Something different

Something different
Pertengkaran Mike dan William



Pagi ini setelah mengantar Dhea ke kampusnya, William ingin berkunjung ke rumah orang tuanya. William segera memacu kendaraannya menuju ke sana. Setelah tiba di rumah besar itu William segera turun dan masuk ke dalam. Dan ternyata papanya sedang duduk di tepi kolam renang sendirian.


" Pagi pah ", ucap William sambil memeluk papanya.


" Pagi William, tumben kau datang sepagi ini ? kau tidak ke kantormu ?"


" Tidak pah, aku rindu denganmu ".


" Ya, kau jarang sekali kesini, tidak seperti adikmu ".


" Maaf pah, aku hanya....".


" Ya papa tau, kau malas bertemu Jessy kan ?" Kata papa William, memotong kalimatnya.


William diam saja, sambil sibuk memperhatikan jernihnya air yang ada di dalam kolam di hadapannya.


" Bagaimana kabar wanita itu ?"


" Maksud papa ?"


" Wanita yang tempo hari kau ajak kesini ?"


" Oh Dhea ?"


" Ya Dhea..papa lupa namanya ".


" Dia baik pah, aku baru saja habis mengantarnya ke kampus ".


" Kau menyukainya ?"


" Menurut papa ?"


" Sepertinya dia gadis baik ".


" Ya pah, tapi aku belum berhasil mendapatkan tempat di hatinya, dia sangat sulit kudekati ".


" Hahaha kau ini kalah dengan papamu, dulu waktu papa ingin mendapatkan mamamu juga sangat sulit sekali, bahkan papa butuh waktu berbulan bulan untuk membuktikan cinta papa padanya ".


" Nak...wanita yang baik itu tidak akan mudah memberikan cintanya begitu saja pada orang lain, kejarlah dia, dan jangan menyerah, papa yakin dia orang yang tepat untukmu ", kata papa William sambil memegang pundak anaknya.


" Terimakasih pah ", jawab William.


Dia sangat percaya dengan yang dikatakan papanya. Orang tua ini pasti lebih berpengalaman dibanding dia, mengingat sosok muda papanya dulu adalah seorang penjahat wanita.


" Pah aku ingin membuat minuman dulu di dapur, sepertinya asisten anda sedang sibuk semua sehingga tidak tau aku ada di sini ".


" Silahkan Will, nanti kita lanjutkan ngobrol lagi ".


Kemudian William segera beranjak dari tempat duduknya. Saat William pergi ke dapur, ternyata Mike dan Jessy datang. Mereka kemudian duduk menemani papa mereka di dekat kolam renang.


" Kalian sepagi ini sudah kemari ?"


" Iya pa, kami ingin mengantarkan kue ini. Aku yang membuatnya sendiri untukmu ", kata Jessy.


" Ohh terimakasih sayang kau baik sekali ".


" Aku ke dapur dulu ya ? biar kutata kue ini di piring ?"


" Silahkan sayang ". Jawab Mike.


Kemudian Jessy berjalan ke dapur. Saat di dapur dia melihat William sedang mengaduk minuman. Dan tanpa ragu Jessy membelai punggung William dari belakang.


" Pagi sayang, ternyata kau ada di sini juga rupanya ?"


William sangat terkejut, dan minuman yang diaduknya hampir saja tumpah.


" Shit...Jessy kau mengejutkanku saja !!"


" Ohhh kasihan sekali...kenapa kau harus membuat minuman ini sendiri, biarkan aku yang membuatnya untukmu ya ", kata Jessy sambil mengambil sendok yang ada di tangan William, dan dengan sengaja menggenggam tangan William.


" Lepaskan tanganmu Jess !!"


Kata William sambil melotot ke arah Jessy.


" Ohh sayang matamu begitu indah, aku rindu tatapan mesramu seperti dulu lagi ". kata Jessy.


" Dasar wanita jalang !! Kau ingin Mike tau perbuatan hina istrinya ini ?"


" Hahaha dia tidak akan tau sayang, karena dia pria yang sangat polos, tidak sepertimu ".


" Kau sangat kerlaluan Jes !!"


" William, aku tau kau pasti rindu sentuhanku juga kan ? jangan berlagak jual mahal ".


" Kau ini Jes, masih saja percaya diri, tubuhmu itu dulu sudah puas kutiduri, dan saat ini kau lebih pantas kuanggap sampah ".


" Benarkah William ?" Tanya Jessy, tiba tiba Jesy menyurutkan wajahnya begitu dekat ke arah William, dan tak butuh waktu lama Jessy sudah melumat bibir William sembari memeluk tubuhnya.


William sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Jessy, dan dia berusaha melepaskan ciuman Jessy dari bibirnya, serta mendorong tubuhnya. Dan pada saat adegan dorong dorongan itu, tiba tiba Mike memergoki mereka berdua.


" William kau.....!!!" Teriak Mike sambil berlari menghampiri mereka berdua.


Spontan Jessy melepaskan pelukannya.


" Mike...sayang...maafkan aku, kakakmu telah memaksaku, padahal aku sudah menolaknya, tapi tiba tiba saja dia memelukku, aku tidak bisa melepaskan pelukannya sayang ", kata Jessy seraya berlari ke pelukan Mike dan pura pura menangis di sana.


William hanya diam saja, wajahnya terlihat tenang tanpa berdosa, ada senyum tersungging di bibirnya mendengar Jessy mengadu pada Mike.


" William kau itu sungguh keterlaluan, kau ingin menghianatiku ya ?"


" Hei ada apa ini ? kenapa kalian ribut ribut di sini ?" Tiba tiba papa mereka masuk.


" Lihatlah pa !! anak laki lakimu ini sudah berbuat hal yang sangat memalukan, dia sudah berani memaksa istriku untuk menciumnya !!" Kata Mike emosi.


" Benarkah Will yang kau lakukan ? sungguh memalukan. Kau tau kan ? walaupun Jessy itu mantan kekasihmu, tapi dia sudah menjadi istri adikmu ?"


William diam saja dan tetap terlihat tenang.


" Kau kenapa tidak menjawab pertanyaan papa, dan wajahmu seperti orang tidak bersalah saja !!" bentak papanya.


Jessy tetap menangis di pelukan Mike.


" Hahaha Jessy Jessy, sandiwaramu sangat sempurna ", kata William tanpa melihat ke arah mereka, tapi justru asyik mengotak atik hpnya.


" Pah aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu. Dan kau Mike, bukalah handphonemu, kau akan segera tau siapa istrimu sebenarnya. Selama ini kau tidak pernah percaya dengan kata kata kakakmu sendiri ". Kata William sambil menatap tajam ke arah Mike.


Perlahan Mike mengambil handphone dari saku celananya, dan terlihat sebuah pesan masuk dari aplikasi media sosialnya. Mike segera membukanya, dan terdengar sebuah rekaman dimana Jessy sedang merayu William, sedangkan William menolaknya dengan kasar.


" Jessy....Dasar wanita jalang...!!!" Teriak Mike sambil mendorong tubuh Jessy.


" Kalian tau kan siapa yang salah sekarang ? selama ini kalian pikir aku masih ada dendam dengannya, wanita ini tidak lebih dari seorang pelacur, dan kau Mike ? tidak pantas kau menikahinya !!"


" Jessy aku sangat kecewa denganmu, dan aku akan segera mengurus perceraian kita !!" Kata Mike sambil keluar meninggal William dan papanya, sementara itu Jessy mengejar Mike.


" Mike tunggu aku !! aku bisa menjelaskannya...Mike !!" Teriak Jessy.


Mike terus berjalan tanpa menggubris teriakan Jessy. Sepeninggal Mike dan Jessy, papa William mendekatinya.


" Nak maafkan papa, selama ini papa tidak pernah tau perilaku Jessy seburuk itu, kenapa kau tidak pernah bercerita dengan papa ?"


" Aku tidak mau merusak pernikahan Mike pah, dan aku hanya berharap Jessy bisa berubah. Walaupun aku sudah menyimpan rekaman ini sejak lama, namun ternyata perilaku Jessy semakin menjadi, dan Mike harus tau ini ".


" Ya sudah nak, ayo kita duduk di luar lagi, papa ingin mendengar ceritamu tentang Dhea lagi lebih lanjut ", kata papa William sambil menggandeng tangannya.


William mengobrol dengan papanya hingga siang hari. Dan saat waktu menunjukkan pukul 11 lebih William berpamitan pulang.


" Pah aku pulang dulu ya ? aku harus menjemput Dhea di kampusnya ".


" Silahkan nak, hati hati di jalan. Dan ingat kuncinya adalah sabar untuk bisa mendapatkannya oke ?"


" Ya pah, terimakasih kau sudah mau mendengarkan ceritaku ".


" Ya nak, pergilah...jangan sampai gadis itu keduluan dijemput laki laki lain ".


" Hahaha aku akan mencincang laki laki itu dengan tanganku sendiri pah ".


" Hahaha kau sudah sangat tergila gila dengannya rupanya ". Kata papa William sambil tertawa.


Kemudian William beranjak dari duduknya dan segera meninggalkan rumah papanya untuk menuju kampus Dhea.