Something different

Something different
Tiba di rumah Papa William



Daniel terus mengemudikan kendaraannya. Rumah orang tua William mulai terlihat. Rumah besar dan mewah dengan taman dan pepohonan yang asri. Daniel menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang. Seorang pegawai keluar, dan mengintip dari sela-sela jeruji pintu pagar.


" Tolong bukakan pintu ya, aku membawa salah satu pewaris tahta Anderson." Katanya dari balik jendela mobil sambil sedikit berteriak.


" Kau ini masuk ke rumah papaku pakai bawa-bawa nama pewaris tahta segala." Gerutu William.


" Hahaha...agar dia tidak berpikir dua kali untuk membukakan pintunya Will. Nanti dipikirnya yang aku bawa bukan tamu, melainkan bom."


" Kau ini bisa saja beralasan."


Pegawai tersebut langsung membukakan pintu. Benar apa yang dikatakan William tanpa menyebut silsilahpun, pegawai tersebut akan tetap langsung membukakannya, karena Daniel bukanlah orang asing di keluarga Anderson, dan sudah sering keluar masuk rumah besar tersebut. Namun bukan Daniel namanya jika tidak bertindak aneh dan sedikit konyol.


Setelah pintu gerbang terbuka lebar, mobil yang dikemudikan Daniel segera masuk ke dalam halaman rumah besar itu. Daniel segera memarkirkan mobil tepat di depan pintu utama. Seorang pegawai langsung menyambutnya dan membantu menurun-nurunkan barang.


Terlihat pintu utama terbuka lebar. Dan muncul dua orang yang langsung menyambut kedatangan William, papanya dan juga Mike adiknya yang langsung menyusul di belakangnya.


" Hai...anakku apa kabarmu?" sambut sang papa saat William turun dari kendaraannya sambil membentangkan kedua tangannya.


" Aku sehat pah." Sambil menysmbut uluran tangan papanya. Disusul dengan Mike yang mengikuti di belakangnya.


" Haiiii...pengantin baru, bagaimana rasanya setelah menikah lagi?"


" Hahaha...yang jelas hidupku lebih tenang Will."


" Jika kau ingin lebih tenang tinggallah di gunung Mike, dijamin hidupmu pasti tenang hahaha." Celetuk Daniel.


" Hahhhh...kau pikir aku mau semedi pergi ke gunung segala?"


" Siapa tau kau mau menerima ide brilliantku."


" Bukan brilliant itu ya saudara Daniel, tolong bedakan antara ide brilliant dengan ide bodoh." Sela William.


" Hahaha...kalian ini masih mesra saja hubungannya."


" Yahhh beginilah kami Mike, harap dimaklumi ya."


" Yaa Dan, aku maklum, bahkan sangat maklum hahaha."


" Heiiii...mana menantu papa Will?"


" Oh iya, dia ketiduran di kursi belakang pah."


" Pasti kelelahan ya?"


" Sebenarnya tidak terlalu, hanya saja dia tidak bisa tidur saat di pesawat."


" Sebentar ya pah, aku bangunkan dulu dia." Sambil berjalan ke mobil kembali.


Terlihat Dhea yang begitu pulas tidur meringkuk menahan hawa dingin di negara kelahiran suaminya itu. William tersenyum melihat wajah polos istrinya itu. Diusapnya pipi Dhea dengan lembut.


" Heiii...istriku bangunlah, kita sudah sampai di rumah papa." Bisiknya. Berusaha sepelan mungkin membangunkan istrinya agar tidak terkejut. Tanpa menunggu waktu lama Dhea sudah membuka matanya.


" Hehhhhhh...apakah aku sedang berada di kutub utara sayang??? Kenapa dingin sekali? Daniel tidak salah arah kan???" Tanyanya masih dengan setengah mengantuk sembari mengucek matanya.


" Hahaha...bukan sayang, kau sedang berada di puncak Himalaya. Kau ini baru saja bangun sudah membuat suamimu ini gemas." Sambil mencubit pipi istrinya.


" Kita sudah sampai. Tuh papa dan Mike sudah rindu denganmu."


" Will...!!! kalau istrimu susah dibangunkan kau gendong saja, pindahkan ke kamar. Pasti dia kelelahan." Kata papanya dari luar sedikit berteriak.


" Tidak pah, dia sudah bangun."


" Tuhhh...sayang, kau dengar suara papa kan? ayo turun." Sambil meraih tangan Dhea dan membantunya turun.


" Haiii...menantuku selamat datang, sepertinya perjalananmu kemari sedikit buruk ya." Sambut papa mertuanya sambil membentangkan kedua tangannya.


" Papa....aku rindu padamu." Menyambut pelukan mertuanya.


" Iya pah, karena trauma pesawat yang meledak itu aku jadi trauma naik pesawat."


" Hahaha....semoga setelah ini traumamu hilang ya."


" Heiii....pah, gantian aku donk, aku kan ingin memeluk kakak iparku juga." Kata Mike sambil tersenyum dan melirik William.


" Enak saja...nih...!!!!!" sembari mengacungkan genggaman tangannya. Mike hanya terbahak saja.


