Something different

Something different
Tamu mengejutkan



Sementara itu sebuah taksi berhenti di depan rumah Dhea, seorang pria turun dari taksi itu. Pintu pagar besi besar yang dijaga oleh satpam langsung terbuka lebar, satpam tersebut mempersilahkan pria tersebut masuk sambil terbengong-bengong menatapnya heran dan sedikit terkejut.


Laki-laki itu langsung berjalan masuk ke dalam rumah. Seorang asisten rumah tangga wanita yang membukakan pintu untuknyapun tak kalah terkejut dengan kedatangan pria itu. Sesaat kemudian asisten tersebut sedikit shock dan tidak mampu berkata apa-apa, namun kemudian setelah tersadar, dia langsung berlari ke belakang histeris dan berteriak-teriak pada teman lainnya, sehingga hampir keseluruhan pegawai di dalam rumah itu berhamburan keluar untuk melihat tamu yang sangat spesial itu.


" Pak kenapa anda diam??? apa yang terjadi pada suamiku?? cepat katakan pak...!!!" kata Dhea sedikit histeris. Dia tak kuasa lagi mengontrol dirinya sendiri.


" Sssstttt....nak tenanglah, tunggu supirmu sebentar, mungkin dia sedang kelelahan kata ayahnya." Sedangkan ibu Dhea langsung memeluk anak semata wayangnya itu.


" Tuan William terdaftar dalam penumpang pesawat itu nyonya, tapi tuan ti....!!"


Baru saja saja sang supir hendak melanjutkan kalimatnya, tamu pria yang baru saja datang tadi, tiba-tiba saja sudah menerobos masuk ke dalam kamar Dhea tanpa permisi terlebih dahulu, spontan semua mata yang ada di dalam kamar itu melotot kaget dan terdiam.


" Lho ada apa? kenapa banyak orang di kamarku? istriku tidak apa-apa kan?" tanyanya sedikit bingung.


" Nak William????" panggil orang tua Dhea kemudian.


" Tuan William????" panggil dokter dan suster.


Hanya Dhea yang tidak memanggilnya, tapi dia langsung lunglai dan jatuh pingsan. William spontan berlari mendekat.


" Sayang kau kenapa? ayo bangun sayang....!!!" katanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh istrinya.


" Dokter cepat periksa istri saya, kenapa dia? apa mungkin ini efek dari operasinya? Pak, tolong siapkan mobil, kita bawa istriku ke rumah sakit." katanya lagi pada sang supir, wajahnya terlihat panik sekali.


Bukannya melakukan sesuatu, orang-orang yang dipanggilnya terus saja bengong dan seolah terhipnotis dan tidak melakukan apa-apa.


" Dokter kenapa anda diam??? cepat lakukan sesuatu pada istriku...!!!" katanya sekali lagi.


" Ohhh...iya maaf tuan...!!" Katanya, lalu mendekati Dhea, dan melakukan tindakan kecil untuk mengembalikan kesadarannya.


" Nak, Dhea tidak apa-apa. Dia hanya sedang shock melihat kedatanganmu, makanya langsung pingsan."


" Shock kenapa bu?"


" Dia mengira kau ikut menjadi korban dalam pesawat yang meledak tadi sore."


" Aku???"


" Ya, kamu nak." William langsung terdiam, dan baru menyadari bahwa pesawat yang meledak tadi adalah pesawat yang akan dinaikinya.


" Astagfirullahhal adzim....."


" Ya Allah maafkan aku sayang, aku tidak sadar bahwa semua insiden tadi akan langsung terdengar dimana-mana, dan kaupun juga pasti akan segera mengetahuinya."


" Nak, Dhea menyaksikan sendiri kecelakaan itu."


" Maksud ibu?"


" Dia masih berada di bandara saat pesawat yang katanya kau naiki itu berangkat. Dia memang ingin memastikan bahwa pesawatmu benar-benar sudah take out. Namun beberapa menit kemudian pesawat itu meledak dan dia menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya. Dia mengira kau ada di dalam pesawat itu."


" Tapi kenapa tidak ada yang mencoba untuk menelfonku?"


" Bagaimana kami memikirkan untuk menelfonmu? sedangkan kami sudah panik semua mendengar kabar itu, dan mengira kau ikut menjadi salah satu korban. Kasihan istrimu, dia menangis tidak berhenti-henti." Kata ayah Dhea.


