
Hingga akhir perjalanan, kedua nya menghabiskan dalam diam, berkelana bersama pikiran mereka masing-masing.
Bintang sudah mendapat tempat untuk memarkirkan mobilnya. Hari ini resto ala korea itu tidak terlalu ramai, karena mungkin untuk jam makan siang juga sudah lewat, kalau untuk makan malam, terlalu diri.
"Mau apa lu?" bentak Bee saat Bintang mendekatkan tubuhnya ke Bee, yang di tangkap gadis itu seperti mau mencium dirinya.
Tapi alangkah malu nya, ternyata Bintang hanya ingin membuka seatbelt nya.
Masih dengan sikap gentle nya, Bintang turun lebih dulu untuk membuka kan pintu bagi Bee. Masih dengan perasaan malu, Bee mempercepat langkah nya untuk masuk ke dalam, karena tak ingin terlalu lama berdekatan dengan Bintang, ga baik bagi jantungnya.
Namun sialnya, genangan air bekas rintik hujan di teras resto membuat nya tergelincir hingga hampir terjungkal ke belakang, untungnya sang Hero ada di belakang menyelamatkannya.
Sigap Bintang memegang pinggang gadis itu, menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh, refleks, Bee menarik kuat kemeja Bintang hingga wajah nya tenggelam di dada Bintang, dan satu kancing kemeja berhasil terlepas dengan paksa.
Bee berhasil untuk kembali berdiri tegak, dan terkejut melihat hasil perbuatannya. Bekas lipstik nya menempel di kemeja putih Bintang, membentuk bibir dengan sempurna, dan bonus nya dada Bintang terekspos, menampilkan dada bidang nya sedikit kelihatan.
"Aku..."
"Udah, ayo. Mereka udah pada nungguin kita..." sahut Bintang memotong kalimat Bee.
"Lama benar nyampe nya, kesasar kemana kalian?" hardik Bumi.
"Rewel amat suami lu Sky, kayak emak-emak komplek!" balas Bintang cuek.
Baru lah Bee ngeh. Tepat dugaannya, ada sesuatu antara Sky dan Bumi.
Oh..jadi mereka suami istri? mata emang ga bisa bohong sih, Bumi kalau lihat Sky, selalu penuh damba..
"Kok lama Bee?" tanya tante Di
"Maaf Tan, macet.." sahut nya dengan sedikit malas.
Namun saat semua sudah duduk di tempat masing-masing, tatapan tante Di dan pasutri itu fokus pada kemeja Bintang, lalu saat mereka tersenyum, jelas lah sesuatu sedang menjalar dalam pikiran mereka.
Menurut mereka itu lah alasan keduanya terlambat. Ini ibarat, ga makan duren, tapi karena ada uap duren di sekitar tubuh, jadi di anggap makan duren. Gitu ga sih? ya sudah lah ya..
Pesanan datang, dan semua sibuk menikmati makanan. Bee menatap Bumi yang begitu lembut dan perhatian, saat pria itu meletakkan potongan daging di piring Sky.
"Makan..keburu dingin.." tegur Bintang sembari memberikan satu potongan wagyu ke piring Bee. Dan semua orang di meja itu melihatnya. Tante Di mengulum senyum senang. Sementara Bee hanya menunduk tak menjawab.
Deg!
Kencang banget debarannya. Di letakkan nya sumpit di sisi piring, lalu perlahan mengambil gelas dan menenggak air putih itu sampai habis.
Please deh jantung, jangan berdebar kencang. Dia cuma buat potongan daging ke piring gue, apa spesialnya? biasa aja..
Ketika yang lain makan sambil sesekali melempar cerita, Bee diam-diam memakan daging yang tadi di berikan Bintang dan mengunyahnya perlahan, masih dalam diam.
Bintang sempat meliriknya dan tersenyum.
Tante Di dengan sengaja meminta Bintang untuk mengantar mereka, walau Bee sudah menyikut tante Di, merasa tidak enak masih saja mendekatkan diri dengan Bintang, dan menyarankan untuk naik taxi online.
