
Tanpa buang buang waktu lagi Mike segera menelfon William.
William langsung mengangkatnya dan berjalan keluar agar Dhea tidak mendengarnya.
" Hallo Mike, ada apa kau menelfonku ?"
" Kau tidak perlu berbasa basi Will, kau tau kan dimana Dhea sekarang berada ? Dia dari kemarin tidak pulang ke rumahnya.
" Kenapa kau tanya aku ? bukankah setiap hari kau yang mengantar jemputnya ?"
" Kau jangan berpura pura Will, aku tau kau pasti tidak akan setenang ini jika tidak tau keberadaannya ".
" Hehhh seandainyapun aku tau, aku tidak akan memberitahukannya padamu adikku ".
" Jika sampai terjadi apa apa padanya, aku sendiri yang akan menghadapimu Will ".
" Hahaha...Mike...Mike....Aku itu lebih duluan mengenal Dhea daripada kamu, jadi jika aku akan berperilaku seperti yang kau tuduhkan padaku, pasti sudah dari dulu kulakukan, dan tidak harus menunggu sekarang ".
" Aku itu tidak bisa mempercayaimu 100 persen, karena kau terkadang bertindak di luar akal sehatmu Will ".
" Yahh terserah kau saja, karena lambat laun dia akan menjadi milikku Mike ", gumam William, kemudian langsung menutup telfonnya.
Mike sedikit khawatir mendengar kalimat terakhir William tersebut.
" William apa sebenarnya yang sedang kau pikirkan ? Aku tau pasti Dhea saat ini sedang bersamamu, jika tidak kau pasti sudah panik saat tau dia tidak pulang seharian. Dhea semoga saja kau baik baik saja, dan William tidak akan berbuat macam macam padamu ". Bisik Mike pelan. Kemudian dia segera pergi dengan mobilnya meninggalkan halaman rumah Dhea.
" Mike Mike...kau tidak akan pernah bisa menang jika ingin bersaing denganku ", gumam William.
Lalu William kembali masuk ke dalam ruangan Dhea. Dhea masih tetap terbaring di atas ranjang, William lalu mendekati Dhea.
" Dhe...jika kau sudah boleh keluar dari rumah sakit ini, kita akan langsung menuju tempat tinggalmu yang baru ya ?" Kata William sambil menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Dhea.
" Tempat tinggalku yang baru ? Maksudmu ?"
" Aku akan memindahkan kau ke apartemenku, disana tempatnya lebih besar dan lebih bersih dibanding tempatmu sekarang ".
" Aku tidak ada masalah dengan tempat tinggalku yang lama, aku suka tinggal disana dan aku selalu baik baik saja ".
" Tidak, kemarin kau tidak baik baik saja, buktinya sekarang kau terbaring di rumah sakit ini, bahkan kau sudah membuatku khawatir !!"
" Aku sudah menyuruh orang orangku memindahkan semua barang barangmu ke apartemen milikku, letaknya tidak begitu jauh dengan rumahku ".
" Kenapa Will ?"
" Karena aku ingin kau lebih terjamin jika tinggal di tempat yang baru. Bangunan itu milikku, semua fasilitas tersedia disana, kau bisa menelfon semua kebutuhanmu, dan akan segera diantar ke kamarmu, kau tak perlu repot repot keluar kamar lagi".
" Tapi Will ?"
" Sudahlah kau menurut saja perkataanku, karena aku akan lebih mudah mengawasimu di sana nanti, aku ingin semua yang terbaik buatmu".
Dhea diam saja tidak menjawab, karena dia sangat mengenal sifat William, keputusannya tidak akan mungkin bisa digangu gugat.
" Will aku bisa minta tolong padamu ?"
" Iya Dhe, katakanlah kau jangan sungkan sungkan padaku ".
" Aku ingin kau mengambilkan Handphone di kamarku, pasti dari kemarin banyak orang yang mengkhawatirkanku, karena aku tidak pulang semalaman ".
