Sold

Sold
Niat katakan putus



"Kemarin Lo kenapa ga masuk?" Sergap Lala setelah tiba di kantin FBS, tempat mereka janjian.


Bee yang fakultas nya lebih jauh, harus datang lebih dulu ke kantin itu. Tepat dugaan nya, kedua sahabat nya belum keluar ruangan, hingga sendiri menunggu di kantin.


"Anak gue demam"


"Apa? ponakan ganteng gue demam? Lo kok ga bilang sih?" sambar Lala meletakkan daftar menu fokus melihat Bee.


"Sorry, ga sempat. Tapi dia udah sehat kok. Kemarin juga udah mendingan, cuma gue ga tega buat ninggalin"


"Demam kenapa si genteng?" Caca juga merasa empati, pasalnya dia tahu Bee tidak punya pengalaman, pasti panik saat anak nya sakit.


"Mau tumbuh gigi kata dokter"


"Bapak nya ga lo kabari?" pertanyaan Caca justru membuat Bee sadar. Benar juga. Kenapa setelah sekian lama mereka tidak berkomunikasi pasca bercerai, tiba-tiba Bintang menghubungi nya? tapi semua pertanyaan itu hanya dia kumpulkan dalam hati.


"Iya. Kak Bintang datang ke rumah sakit"


"Kenapa lagi wajah lo kok cemberut? kesal dia datang? segitu benci nya lo sama bapak si Saga sampai stres gitu ketemu dia?" sosor Caca. Kadang gadis itu tak habis pikir, apa yang membuat Bee lebih memilih Elang dari Bintang yang notabene punya segala-gala nya.


"Bukan gitu Ca.." kalimat Bee terhenti saat pelayan kantin datang membawa minuman yang mereka pesan. Bee melanjutkan ucapannya setelah mereka kembali bertiga.


"Justru gue..gue baru sadar kalau gue udah suka sama kak Bintang. Gue udah cinta sama dia" Hati nya bahkan bergetar mengakui kenyataan yang sedari dulu tidak dia sadari.


Lala yang lebih sensitif masalah asmara mengusap punggung Bee yang kebetulan duduk di samping nya. Ikut sedih melihat gadis itu menangis menyesali keterlambatannya untuk mengakui perasaan pada Bintang.


"Kenapa ga coba jujur sama kak Bintang. Pasti dia senang lo ternyata udah punya perasaan sama dia" ucap Caca ikut menggengam tangan Bee yang ada di atas meja.


"Ga semudah itu" dengan punggung tangannya, Bee menghapus jejak air mata di pipinya. "Ibu udah tahu tentang hubungan gue dengan Elang. Justru ibu yang minta Bintang menceraikan gue, agar bisa bersama Elang yang dia kira pria yang masih gue cintai"


"Lo hanya perlu berkata sebenarnya sama ibu. Gue yakin mertua Lo pasti bisa terima" Lala ikut memberi semangat. Dulu dia berharap Bintang bisa menyukainya, tapi melihat kesungguhan cinta pria itu pada sahabatnya, Bee, Lala ikhlas dan kini merestui mereka dengan tulus. Berharap mereka bersatu selama nya hidup bahagia.


"Ga bisa La.."


"Kenapa lagi?" sosor Caca ga sabaran.


"Elang ngancam bakal publikasi kan ke orang-orang kalau Bintang udah beli gue. Pernikahan kami paksaan, dan itu pasti akan pengaruh sama saham dan perusahaan milik Bintang. Aku ga mau kak Bintang jadi bahan cemoohan orang, terlebih rival bisnisnya"


"Dasar benalu sepupu lo, Ca! empet gue!" salak Lala menggebrak meja. Tiga orang pria yang sedang makan di samping mereka ikut menoleh ke arah mereka karena terkejut, tapi Lala cuek ga perduli.


Caca hanya bisa diam. Dia mengakui, kalau Elang brengsek. Bahkan dia malu punya saudara seperti Elang.


"Sekarang apa rencana Lo?" tanya Caca tak menggubris makian Lala pada sepupunya itu.


