
" Aku semakin curiga Will, sepertinya dia sudah merencanakan semua ini ".
" Maksudmu ?"
" Ya, dia mengancammu agar cepat menikahimu, dan kau tidak akan bisa berbuat apa apa untuk mencari tau siapa anak yang dikandungnya. Hmmm benar benar wanita licik ".
" Kalau begitu bagaimana jika pernikahannya aku tunda dulu saja Dan ?"
" Kau gila ? Dia bisa berbuat nekat, dan dalam waktu singkat dia akan membuatmu gulung tikar. Dia pasti tau bahwa kau sedang ingin mengulur waktu Will ".
" Jadi maksudmu jalan satu satunya aku harus tetap menjalani pernikahan itu, dan bersabar hingga saatnya nanti aku bisa mengambil sampel cairan bayi itu ?"
" Yahh...apa boleh buat. Anggap saja ini hukuman dari Tuhan akibat kau suka bergonta ganti pasangan hehehe ".
" Sialan kau...seandainya wanita itu bukan Paula aku mungkin tidak akan keberatan Dan ".
" Maksudmu wanita itu Dhea, begitu bukan ?"
" Hahaha itu kau tau ".
" Hahhhh itu namanya kau mau menang sendiri Will ".
" Lalu Sabtu besok kau sudah mengatur semuanya dengan beres kan Dan ?"
" Beres Will ".
" Tanpa pesta, tanpa keramaian, tanpa memberitahukan siapa siapa kan ?"
" Iya Will, tanpa ada satupun yang kuberitahu, kecuali Paula sendiri yang berkoar koar ".
" Ya aku yakin pasti wanita itu tidak akan bisa menutup mulutnya ".
" Tetap saja Will, lama kelamaan juga orang akan segera tau kau menikah dengan Paula hahaha ".
" Hhhhh....benar benar sial hidupku ini ". Gerutu William.
" Will setelah menikah nanti kau akan bulan madu kemana ?" Tanya Daniel serius sambil terus memperhatikan jalan di depannya, dan berusaha untuk tetap berkonsentrasi.
" Apa bulan madu ? Hahaha aku tidak akan pergi kemana mana, bahkan setelah pulang dari gereja nanti aku tidak akan tinggal bersamanya ".
" Maksudmu ?"
" Aku akan membelikan dia rumah di tempat lain yang jauh denganku, agar aku tidak bisa melihatnya setiap hari ".
" Apakah dia mau ?"
" Dia harus mau, aku suaminya, dan aku berhak mengaturnya !!"
" Hei sepertinya kau sudah mulai menyusun rencana jahat Tuan William ".
" Bukan rencana jahat tuan Daniel, tapi rencana cerdas tolong bedakan itu hahaha ".
" Yaa...memang wanita itu perlu diberi pelajaran agar tidak bisa berbuat seenaknya sendiri, bisa bisanya dia mengancam seorang William betul begitu tuan ?"
" Sepertinya memang begitu ", kemudian William dan Daniel tertawa bersama. Dua orang sahabat yang sama sama kacaunya dan sama sama kusutnya.
Sementara itu Paula terlihat sedang mencoba beberapa pakaian yang baru saja dibelinya dari sebuah toko pakaian terkemuka di kota itu.
" Hmmm pakaian ini sungguh pantas di badanku, tidak sia sia aku menghabiskan uang gajiku demi untuk membeli beberapa stel pakaian ini. Tapi biarlah, sebentar lagi aku tidak akan bersusah payah bekerja, karena William akan memenuhi semua kebutuhanku, dan itu berarti aku hanya cukup memintanya saja sesuai dengan keinginanku hahaha Paula...Paula...kau ternyata wanita yang sangat beruntung, tidak sia sia kau pelihara janin dalam rahimmu ini dan tidak jadi kau gugurkan, karena akhirnya William mau menikahimu hahaha ", kata Paula berbicara kepada dirinya sendiri sambil menatap di depan cermin.
Sesaat kemudian handphonennya berbunyi.
" Hai Paula ?"
" Hai Jill...ada apa kau menelfonku ?"
" Kau ini mentang mentang mau menikah dengan seorang konglomerat, kau jadi jarang masuk kerja sekarang ".
Ternyata yang menelfonnya adalah teman kantor Paula.
" Hahaha bukan begitu teman, aku hanya sedang mempersiapkan pernikahanku ".
" Lalu kapan pernikahanmu diadakan ?"
" Hari Sabtu besok Jill ".
" Benarkah Paula ? kenapa kau belum menyebarkan undangan satupun, padahal hari pernikahanmu tinggal hitungan jari ".
" Aku memang sengaja melaksanakan secara diam diam Jill, dan kami akan mengadakannya di sebuah gereja kecil di luar kota ".
" Kenapa Paula ? Bukankah calon suamimu orang terpandang di negeri ini ?"
" Yahhh...alasan yang masuk akal, tapi ingat aku ingin kau mengadakan acara buat kami yang spesial. Katakan pada calon suamimu, atau kami akan datang dan mengobrak abrik acara pernikahanmu ".
