Sold

Sold
Gosip pertunangan



Bisa di tebak, si pengecut Elang mati kutu tidak berkutik mendengar semua penuturan Kia. Semua kemungkinan untuk menuntut balik juga sudah di terangkan padanya yang berhasil membuat nya terdiam seribu bahasa.


"Jadi bagaimana? Anda ingin lanjut? kita ketemu di pengadilan" rahang tegas Kia mengeras, dengan suara tegas berwibawa.


Dari tempatnya, Bee hanya diam, menikmati rasa kesakitan mental yang kini di rasakan Elang. Ada sedikit rasa malu di hatinya, pernah menyukai pecundang seperti Elang.


Kedua nya kini menatap punggung Elang yang semakin menjauh. Bee meraup udara yang bisa dia gapai sebanyak-banyaknya, melepas beban nya beberapa hari ini. Elang meminta maaf dan berjanji tidak akan mendekati Bee lagi, asal dia tidak di laporkan balik.


Satu hal dari penyelidikan Kia, yang sudah dia beberkan tadi, ternyata Elang adalah pemakai drugs jenis sabu. Saat Kia mengancam akan melaporkan pada pihak berwajib, Elang langsung pucat dan memohon untuk melepasnya.


"Anda boleh pergi. Tapi ingat jangan pernah sekalipun berpikir untuk mendekati atau pun menjahati Bee lagi, karena sekarang ada saya yang akan melindungi nya" ujar Kia sebelum Elang pergi.


Hanya butuh dua jam untuk menyelesaikan masalah yang sudah tiga hari membuat Bee sekarat karena takut dan gelisah. Dan itu semua berkat Kia. Tak jemu Bee menatap wajah pria itu dari samping.


"Gue harus bilang apa sama lo? Lo baik banget sih Kya sama gue. Gimana cara gue balas kebaikan lo sih Kya?" ucap Bee terus menatap Kia yang sibuk mengemas bukti-bukti yang tadi dia tunjukkan pada Elang.


"Gampang. Lo nikah aja sama gue" cengiran Kia nular hingga membuat Bee tersenyum.


Doa nya terkabul. Saat dia punya masalah pelik dan tidak ada yang bisa menolong nya, justru Tuhan kirimkan Kia padanya. Bee menyandarkan punggung nya pada sandaran sofa, yang di ikuti Kia.


"Tapi gue serius Bee. Perasaan gue masih ada buat lo. Tapi please, jangan jadi ga nyaman. Kita bisa jadi sahabat aja asal lo nyaman di dekat gue. Asal gue bisa tetap di dekat lo. Kalau suatu hari hati lo terbuka buat gue, berarti Tuhan sayang sama gue" ucap nya setelah menegakkan tubuh, duduk tegak menatap wajah Bee.


"Gue ga pantas buat lo Kya. Gue janda anak satu. Masa depan gue juga belum jelas. Jangan habiskan waktu lo buat gue. Lo orang baik, tapi hati gue cuma buat seseorang yang sudah terlambat gue miliki" Pikiran Bee kembali melayang pada sosok itu. Sosok yang begitu dia rindukan, tapi enggan untuk bertemu.


"Sudah lah. Ga usah kita bahas lagi untuk saat ini. Biarkan aja ngalir" ucap Kia mengacak rambut Bee.


"Kita pulang" Kia sudah bangkit, mengulurkan tangan nya untuk membantu gadis itu bangun dari duduk nya.


***


Setelah semua yang terjadi, seharusnya hidup Bee bisa kembali tenang. Hanya itu yang dia inginkan. Menjalani hidupnya hanya dengan Saga anak nya. Tapi nyatanya ketenangan nya kembali terusik. Pemberitaan mengenai kedekatannya dengan vokalis Derago, Elang sakti, hampir setiap jam wara-wiri di teve.