"Apa? ga ada. Gue cuma bisa membesarkan Saga dengan baik, demi bakti gue sama Bintang"


"Lalu Elang?" potong Lala.


"Coba aja dia ga terima, gue kebiri dia!" umpat Caca ikut panas.


***


Orang yang paling tidak ingin di temui Bee justru muncul di hadapannya. Dengan senyum penuh gembira, Elang datang menemuinya di kampus hari itu.


"Hai cantik" setengah berlari menyongsong kedatangan Bee yang baru turun dari jurusannya.


"Hai..kamu ke sini?" rasa muak melihat pria itu semakin hari kian bertambah.


"Iya dong. Aku jemput kamu. Ada yang mau aku bicarakan sama kamu Bee" senyum masih tetap menghiasi bibirnya.


Dahi Bee mengkerut, menerka apa kiranya yang akan di bahas pria itu dengan nya. "Yuk.."


"Kemana? di sini aja ya Lang. Aku ga bisa lama. Aku harus cepat pulang, Saga butuh aku"


Wajah Elang berubah masam. Dia begitu kesal setiap Bee menyebut nama Saga. Bagi nya anak itu adalah penghalang kebersamaan mereka.


"Ok deh, di kantin yuk" tunjuk Elang ke arah kantin yang terdekat dengan pendopo kampus. Elang harus mengalah, menahan ego nya demi misi nya untuk mendapatkan Bee.


"Ada apa sebenarnya Lang?" Bee ingin urusan dengan pria itu cepat selesai dan segera pulang menemui Saga. Dia sudah rindu bermain dengan buah hati nya yang paling tampan itu.


"Aku mau minta tolong Bee. Band ku ingin buat single baru, dan aku ingin kamu jadi model video klip nya" ujar Bintang mengutarakan niatnya. Bos nya sudah berpesan, agar Elang harus berhasil merayu Bee. Berita skandal Bee dengan Bintang yang sempat disiarkan dulu menjadi satu daya tarik guna mendompleng popularitas band mereka.


Saat ini nama Bee diperhitungkan dalam industri hiburan. Jadi jika memakai gadis itu, sedikit banyak nya masyarakat akan melirik band itu karena Bee ada di sana.


"Kenapa harus aku Lang? aku kayak nya ga bisa, mau fokus dulu sama Saga. Dia baru sembuh dari sakit" terang Bee menolak. Semakin sedikit intensitas bertemu dengan Elang, maka hubungan mereka akan merenggang. Ada alasan untuk berpisah nantinya.


"Ya karena kamu pacar aku.."


"Maaf Lang, tentang itu, ada yang ingin aku bahas serius dengan mu" potong Bee setelah diingatkan Elang tentang status mereka.


Bee ingin mengakhiri hubungan nya dengan Elang. Tidak perlu berlama-lama, dia sudah yakin dengan hatinya. Tidak mungkin bisa kembali menyukai elang, karena hati nya kini di kuasa oleh satu nama, Bintang.


Bahkan perasaan itu sangat kuat. Besar nya rasa cinta yang dia rasakan pada Bintang berbeda dengan apa yang dia rasakan pada Elang selama ini.


Baru lah Bee teringat ucapan tante Di kala itu.


'Kamu hanya terobsesi pada pria itu. Karena hanya dia lah teman laki-laki mu sejak kecil. Kalian tumbuh bersama, dan saat dia membelamu dari anak-anak lain yang saat itu merundung mu, kamu menganggap nya superhero. Hanya itu. Dan itu bukan lah cinta, Bee'


"Nanti aja. Setelah projek ini rampung" ucap Elang menggengam tangan Bee.


Tak jauh dari sana, Bintang yang ingin menemui Bee di sana, karena dorongan rindu yang sulit di tahan nya melihat pasangan itu. Saling menggenggam tangan, dan mereka tampak tersenyum.


"Tampak nya kamu udah bahagia Bee. Tampak nya kali ini aku memang harus mundur untuk selamanya. Menjalani hidup kita masing-masing" cicit nya pada angin siang itu, yang membelai wajah tampan Bintang, membawa langkahnya kembali pulang menutup hati untuk seorang Bee.