.." ucap pria itu masuk dan duduk santai di salah satu kursi yang ada diantara mereka.
"Bella, kenalkan ini tuan Bumi, salah satu partner kerja kita untuk proyek ini" terang Sky tanpa menoleh ke arah Bumi sedikitpun.
"Bumi?" ucap Bee memandang ke arah pria tampan dan sedikit cuek itu. Yang sejak awal di perhatian Bee, tatapan nya tak lepas dari wajah Sky.
"Ya, Bumi kenapa?ada yang aneh dengan nama saya, nona.. Bellaetrix Elaina?" tanya Bumi seraya melirik kertas kontak yang ada di atas meja.
"Apa kamu pikir dia sudah tertarik pada ku Sky?dia cantik loh" bisik Bumi ke arah Sky, yang membuat bola matanya membulat sempurna sangking kesalnya. Sementara balasan dari sang pria hanya tersenyum geli.
Bee menebak keakraban mereka pasti karena adanya satu hubungan.
Menurut Bee, mereka cocok. Cantik dan tampan. Yang satu lembut, yang satu ga peka..
"Bukan apa-apa, hanya saja ada beberapa orang yang aku kenal nama mereka juga sama dengan nama-nama benda langit" sahut nya tersenyum.
Selesai dengan kontrak dan Sky akan mengabari jadwal Bee pemotretan, gadis itu dan tante Di pulang.
"Jadi ingat ya Bee, mulai sekarang sampe tiga hari ke depan, kamu harus diet, biar pas di photo nanti tetap langsing" ucap tante Di bersemangat.
"Iya tante bawel..tapi karena diet nya mulai besok, hari ini boleh dong makan mie ayam?" sahut nya nyengir.
Sehabis mandi malam ini, Bee memperhatikan ponselnya, masih tetap tidak ada kabar dari Elang.
Meluncur masuk ke grup, lewat Zoom.
Hola..- Bee
Lagi apa Bee, kangen sama kamu- ucap Lala selalu jadi yang pertama. Wajah cantik nya selalu berseri dan ada aja yang baru dari gadis itu setiap mereka ngerumpi online. Kali ini Lala muncul dengan potongan rambut baru.
Sama..yang lain mana?- Bee
Hader..- Caca
Hader..- Tya, kedua nya selalu kompak berbarengan.
Lagi be-te nih..kemarin ribut sama Elang, sampe hari ini malah ga ada kabar๐๐๐ฉ, ada yang lihat Elang hari ini ga?dia baik-baik aja kan? - Bee
Tiba-tiba grup sepi. Ga ada yang membalas pertanyaan Bee. Semua member pada sok sibuk ngutak- ngatik ponsel
Hellow..kok pada diam? -Bee
Udah, kamu lupain aja cowok br*ngsek itu, cowok ga ada akhlak, dia udah..-Lala. Ga tahan melihat wajah Bee yang sedih.
La, ga usah di bahas, kasihan Bee -sambar Tya
Emang ada apa sih? kasih tahu aku kalau kalian masih nganggap aku sahabat kalian- Bee sudah hampir menangis, firasat nya sedari tadi ternyata benar ada yang ga beres.
Elang udah balikan lagi sama Desi, tadi kita lihat di cafe biasa kita nongkrong- ucap Lala semangat.
Dunia Bee tiba-tiba berubah gelap..