Something different

Something different
Kesalahpahaman Dhea



Siang ini William menjemput Dhea di kampusnya.


" Dhe!" Panggil William.


" Iya!" Jawab Dhea sambil menengok ke arah William.


" Nanti malam aku ingin mengajakmu ke pesta." Kata William sambil terus berkonsentrasi dengan jalanan di depannya.


" Pesta lagi?"


" Kenapa Dhe?"


" Kau ini sering sekali pergi ke pesta, apa kau tidak bosan Will?"


" Kau kan tau sendiri Dhe, rekan bisnisku itu banyak, jadi aku tidak mungkin untuk menolak undangan mereka, itu kan sama saja membangun sebuah hubungan."


" Tapi janji ya, tidak ada wanita dan tidak ada minuman keras?"


" Iya Dhe, aku janji."


" Ya sudah, nanti kau mau menjemputku jam berapa?"


" Pukul 7 ya Dhe?"


" Ok." Jawab Dhea singkat.


Tak lama kemudian mereka telah tiba di apartemen Dhea, dan William segera berpamitan untuk kembali ke kantornya lagi.


############


Malam hari tepat pukul 7 William menjemput Dhea.


" Hai Dhe." Sapa William.


" Hai."


" Hmmm...kau cantik sekali sayang, seperti seorang bidadari."


" Hahaha kau ini jika ingin memujiku tolong pakai logika tuan!!" Jawab Dhea sambil tersenyum.


" Apakah aku harus menggunakan rumus phytagoras agar bisa masuk logikamu sayang??"


" Hahaha....lucu..lucu...!!" Jawab Dhea sambil tersenyum mengejek.


" Ayo!! Jadi pergi tidak? Atau kau ingin merayuku lagi?"


" Hemmm...sepertinya tidak ada kata kata lagi yang kuucapkan untuk melukiskan keindahanmu sayang!!"


" Pretttttt......." Kata Dhea sambil mencibir ke arah William kemudian berjalan keluar.


" Hei apa yang kau ucapkan barusan Dhe??" Kejar William penasaran.


" Kau tidak akan paham, jadi tidak usah dibahas ya? Hidup ini sudah terlalu rumit tuan, jadi jangan semakin kau tambah rumit dengan memikirkan kata kataku tadi ok."


" Hahaha...ok siap nona!!" Jawab William sambil berjalan beriringan di samping Dhea.


Saat sudah berada di dalam mobil, tiba tiba William menepikan kendaraannya sambil mencari cari sesuatu. Dia meraba raba seluruh saku baju dan celananya.


" Ada apa Will? Apa yang sedang kau cari?"


" Dompetku Dhe! Dompetku tidak ada!"


" Coba kau pikir dengan tenang dulu, jangan terburu buru seperti itu!!"


Kemudian William diam sejenak sembari mengingat ingat.


" Apa masih di rumah ya Dhe?"


" Coba kita cari saja Will di rumahmu!!"


" Iya Dhe." Kata William.


Kemudian Willam segera memacu kendaraannya menuju rumahnya kembali.


" Ayo Dhe turun dulu!! Nanti kau terlalu lama menungguku di sini, karena aku harus mencarinya terlebih dahulu." Kata William.


Dhea menuruti permintaan William. Seorang asisten rumah tangga membukakan pintu untuk mereka.


Dhea kemudian duduk di ruang keluarga, sembari menunggu William yang sedang mencari cari dompetnya di dalam kamar.


Saat sedang menunggu William, tiba tiba handphone William yang sedari tadi diletakkan di depan meja bersama kontak mobilnya berbunyi. Terlihat sebuah nomor asing memanggilnya.


" Aduh...aku angkat tidak ya? Tapi jika tidak kuangkat nanti itu telfon penting." Bathin Dhea dalam hati.


" Aahhh aku angkat dulu saja, pasti William tidak akan mungkin marah." Gumam Dhea.


Saat baru saja mengangkat handphone William, terdengar suara seorang wanita di seberang sana.


" Hallloo...sayang...Bagaimana kau sudah bersiap pergi ke pesta hari ini? Aku sudah menunggumu sedari tadi, tapi kau belum muncul juga. Apakah kau tidak merindukan pelukanku sayaaang??"


Dhea langsung menjauhkan telfon itu dari telinganya, tiba tibanya dadanya terasa sesak mendengar suara manja wanita yang sedang menelfon William, rasanya dia ingin membanting hp itu. Jantungnya berdetak lebih cepat seperti sedang beradu dengan bunyi jam dinding yang berada di atasnya.


" Siapa wanita ini? Apakah dia kekasih William? Bahasanya begitu akrab, sepertinya mereka memang memiliki hubungan khusus." Kata Dhea dalam hati.


