Something different

Something different
Rencana licik William.



Setelah ditinggalkan Mike yang pulang bersama Dhea, Williampun akhirnya kembali lagi ke kantornya. Seribu perasaan berkecamuk di dalam dadanya. Orang satu satunya yang sepertinya bisa membantu memecahkan masalahnya adalah Daniel. Kemudian William segera menelfon Daniel.


" Hallo Dan ".


" Iya hallo Will ".


" Dan kau bisa ke kantorku tidak ?"


" Sekarang Will ?"


" Bukan, tahun depan !!" Sahut William kesal.


" Hahaha sepertinya kau sedang tidak enak hati ya. Oke tunggu ya, aku akan ke tempatmu sekarang ".


" Buruan ya !!"


" Ok bos ".


William menunggu Daniel di kantornya dengan sangat gelisah, dia tidak sabar untuk menceritakan semua masalahnya, dan semoga temannya itu bisa memberinya ide.


Tak lama kemudian Daniel telah tiba di kantor William.


" Hallo teman ", kata Daniel saat pertamali masuk ke dalam ruangan William, dan langsung menyeruput kopi yang ada di atas meja di depannya.


" Hei itu punyaku, enak saja asal minum !!" Gerutu William.


" Sedikit bos, tenggorokanku haus tadi panas sekali di luar ".


" Kau mau kupesankan minuman dulu ?"


" Bolehlah seperti punyamu ". Jawab William, kemudian dia segera menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dalam ruangan tersebut.


William lalu menelfon pegawainya untuk membuatkan satu minuman untuk Daniel. Setelah itu dia duduk di samping Daniel.


" Ada apa kau menyuruhku buru buru kemari ?"


" Aku butuh bantuanmu Dan, biasanya kau punya ide ide yang hebat ".


" Ide untuk masalah apa dulu ?"


" Dhea Dan ".


" Hehhhh Dhea lagi..Dhea lagi...ada tidak masalah yang lebih rumit untuk kupecahkan selain tentang gadis itu ?"


" Kenapa memangnya Dan ?"


" Hahaha William William kau ini sepertinya sangat dipusingkan oleh wanita itu. Padahal hal itu bagiku hanya masalah kecil ".


" Sialan kau, kau pikir Dhea itu seperti wanita wanita yang selama ini kita kencani ?"


" Hahaha sekilas melihat gadis itupun aku sudah bisa menilai, bahwa dia bukan gadis sembarangan Will, bahkan sangat sulit untuk didekati ".


" Itulah masalahnya Dan, aku sampai saat ini belum berhasil juga mendapatkannya, dan tadi dia benar benar membuatku marah karena memilih pulang bersama Mike dibandingkan denganku ".


" William......kau ini kan sudah sangat mengenalnya, walaupun Mike itu lebih lembut darimu, tapi gadis itu tidak akan bergeming dengan keputusannya, dia tetap akan memegang teguh prinsipnya ".


" Jadi ?"


" Jadi ya memang harus dipaksa agar dia mau bersamamu ".


" Memaksanya bagaimana ? aku bahkan selalu memaksanya saat bersamaku, tapi mana buktinya ?"


" Hahaha kau kurang menggunakan ini !!" Kata Daniel sambil menunjuk pelipisnya.


" Lalu apa yang harus kulakukan ?"


" Begini ", kemudian Daniel membisikkan sesuatu kepada William.


" Hahhh kau gila Dan !!! Aku bisa membuatnya celaka !! Tidak aku tidak akan melakukannya !!" Teriak William sedikit terkejut dengan ide gila William.


" Heii....dengarkan dulu sini aku belum selesai berbicara ".


Kemudian Daniel membisiki telinganya lagi, William mengangguk angguk tanda mengerti.


" Kau paham kan sekarang ?"


" Ya aku paham ".


" Ingat setelah itu kau harus mengawasinya 24 jam, gerakkan orang orangmu untuk menjaganya, karena setelah itu dia bisa saja bertindak di luar kesadarannya ".


" Ya Dan...benar idemu, walaupun sedikit berbahaya, tapi sepertinya bakal berhasil, aku kenal sekali wataknya ".


" Benar Will, hal itu pasti akan membuatnya mengikuti semua kata katamu ".


" Ya, aku akan mempersiapkan segalanya dengan rapi, tapi ingat aku tugaskan kau untuk mengurus Mike ".


" Tenang saja, itu perkara mudah teman ".


Mike dan William kemudian tertawa bersama, entah rencana gila apa yang akan diperbuat mereka terhadap Dhea, sepertinya mereka sangat yakin bahwa rencananya itu akan segera berhasil.


Sore harinya saat berada di rumah William, terlihat dia sedang berkumpul dengan beberapa orang pegawainya di dalam ruangan kerjanya.


" Bagaimana kalian berdua sudah paham dengan perintahku ?" Tanya William.


" Sudah tuan, kami paham !"


" Ok pergilah segera dan bersiap siaplah, ingat jangan pernah menyakitinya ! kalau tidak akan kuhukum kalian berdua ".


" Baik cepat pergilah !!"


" Iya tuan, kami permisi dulu ".


" Silahkan ", jawab William singkat.


Kemudian 2 orang itu pergi meninggalkan ruang kerja William. Tak lama kemudian William terdengar berbicara lagi dengan 1 orang yang masih berada bersamanya.


" Tapi tuan apakah itu tidak sama saja tuan ingin menyakitinya, ini berbahaya tuan dia bisa putus asa !!"


