
Sore ini Dhea berangkat kerja seperti biasanya, dan Mike sudah sedari tadi menantinya di bawah. Dhea tidak langsung masuk ke dalam mobil Mike, tapi terlebih dulu meminta Mike membuka kaca mobilnya. Dia amat trauma dengan kejadian waktu itu, ketika dia sudah naik ke dalam mobil, ternyata Williamlah yang mengemudikannya.
Perlahan Mike membuka kaca mobilnya.
" Ada apa Dhe ?"
" Tidak, aku hanya ingin memastikan saja bahwa orang yang membawa mobil ini bukanlah William lagi ".
" Hahaha kau sepertinya sangat trauma Dhe ?"
" Iya Mike, untung saja aku mau memaafkanmu ".
" Iya maaf lagi ya ? waktu itu William benar benar memaksaku aku sangat kasihan dengannya ".
" Iya tapi awas jika kau ulangi kembali, aku tidak akan pernah mau mengenalmu lagi !!"
" Siap Nona Dhea, kau bisa pegang kata kataku ".
" Ayo naiklah, nanti kau bisa terlambat tiba di tempat kerjamu ".
" Oke tuan Mike, dengan senang hati ".
Kemudian Dhea segera naik ke dalam mobil Mike.
" Bagaimana acara pernikahan William tadi ? apakah lancar Mike ? Dia tidak kabur dari acara itu kan ?"
" Bukannya kabur Dhe, tapi lebih parah daripada itu ".
" Maksudnya ?"
" Pernikahan William dan Paula gagal total ".
" Gagal total bagaimana ??" Tanya Dhea heran.
" Ya gagal...William tidak jadi menikah dengan Paula ".
" Kenapa bisa begitu Mike ?"
" Ternyata selama ini anak yang dikandung oleh Paula bukanlah darah daging William ".
" Hahh..benarkah ? tau darimana William jika itu bukan anaknya ?"
" Daniel teman Williamlah yang mencari informasi semua. Daniel meminta data dari klinik tempat Paula memeriksakan kandungannya pertamakali, dan ternyata usia kandungan Paula sudah lebih dari dua bulan, padahal William melakukannya dengan Paula satu bulan yang lalu ".
" Jadi sekarang William sudah bebas dari tuntutan untuk menikahi Paula ?"
" Yah begitulah ".
" Mati aku...berarti dia akan kembali mengusikku Mike ?"
" Bisa jadi Dhe ".
" Tidak Mike !! aku tidak mau dia datang lagi. Kau harus terus mengantar jemputku setiap hari Mike !!"
Kata Dhea panik.
" Lalu apa imbalannya jika aku bersedia ?"
" Jadi kau tidak tulus membantuku Mike ?" Tanya Dhea terkejut.
" Hahaha mana ada seorang pria mau serepot ini pada seorang wanita Dhea, aku tidak munafik ".
" Maksudmu ??? Kau....???"
" Tenanglah Dhe. Aku sudah pernah bilang, bahwa ini hanya usahaku saja untuk menarik simpatimu, aku tetap menerima dengan semua yang keputusan yang Tuhan beri padaku ".
" Hehhhhh aku pikir kau akan berbuat seperti William, Mike ". Kata Dhea sambil menarik nafas lega.
" Aku itu bukan William. Aku tidak akan pernah memaksakan kehendak padamu. Bukankah akan menyakitkan jika dipaksa itu ?
" Ya Mike sangat sakit dan sangat menakutkan ", gumam Dhea.
Tak lama kemudian Dhea telah tiba di tempat kerjanya. Kemudian Dhea turun dari mobil Mike dan segera masuk ke dalam toko.
" Iya Mike sampai nanti malam, terimakasih ya ".
" Kau ini selalu berterimakasih terus, apakah kau tidak lelah mengucapkannya ".
" Tidak Mike, jangan pernah lelah untuk selalu melakukan kebiasaan baik, dan itu semua sebagai bentuk penghargaanku terhadapmu ".
" Hmmm ya...okelah kalau begitu, akupun tidak pernah lelah untuk mengucapkan, sama sama Dhea !!" Kata Mike sambil tersenyum.
" Hahaha kau ini, ya sudah hati hati di jalan ya ".
" Oke ", kemudian Mikepun segera berlalu dari hadapan Dhea.
