Something different

Something different
Kejutan William 3



Ketika hendak melewati lorong dimana di kanan kirinya terdapat deretan kamar-kamar yang dihuni anak panti tersebut, sesosok wanita setengah umur terlihat keluar dari salah satu ruangan pertama yang dijadikan peristirahatan pimpinan panti tersebut.


" Dhea????" kata wanita itu setengah berteriak.


" Nyonya???" jawab Dhea.


" Ya ampun Dhea bagaimana kabarmu???" ternyata dia adalah pimpinan panti tersebut. Wanita itu langsung memeluk tubuh Dhea begitu erat.


" Aku baik nyonya, anda bagaimana?"


" Lihatlah sendiri, aku sangat baik sayang."


William hanya tersenyum melihat hangatnya sambutan yang diberikan orang-orang di panti ini. Dia tidak menyangka bahwa istrinya itu bisa seakrab ini dengan orang-orang di dalam panti.


" Kau lama tidak kemari nak?"


" Karena dia telah menikah nyonya, dan sepertinya dia sedang berbahagia sehingga lupa mengunjungi tempat ini lagi." Sambung Jasmine.


" Hahaha bukan begitu nyonya, aku tidak lupa, hanya saja sekarang aku sudah menetap di Indonesia bersama suamiku ini, jadi jarang sekali kemari."


" Ohhhh jadi ini suamimu?"


" Ya nyonya namanya William."


" Selamat datang di panti ini Tuan William, terimakasih sudah mau berkunjung di tempat yang sangat sederhana ini."


" Ya nyonya sama-sama. Aku juga sangat senang bisa mengantar istriku ke tempat dimana dia dulu sering berkunjung kemari." Jawab William sopan.


" Jadi selain kau pulang dengan membawa ijazahmu, ternyata kau juga membawa pulang pria ini juga Dhe?"


" Hahaha...begitulah nyonya. Aku juga tidak menyangka bisa mendapatkan bonus jodoh produk luar negeri."


" Hahaha...kau ini bisa saja. Oh ya sudah berapa lama kalian menikah???"


" Sekitar 3 bulan lebih nyonya, dan sebentar lagi aku akan menjadi ayah. Benarkan sayang???" kata William sambil memegang perut istrinya. Dhea hanya menjawabnya sambil tersenyum.


" Wooowww...kabar yang sangat luar biasa. Cepat sekali kau dianugerahi kepercayaan yang luar biasa itu nak?"


" Iya nyonya, akupun tidak menyangka. Doakan aku agar bisa melahirkan anak ini dengan selamat ya nyonya."


" Ya nak pasti itu. Tuhan pasti akan selalu menjagamu."


" Terimakasih nyonya."


" Apakah anak-anak masih istirahat nyonya?" Tanya Dhea kemudian.


Sekilas wanita itu melihat arloji di tangannya.


" Pukul 2.30. Sebenarnya masih setengah jam lagi Dhe, tapi tidak apa aku akan membangunkan mereka semua. Mereka pasti gembira sekali melihat kedatanganmu kemari."


" Kalian tunggu sebentar di sini ya." Kata pimpinan panti.


Pimpinan panti tersebut kemudian masuk ke dalam ruangannya, sebentar kemudian sudah kembali lagi keluar sambil membawa lonceng kecil di tangannya. Dengan tanpa ragu dia segera menggoyangksn lonceng tersebut, sehingga terdengar suara gemerincing begitu keras, dan membuat para penghuni panti membuka pintu seluruh kamarnya dan keluar satu persatu. Lonceng tersebut memang difungsikan untuk memanggil para penghuni panti untuk berkumpul bersama. Sekita 30an anak yang berusia sekitar 13 tahun ke bawah, terlihat keluar satu persatu, dan ketika mengetahui ada seorang wanita yang sangat mereka kenali dari hanya cara berpakaiannya walaupun itu dari jaraj jauh saja, sudah membuat mereka berterisk menyerukan nama Dhea, dan berlarian penuh kegirangan.


" Dheaaaaa....!!!" kata mereka sambil berebut mendekati Dhea. Ada 3 orang lagi pengurus panti yang mengikuti mereka di belaksngnya.


" Heiiii....stopp..!!!" teriak pimpinan panti.


Anak-anak spontan berhenti.


" Jangan berebutan ya, baris satu persatu!! kalian bisa membahayakan Dhea jika berebutan seperti itu, karena saat ini dia sedang hamil." Kata pimpinan panti.


William dan Dhea hanya tersenyum melihat antusiasme anak-anak tersebut.


" Sayang kau sangat beruntung sekali disayangi oleh banyak orang."


" Ya sayang, karena mereka juga tau, bahwa akupun menyayangi mereka semua."


Semua anak berbaris dan memberikan pelukan satu persatu pada orang yang sudah mereka anggap sebagai sahabat itu.


