
Hardikan Bee membuat kedua pemuda yang memegangi tangan wanita itu menoleh pada suara yang menghardik dari belakang.
"Jangan ikut campur..pergi sana kalau tidak mau dapat masalah" ancam salah satu nya. Tapi Bee tidak gentar. Dia tidak mungkin pergi membiarkan seorang gadis yang sepertinya akan di rampok oleh mereka.
"Lepaskan dia, kalau tidak kami akan menghubungi polisi" sahut Bee berusaha berani. Tidak seperti di awal karena kali ini si pria lain yang lebih seram wajah nya mengeluarkan sebuah belati dari saku jaketnya.
Kepanikan mulai melanda Kinan. Suasana jalan memang sedikit sepi walau masih dekat dengan mall. Tapi jam segini orang-orang pasti sedang menikmati makanan nya di dalam mall atau asik dengan belanjaannya.
Bahkan saat genting seperti ini seorang tukang parkir pun tidak tampak yang mana semakin menambah kepanikan kedua wanita itu.
"Gimana nih Bee?" bisik Kinan. Telapak tangannya sudah berkeringat. Ketakutan akan bahaya yang bisa saja menghampiri mereka.
"Tenang Nan. Kita coba ulur waktu sampai ada orang lewat yang bisa kita mintai tolong"
"Tolong.." rintih wanita yang masih diapit kedua nya. Baik Bee atau pun Kinan sama sekali belum bisa melihat wajah gadis itu.
"Hey, masih pada bengong di sana, pergi ga? gue lagi baik nyuruh lo berdua pergi. Jangan sampe kita bekap juga lo berdua" ancam pria garang yang kini tampak kewalahan memegangi sandra nya.
"Kita ga akan pergi, sebelum lo lepasin gadis itu" hardik Bee pura-pura berani. Dalam hatinya terus berdoa semoga datang pertolongan.
"Bacot lo. Ga sayang sama nyawa kalian? apa lagi lo, lagi hamil sok jadi pahlawan! pergi sana"
"Ah..udah, keburu rame ntar. Ayo kita bawa" hardik teman si jambang yang mulai menyeret wanita itu.
Tanpa pikir panjang, Bee mendekat dan menimpuk dengan batu yang sempat dia pungut di tanah, mengenai pundak salah satu dari mereka tepat saat kedua nya berbalik untuk pergi.
"Dasar l*nte! Biar gue mampusin sekalian" raung nya memegangi pundak nya yang sakit.
Saat mendekat pada Bee, Kinan pun mencari batu lain, dan melempar ke arah pria itu. Sayang nya Kinan yang panik dan ketakutan melempar tanpa melihat sasaran. Alhasil si jambang dapat mengelak. Kini pria itu sudah memegangi tangan Bee, memelintir pergelangan tangannya hingga dia mengaduh.
"Bee.."teriak Kinan.
"Lari Nan, cari bantuan"
Seolah terhipnotis, Kinan bukan nya lari malah bengong di tempatnya berdiri. Menangis menatap ke arah Bee yang di seret paksa si jambang.
"Nan, lari cepat. Cari bantuan" teriak Bee hingga kesadaran Kinan kembali dan mulai lari berbalik arah.
Perut Bee terasa sakit berjalan cepat mengikuti langkah tergesa kedua pria itu. Wanita itu yang kini disumpal mulut nya dan di pegangin oleh teman si jambang sejak tadi, menahan langkahnya dengan mendudukkan dirinya di tanah.
Si jambang yang melihat kejadian itu semakin kesal, karena target menyusahkan mereka. Baru akan mengeluarkan makian, Bee diam-diam bangkit, dan menendang s*langkangan si jambang yang meraung kesakitan. Mendapatkan rasa sakit membuat pria itu murka, lalu sekuat tenaga nya menampar wajah Bee hingga sudut bibirnya berdarah.
"Dasar j*lang, gue habisi lo!" umpat nya mendekati Bee yang kini terduduk di tanah, dengan wajah menunduk. Baru saja tangan besar si jambang menjambak rambut nya, Bee mengangkat wajahnya dan dengan cepat pasir yang sejak tadi sudah ada di genggaman nya, di siram tepat ke mata penjahat itu.
