Something different

Something different
Di apartemen Dhea



Malam harinya Dhea langsung menelfon Nyonya Christy.


" Hallo nyonya ".


" Hallo Dhe ".


" Apakah anda sedang sibuk nyonya ?"


" Tidak sayang, aku sedang menonton tv. Ada apa ? Apakah kamu ingin menceritakan sesuatu ?"


" Ya nyonya, tapi aku takut mengganggumu ".


" Tidak Dhe, ceritakanlah padaku jangan sungkan ".


" Begini nyonya...".


Lalu Dhea menceritakan panjang lebar mulai dari pertemuannya dengan William hingga bagaimana laki laki itu terus menerornya.


" Ohhh jadi pria gila yang pernah kau maksud dulu itu adalah William, yang kemarin bersamamu kemari ?"


" Ya nyonya benar, dan puncaknya adalah kemarin malam ". Kata Dhea pelan.


" Tenanglah sayang tidak akan terjadi apa apa denganmu, aku yakin itu ".


" Tapi nyonya aku takut kalau aku hamil, aku tidak akan mampu menghadapi itu semua ". Kata Dhea sambil tersedu.


" Tidak sayang percayalah, dia bukanlah pria bodoh yang mau berurusan dengan kehamilanmu ".


" Tapi kenapa dia tidak mau melepaskanku nyonya ?"


" Kelihatannya dia tertarik padamu nak ".


" Tapi dia sudah mendapatkan tubuhku ?"


" Mungkin dia menginginkan yang lebih dari itu ".


" Maksud anda ?"


" Nak kamu gadis yang baik, banyak pria yang menginginkanmu, dan itu mungkin termasuk dia, kamu yang diinginkannya sayang, percayalah padaku kau akan baik baik saja nak ".


" Jika terjadi apa apa denganku ?"


" Aku yakin dia tidak akan mungkin lepas tanggung jawab, apalagi melihat perjuangannya selama ini ".


" Ya nyonya, aku berharap semua akan baik baik saja ".


" lanjutkan hidupmu saja Dhe, jalani....kau harus memikirkan orang tuamu yang begitu menyayangimu. Aku yakin kau akan mendapatkan suami yang bisa menerima semua kekurangan dan kelebihanmu, percayalah ".


" Iya nyonya, terimakasih ya, anda sudah membuat semangat hidupku kembali lagi ".


" Iya Dhe, memang mahkota wanita itu penting, tapi bukankah ada yang lebih penting ? Hatimu Dhe, kebaikan hatimu bisa mengalahkan segalanya. Seorang pria yang baik tidak hanya akan memikirkan kesenangannya sendiri, jika nanti calon suamimu marah dan tidak menerima penjelasanmu tentang hal itu, jangan ragu lagi tinggalkan saja dia, berarti dia bukan orang yang tepat untukmu ".


" Iya nyonya....semoga nanti aku akan mendapatkan calon suami yang bisa menerima aku apa adanya ".


" Ya Dhe semoga ".


Perlahan pintu kamar Dhea ada yang mengetuk.


" Nyonya, sudah dulu ya. Itu sepertinya William datang, tadi dia berkata malam ini akan mengunjungiku ".


" Ya Dhe, silahkan ".


Kemudian Dhea segera mematikan handphonennya dan langsung membukakan pintu untuk William.


Terlihat William sedaag berdiri di depan kamar Dhea sambil membawa sebuah bungkusan. Tanpa disuruh tiba tiba William langsung masuk saja dan segera duduk di atas sebuah sofa yang ada di dalam apartemen Dhea dan meletakkan bungkusan intu di atas meja.


" Ini Dhe aku bawakan kue coklat untukmu, kau pasti suka ".


" Hei siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam ?" Kata Dhea sambil mengikuti William di belakangnya. Dhea membiarkan pintu kamarnya tetap terbuka.


" Kenapa ? bukankah tidak ada aturan di sini yang melarang aku masuk ?"


" Memangnya kenapa ?"


" Karena seharusnya kau tidak berada di kamarku dan berduaan denganmu di sini".


" Kenapa ? Apa kau takut nanti ada seseorang yang marah ?"


" Bukan begitu, kau pria dan aku wanita, dan agamaku melarang kita berduaan di dalam satu ruangan seperti ini ".


" Hahhh terlalu rumit !" Sahutnya ketus.


" Hei apa katamu tadi ? Rumit ? kau itu yang terlalu bebas sehingga tidak punya aturan sama sekali !!"