Tiba tiba William keluar dari arah kamarnya.


" Sayang ayo berangkat! Aku sudah menemukannya!" Ajak William sembari mendekati Dhea.


Dhea tidak bergeming, wajahnya begitu tegang menatap William. Dia masih berdiri mematung sambil memegang handphone yang sepertinya masih belum dimatikan oleh penelfonnya.


" Dhe? Kau kenapa?" Tanya William bingung.


Dhea tidak menjawab, dan justru menyerahkan handphone ke arah William. William menerimanya dengan wajah yang diliputi seribu tanda tanya.


William segera mendekatkan handphone itu di telinganya.


" Hallo...!" Kata William.


" Sayang....kau ini kuajak berbicara dari tadi kenapa tidak menjawab, kau sedang melamun? Atau kau terkejut karena tiba tiba aku berada di sini?"


" Aku merindukanmu sayang, sudah lama kita tidak berjumpa bukan? John yang mengatakan bahwa nanti kau akan datang ke pestanya, jadi aku sudah sedari tadi di sini." Jawab perempuan itu dengan nada bicaranya yang menggoda.


" Louise...kau Louise?" Kata William setengah tak percaya.


Wanita itu adalah Louise, salah satu teman kencan William yang cukup spesial. Mereka pernah menjalin hubungan tapi tidak terlalu lama, karena Louise memilih menetap di Perancis untuk mengikuti kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai duta besar. Wanita yang sangat menyenangkan, dari kalangan atas dan sangat agresif. William bengong sesaat karena masih terkejut mendengar tiba tiba wanita itu ada di sini lagi.


Dhea menatap William dengan perasaan marah, terlebih saat tau William sepertinya sangat mengenal wanita tersebut.


" Pasti wanita itu sangat spesial, jika tidak kenapa William seterkejut itu saat mendengar suaranya." Kata Dhea dalam hati.


Dhea benar benar sudah tidak bisa untuk menahan emosinya, tiba tiba dia membalikkan badan dan buru buru pergi dari hadapan William.


" Dhe kau mau kemana Dhe? Teriak William sambil mengejar Dhea. Tanpa basa basi dia langsung mematikan telfonnya, dan tidak perduli Louise memanggil manggil namanya.


Dhea terus saja keluar dan tidak menggubris panggilan William.


" Dhe kau mau kemana? Tanya William sambil menarik tangan Dhea.


" Lepaskan tanganku!!" Kata Dhea pelan.


" Tidak! Kau mau kemana?" Tanya William.


" Lepaskan tangankuuuuuuu.....!!" Teriak Dhea tiba tiba. Wajahnya terlihat sangat marah.


William amat terkejut melihat Dhea yang sebegitu marahnya. Perlahan dia melepaskan tangan Dhea.


" Kenapa kamu Dhe?


" Kau masih tanya kenapa setelah menerima telfon dari wanita itu?"


" Maksudmu apa?"


" Aku tadi yang mengangkatnya pertama, dia mengatakan bahwa sangat merindukanmu, dan dia sudah menunggumu di sana. Kau janjian kan dengannya? Lalu apa maksudmu mengajakku ke sana? Kau ingin memamerkan kemesraanmu dengannya. Kau ingin menunjukkan bahwa kau masih banyak digilai wanita. Begitu???" Teriak Dhea emosi.


" Dhe, demi Tuhan aku tidak tau jika dia ada di sana. Kau lihat sendiri kan? Bahkan namanya tidak tersimpan di handphonenku, bagaimana aku bisa menghubunginya Dhe?"


" Kau tidak usah berpura pura! Lalu darimana dia tau bahwa kau akan hadir di pesta itu?"


" Bukan aku yang memberitahunya Dhe. Pleas percayalah padaku!!" Kata William memelas.


" Terlalu sulit percaya dengan laki laki hidung belang sepertimu Will."


" Cukup Will....cukup sudah kau mempermainkanku!! Lupakan aku!d Daan tinggalkan aku!! Aku tidak akan mengharapkan apa apa lagi darimu. Selamat tinggal!!" Kata Dhea sambil berlari keluar meninggalkan rumah William.


" Dheaaaaaa....!! Dengar dulu penjelasanku...!! Dheeeee....!!" Teriak William.


Dhea terus saja berjalan dengan cepat meninggalkan William.


" Kenapa kau tidak percaya padaku Dhe?? Kenapaaa??? Aaaaaarrggghhh.......!!!" Teriak William sambil menghantam sebuah kaca almari dengan tangannya, yang berdiri tegak di sampingnya.


" Braaaaakkkkk....."