" Hahaha...Mike...Mike...aku sendiri yang dari tadi mendampingi mereka berdua, ingin menjabat tangan istrinya saja dilarang, apalagi kau ingin memeluknya, bisa-bisa kau dilaporkan ke pihak yang berwajib." Celetuk Daniel yang sedari diam saja berdiri menyaksikan mereka saling melepas rindu.


" Hemmmm....sepertinya aku harus sedikit berhati-hati pada dua orang ini, sepertinya mereka pria-pria berhati jahat yang memiliki rencana terselubung." Sok serius.


" Hahaha...sudah ayo masuk...!!" Ajak papanya sambil berjalan duluan, diikuti oleh yang lainnya.


" Istri Mike sudah menunggu kalian di dalam. Dia sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan saudara barunya."


" Iya tujuan kami selain rindu pada papa, juga ingin berkenalan dengan anggota baru di keluarga ini."


" Tuhhh...kau dengar Mike? jadi jangan berharap banyak ya, setelah berkenalan dengan istrimu nanti, dia langsung kembali ke Indonesia lagi." Celetuk Daniel.


" Kau pikir jarak London dan Indonesia itu hanya tinggal menyeberang jalan sudah sampai Dan?" Kata William, Diiringi tawa yang lainnya.


Saat sudah masuk di dalam, seorang wanita muda yang usianya tidak begitu jauh dari Dhea segera menyambutnya. Wanita cantik, dan tentu saja sesuai dengan selera Mike, sexy dan sangat menarik, ditambah dengan pakaian minimnya yang membuat semua mata tidak ingin mengalihkan perhatian dari bodynya.


" Sayang kemarilah...!!" seru Mike. Deasy langsung berjalan ke arah suaminya. Dari cara berjalannya yang anggun ditambah body languange yang memang sudah terlatih saat menjadi pramugari, menambah pesona Deasy semakin keluar.


" Ini saudara iparmu sudah datang." Kata Mike sambil memeluk pinggang istrinya. Deasy tersenyum mengamati dua orang yang baru saja menjadi saudaranya.


Kemudian dia mengulurkan tangan pada William, William hanya menyentuhnya sedikit dengan kedua tangan yang dikatupkannya.


" Wooowwww...ternyata William lebih tampan dari yang difoto aku tidak menyangka...!!! tapi kenapa dia hanya menyentuh jemariku sedikit??? ahhhhh...itu kan hanya awalan saja, sok jual mahal..!!" Kata Deasy dalam hati.


Lalu matanya beralih ke sosok Dhea yang berada di sebelah William.


" Haaaaa....jadi ini menatu kesayangan keluarga Anderson??? wanita yang sempat menjadi rebutan dua kakak adik macho ini???? sangat tidak masuk akal..!!! Tidak ada yang spesial dengannya. Wajahnya tidak termasuk dalam kategori cantik sekali, penampilannya bahkan terlihat aneh, apalagi ditambah penutup kepalanya itu. Hemmmm...jangan-jangan dia tidak memiliki rambut sehingga malu dan menutupnya rapat-rapat hahaha...!!!" Kata Deasy dalam hati.


" Hei beib...!!! kenapa kau hanya memandangnya saja? peluklah dia!! dia kakak iparmu, istrinya William." Kata Mike mengejutkan Drasy yang sedari tadi hanya mengamati Dhea dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.


" Ehhh...iya sayang, aku takjub dengan kecantikan kakakku ini, sehingga jadi lupa untuk menegurnya." Kata Deasy berbasa-basi, padahal dalam hati dia sangat benci dengan Dhea, apalagi setelah tau Mike pernah menyukainya juga.


" Haiii..adikku...!!" kata Dhea sambil membentangkan kedua tangannya. Deasypun segera menyambutnya, walaupun dengan setengah hati.


" Kau cantik sekali..!! pantas Mike memilihmu jadi istrinya."


" Hahaha...apa tidak lebih cantik kau, buktinya kakak Mike memilihmu, bahkan......!!!"


" Bahkan apa???"


" Ohhhh...tidak bahkan dia rela mengorbankan segalanya untukmu." Kata Deasy mengganti kalimat yang tadi hendak diucapkannya."


" Hahaha...sudah-sudah...kalian berdua itu menantu papa yang sama-sama cantiknya. Ayo kita langsung ke meja makan saja...!!!"


" Sebentar pah, aku dan istriku harus beribadah dulu. Kalian kesanalah dahulu, nanti kami menyusul."


" Oh...ya sudah kalau begitu. Kamarmu sudah siap nak."


" Iya pah, terimakasih." Sambil mengajak Dhea masuk ke dalam kamar pribadinya.


Assalamualaikum warahmatullah hiwabarokatuh readers.....


Maaf ya baru update sekarang, maklum kelamaan libur, semuanya jadi ikutan libur, otak juga ikutan libur alias males mikir hahaha....


Selamat menikmati episode novelku ini ya, semoga menghibur dan tentunya bisa memberikan masukan positif buat kalian semua. Maaf kalau masih banyak kekurangan di sana sini, maklum masih sama-sama belajar.


Wassalamualaikum warahmatullah hiwabarokatuh