Something different

Something different
Perkelahian William dan Mike



Dhea langsung menuju kelasnya. Tak lama kemudian Bram datang menghampirinya.


" Dhe...", panggil Bram saat masih di kejauhan.


Bram buru buru berlari mendekati Dhea yang sedang duduk di dalam kelas.


" Dhe...kau baik baik saja kan ?"


" Kau lihat sendiri ? seperti yang ku ceritakan kemarin Bram ".


" William memang sangat keterlaluan, aku tidak menyangka dia sampai berbuat sejauh ini untuk bisa mendapatkanmu. Sabar ya Dhe, semoga kamu kuat menghadapi cobaan ini ".


" Ya Bram, aku sudah berusaha untuk menerimanya. Mungkin ini sudah menjadi jalan hidupku, tapi aku yakin Tuhan tidak tidur, Dia pasti tau yang terbaik untukku ".


" Ya Dhe pasti itu. Lalu bagaimana kau di tempat barumu sekarang ? Apakah apartemen William cukup nyaman untukmu ?"


" Ya Bram, cukup nyaman bahkan jauh lebih baik dari tempat tinggal lamaku ".


" Kau betah di sana ?"


" Harus betah Bram, karena William sudah menyimpan semua foto fotoku malam itu, jadi aku sudah tidak bisa lagi menghindarinya. Saat ini aku hanya pasrah Bram, aku jalani saja dulu, siapa tau aku bisa mendapatkan jalan keluarnya ".


" Hehhhhh....William sangat keterlaluan sekali dia, tega teganya berbuat seperti itu padamu, pasti dia mengancammu dengan foto foto itu ya ?".


" Ya begitulah Bram, kau tau sendiri kan sifatnya ?"


" Bram maaf ya, aku tidak bisa bekerja di tempatmu lagi ".


" William melarangmu ya ?"


" Iya Bram, dia melarangku pergi kemanapun tanpa dia, juga melarangku bekerja lagi di tempatmu ".


" Dia bilang sangat mencintaimu, tapi bukannya memberikanmu kebebasan, malah justru membuatmu hidup serasa di penjara dan melarangmu pergi kemana mana ".


" Hehhhh biar saja Bram, terserah dia saja, sampai kapan dia kuat untuk memperlakukanku seperti ini ".


" Kau atau dia Dhe yang kuat bertahan ?" Selidik Bram.


" Entahlah Bram aku juga tidak tau ".


" Hati hati Dhe, pesona dia sangat memabukkan hahaha ".


" Hahh kau pikir dia minuman keras Bram ".


" Tapi aku yakin kau bisa menentukan apa yang terbaik untukmu ".


" Hmmm doakan saja Bram ".


Tak lama kemudian dosenpun masuk, Dhea dan Bram segera menghentikan obrolannya.


Mereka berdua mengikuti mata kuliah hari itu hingga tiba jam pulang.


" Dhe, William menjemputmu ?" Tanya Bram sambil mendekati Dhea yang sedang membereskan buku bukunya.


" Iya Bram, siapa lagi ?"


" Aku pikir Mike ".


" Apa kau sudah memberitahukan Mike tentang masalah ini ?" Tanya Dhea.


" Sudah Dhe, Mike sangat mengkhawatirkanmu ".


" Hhhhhh....pasti sebentar lagi 2 kakak beradik itu akan bertengkar lagi ", gumam Dhea.


" Pasti Dhe, karena saat kuberitahukan pada Mike, dia marah besar Dhe ".


" Hahaha kau ini Dhe, hati hati ya Dhe ".


" Iya Bram ", jawab Dhea lalu segera pergi meninggalkan Bram sendirian.


Saat sudah di depan kampus dilihatnya mobil William sudah terparkir di tempat biasa.


" Hai Dhe...", sapa William sambil keluar dari mobilnya menyambut kedatangan Dhea.


" Hai...", jawab Dhea singkat.


" Mau langsung pulang ?" Tanya William saat Dhea hendak membuka pintu mobil.


