Sold

Sold
Sangkar emas



Bintang menolak untuk diantar pulang. Meminta Bumi untuk mengantarkannya ke apartemen nya saja.


Disini lah dia malam ini, berbaring dengan kepala yang berputar, perut yang menggelora minta di keluarkan isinya.


Segelas air hangat dicampur perasan lemon berhasil meredakan rasa mual nya, hingga dia bisa terlelap.


***


Malam itu, saat dia turun untuk makan malam, pak Jarwo menyampaikan kalau Bintang sudah pergi, dan meminta Bee untuk menikmati makan malam nya seorang diri.


"Kemana dia pak?"


"Ga bilang, Nya" jawab pak Jarwo.


Alhasil malam itu Bee ga bisa tidur. Pikirannya melayang entah kemana memikirkan keberadaan Bintang.


Tiba-tiba dia teringat, apa yang dikatakan tante Di, kalau orang seperti Bintang itu, banyak gadis yang menginginkan nya. Jadi jika dia tak bersedia melayani suaminya, maka akan banyak wanita di luar sana yang akan dengan suka rela membuka pahanya untuk Bintang.


Memikirkan hal itu, sungguh membuat Bee bergidik, sekaligus marah.


Gila aja, baru juga gue di nikahi dua hari, dia udah tidur sama cewek lain? dasar mesum, gue benci lu Bintang!


Tapi sedetik kemudian dia menyesali dirinya. Harusnya benar dia memberikan apa yang memang jadi hak Bintang, sesuai perjanjian. Lagian kalau dia sudah hamil, pernikahan itu akan semakin cepat diakhiri kan?


Berlaga dengan pikirannya, bunyi telepon berhasil menyita perhatiannya.


"Bintang.." cicitnya riang penuh semangat, mencari ponselnya yang ternyata ada di meja rias nya.


Raut kecewa di wajahnya menandakan apa yang dia harapkan jauh dari kenyataan.


"Halo.."


"Hai sayang, lagi apa?" suara Elang yang tampak ceria menandakan dirinya sedang dalam suasana hati yang bagus.


"Ini mau tidur" jawabnya ketus. Aneh, kalau biasanya dia bersemangat untuk bicara pada Elang, kali ini Bee benar-benar tak minat.


"Coba tebak, aku punya kabar gembira buat kita.."


"Apa?" masih tak bersemangat.


"Minggu depan band kita akan rekaman dan besok kita bakal tanda tangan kontrak untuk album pertama, sayang.." jeritnya di seberang sana.


"Selamat Lang. Aku turut bahagia. Impian kamu kini terwujud" ucap Bee sarkas. Mungkin impian Elang terwujud, tapi bagaimana dengan dirinya? nasib nya sebagai wanita rentalan setahun?


"Kok ngucapinnya kayak ga semangat gitu sih yang? Ini demi kita loh.."


"Iya, aku semangat kok. Beneran.." suara Bee berusaha tampak ceria.


"Masalah itu sudah kamu selesaikan?" tanya Bintang, nada suaranya berubah dingin dan serius.


"Masalah apa?"


"Kok masalah apa sih Bee? kamu udah tidur belum sama dia? semakin cepat kamu hamil, semakin cepat pernikahan itu diakhiri. Aku mau kamu kembali sama aku. Kita menikah!" berang Elang.


"Belum.."


"Mau sampai kapan Bee? kamu mau lama-lama hidup sama dia? atau jangan-jangan kamu udah jatuh cinta lagi sama pria itu?" tuduh Elang marah.


"Kamu apaan sih Lang. Ga, aku mana mungkin jatuh cinta sama dia!" protes Bee. Kini semkin kesal karena terpojok oleh omongan Elang.


"Terus kenapa di tunda-tunda?"


"Ya aku..aku belum siap Lang. Aku belum siap melakukan hal itu sama orang yang ga aku cintai.."