Perlahan-lahan mata Dhea mulai terbuka, dan masih dalam pelukan William. Dia mencium aroma khas bau parfum suaminya. Parfum yang sejak awal mereka pacaran dulu selalu disukai Dhea wanginya.


" Apakah aku sedang berada di surga dan bertemu denganmu sayang? sayang benarkah ini kamu? apakah Allah mendengar doaku dan menyatukan kita kembali walaupun sudah di alam lain?" gumamnya.


" Heiii....sayang, ini di rumah kita. Ini aku, suamimu. Aku tidak pernah meninggalkanmu."


" Ayo bangunlah, kau tidak ingin memeluk suamimu yang tampan ini." Katanya. Air matanya tiba-tiba menetes mendapati istrinya yang begitu shock melihat kedatangannya, dan tanpa sadar telah membuatnya bersedih, walaupun hanya sesaat.


Dhea mengerjab-ngerjabkan matanya. Dilihatlah sekelilingnya, orang tuanya, dokter, suster, supir pribadinya, semua sedang memandangnya. Dia ingat bahwa tadi dia berada di kamar bersama mereka, dan terkejut karena melihat kedatangan William. Dia mengira ini semua hanyalah mimpi.


" Nak bangunlah, ini suamimu. Dia selamat dalam insiden itu." Dhea kembali memandang suaminya, dan tiba-tiba saja dia menarik hidung William sedikit keras.


" Aaawwwww......" Teriak William kesakitan.


" Kenapa kau malah menarik hidungku?"


" Ya benar hidungmu asli, berarti tubuhmu juga asli, kau benar-benar suamiku."


" Memang dari dulu hidungku asli, kau pikir ini hanya tempelan, mungkin semenjak aku jadi suamimu hidungku bertambah panjang beberapa senti karena sering kau tarik." Jawab William sambil mencubit dagu istrinya.


" Ya, aku tidak pernah bosan menarik hidungmu, seperti aku tidak pernah bosan untuk mendoakan keselamatanmu. Aku mencintaimu Tuan William Sean Anderson." Dan kemudian Dhea langsung memeluk suaminya sambil menangis keras. Semua orang yang ada di dalam kamar itupun tak kuasa juga menahan air matanya, melihat keromantisan suami istri di depan mereka.


" Maha besar Allah dengan segala yang tercipta di langit dan di bumi, Dialah yang menghidupkan dan Dia pula yang mematikan." Seru ayah Dhea.


" Kami semua menyangka kau telah menjadi korban pesawat yang meledak itu nak William."


" Tidak ayah, berkat kuasaNya saya selamat." Kata William sambil melepaskan pelukan istrinya.


" Sayang, aku baru saja berpikir bagaimana caranya bisa melanjutkan hidup tanpamu, ternyata Allah sangat menyayangiku, Dia mengembalikan kau di sampingku."


" Maafkan aku sayang, karena sudah menambah beban pikiranmu." Kata William seraya menatap mesra istrinya.


" Itulah nak yang namanya ajal. Jika memang belum saatnya, bagaimanapun cara Allah pasti akan menyelamatkan kita dari mautNya. Kita tidak bisa menghindar, tidak bisa memajukan dan tidak bisa memundurkan. Yang perlu kita sadari di sini adalah, hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Datangnya tiba-tiba dan tanpa menunggu kita siap atau belum."


" Ya ayah, saya bersyukur sekali. Jika bukan karena kuasaNya, mungkin saat ini saya sudah ikut hancur bersama pesawat itu."


" Sayang, maafkan aku, karena sudah memaksamu pergi."


" Tidak sayang, kenapa kau berkata seperti itu, bukankah aku telah selamat dalam insiden tadi? dan yang seperti ayah bilang, kita tidak akan bisa menghindar dari maut, sekalipun kita sembunyi di lubang semut, jika sudah ajal, pasti akan mati juga. Dia yang punya kuasa atas nyawa kita, hidup dan mati kita Dialah penentunya sayang."


Semua orang yang ada di dalam kamar Dhea tersenyum lega. Tidak pernah ada yang mengira, bahwa kejadiannya jauh dari praduga mereka semua. Apapun yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, jika sudah menjadi kehendakNya.


Yeeeeeeee....Bang Will masih hidup!!!! selamatan yukkksss🤭🤭🤭