" Bagaimana kalau kita di sini dulu ?"


" Memangnya kenapa ?"


" Kau pikir kalau tidak langsung pulang, kita menunggu hingga gerbang kampus ini ditutup ?"


" Kau ini pemarah sekali sih ", jawab William sambil tersenyum menggoda Dhea.


Namun saat mereka berdua sudah mau menutup pintu, tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil William, dan terlihat Mike keluar dari dalam mobil itu. Dia berjalan menuju pintu di samping kemudi William, wajahnya seperti sedang menahan amarah.


" Mike !!!" Gumam Dhea.


" William keluar kamu, cepat...!!" Teriak Mike sambil berusaha membuka pintu yang sudah dikunci dari dalam.


" Mau apa dia ?" Gumam William, sambil membuka pintu mobilnya.


" Kau tunggu di sini sebentar ya Dhe ?" Kata William.


Dhea tidak menjawab, hanya terus memperhatikan Mike yang terus menggedor gedor kaca mobil William.


" Ya Alloh apa yang akan terjadi ? Aku tidak mau terjadi apa apa pada dua orang ini gara gara aku ", gumam Dhea sambil berdoa.


Saat William sedang membuka pintu mobilnya, tanpa basa basi Mike segera menarik tubuh William dan menonjok wajahnya. William langsung oleng dan terjatuh karena tidak siap menghadapi serangan dari Mike.


" Kau benar benar laki laki b*****t Wil, tega teganya kau menjamah tubuh Dhea !!!" Teriak Mike sambil menarik tubuh William berdiri dan kembali memukulnya bertubi tubi. Entah apa yang dipikirkan William sehingga dia tidak membalas pukulan adiknya itu sedikitpun.


Dhea segera menjerit melihat darah keluar dari bibir dan hidung William.


" Arrrgggghhhh....Ya Allohhh....Hentikan Mike....", Jerit Dhea sambil berlari keluar lalu menghalangi Mike yang terus memukuli William.


" Biar Dhe, biarkan aku memberinya pelajaran !! Laki laki tak bermoral !! dia sudah melakukan hal yang sangat rendah kepadamu ".


William tak berbuat apa apa sedikitpun terhadap Mike seolah seperti pasrah.


" Sudah Mike, sudah cukup, lihatlah wajah kakakmu, kau bisa mencelakainya !!!" Sambil terus menarik tangan Mike.


" Kenapa Dhe ? Kau membela orang yang sudah menghancurkan hidupmu !!"


" Ya hidupku memang telah hancur, tapi aku tidak mau kau berkelahi dengan kakakmu gara gara aku. Mike, mungkin ini sudah takdirku, kau jangan mengotori tanganmu dengan perbuatan yang tidak pantas ini ".


" Dhe...aku hanya ingin membelamu ?"


" Ya aku tau, semua yang kau lakukan ini demi aku. Tapi sudah terlalu banyak yang tersakiti karena masalah ini. Lupakan aku, aku akan menjalani semua ini Mike, aku akan ikuti rencana Tuhan yang sedang Dia buat untukku. Aku sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghindarinya, namun kenyataannya justru seperti ini. Mike Aku yakin ada hal yang lebih indah dibalik ini semua ".


" Dhe, kenapa kau pasrah ? Ini bukan kamu Dhe, kamu bukan orang yang begitu saja menyerah pada keadaan ?"


" Aku tidak pasrah Mike, kau tau kan sejauh mana usahaku untuk menghindarinya ? Tapi lihat sekarang apa yang terjadi padaku ? Mike sudahlah, kau jalani hidupmu sendiri dan aku jalani hidupku sendiri. Jangan pernah libatkan dirimu dalam masalahku, jangan sampai kau berselisih paham dengan saudaramu sendiri. Pulanglah ", Kata Dhea. Kemudian masuk ke dalam mobil, dan Williampun ikut masuk ke dalam juga.


Mike hanya menatap kepergian Dhea bersama William dengan perasaannya yang bercampur aduk antara marah, cemburu, benci dan entah apa lagi.