Serangan tiba-tiba dari lawannya yang sama sekali tidak di duga oleh si jambang membuat nya mundur sembari memegang mata nya yang tidak bisa melihat.
"Sakit..dasar j*lang sialan!" makinya sembari meraung kesakitan. Teman nya melepas pegangan wanita yang hendak di culik tadi, lalu menghampiri sahabatnya. Saat itu lah, Bee mundur, melihat ada balok sisa bangunan sepanjang lengan orang dewasa, wanita itu mengambilnya dan segera memukul tengkuk teman si jambang hingga terkulai lemas di tanah lalu memukul kepala dan perut si jambang.
Bee masih belum percaya apa yang sudah dia lakukan. Ditatapnya keduanya. Dia tidak menyangka dirinya bisa se sadis itu. "Tolong.." suara lirih itu membuatnya kembali tersadar. Di lemparkan balok yang ada di tangannya lalu segera menghampiri wanita itu.
Wanita itu tampak sesak dengan sapu tangan yang disumpel di mulut nya. Bee membuka ikatan pada tangan dan juga penutup wajah wanita itu berupa kaos pria. Bee menebak itu adalah baju salah satu penjahat tadi.
Saat di buka, baru lah keduanya bisa saling lihat, dan saat itu lah wanita yang tadi menjadi korban penculikan itu menangis hingga tubuhnya lemas merosot.
"Bee..." raung nya memeluk pundak Bee yang masih syok, tidak menyangka ternyata wanita yang dia selamatkan adalah Kiki, teman SMA nya sekaligus adik nya Kiano.
"Kamu kok bisa sampai mau di tangkap sama mereka?" tanya Bee masih merangkul Kiki. Belum sempat menjawab, kedua nya menoleh ke arah beberapa orang yang datang. Bee bisa melihat salah satu nya adalah Kinan.
Tidak lama, pandangan Bee mengabur seiring rasa pusing di kepala serta sakit di bawah pusar nya. Bee tidak ingat apa pun lagi.
Saat mata nya mulai terbuka, sedikit demi sedikit dia berusaha mengumpulkan ingatannya akan apa yang baru saja terjadi padanya. Kepalanya masih terasa pusing begitu pun sudut bibirnya yang seperti terkoyak.
Berulang kali mengerjapkan mata, menghalau rasa pusing itu menyerang. Rasa nyeri di bawah pusar nya kembali menyerang. Dia sudah ingat semua. Bola matanya memutar menatap sekeliling. Tempat yang sangat asing, tapi dari dekorasi dan juga warna selimut yang dia pakai, dia sedang berbaring di ranjang rumah sakit. Ingatannya membawa nya ke pada Kiki dan juga Kinan. Susah payah dia ingin duduk. Memegang besi pinggiran ranjang sebagai tumpuan.
"Ehem.." jantung Bee hampir saja lompat sangkin terkejutnya. Dia menoleh ke arah datangnya suara dan percayalah tatapan mata itu lebih tajam dari pisau. Kenapa dia tidak sadar kalau sedari tadi sudah ada Bintang di samping tempat tidurnya?
Tunggu dulu, kenapa tatapannya begitu mematikan? memang nya Bee salah apa? jangan lupakan saat ini dia berbaring di ranjang rumah sakit, artinya dia pasien, harus di jaga di rawat dan di buat senyaman mungkin biar cepat sembuh kan?
"K-ak.." ucap nya meringis. Apa lagi yang bisa dia lakukan. Dia kenal Bintang luar dalam, dan dari sorot matanya, Bee tebak dia pasti sudah melakukan sesuatu yang membuat suami nya tercinta ini marah.
* Hai semua kesayangan akoh..maaf ya belakangan ini up nya cuma 1, ini juga di sempat-sempatin. Banyak kerjaan soal nya. Maaf ya, jangan jenuh sama aku🙏
kuy, sembari nunggu up lagi Sold nya, singgah di sini 🙏😁