Something different

Something different
Kecemburuan Dhea.



Malam ini William mengajak Dhea untuk makan malam di luar.


" Masuk Will!" Suruh Dhea saat baru saja membukakan pintu untuk William.


" Sayang kita langsung makan saja yuk? Perutku sudah lapar."


" Ya, tunggu sebentar kalau begitu!" Jawab Dhea sambil berjalan ke dalam kamar lalu meraih tasnya yang ada di atas kasur.


" Ayo Will!" Ajak Dhea.


" Kita makan malam dimana sayang?" Tanya William saat sudah berada di atas mobil.


" Terserah kau sajalah, yang penting bisa aku makan."


" Bagaimana jika kita makan seafood saja? Aku pernah makan di sana, dan aku jamin kau akan menyukainya." Tanya William pada Dhea.


" Boleh." Jawab Dhea lagi.


" Tapi tempatnya sedikit jauh Dhe, kamu masih bisa menahan laparmu kan?"


" Hahaha perutmu tuh yang harus dikhawatirkan, kalau aku sudah terbiasa berpuasa Will, jadi jika menunggu untuk beberapa jam saja aku tidak akan mungkin pingsan." Jawab Dhea sambil tertawa.


" Ya..ya..ya..Pasti itu karena kau sedang berhemat di sini kan Dhe, makanya berpuasa? Hahaha."


" Ihhh enak saja!" Jawab Dhea sambil cemberut.


William terus memacu kendaraannya. Setelah berjalan kurang lebih 1 jam, William menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah bernuansa alam, dan pengunjungnya terlihat ramai.


Mereka kemudian turun dan segera memilih kursi kosong, lalu memesan makanan.


" Sayang aku akan ke toilet sebentar, kau tunggu disini ya?" Dheapun mengangguk.


Dilihatnya William berjalan ke arah belakang, namun kemudian dia menghentikan langkahnya. Ada seorang wanita cantik dan seksi menjabat tangannya, tak disangka kemudian mereka berpelukan lalu William mencium kedua pipi wanita itu. Dhea membelalakan matanya melihat pemandangan tersebut.


" Hai William, bagaimana kabarmu?


" Aku baik Jane. Kau di sini juga rupanya?"


" Ya, teman temanku mengajakku makan di sini, mereka bilang makanan di sini sangat lezat."


" Kau kelihatannya begitu sibuk sehingga tidak pernah menghubungiku?" Kata wanita itu lagi.


" Maaf Jane, aku sedang membuka bisnis baru di sebuah kota, makanya aku amat sibuk.


" Ya aku tau kau itu pengusaha besar, kau datang dengan siapa kesini Will?"


" Aku pergi dengan temanku."


" Seorang wanita?"


" Ya seorang wanita."


" Hahaha kau belum berubah William!"


" Tapi yang ini beda Jane, dia kekasihku."


" Sungguh? Apakah kau sudah bosan berpetualang sehingga mau menjadikannya kekasih?"


" Yah begitulah."


" Pasti dia wanita yang cantik sehingga kau tertarik dengannya?" Selidik Jane.


" Tidak hanya cantik wajahnya Jane, tapi juga hatinya."


" Benarkah? bolehkah aku berkenalan dengannya?"


" Boleh, ikutlah denganku!" Ajak William. Lalu Jane mengikuti William dari belakang.


Saat sudah tiba di tempat duduknya tadi, William terkejut karena Dhea tidak ada.


" Lho kemana dia? Tadi kami duduk disini Jane". Kata William bingung. William menengok ke sana kemari mencoba mencari sosok Dhea.


" Iya aku ingat! Ini makanan yang tadi kami pesan!" William menunjuk makanan yang ada di meja di depannya.


William dan Jane hanya saling berpandangan bingung.


" Maaf tuan, apakah anda mencari wanita yang duduk disini?" Seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua.


" Iya nona, apakah kau tau dimana dia?"


" Tadi dia pergi saat aku sedang meletakkan makanan ini di meja anda, dan sepertinya dia sedang menangis."


" Menangis?"


" Iya tuan."


" Terimakasih nona."


" Sama sama tuan."


Kemudian pelayan itu pergi.


" Carilah dia William! Jangan sampai terjadi apa apa dengannya!"


" Maafkan aku Jane, aku akan membawanya kemari bertemu denganmu."


" Ya semoga kau menemukannya, aku tunggu di sini ya?"


" Iya."


Kemudian William segera keluar mencari Dhea.


" Dhe dimana kau sayang? Kau tidak tau jalan di sini. Aku tidak akan pernah memaafkanku jika sampai terjadi apa apa denganmu!" Bisik William panik sambil terus menyusuri jalanan untuk mencari Dhea.


" Aku yakin pasti dia belum jauh." Gumam William lagi.


William terus saja berjalan dan mencari cari Dhea.


