Something different

Something different
Di taman kota 2



William dan Dhea terlihat asyik menikmati malam mereka di taman kota itu.


" Dhe. "


" Ya. "


" Kamu merasakan malam ini lebih indah dari malam malam sebelumnya tidak ?"


" Lebih indah ahhh biasa saja, mungkin itu cuma perasaan kamu Will ", jawab Dhea polos.


" Hmmm mungkin buatmu biasa Dhe, tapi bagiku sangat luar biasa."


" Kenapa bisa begitu ?"


" Karena malam ini sepertinya sikapmu lebih bersahabat padaku, dan tidak seperti biasanya yang selalu ketus padaku."


" Hehhh jangan terlalu percaya diri tuan. Aku hanya tidak ingin setelah ini kau lepas tanggung jawab padaku."


" Tanggung jawab apa Dhe ?"


" Tanggung jawab jika kau meninggalkan benih di perutku nanti ya !!"


" Ooohhh itu...hahaha...tenang saja sayang...tanpa kau hamilpun aku ingin sekali menikahimu. Bagaimana jika sekarang aku melamarmu ?"


" Ihhh enak saja, kau pikir aku mau menikah dengan laki laki yang tidak seiman denganku !"


" Sungguh Dhe ??? Walaupun laki laki itu setampan aku ??" Tanya William sambil mendekatkan wajahnya seraya menggoda Dhea.


" Williaaaamm....jauh jauh sana....!!"


" Hahaha Dhea Dhea...."


" Dhe aku dulu tidak pernah menyangka bisa suka dengan wanita sepertimu."


" Aku juga tidak pernah minta kamu menyukaiku."


" Ya itulah Dhe. Entah kenapa tiba tiba kamu bisa buat perubahan besar dalam hidupku. Jangan jangan kau mengguna gunaiku ya Dhe ??"


" Haaa...mengguna gunaimu ??? Ihhhh....perbuatan sangat memalukan. Tanpa kuguna gunai saja kau tidak pernah berhenti mengejarku, apalagi jika kuguna gunai. Buang buang energi saja." Gerutu Dhea.


" Coba kau dulu jadi nikah sama Paula ya, pasti hidupku bebasss....bahagiaaaa...merdekaaa....gembiraaa." Kata Dhea sambil mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi.


" Hemmmm...apa lagi Dheaaa...???" Tanya William sambil melotot.


" Hehehe apalagi ya ??? Kamu bisa bantu beri pendapat aku tidak ??" Tanya Dhea sambil tersenyum.


" Kau ini pasti waktu itu kau tertawa tawa ya melihatku menderita."


" Menderita bagaimana ? Paula itu kan cantik, seksi, berkelas."


" Tapi aku tidak mencintainya, sayaaangg."


" Salahnya sendiri suka iseng, untung ketahuan, coba kalau tidak ? Pasti hari ini kau terus meratapi nasibmu yang sial itu hahaha."


" Hhhhhh...kau ini senang sekali mencandaiku."


" Hehehe....", Dhea hanya tertawa.


" Dhe benarkah menikah beda agama dalam ajaranmu itu benar benar tidak diperbolehkan Dhe ?"


" Tidak Will, dan itu sudah ketentuan."


" Tidak ada toleransi sama sekali ?"


" TIDAK Tuan William, kau pikir hukum agama itu buatan manusia sehingga ada toleransinya segala."


" Kenapa bisa begitu ?"


" Dalam ajaranku menikah beda agama itu berarti hukumnya haram atau dilarang. Tetapi jika pernikahan itu tetap dilakukan, jadinya tidak sah dan sama saja kita itu zina Will."


" Zina ? apa itu zina Dhe ?"


" Zina itu adalah hubungan badan yang kau lakukan selama ini dengan wanita wanitamu tanpa ikatan pernikahan itulah disebut dengan zina."


" Lalu kenapa jika kita berzina Dhe ?"


" Dalam agamaku hukum berzina itu sangat berat Will. Dan yang paling ringan itu dihukum cambuk. Panjang Will penjelasannya aku tidak bisa merincinya satu persatu."


" Jadi itu penyebab kenapa kau selalu menolakku ? Karena kau takut hukuman yang nantinya harus kau pikul."


" Ya Will, bukan hanya di dunia saja, tapi juga di akhirat setelah kita meninggal nanti. Semua perbuatan kita saat di dunia ini akan diperhitungkan semua Will."


" Tapi ini dalam agamaku Will, aku tidak tau dalam agamamu. Kau boleh percaya boleh tidak, aku hanya berusaha menjelaskan sebatas yang aku tau saja."


