Something different

Something different
Mengungkap kebenaran



Perlahan lahan William mulai membuka bibirnya, sambil matanya terus menatap ke wajah Paula.


" Saya William Sean Anderson menyatakan bahwa....".


Tiba tiba William diam sesaat, dan menarik nafas panjang. Kemudian mengulangi kalimatnya lagi.


" Saya William Sean Anderson menyatakan bahwa, saya tidak akan meresmikan perkawinan ini dengan ikhlas hati, dan saya tidak ingin menikahi wanita di hadapan saya yang bernama Paula Alexandra, karena dia telah menipu saya !!" Kata William lantang.


" Hei ada apa ini ?" Tanya seseorang yang terdengar dari barisan kerabat Paula. Suara orang orang terdengar gaduh seperti ingin mengetahui penyebab William membatalkan pernikah tersebut secara sepihak.


" William apa maksudmu ? Kau ingin mempermalukan aku ? Ayo cepat ucapkan janji pernikahan itu ", Teriak Paula setengah memaksa.


" Janji pernikahan apa sayang ? kau ingin benar benar menjadi istriku ya, sehingga begitu ngotot memaksaku ?"


" Kau jangan main main William, aku bisa hancurkan hidupmu sekarang juga !!"


" Silahkan Paula...silahkan...kau ingin menghancurkan hidupku mulai dari mana dulu ? apakah mulai dari sebuah berita yang menyebutkan aku lari dari tanggung jawab ? Ayo silahkan... tunjukkan semua bukti kehamilanmu bahwa anak yang kau kandung itu adalah benar anakku ".


" Brengsek kau William, kau benar benar sudah menantangku !!"


Orang orang semakin heran dengan keributan kedua mempelai itu, namun tidak ada satupun yang berani maju untuk melerainya, tidak juga pendeta yang ada di dekat mereka. Mereka hanya ingin tau kebenaran yang akan diungkap oleh William.


Tiba tiba William memutar tubuhnya dan menghadap ke arah semua pengunjung gereja tersebut. Matanya beradu pandang dengan Daniel yang terlihat berdiri di tengah keluarganya, Daniel tersenyum sambil memberikan kode dengan ibu jarinya. William hanya mengangguk seperti tau arti kode tersebut.


" Para hadirin semua, sebelumnya saya minta maaf. Hari ini saya akan membatalkan pernikahan saya dengan Paula Alexandra, wanita di samping saya ini yang telah menjebak saya dan mengaku bahwa kehamilannya sekarang ini merupakan anak biologis saya. Sebelumnya dia telah mengancam akan menghancurkan karier saya dengan menyebarkan berita bohong itu kepada seluruh media di kota ini ".


" Hei....kau jangan macam macam ya ? Kau punya bukti apa bahwa anakku telah menipumu ? Aku bisa menuntutmu dengan tindakan yang telah kau lakukan ini. Kau berani mempermalukan keluarga kami di depan umum !!" papa Paula terlihat berteriak teriak emosi diantara barisan kerabat Paula.


" Maaf tuan tidak ada niat saya untuk mempermalukan anak anda, tapi dia sendiri yang memaksa saya untuk melakukan ini semua ".


" Kau jangan sembarangan bicara William !!" bentak Paula di sampingnya.


William tidak sedikitpun menggubris kata kata Paula.


" Ini lihatlah kalian semua...Ini adalah semua data yang baru saja didapatkan temanku pagi tadi di klinik tempat pertama kali Paula memeriksakan kehamilannya. Kalau kalian ingin tau bacalah ".


Kata William sambil melemparkan sebuah map kuning di atas kursi di depan keluarga Paula.


Tiba tiba Paula berlari mengambil kertas tersebut dan merobeknya. Semua orang terkejut dengan tindakan yang dilakukan Paula.


" Hahaha William William kau bodoh sekali, bukti satu satunya milikmu telah lenyap, dan kau tidak akan bisa memperlihatkan apa apa pada mereka. Hahaha kau terlihat pintar tapi sebenarnya sangat bodoh, aku tidak butuh lagi pernikahan ini, karena sebentar lagi aku akan membuatmu menjadi gelandangan hahaha ".