"Kamu sabar ya sayang..aku paham perasaan kamu. Kamu bayangin aja kalau kamu melakukannya dengan aku. Bayangin pria itu adalah aku..biar kamu relaks" ucap Bintang dengan suara melembut.


Setelah pembicaraan itu usai, Bee menatap pantulan nya di cermin, menarik nafas lalu menghembuskan nya.


"Yah..gue bakal lakukan, kalau berat gue bakal bayangin wajah Elang" ucap nya pada dirinya sendiri, lalu beranjak ke tempat tidur untuk mengakhiri malam itu.


Bee masih mondar-mandir di ruang tamu pagi itu. Untuk apa lagi selain menunggu suaminya yang tak pulang dari semalam.


Hingga pukul sepuluh, orang yang di tunggu ga pulang juga. Dengan kesal dan memaki dalam hati, Bee menelpon tante Di, berharap sudah kembali ke Jakarta, karena Bee ingin ke rumah tante Di saja. Lagian di sana dia punya banyak barang, komik milik Piter juga di sana, dia belum menyelesaikan semuanya.


Tapi tante Di bersama Niko masih di Pekanbaru, lusa baru kembali ke Jakarta. Hanya om Edo yang lebih dulu pulang karena harus masuk kerja lagi.


Bosan dengan keadaan itu, Bee menghubungi Kiki, untuk mengajak gadis itu jalan. Tapi ternyata mereka sekeluarga pergi ke Jogja, nenek dari ayahnya meninggal.


Siapa lagi yang bisa menemani dia? kalau hanya berdiam diri di rumah sepanjang hari, dia bisa gila.


Setengah jam kemudian Bee sudah turun, dengan stelan blazer dengan celana pendek yang senada menjadi pilihannya siang itu.


"Maaf Nya, mau kemana?" tanya Pak Jarwo. Pasalnya setiap sepuluh menit tuannya menelpon untuk mengetahui apa yang sedang di lakukan sang istri di rumah. Dan dengan tegas, Bintang memerintahkan untuk tidak memperbolehkan Bee keluar rumah.


"Mau jalam sebentar pak, di rumah bosan" sahut Bee, lalu melangkah pergi, tapi langkahnya di tahan pak Jarwo.


"Maaf Nya, tuan pesan, nyonya ga boleh keluar rumah hari ini, karena pengawal nyonya belum di siapkan tuan Riko"


"Aku ga butuh pengawal pak. Aku bisa jaga diri" ucap Bee kesal, karena Bintang sekarang sudah mulai ingin mengatur hidupnya.


"Maaf Nya, tapi saya di perintahkan untuk mengawasi nyonya untuk ga keluar rumah"


Dengan kesal Bee naik kembali ke kamarnya. Tapi bukan Bee kalau dia ga punya rencana. Dia membiarkan rumah kondusif kembali, setelah tidak ada yang sadar dia akan menyelinap, dari pintu samping, dekat kolam renang, yang tembus ke halaman belakang.


Rencana nya berhasil, semua pelayan saat itu sedang ada di dapur. Bahkan Pak Jarwo sedang keluar untuk mengurusi logistik mereka.


"Hah..udara kebebasan. Lega banget gue.." ucap nya sambil duduk di bangku taman yang sudah jauh dari lokasi rumah Bintang.


Taxi online pesanan nya sudah membawa Bee ke salah satu mall mewah di Jakarta. Di sana Bee menghabiskan waktunya untuk makan, menikmati hidangan yang selama ini tidak di perbolehkan Tante Di.


Setelah keluar dari mall, Bee menangkap siluet tubuh yang mirip dengan pria yang belakangan ini selalu di dekat nya.


Dengan wajah gembira, Pria itu tertawa saat wanita itu mengucapkan sesuatu yang mungkin lucu bagi pria itu. Berlama-lama Bee menatap gadis itu. Cantik. Dan itu model yang sedang in saat ini.


Sekuat tenaga Bee meremas sisi blazer nya, ada rasa sakit menghentak dadanya melihat Bintang bersama wanita lain. Bukan kah dia harusnya tak perduli?