" Ok ok tenang Dhe duduklah maafkan kata kataku, aku tidak akan membahas itu lagi oke, dan aku tidak akan menyentuhmu sedikitpun di sini, bukalah pintu kamarmu lebar lebar, bila perlu kau boleh panggil security untuk menjaga kita berdua di sini oke ??"


" Hahhh tapi malam itu kau telah menyentuhku, dan sekarang kau bilang tidak akan menyentuhku !!"


" Itu karena aku ingin kau tak akan pernah bisa lari lagi dari diriku ".


" Kau laki laki tak berperasaan ".


" Jika aku tidak berperasaan, malam ini kau tidak akan berada di tempat semewah ini. Mungkin setelah kejadian malam itu aku akan menyuruh orang orangku menyeretmu keluar dari kamarku, dan membiarkanmu terlantar di pinggir jalan, karena aku sudah mendapatkan semuanya. Tapi lihat sekarang ? kau justru kuperlakukan seperti ratu, apapun kusediakan untukmu. Itu artinya apa coba ???"


" Hehhh mana aku tau jalan pikiranmu !!" jawab Dhea masih dengan nada ketus.


" Itu artinya aku membutuhkan kamu Dhea, dan yang aku butuhkan lebih dari sekedar malam itu ".


" Maksudmu ??"


" Aku mau kamu Dhe, aku mau kamu mencintaiku Dhe. Kenapa kau tidak pernah mau mengerti ??"


" Kau yang tidak mau mengerti, dan kau yang tidak pernah paham...Apapun yang terjadi denganku nantinya, kita tetap tidak bisa bersatu Will !!"


" Siapa yang bilang tidak bisa ?"


" Aku yang bilang Will !! Aku !!"


" Bisa Dhe, aku akan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Lihat saja nanti, aku akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkanmu !!" Kata William sambil menatap Dhea tajam.


Dhea bergidik ngeri melihat tatapan matanya itu, entah apa yang akan dilakukan William terhadapnya, dia tidak berani membayangkannya.


" Terserah kau Will. Aku lelah berdebat denganmu setiap hari, kau terlalu keras kepala ".


" Seandainya saja kau mengikuti kata kataku, pasti semua ini tidak akan terjadi Dhe ".


" Ya sudah Dhe, aku pulang dulu ya, kau istirahat saja di kamarmu ini ". Kata William sambil beranjak dari duduknya.


" Jadi kau kemari hanya ingin mengajakku berdebat ".


" Sebenarnya bukan itu Dhe ".


" Lalu apa ?" Tanya Dhea lagi.


" Yang aku bayangkan saat akan datang kesini adalah, aku bisa duduk berdampingan denganmu, lalu kau bersandar di bahuku, kemudian kita membicarakan masalah kelanjutan hubungan kita, karena sebentar lagi di perutmu...hmmmmm....". Kata William sambil menatap ke perut Dhea dengan tatapan nakal.


Spontan Dhea menutupi bagian perutnya dengan kedua tangannya.


" Stooooppppp......Hentikan kata katamu !!" Teriak Dhea sambil menutup kedua telinganya, dia merasa merinding mendengar kalimat William barusan.


" Hahaha selamat malam sayang, aku tidak akan melanjutkan kata kataku, karena semua akan menjadi nyata dalam bunga tidurmu ", bisik William sambil menggoda Dhea, kemudian berjalan keluar sambil tersenyum girang, dia sangat senang melihat ekspresi Dhea seperti itu.


Dhea langsung menutup pintunya saat William sudah keluar dari kamarnya, dan menguncinya rapat rapat.


Kemudian dia bersandar di balik pintu kamarnya itu sambil membayangkan kata kata William barusan, lalu dia melihat ke arah perutnya yang rata dan memegangnya.


" Arrrgggghhh....tidak...!!!" Teriak Dhea sambil meloncat loncat seperti anak kecil yang ketakutan pada seekor binatang, lalu langsung berlari dan melempar tubuhnya di atas kasur.


Sementara itu William tertawa sendiri memikirkan kegilaannya selama ini.


" Ya ampun William William, kenapa kau tidak lelah mengejar ngejar gadis itu terus. Yang kau lakukan itu sudah terlalu banyak, tapi gadis itu tetap menolakmu. Dasar bodoh...Tapi mungkin benar ini yang disebut cinta sejati, walaupun pengorbananmu begitu besar, namun semua itu tidak terasa berat karena yang kau lakukan demi sebuah cinta, ya sebuah cinta ", Kata William dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri dan terus melaju di jalan raya membelah keremangan malam.