" Hahaha tenanglah, suamiku pasti tidak akan keberatan untuk menghabiskan beberapa juta dolar uangnya demi untuk membahagiakanku ", jawab Paula percaya diri.
" Ya Paula aku sangat percaya, kau benar benar wanita yang beruntung, aku iri padamu ".
" Hei kenapa iri ? Kau hanya tinggal perbaiki penampilanmu, dan belajarlah untuk bisa mencari laki laki kaya yang akan kau jadikan suamimu nantinya ".
" Hahaha dan sepertinya sebelum itu aku harus belajar dulu denganmu, bukan begitu Paula ?"
" Yaaa....seperti itulah hahaha ".
" Ya sudah aku akan melanjutkan kembali pekerjaanku, gara gara kau tidak berangkat, aku harus menyelesaikan 2 pekerjaan sekaligus ".
" Tenanglah Jill, jika aku sudah menikah dengan suamiku, aku akan memintanya untuk mengangkatmu menjadi salah satu pegawainya, dan menempatkanmu di posisi yang atas, tentunya dengan gaji yang besar ". Kata Paula sombong.
" Benarkah Paula ?" Jawab Jill girang.
" Yaaa tunggu saja tanggal mainnya ".
" Ok Paula aku akan tagih janjimu ".
" Hahaha oke nona cantik ".
Kemudian Jill menutup telfonnya, dan segera melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu Mike terlihat sedang berada di mobil bersama Dhea, dia baru saja keluar dari halaman kampus Dhea dan menuju ke tempat tinggalnya.
" Mike..".
" Hmmm...".
" Bagaimana mantan istrimu kemarin ? setelah malam itu apakah dia menelfonmu lagi ?"
" Tidak Dhe, mana berani dia menelfonku ".
" Kasihan sekali ya dia, apakah kau menceraikannya tanpa memberinya apa apa ?"
" Aku ini masih punya belas kasihan Dhe, walaupun dia dulu kunikahi tanpa membawa apa apa, dan setelah itu malah menghianatiku, tapi aku pernah mencintainya dan dia pernah mengisi hari hariku. Aku tetap memberinya sejumlah uang di bank, satu buah rumah dan juga satu buah tempat usaha untuknya bisa bertahan hidup. Aku tidak akan membiarkan dia menjadi gembel setelah keluar dari rumahku ".
" Kau sangat besar hati sekali Mike ? kau tidak merasa sakit hati dengannya ?"
" Jelas aku sakit hati Dhe, tapi apa mau dikata ? penghianat tetap penghianat, dan aku tidak bisa memaafkannya jadi aku ceraikan saja dia ".
" Hmmm kau ini...sepertinya aku harus belajar banyak padamu tentang kesabaran ".
" Hahaha kau tidak perlu belajar Dhe, hanya cukup memperhatikan pengalaman orang di sekitarmu, itu saja ".
" Kau sepertinya jauh lebih bijak daripada kakakmu ".
" Hehhh mungkin saja,. Kami berdua memang berbeda Dhe. Dia sejak kecil lebih berani dan lebih meledak ledak dianding aku. Dulu dia sering membelaku serta jadi pelindungku setiap ada teman teman yang jahil padaku, dan dia pasti akan langsung menyerang anak itu tanpa ampun. Mungkin karena dia merasa lebih tua dari aku dan bertanggung jawab, maka itu membentuknya jadi sosok yang keras ".
" Ya dia memang seperti itu, keras kepala dan egois ".
" Tapi dia itu sangat perhatian Dhe, aku masih ingat saat ibuku masih ada, dia hampir setiap hari mengunjungi orang tua kami, membelikan makanan kesukaannya, atau hanya sekedar mengajak mereka ngobrol bersama. Bahkan dia juga tau makanan kesukaanku ".
" Tapi sekarang dia jadi sosok yang begitu angkuh Mike ".
" Ya semenjak dikhianati Jessy ".
" Ya...dia pernah cerita seperti itu juga. Aku bahkan tidak pernah membayangkan dibalik sosoknya yang kasar itu, sebenarnya dia adalah orang yang baik ya Mike ".
" Ya Dhe, dia itu sangat baik, dan juga tegas. Mungkin itu yang membuatnya jadi terkesan angkuh ya ?"
" Mungkin saja, karena selama ini yang aku tau William itu sebagai pria yang brengsek tidak lebih ", jawab Dhea sambil bersungut sungut.
" Kau ini Dhe, sepertinya kau sangat membeci kakakku ".
" Ya...gara gara pria itu, aku jadi punya banyak masalah, dan terakhir masalah dengan mantanmu ".
" Hahaha terima saja Dhe, itu namanya takdir ", kata Mike sambil menghoda Dhea.
Terimakasih semua buat pembaca setiaku. Kalian semua membuatku semakin terpacu untuk selalu membuat ide ide baru dalam ceritaku. Tetap ikuti kelanjutannya ya, Insyaaloh aku akan sempatkan up setiap hari. Aku merasa senang bisa membuat kalian semua terhibur. Semoga kalian sehat terus dan bisa melanjutkan membaca karyaku ya.🙏🙏🙏🙏
*Jangan lupa share..biar semakin banyak yang
yang membaca ya...terimakasih.