" Dhea...Kenapa kau membuatku khawatir? Apa yang terjadi denganmu Dhe?".


" Bodohnya aku, kenapa aku masih saja mempercayainya. Kenapa??"


" Kemarin saja di tempat kerjanya dia sudah berduaan dengan seorang wanita di belakangku, dan sekarang bahkan di depan mataku dia memeluk dan mencium wanita itu!!"


" Sungguh keterlaluan kau William!!"


Kaki Dhea begitu lelah berjalan, kemudian dia berhenti di pinggiran jalan, lalu duduk dan dia tidak tau berada dimana sekarang.


" Aku hanya ingin pergi darinya! Aku benci, benci sekali dengannya!!" Jerit Dhea dalam hati.


Air mata Dhea seperti tidak bisa berhenti menetes, apalagi mengingat begitu mesranya William mencium wanita itu tadi.


" Lelaki brengsek!!" umpat Dhea.


Dhea terus terisak sambil menatap orang yang berlalu lalang di depannya.


" Dheeee....!!!"


Tiba tiba terdengar suara lelaki memanggil Dhea. Dhea menengok, ternyata William yang memanggilnya.


" Ya ampun Dhe, sayaang kau baik baik saja kan?" Tanya William dengan nafasnya yang tersengal sengal.


Dhea diam saja, dan berusaha menghapus air matanya.


" Sayaaang ada apa? Kenapa kau menangis? Ceritakan padaku!"


" Kau pergilah dari sini!! Bukankah kau tidak membutuhkanku lagi?" Teriak Dhea sambil mendorong tubuh William.


" Hei kenapa tiba tiba kau marah padaku?"


"Jangan pura pura bodoh Tuan William yang terhormat!!"


" Sayang ada apa? Aku benar benar bingung."


" Kenapa kau mencariku? Bukankah kau tadi sudah mendapatkan wanita yang lebih seksi dan lebih menarik dibanding aku!!"


" Wanita seksi?"


" Ya seksi, sepertinya kau gembira sekali saat bertemu dengannya, bahkan kau juga menciumnya kan tadi?"


William terdiam sebentar, dan kemudian dia tertawa setelah menyadari siapa wanita yang dimaksud Dhea.


" Hahaha kau cemburu sayang? Ya Tuhan kau benar benar cemburu."


" Diamlah jangan bercanda!!" Bentak Dhea.


" Kau serius sayang?"


" Kau pikir aku sedang main-main!!"


" Ayo ikut denganku!!" Kata William sembari menarik tangan Dhea.


" Lepaskan!! Jangan kau sentuh tanganku!!"


William seperti tak perduli dia tetap saja menarik tangan Dhea dan mengajaknya ke restoran tadi.


" Kenapa kau mengajakku kesini lagi?" Bentak Dhea sambil melepaskan pegangan tangan William.


" Bukankah kau marah gara gara wanita yang kucium tadi?"


" Aku akan mengenalkannya padamu", kata William sambil terus menarik tangan Dhea


"Jane...!!!" Panggil William sambil menghampiri wanita yang tadi dipeluknya.


" Hai Will, syukurlah kau sudah menemukannya."


" Ada apa dengannya Will?"


" Hmmm ia cemburu padamu Jane, dia tadi melihatku menciummu". Bisik William sambil melirik ke Dhea.


" Benarkah?" Tanya Jane.


William hanya tersenyum saja.


"Will....!!!" Panggil Dhea sembari memelototi William, karena merasa bahwa William sedang menggodanya.


" Lihatlah Jane aku sangat menyukai matanya jika melotot seperti itu", kata William sambil tertawa.


" Kekasihmu sungguh cantik Will, kau beruntung sekali, dia sepertinya gadis yang sangat baik."


" Dhea kenalkan ini Jane, sepupuku."


Dhea menatap William setengah tak percaya.


" Sepupumu?"


" Iya sayang, wanita yang membuatmu marah tadi adalah sepupuku", katanya sembari tersenyum.


Jane mengulurkan tangannya.


" Hai Dhe, aku Jane. Wajar kalau kau begitu cemburu, karena dia memang pria yang patut dicemburui dan dicurigai." Kata Jane sambil melirik ke William.


Dhea menyambut uluran tangan Jane.


" Maafkan aku Jane, aku tidak tau." Jawab Dhea.


" Tak apa Dhea, tapi kau tetap harus waspada dengannya ", kata Jane lagi sambil tersenyum.


" Hei kau jangan mempengaruhinya ya ", jawab William.


" Tenang saudaraku aku hanya sedikit memperingatinya saja hahaha."


" Ya sudah aku tinggal kalian dulu ya, teman temanku sedang menungguku disana ", kata Jane.


" Ok Jane silahkan ", jawab William.


" Ok nikmatilah kebersamaan kalian." Kemudian Jane meninggalkan mereka berdua.