
Deasy terus saja mengeluarkan kata-kata kasar pada Dhea. Dia benar-benar meluapkan rasa amarahnya pada kakak iparnya itu.
" Gara-gara kau, Mike jadi marah padaku!!! kau tidak merasakan bagaimana sakitnya ketika suami sendiri justru membela mantan kekasihnya dibanding dengan istri sendiri!!!"
" Stop Deasy!!! aku bukan mantan kekasih Mike ya, Mikelah yang menyukaiku, dan aku tidak!!!"
" Aahhhh...terserah, yang jelas intinya kau tetaplah wanita yang pernah ada dalam kehidupan Mike."
" Lalu sekarang maumu apa? Aku tetap saja istri saudara kandung susmimu, dan tetap akan menjadi kakak iparmu."
" Aku mau kau pergi jauh-jauh dari kehidupan Mike!!!"
" Hahaha...pergi kemana lagi? sekarangpun aku sudah pergi, bahkan jarak antara Indonesia dan London itu sangat jauh Deasy, kau tidak perlu khawatir aku akan menarik perhatian suamimu."
" Hehhhh....menyebalkan, kenapa harus kau yang menjadi rivalku?"
" Rival??? kau anggap aku rival??"
" Deasy, kita saudara. Lupakan semuanya, lupakan masa lalu Mike. Jika kau terus memelihara perasaan bencimu padaku, kau bisa membuat keluarga besar Anderson terpecah belah."
" Ahhh...aku tidak perduli. Aku tetap membencimu, sampai kapanpun tetap membencimu!!! jangan harap ya aku akan berbaikan denganmu!!!"
Deasy yang semakin tidak bisa menahan emosinya, tidak menyadari jika ternyata Mike sedari tadi masuk ke dalam kamar, dan sengaja menguping pembicaraan istrinya.
" Hahaha...aku heran, kenapa wanita seperti kau diperebutkan oleh pewaris tahta keluarga Anderson. Kau bahkan...hahaha ya ampun...apa ya??? aku bingung kata-kata apa yang layak untuk menggambarkan dirimu."
" Deasy, terserah kau menilaiku seperti apa, aku tidak perduli. Yang penting suamiku, juga keluarga besar Anderson menerimaku dan menyayangiku. Terserah jika kau tidak menyukaiku. Seharusnya kau tau diri, dan harus bisa beradaptasi dengan keluarga Anderson. Kau itu orang baru, kau tidak malu berbicara seperti itu? Keluarga Anderson itu kaya raya, tapi perilakunya tidak ada yang serendah kau!!!" Dhea semakin meradang, dan mulai membalas kata-kata Deasy.
" Kurang ajar ya kau Dhea!!! berani-beraninya kau......!!!"
" Deasy stooooppp!!!" Mike yang sedari tadi berdiri di belakang Deasy, dan secara diam-diam menguping pembicaraan istrinya, merasa tidak tahan melihat kalimat Deasy yang keluar dari mulutnya.
" Mike!!!" Deasy spontan menengok ke arah suara orang yang memanggilnya.
Sedangkan Dhea yang mendengar teriakan Mike, sangat terkejut. Dia bisa menebak dari volume suaranya, pasti adik iparnya itu sedang marah.
" Ya Allah, apakah Mike mendengar semua yang dikatakan Deasy padaku? sehingga dia berteriak seperti itu? Semoga tidak terjadi apa-apa, dan Mike bisa menahan emosinya. Kasihan Deasy, dia kan sedang hamil muda." Dhea yang seharusnya marah dengan perlakuan Deasy, justru memikirkan nasib saudar iparnya itu, karena tau Mike saat ini sedang marah. Dia bahkan lupa, jika Deasy baru saja menghinanya habis-habisan.
" Mike???" sambil mematikan telfonnya.
" Kau sudah dari tadi di sini??"
" Ya, dan aku mendengar semua pembicaraanmu di telfon dengan Dhea."
" Kau sangat keterlaluan Deasy!!! Tidak sepantasnya kau berkata kasar padanya???"
" Kenapa? kau tidak suka? kau ingin membelanya lagi???"
" Aku tidak membelanya, tapi aku itu kasihan padamu. Kau sama saja merendahkan diri sendiri di depan Dhea. Kau menghina Dhea, tapi kau cemburu padanya. Sama saja kau tidak percaya diri, dan itu artinya Dhea memiliki sesuatu yang tidak kau miliki, sehingga kau takut tersaingi olehnya, iya kan???"
" Hahaha...aku takut tersaingi oleh Dhea. Ohhh noo!!! Siapa dia??? dia itu tidak selevel denganku, kenapa aku harus takut???"
" Tapi kenyataannya seperti itu Deasy. Stop Deasy!!! hentikan kegilaanmu. Atau aku akan!!"
" Akan apa??? akan menceraikanku??? kau rela kehilangan bayi yang ada di perutku??? kau rela papa mu bersedih lagi karena harapannya untuk menimang cucu gagal lagi?"
" Silahkan, jika hanya untuk membela Dhea, kau bahkan rela menceraikan istri yang sedang mengandung darah dagingmu sendiri."
" Arrrrggghhhh...kau keterlaluan Deasy. Kau benar-benar menguji kesabaranku. Terserah kau sekarang. Teruslah menghina Dhea, hingga kau benar-benar puas!!! aku sangat kecewa padamu!!!"
" Aku berharap rumah tangga kita ini bisa bahagia. Tapi sikapmu itu membuatku benar-benar kecewa Deasy." Sambil melangkah keluar kamar.
" Hei Mike!!! tunggu kita harus bicarakan ini!!!"
Mike kemudian menghentikan langkahnya, dan membalikkan badan.
" Ahhh tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!! Hatimu benar-benar sudah seperti batu. Kau bahkan tidak mau mendengar nasehat suamimu sendiri. Jadi buat apa membicarakannya lagi?"
" Tapi aku tidak suka, karena kau terus-terusan membela Dhea."
" Aku tidak membela Dhea. Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa kau tidak sepantasnya membela Dhea. itu adalah masa laluku, kau tidak perlu mengungkitnya lagi. Tapi kau benar-benar keras kepala Deasy." sambil kemudian berjalan keluar kemudian membuka pintu.
" Mike aku belum selesai bicara."
" Aaahhh..terserah kau. Aku lelah bertengkar denganmu terus." Lalu keluar dan membanting pintu.
" Mike....!!!! Argggghhhhh.....!!!"