" Diamlah ! aku tahu apa yang harus kulakukan, aku tidak minta pendapatmu, dan ingat ! tak kubiarkan benda sekecil apapun menggores kulitnya, camkan itu !! Lakukan semua tugasmu dengan rapih, dan keselamatan dia juga menjadi tanggung jawabmu ".


" Baik tuan ", kemudian perlahan diapun pergi meninggalkan William sendirian.


" Saya permisi tuan ".


" Ya silahkan ".


Sepeninggal beberapa orang pegawainya itu William terlihat tersenyum sendiri.


" Hemmmm permainan baru akan dimulai, kau akan segera tau siapa aku Dhea, tak akan mungkin kau kulepaskan dari genggamanku !!!" Gumam William sembari menyunggingkan seyum licik di sudut bibirnya.


Malam semakin larut, dan masing masing orang suruhan William sudah siap untuk melaksanakan aksinya. Daniel terlihat keluar dari rumahnya diikuti dua buah mobil lainnya. Dia terus melaju dan saat orang yang dia incar sudah mulai terlihat, Daniel segera menelfon seseorang.


" Itu mobilnya warna hitam yang baru saja keluar dari rumahnya, cepat ikuti dia !! jangan buang buang waktu dan lakukan tugas kalian dengan baik ya ".


" Ok bos, kami akan laksanakan perintah anda dengan baik ". Kemudian telfonpun ditutup.


Dua mobil yang mengikutinya di belakang tadi segera meluncur dan membuntuti kendaraan yang dikemudikan Mike. Hingga kemudian dua mobil tersebut menyalip Mike di depannya, dengan ugal ugalan.


" Hei cara mengemudi dua mobil itu bisa membahayakan kendaraan lainnya ", kata Mike pada diri sendiri.


" Mungkin pengemudinya sedang mabuk ", pikir Mike lagi.


Dan perkiraannya benar, tiba tiba saja arus lalu lintas menjadi macet. Entah apa yang terjadi di depan sana, sehingga menyebabkan mobil mobil di depannya berhenti. Mike mununggu hingga setengah jam, tapi lalu lintas ini masih tetap macet. Mike melirik arlojinya.


" Shitt...sudah jam 10 lebih 5 menit, ada apa di depan sana ? jangan jangan 2 mobil tadi membuat masalah. Dhea pasti sudah menungguku, aku harus menelfonnya ".


Perlahan Mike mengeluarkan handphone dari saku bajunya dan segera menelfon Dhea, dan Dhea langsunh mengangkatnya.


" Hallo Mike, kamu dimana? aku sudah menunggumu di sini dari tadi ".


" Maaf Dhe, lalu lintas macet total aku belum bisa jalan ".


" Macet ? tidak biasanya seperti itu Mike ?"


" Aku juga tidak tau, mungkin ada kecelakaan di depan sana ".


" Ohhh ya sudah Mike, aku naik bis saja ya ?"


" Ok Dhe, soalnya aku juga belum tau bisa keluar dari kemacetan ini jam berapa ".


" Tidak apa apa Mike. Ya sudah ya ".


" Iya Dhe hati hati ", kemudian telfonnyapun ditutup.


Mike sedikit kesal dengan situasi ini, karena akhirnya dia gagal menjemput Dhea.


Sementara itu Dhea segera berjalan menuju halte, karena Mike tidak jadi menjemputnya.


" Hehhhh akhirnya naik bus lagi, senangnyaaa....!!" sorak Dhea dalam hati.


Dhea terus berjalan, namun tiba tiba saja ada sebuah mobil berhenti di sampingnya, seorang pria mendekatinya, dan menanyakan sesuatu.


" Maaf nona apakah anda tau alamat ini ?" Tanya orang itu sambil berdiri tepat di samping Dhea dan menyodorkan sebuah kertas.


" Coba saya lihat tuan ", kata Dhea ramah.


Namun saat Dhea sedang menunduk dan membaca tulisan itu, tiba tiba orang itu menempelkan sesuatu di hidung Dhea, dan entah kenapa tiba tiba saja Dhea merasa pusing dan kemudian tidak sadarkan diri. lalu pria itu buru buru mengangkat tubuh Dhea dan memasukkannya ke dalam mobil.


" Beres bos kami sudah membawanya ", kata pria satunya yang sedari tadi berada di dalam mobil.


" Bagus...langsung bawa kemari ".


" Hahaha Dhea...aku tidak bisa membayangkan mulai detik ini kau akan berada di sampingku. Maafkan aku Dhea aku harus melakukan ini untuk mendapatkanmu ", kata William seraya tersenyum senang.


Sementara itu Daniel sedang menelfon orang orangnya.


" Sudah selesai teman, akting kalian sangat bagus. Ayo pulang dan tidurlah dengan tenang di kamar kalian ", jawab Daniel.


Ternyata dua buah mobil yang membuntuti Mike tadi sedang berakting seolah olah mereka sedang bersilih paham di jalan, sehingga berhenti di tengah tengah jalan dan kemudian menyebabkan kemacetan panjang. Itulah kenapa Mike akhirnya terlambat menjemput Dhea, sehingga dengan leluasa orang orang William bisa menculik Dhea.


Banyak yang tanya, kapan Dhea jatuh cinta dengan sosok William ? Tenang saja kalian ikuti aja terus tiap episodenya, karena bakalan ada yang lebih seru lagi daripada itu. Makanya jangan lupa ya.


* like


* komen


* share ceritanya


* Follow akunku


Aku akan membuat jalan ceritanya semakin menarik dan membuat kalian semua penasaran. Makasih ya yang udah terus mengapresiasi karyaku. Semoga kalian semua terhibur dan termotivasi untuk mengambil sisi positifnya. 🙏🙏🙏🙏😊😊😊😍😍😍😍