Dia mulai beraktifitas seperti biasanya. Ada sedikit kekhawatiran dalam hatinya jika William muncul dengan tiba tiba. Sifat William memang sulit ditebak, dia gampang sekali berubah, seperti tempo hari saat bersamanya di pantai, tiba tiba saja dia jadi seorang laki laki yang tiba tiba begitu lembut, sensitif, namun tiba tiba saja bisa berubah jadi sosok yang pemarah dan emosial. Dhea bahkan sulit untuk menyesuaikan diri terhadap William.
" Heiiii.....".
Dhea terkejut, tiba tiba Olive teman sekerjanya mengagetkan dia.
" Kau ini Liv, mengejutkanku saja ".
" Aku lihat sejak pertama duduk di depan meja kasirmu ini kau terus melamun. Ada apa ? kau memikirkan laki laki tampan itu ? bukankah sekarang dia sudah memiliki istri ? Jangan jangan kau rindu padanya ya ??" Kata Olive meledek Dhea.
" Iihhh enak saja, aku memang memikirkannya, tapi bukan karena merindukannya, tapi mengkhawatirkannya ".
" Mengkhawatirkannya kenapa ?"
" Dia itu tidak jadi menikah Liv ".
" Hah kenapa bisa begitu Dhe ?"
" Wanita itu ternyata telah menipu William, janin di perutnya itu ternyata bukan anak William ".
" Benarkah ??? Ohhh Tuhan untung saja dia tidak jadi menikah dengan wanita mengerikan itu ".
" Hei kenapa dirimu begitu gembira dia tidak jadi menikah ?"
" Ya wanita itu sangat tidak cocok mendampingi William, ohhh William seandainya saja kau itu menyukaiku, aku tidak akan pernah menolakmu seperti temanku yang sedikit bodoh ini ".
" Hei sialan kau..kau senang ya jika dia akan terus menggangguku lagi ?"
" Hahaha sebenarnya tidak Dhe, hanya saja aku sedikit kasihan, laki laki setampan itu begitu saja kamu sia siakan Dhe ".
" Hehhh ambil saja untukmu Liv !!" Kata Dhea sambil cemberut.
" Aku akan menerima dengan tangan terbuka Dhe, tapi dia mau tidak denganku ? hahaha ".
" Ah sudahlah aku akan melanjutkan pekerjaanku, pergi sana mengganggu saja ".
" Oke Dhea sayang, selamat bekerja ya, dan waspadalah dia bisa saja tiba tiba ada di depanmu sekarang dan menarik tanganmu keluar lalu......!!!"
" Lalu apa Liv ?" Kata Dhea sambil melotot.
" Lalu.........kasih tau nggak ya ", kata Olive sambil berlari meninggalkan Dhea sambil tertawa terbahak bahak.
" Oliveeeeee.....awas kamu yaaaa....".
Dhea tidak pernah marah dengan temannya itu, walaupun seringkali menggoda. Dhea bahkan kemudian tersenyum melihat tingkah Olive barusan. Suasana akrab di tempat kerja seperti inilah yang membuat Dhea begitu betah ada di tengah tengah mereka.
Dhea akhirnya tenggelam dalam rutinitas pekerjaannya, melayani semua pengunjung toko dengan ramah dan penuh senyum hingga malam hari.
Sementara itu William terlihat risau di dalam kamarnya, dia ingin sekali menjemput Dhea, namun menurut laporan orang suruhannya, Mike tidak pernah absen mengantar jemputnya setiap hari. Tapi hatinya begitu rindu melihat wajah Dhea. Maka diputuskannya malam ini untuk pergi ke tempat kerja Dhea. William segera bersiap, setelah mengganti pakaiannya William segera menuju tempat kerja Dhea. William berharap Bahwa malam ini dia datang duluan daripada Mike, sehingga Dhea bisa ikut bersamanya pulang.
Willam terus memacu mobilnya, berjibaku dengan kendaraan lainnya melewati keremangan malam yang mulai menyelimuti kota. Namun ternyata harapan William sia sia, dilihatnya mobil Mike telah parkir duluan di depan toko itu. William sangat kecewa, dia lalu menghentikan kendaraannya sedikit jauh dari mobil adiknya, agar tidak diketahui bahwa diapun saat ini berada di tempat yang sama.
" Hai Mike ", sapa Dhea saat keluar dari toko dan baru saja menghampiri kendaraan Mike.
" Hai...ayo silahkan naik nona manis, aku akan segera mengantar anda ".
" Siap tuan Mike ", kata Dhea sambil tersenyum.
Kemudian Mike dan Dhea segera pergi dengan kendaraannya. Sedangkan William hanya memperhatikan mereka dari jauh, perasaannya sangat jengkel, dan begitu cemburu melihat kedekatan Mike dan Dhea.