Beberapa kali Bee melirik tante Di, tapi wanita itu masih terus memejamkan matanya. Bee tahu, tante nya pura-pura tidur.
Aneh bener Tante gue, dulu aja ga suka gue dijodohin sama cowok ini, sekarang kok gue ngerasa tante Di pengen jadi Cupid buat kita..
Lama tante Di menunggu, tapi tak terdengar juga suara bicara dari depan. "Aduh, kenapa jadi pada diam-diam an gitu sih. Ayo dong kalian berdua, saling berita kek, pegangan tangan kek, atau ciuman juga ga apa deh" batin tante Di.
Lagi-lagi harapan kandas. Karena hingga sampai di depan gerbang, tak satu pun dari mereka berbicara.
"Makasih ya Bintang" ucap tante Di ramah. Menyalami pria itu dan menatap kesal pada Bee.
"Masuk dulu yuk.."tawar Tante Di.
"Ga usah tan, ini juga udah malam. Dia lagi di tungguin tuh, jangan nyusahin orang mulu deh.." sambar Bee kesal melihat sikap tante Di yang sok kompak pada Bintang. Apa wanita itu ga tahu, kalau semakin lama Bintang di sekitar Bee bisa membuat tubuh Bee kejang, atau serangan jantung mendadak??
"Baik lah tante, makasih.." ucap Bintang mengikuti langkah tante Di masuk ke dalam, meninggalkan Bee yang melongo di luar.
Tante Di bersama Tuti, sang asisten rumah tangga heboh menyajikan kudapan dan minuman untuk Bintang. Sementara Bee memilih untuk mandi dan mengurung diri di kamar.
Namun hati nya tak bisa menyangkal. Komik detektif milik Piter yang biasa membuat nya semangat untuk membaca, nyata nya sedikit pun ga nyangkut di otak nya.
Malah nyangkutnya pada tamu dadakan..😜
Penasaran sudah setengah jam berlalu, tapi tante Di tak memanggil nya untuk turun.
Lagi apa sih? kok ga nyuruh gue turun? apa udah pulang ya?kok ga pamit ke gue?ga sopan! Eh..tapi gue emang siapa?!
Ribet dengan perdebatan dalam hati nya, Bee memilih turun, mencari tahu. Rasa penasarannya membuat nya mengesampingkan ego nya.
Dari jauh dia melihat Bintang begitu akrab bercengkrama dengan Om Edo dan itu Niko. Biasanya mana pernah bocah itu mau ngobrol sama orang, apalagi yang belum terlalu kenal.
"Dor..!" ucap tante Di menepuk punggungnya, membuat Bee kaget.
"Kamu ngapain ngintip dari sini, sana gabung temani tamu kita" seru Tante Di.
"Ogah, aku cuma mau lihat dia udah pulang apa belum. Lagian aku turun mau ngambil apel di kulkas" sahutnya ngeloyor pergi. Tapi tante di sudah menyeret Bee menuju ruang tamu, saat gadis itu hendak masuk dapur.
"Bintang, kamu di temani Bee dulu ya, Tante ada perlu sama om Edo" ucap tante Di mengedipkan matanya pada sang suami, namun parah nya sinyal itu susah di tangkap om Edo.
Kelamaan gerak, tante Di sudah menarik suaminya untuk masuk ke dalam. "Niko, kamu ada les ruang guru kan? ayo masuk kamar sana" hardik tante Di.
"Udah ma, tadi sore. Yang malam ulangan doang, paling latihan yang udah di record yang di bagi" bantah nya masih betah duduk dengan Bintang.
"Sekarang mama bilang. Kamu harus lebih rajin ngulang-ngulang, biar pintar"
Ini anak nyusahin aja, ga ngerti apa mama nya lagi usaha buat kakak nya..
"Ma, aku juara umum loh di sekolah" masih ngeyel ga beranjak.
"Sekarang mama bilang, masuk!" semua orang dalam ruangan itu terperangah, kaget seolah itu bukan wanita yang mereka kenal selama ini.