" Bukan cuma dia saja Will !!"
" Lalu siapa lagi ? Coba kau kataksn padaku ? Bram ?Laki lski itu tidak akan mungkin berani lagi untuk mendekatimu karena aku sudah mewanti wantinya ".
" Will pleas sekali ini saja ".
" Tidak perlu Dhea, tadi Mike sudah menelfonku, dan aku sudah mengatakan padanya bahwa kau sedang bersamaku, dan baik baik saja ". Kata William berbohong.
" Benarkah Will ? Dia tau aku saat ini aku sedang bersamamu ?"
" Ya...Kenapa kau begitu antusias aku menceritakan tentang Mike ? Apa kau yakin setelah dia tau kau bersamaku, dia akan langsung menjemputmu ? Hahaha tidak Dhea, dia tidak akan mungkin seberani itu padaku. Jika aku sudah bertindak, tidak akan ada yang bisa menghalanginya ".
" Kau sungguh tega dengan adikmu sendiri Will !"
" Kenapa tidak ? Justru dialah yang tega padaku, karena ingin merebutmu dariku. Kenapa kau begitu memikirkan perasaannya ? Kau sungguh sungguh mencintainya ?
" Ya aku mencintainya !! Memangnya kenapa ? Kau cemburu ?"
" Aku cemburu dengan Mike ? Hahaha tidak sayang. Kau pikir aku kemarin percaya begitu saja dengan kata katamu, yang mengatakan bahwa kau menyukainya ? Hehhh aku itu sangat mengenalmu Dhea, kau itu tidak akan dengan mudah merubah prinsipmu. Apalagi sekarang dengan keadaanmu yang seperti ini, apakah kau masih percaya diri untuk menjalin hubungan dengan orang lain selain dengan diriku ?"
Dhea hanya menunduk, benar yang William katakan, dia tidak akan mungkin bisa untuk memulai lagi menjalin hubungan dengan laki laki lain, tapi tetap saja dia tidak bisa bersatu dengan William.
William sangat tau kelemahan Dhea, dengan membahas masalah kejadian kemarin malam saja, Dhea sudah tidak bisa berkutik di hadapannya.
" Will ", panggil Dhea.
" Iya ".
" Aku mau kau bertanggung jawab atas semua perbuatanmu seandainya saja nanti aku hamil ".
" Aku kan sudah bilang aku akan bertanggung jawab, hamil ataupun tidak hamil aku itu ingin menikahimu ".
" Tidak...bukan untuk menikahiku ".
" Lalu ?"
" Aku tidak ingin membuat dosa lagi dengan menikah denganmu. Aku hanya ingin kau harus membiayai semua kehidupan anakku nantinya ".
" Hahaha Dhea Dhea...hidupmu saja mau aku tanggung, apalagi anak kita nanti sayang ".
" Anak kita ??? Hehhh rasanya aku jijik mendengar kalimat itu. Ya Alloh semoga saja tidak terjadi apa apa padaku Ya Alloh ", kata Dhea dalam hati.
" Kau tau tidak ? Setelah bertemu denganmu itu aku merasa orang paling sial di dunia ini. Kau seperti hantu yang setiap saat menerorku dan menakutiku ".
" Hahaha...Dan kamu tau ? setelah bertemu denganmu itu aku seperti menemukan sebongkah berlian yang amat bercahaya. Kau mampu menerangi hatiku yang dulunya suram, dan kau mampu membangkitkan semangat hidupku yang dulu sempat hilang Dhea ".
" Hehhhh itu bagimu tapi bagiku tidak. Padahal kemarin aku sudah sangat gembira karena kau akan segera menikah ".
" Dan Tuhan ternyata tidak mengabulkan doamu kan ? Justru sekarang aku ada di sampingmu dan sedang menungguimu di sini ".
" Heeehhhh sangat menyebalkan !!" gerutu Dhea.
William hanya tertawa tawa melihat Dhea yang begitu marah padanya.