Tak sampai di situ, kini akun-akun gosip di medsos juga sudah membicarakan hubungan mereka. Strategi marketing yang di konsep tim manajemen band itu nyata nya berhasil, penjualan album Derago meningkat, dan group band itu banyak di undang di acara-acara TV, dan setiap di tanya, Elang akan bilang kalau mereka akan segera menikah.


Ckk..,Dasar pria kardus tukang tipu!


Yang membuat Bee semakin kesal, berulang kali tv menyiarkan adegan ketika Elang melamar dan mencium bibirnya.


Dan sudah dua hari pula, Mood Bintang Danendra meledak-ledak. Semua pekerjaan di setiap divisi yang biasa nya hanya di periksa oleh Riko, kini diambil alih oleh Bintang. Dan semua itu karena pemberitaan pertunangan Bee dan Elang.


"Maaf tuan, itu isi kontrak kerja sama dengan PT Kinanti" seru Riko menelan saliva dengan susah. Seolah yang ada di tangan Bintang tadi bukan kertas melainkan lehernya.


"Oh..sorry ko. Lo print yang baru. Ini udah ga layak lagi" Bintang melempar kertas itu pada keranjang sampah di dekat mejanya.


Kenapa sulit banget ngelepas lo Bee..


Alasan utama Bintang untuk mengganti nomor ponsel sekaligus hape nya adalah untuk menjauhkan niat nya menghubungi Bee, tapi malam itu, rasa rindunya tidak terbendung, hingga menghubungi gadis itu, yang ternyata beruntung dia menelpon hingga tahu Saga yang sedang sakit.


Tapi kini hati nya semakin tak bisa melepas Bee. Tak ada guna nya berpuluh kali pun mengganti nomor, karena nomor gadis itu melekat di otaknya.


"Ini tuan" Riko menyerahkan kembali file yang di minta Bintang.


"Besok pukul 10 kita ada meeting di hotel Premier tuan, bersama PT. Kinanti" terang Riko mengingatkan jadwal bosnya.


Sejak menyandang status duda, Bintang semakin tidak terarah. Kadang tidak masuk kerja, seharian tidur dia apartemen karena malam nya minum sampai mabuk dengan ketiga sahabat nya. Riko bahkan pernah suatu hari masuk ke ruangan bos nya dan mendapati Bintang sedang tidur di sofa di ruangannya lengkap dengan pakaian kerja dan sepatu.


Riko tahu, pria itu tidak pulang. Menyibukkan diri dengan pekerjaan dengan tujuan bisa melupakan mantan istrinya, nyatanya hingga detik ini tidak berhasil sama sekali.


Itu lah alasan Riko hingga kini Memilih untuk hidup sendiri. Cinta membuat sengsara, begitu motto nya.


"Ok ko, ingat kan gue besok. Hari ini gue mau pulang, kepala gue pening banget" ucap nya seraya bangkit dari kursi kebesaran nya.


"Makanya, buang lah mantan pada tempatnya bos, jangan berharap di ambil lagi" cicit nya.


"Lo mau gaji lo gue potong lagi?" sambar Bintang yang mendengar ocehan Riko.


"Hehehe..sorry bos" Bintang tidak menanggapi lagi godaan Riko. Sebenarnya Riko hanya kasihan padanya. Begitu merana karena cinta. Dia begitu berharap kalau bos nya itu akan bahagia bersama Bee, tapi nyatanya gadis itu mencampakkan pria yang di minati banyak kaum hawa itu.


Tiba-tiba satu pemikiran muncul di benak Riko. Satu ide, yang di harapkan nya bisa membawa perubahan baik pada hidup bos nya.


Keesokan pagi nya, tepat pukul sembilan Riko sudah berada di apartemen Bintang yang di sambut makian dari bosnya.


"Ngapain lo jemput gue jam segini? lagian biasanya kita ketemu di tempat meeting kan?" hardik Bintang yang masih baru bangun tidur dan hanya menggunakan Boxer.


"Saya cuma ga mau kita telat bos. Ini kerja sama pertama kita dengan PT besar ini. Proyek ini triliun soalnya" terangnya cengengesan.