" Dhe, bagaimana kabarmu? aku sangat merindukanmu." Saat tiba giliran Anna memberikan pelukan pada Dhea. Anak kecil itu adalah salah satu anak yang paling akrab dengan Dhea.


" Aku baik-baik saja sayang."


" Apakah pria di sampingmu ini sekarang telah menjadi suamimu? bukankah dia pria yang dulu pernah kau ajak kemari?"


" Tuan usahamu sangat baik sekali. Bukan hanya menjadikannya kekasih saja, tapi bahkan berhasil menikahinya juga. Semoga keluarga kalian bahagia ya." Kata Anna sambil berbicara pada William.


" Ya sayang, seperti katamu dulu, aku bekerja sangat keras untuk mendapatkannya."


" Hahaha...bagus tuan. Anda layak aku acungi jempol." Kata Anna sambil mengacungkan ibu jarinya.


" Hahaha...kau lucu sekali dan pintar sayang. Semoga kelak anakku sepintar kau ya." Kata William sambil membelai kepala Anna.


" Ya tuan, harus itu." Kata Anna.


Satu persatu anak selesai menyambut kedatangan Dhea.


" Anak-anak aku punya sesuatu untuk kalian semua." Kata William.


Anak-anak ribut mulai mengeluarkan asumsinya tentang apa yang William bawa untuk mereka semua.


" Sayang kau membawa apa untuk mereka?"


" Ada saja." Kata William. Lalu William segera menelfon Simon yang ada di luar.


Tak lama Simon segera masuk bersama satu pegawai lainnya sambil membawa sebuah kardus besar.


" Anak-anak ayo ambil kardus lainnya, masih ada beberapa di mobil yang belum diturunkan." Perintah William. Anak-anak segera berlarian menyerbu kendaraan yang terparkir di depan.


Satu persatu kardus dikumpulkan di lorong depan kamar, tempat mereka berdiri tadi.


" Nyonya semua ini adalah hadiah dari istriku untuk anak-anak di sini. Semua itu berisi makanan beberapa pakaian dan nuga mainan untuk mereka semua."


" Sayang terimakasih banyak. Kau baik sekali." Kata pimpinan panti.


Dhea hanya tersenyum. Betapa mulianya hati William, bahkan dia tidak tau sama sekali rencana ini semua, namun dengan begitu ringan bibir William menyebutkan bahwa semua barang ini adalah pemberian dari Dhea.


" Oh iya nyonya, aku juga ingin mengatakan misi kami kemari." Kata William.


" Misi apa tuan kalau boleh saya tau?"


" Sebenarnya hari ini adalah tanggal dan bulan dimana dulu istriku ini pertamakali menerima pernyataan cintaku padanya. Awal mula dari perubahan hidupku yang luar biasa. Kehadiran dia membuatku hidup lebih berarti, dan aku memberinya kado untuk mengunjungi tempat ini."


" Sayang??? Benarkah???" Dhea begitu terkejut, karena dia tidak pernah ingat tanggal jadian mereka sama sekali. Namun William justru tidak pernah lupa dengan moment ini. Begitu berartinya moment tersebut sehingga mau memberikan surprise yang luar biasa pada dirinya.


William hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.


" Ya sayang, kau lupa bahwa tanggal ini adalah tanggal jadian kita?"


" Maafkan aku sayang, aku lupa." Kata Dhea. Padahal sebenarnya dia memang tidak pernah mengingatnya sama sekali. Namun berpura-pura lupa untuk menjaga perasaan suaminya.


" Sayang kau beruntung sekali memiliki suami yang perhatian seperti dia."


" Ya nyonya, aku wanita yang sangat beruntung."


" Sayang pejamkan matamu."


" Apa yang akan lakukan lagi sayang." Tanya Dhea penasaran.


" Pejamkan saja matamu." Kata William.


Dhea kemudian menutup matanya, sedangkan anak-anak panti tidak perduli dengan pemandangan di sekitarnya, karena mereka sedang sibuk bersama Simon membuka kardus-kardus yang dibawa oleh William tadi.


William mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya, dan menyodorkan di depan Dhea.


" Bukalah matamu!!" kata William lagi.


Dhea lalu membuka matanya, sebuah cincin bermata berlian terlihat bersinar di depannya, berada di dalam sebuah kotak berwarna pink yamg dipegang oleh William.


" Ini untukmu sayang." Kata William.


Dhea begitu gembira menerima pemberian dari William. William mengambilnya dan kemudian memakaikannya di jari istrinya.


" Ya Allah sayang terimakasih ya atas perhatianmu. Aku mencintaimu." Kata Dhea sambil memeluk erat William di depan para pegawai panti.


" Ahhhhh...aku iri sekali melihat keromantisan kalian ini. Tuan jika kau memiliki kembaran aku mau jadi pendampingnya." Kata Jasmine sambil bersungut-sungut.


" Hahaha...kau ini ada-ada saja Jasmine." kata pimpinan panti diiringi tawa pegawai lainnya.