" Iya Dhe aku tau...Terimakasih kau telah banyak memberiku pelajaran berharga. Selama ini yang aku tau hanyalah menjalani kehidupanku dengan bebas tanpa aturan. Aku merasa bahwa apapun yang aku miliki adalah berkat kerja kerasku. Aku tidak pernah memikirkan kehidupanku setelah mati nanti. Yang aku tau hanya senang senang dan pesta pora."


" Will kau harus merubah cara hidupmu. Ingat semua mahluk yang bernyawa itu pasti mati, tidak terkecuali kamu. Kita hanya tinggal menunggu waktu saja.Bisa besok, bisa lusa, bisa tahun depan. Tapi tidak mustahil jika 5 menit nanti nyawa kita sudah tidak berada di dalam jasad kita Will."


" Dhe maukah kau membantuku dan membimbingku agar bisa melupakan masa laluku yang buruk dulu ?"


" Will, keyakinan kita berbeda. Aku tidak bisa membantumu banyak. Ibadahlah sesuai dengan ajaran agamamu. Aku tidak mau memaksakan agamaku kepadamu, karena keyakinan seseorang terhadap ajaran agama tertentu tidak bisa dipaksakan. Perbaikilah dirimu sendiri, aku yakin hidupmu akan semakin damai jika dekat dengan Tuhan."


" Ya Dhe aku percaya kata katamu."


" Kenapa Dhe ?"


" Jika kau percaya kata kataku berarti kau sudah menyekutukan Tuhanmu hahaha."


" Kau ini Dhe bercanda terus."


" Pulang yuk Will, sudah malam !"


" Aku masih betah Dhe berdua duaanmu denganmu di sini."


" Williaaaammm.....", kata Dhea sambil melotot.


" Hahaha oke oke siap Nona Dhea, aku takut melihat bola matamu hampir keluar seperti itu ", kata William sambil tertawa lalu beranjak dari duduknya.


" Dhe !"


" Ya."


" Mike tidak pernah menghubunginmu lagi kan ?"


" Memangnya kenapa Will ?"


" Aku tidak mau dia merayumu lagi."


" Hahaha memangnya selama ini dia merayuku ?"


" Buktinya tadi kau memuji mujinya."


" Memuji muji bukan berarti dia telah merayuku."


" Tapi sepertinya kau tertarik dengannya Dhe ?"


" Aku tidak tertarik dengannya Will, hanya tertarik dengan kepribadiannya, dan ketegarannya itu saja."


" Sayang aku bukan dia ya ?"


" Lho kenapa ?"


" Iya seandainya aku punya sifat seperti dia mungkin kau tidak akan pernah takut padaku, karena sifat burukku dulu."


" Kau bilang tadi bahwa kau dan adikmu berbeda Will ?"


" Iya Dhe, aku juga tidak tau. Kenapa sifat posesifku itu tidak pernah bisa aku hilangkan."


" Tapi dengan begitu aku justru tau, ternyata kau menyayangi adikmu begitu tulus Will, walaupun terkadang kasar tapi hatimu tidak bisa berbohong."


" Kau tau darimana ?"


" Saat Mike memukulmu, kau sama sekali tidak tega untuk membalasnya. Dari situ aku tau bahwa rasa sayangmu terhadap Mike begitu besar Will."


" Ya Dhe seperti rasa sayangku sama kamu ", kata William sambil tersenyum dan melirik Dhea.


" Huuuu.......usaha teruss ", canda Dhea.


" Hahaha biar saja Dhe, siapa tau berhasil."


William terus memacu kendaraannya hingga di depan apartemen Dhea.


" Aku antar ke atas ya Dhe ?"


" Tidak usah Will, pulanglah ! Orang orangmu di sini sudah kau perintah untuk mengawasiku juga kan ?"


" Hehehe kau tau saja Dhe."


" Karena aku tau kamu Tuan William."


" Hati hati ya ", kata Dhea.


" Iya sayang."


Lalu Dhea segera membuka pintu di sampingnya dan hendak keluar.


" Dhe !" Panggil William tiba tiba.


" Iya ", kata Dhea sembari menengok ke arah William.


" I Love You." Kata William.


Dhea bengong saja dan tidak menjawab apa apa.


" Hei kok melamun sih ?" Kata William mengagetkan Dhea.


" Eh ehmm maaf ", kata Dhea gugub.


" Ya sudah masuklah ", kata William.


Kemudian Dhea turun dan segera masuk ke dalam apartemennya.


Di tangga Dhea tersenyum senyum sendiri mengingat ucapan kata cinta dari William tadi.


" Ihhhhhh apaan sih....sadar sadar..!!" Kata Dhea sambil menepuk nepuk pipinya sendiri, seolah sedang mengembalikan akal sehatnya.