Papa William tidak terima dengan apa yang dilakukan Paula terhadap anaknya, hati nurani seorang papa untuk membela darah dagingnya segera bergejolak, namun tiba tiba Daniel menahannya.


" Tenang tuan jangan emosi, William tidak sesembrono itu ".


Papa William kemudian beringsut mundur dan kembali ke tempatnya.


" Ooohhh Paula kasihan sekali kamu....otakmu itu sangat licik, namun kelicikanmu tidak sebanding dengan kepintaranku. Daniel apakah kau sudah mempersiapkan semuanya ?"


" Tenang saja teman, aku selalu memiliki cara untuk melawannya ". Kata Daniel sambil mengeluarkan handphonennya dan menunjukkan pada William.


" Hahaha bagus teman...ternyata kau sangat cekatan untuk bertindak ", kata William sambil tersenyum.


" Kau lihat sendiri paula, Daniel telah memotret semua data dari kertas yang kau sobek tadi, apakah kalian semua ingin membacanya langsung dari temanku ? mintalah padanya dan kalian akan segera tau jawabannya ", tiba tiba keadaan menjadi gaduh, semua orang menghampiri Daniel untuk memintanya mengirim data tersebut pada handphone mereka. Tak lupa Daniel juga mengirim ke handphone William.


Tak berapa lama suasana kembali sunyi. William kemudian mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya, dia mencari cari tulisan yang telah dibisikkan pada Daniel saat dia pertama kali masuk tadi.


" Bagaimana ? kalian sudah membacanya ? Coba kalian lihat sendiri di situ tertera bahwa pertama kali Paula mengunjungi dokter kandungan dan memeriksakan kehamilannya itu pada tanggal 17 Oktober, dan kehamilannya waktu itu baru berusia satu minggu, sedangkan sekarang sudah tanggal 20 Desember. Anda hitung sendiri, berarti usia kandungan dia saat ini sudah sekitar 11minggu, berarti saat pertama kali dia bertemu dengan saya usia kehamilannya sudah 1 bulan lebih. Dan kalian bisa ambil kesimpulan sendiri berarti anak yang dikandungnya bukanlah darah daging saya ".


Gereja kembali gaduh, orang orang berbicara sendiri sendiri saling mengungkapkan pendapatmya masing masing.


" Bagaimana Paula benar tidak perkiraanku. Sudahlah hentikan tipuanmu ini, sebelum aku menuntutmu karena telah melakukan pasal penipuan, dan kau akan meringkuk kedinginan di dalam penjara ".


" William kau dasar laki laki brengsek, aku tidak akan terima kau perlakukan seperti ini, awas ya aku akan membalasmu !!" Teriak Paula seperti orang gila.


Tiba tiba semua kerabat Paula pergi meninggalkan gereja itu. Hanya tinggal orang tua Paula dan keluarga William saja yang tinggal di sana.


" Hhhh silahkan Paula, kau akan melakukan apa ? aku tidak akan tinggal diam, dan aku jamin kau akan semakin kubuat sengsara jika berani mengusik hidupku ".


" William kau lelaki brengsek, sialan, kau tak tau diri !!!" Teriak Paula, kemudian kedua orang tua Paula segera berlari dan menghampiri anaknya yang sedang berteriak teriak tak karuan seperti orang gila, dan menariknya serta mengajaknya keluar dari gereja tersebut.


Ternyata benar, anak yang dikandung Paula selama ini bukanlah darah daging William, melainkan itu adalah hasil hubungan gelap antara Paula dan bosnya di kantor. Namun Paula tidak mau menerima untuk dijadikan istri kedua, dia menuntut bosnya tersebut untuk menceraikan istri pertamanya, namun semua itu tidak bisa dikabulkan, karena perusahaan tempatnya bernaung sekarang, sebagian besar aset yang dimiliki adalah kepunyaan istri pertamanya. Akhirnya Paula memanfaatkan situasi tersebut untuk menjebak William, saat secara tak terduga dia bertemu dengan William dalam keadaan mabuk.