Something different

Something different
Kejutan William 4



Dhea dan William kemudian mengobrol bersama-sama dengan pegawai panti di dalsm kantor mereka. Sedangkan Simon dibiarkan sibuk bermain-main dengan anak-anak yang begitu gembira mendapatkan banyak hadian dari William.


Wajah mereka begitu ceria, senyuman polos tersungging dari bibir mereks. Mungkin jarang mereka menikmat semua itu, kecuali dari orang-orang yang mau sedikit menyisihkan rejekinya untuk mereka.


" Nyonya aku ada sesuatu untuk panti ini." Kata William kemudian di sela-sela obrolan mereka.


" Apa itu tuan???" kata pimpinan panti penuh penasaran.


William lalu merogoh saku bajunya, dan mengeluarkan selembar cek.


" Ini ada sedikit rejeki untuk panti ini. Dan aku kira cukup untuk membangun panti agar lebih nyaman lagi ditinggali anak-anak di sini."


Pimpinan panti membelalakan mata melihat jumlah nominal di dalam cek tersebut. Bahkan dia tidak menyangka akan menerima sebanyak itu dari suami Dhea.


" Tuan ini banyak sekali!!!" katanya setengah berteriak. Empat orang pegawai lainnya tidak kalah terkejut dan begitu gembira menerima bantuan dari William.


Dheapun tidak percaya dengan apa yang dilakukan William. Dia pikir hanya yang dibawa oleh Simon tadi yang diberikan untuk panti ini, namun diluar dugaan justru William menyumbangkan sejumlah uang untuk panti tersebut.


" Aku hanya memberikan sebatas kemampuanku nyonya. Gunakanlah untuk kepentingan panti ini. Perbaiki bangunan ini. Anak-anak harus memiliki tempat yang lebih nyaman untuk tinggal mereka."


" Ya tuan pasti itu. Dan aku jamin uang ini akan aku gunakan untuk kemajuan panti ini."


" Sayang kau masih ingin di sini atau mengobrol dengan mereka dulu?" tanya William.


" Kita pulang saja sayang, anak-anak juga sepertinya sedang asyik dengan mainan baru mereka." Kata Dhea sambil memperhatikan anak-anak yang begitu serius dengan mainan yang mereka bawakan itu.


" Oh ya sudah kalau begitu. Nyonya kami permisi dulu. Maaf sudah mengganggu waktu istirahat anda semua." Kata William.


" Tidak tuan, justru kami ingin mengucapkan terimakasih banyak kalian sudi mengunjungi panti kami, dan memberikan banyak hadiah pada anak-anak juga uang yang sangat besar jumlahnya untuk panti ini. Semoga keluarga kalian berdua selalu dilimpahi banyak kebahagiaan. Dan Tuhan menjaga kalian berdua."


Setelah berpamitan sebentar, kemudian William dan Dhea segera keluar, diiringi oleh pegawai juga Simon dan satu pegawai lainnya yang ikut bersama Simon. Sedangkan Dhea sengaja tidak mau mengganggu kesenangan anak-anak panti yang sedang serius dengan mainan mereka, ada beberapa juga yang sedang mencoba baju-baju yang dibawa oleh William tadi.


" Hati-hati di jalan ya Dhe." Pesan pimpinan panti.


" Iya nyonya. Saya permisi dulu." Kata Dhea sambil kemudian segera masuk ke dalam mobilnya.


Kendaran William segera berjalan pelan keluar dari panti, diikuti oleh kendaraan yang di bawa Simon di belakangnya.


" Sayang terimakasih ya kau sudah memberikan surprise ini semua untukku. Aku bahagia kau sangat membuatku tersetuh dengan yang kau lskukan pada anak-anak tadi."


" Iya sayang. Tidak ada ruginya aku memberikan sedikit uangku pada mereka. Mereka juga berhak bahagia. Jika kau bahagia akupun juga bahagia sayang." Jawab William sambil melirik Dhea sekilas yang duduk di sebelahnya.


" Lalu kapan kau membeli cincin ini sayang?"


" Bukankah selama di sini kau selalu bersamaku setiap hari?" tanya Dhea sambil mengamati cincin baru yang terselip di jarinya.


" Apakah aku harus menjawab pertanyaan sama yang sering kau tanyakan saat aku mendekatimu dulu?" tanya William sambil mengerling pada Dhea.


" Ahhhhh...ya ya ya...kau tidak perlu menjawabnya. Aku sangat tau, kau punya seribu mata di sini, punya seribu kaki, punya seribu tangan dan punya seribu tubuh. Walaupun tanpa beranjak dari tempat dudukmu, kau bahkan bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan. Bukankah begitu Tuan William Sean Anderson?"


" Ya kau benar sekali Nyonya Dhea Sean Anderson. Tidak rugi aku memiliki istri secantik dan secerdas kau." Kata William sambil terkekeh.


" Hehhhh...orang kaya sepertimu mah bebas." Gumam Dhea.


Ternyata sungguh indah berbagi itu. Dhea merasakan kebahagian itu. Kebahagiaan berbagi dengan sesama. Banyak orang kaya di negeri ini yang kita dengar dari televisi, dari media-media lain ataupun surat kabar, yang mengatakan baru membangun inilah, baru membeli itulah. Namun itu hanya kita dengar ceritanya saja dari media melalui mata dan telinga, bahkan kita tidak ikut menikmatinya. Lalu apa bedanya dengan kita jika kaya tapi tidak mau berbagi dengan orang di sekitar kita? kekayaan kita hanya bisa didengar oleh mereka saja, tapi mereka tidak bisa ikut merasakan juga. Berbagilah, agar mereka bisa tau bagaimana enaknya menjadi orang kaya. Mereka tidak butuh cerita, karena cerita tidak mengenyangkan perut mereka, bahkan menimbulkan rasa iri di hati saja. Tapi sebaliknya, mereka butuh uluran tangan kita untuk membantunya dan sedikit meringankan beban hidupnya.


Yang setuju pendapat author like and koment ya🤭🤭🤭