Something different

Something different
Panti Asuhan



Setelah pulang kuliah William menjemput Dhea seperti biasanya. Dhea menunggunya di tempat yang telah dijanjikan William di depan kampusnya. Dia malas ribut lagi dengan laki laki itu, dan benar kata Bram jika dia melawannya William akan semakin menjadi, maka dia menurut saja dengan perintahnya. Saat Bram lewat di depan Dhea, Bram menghampirinya.


" Apakah kau menunggu seseorang Dhe ? ayo pulang denganku ".


" Tidak Bram, kau duluan saja, sebentar lagi dia datang menjemputku ", sahut Dhea.


" Dia ? maksudmu William ?"


Belum sempat Dhea menjawabnya, ternyata William sudah berdiri di belakangnya.


" Dia akan pulang denganku teman, karena aku yang akan mengantar dan menjemput dia ke kampus setiap hari ", kata William.


" Dhe benarkah ? sejak kapan ?" Wajah Bram terlihat kebingungan.


" Ayo sayang, kita pulang ", kata William sambil menuju mobilnya tanpa memperdulikan Bram.


" Sampai besok ya Bram, lain waktu aku akan menceritakannya padamu ", jawab Dhea.


" Hati hati ya Dhe ", kata Bram.


Dhea hanya mengangguk menjawab kalimat Bram, dan melambaikan tangannya.


" Cepatlah sedikit Dhe, ini sudah siang !!" Teriak William di dalam mobilnya. Dhea segera mempercepat langkahnya untuk naik ke mobil.


"Aku tidak suka kau dekat dekat dengannya lagi". Saat Mereka sudah berada di dalam kendaraan.


" Bram ?"


" Iya Bram, memang ada pria lain yang mendekatimu tadi selain Bram ?"


" Bukankah dia temanmu ?"


" Ya, tapi aku tidak suka kau dekat dengannya lagi ".


" Dia hanya ingin mengantarkanku pulang !"


" Aku tak peduli apapun alasannya !"


" Will dia sahabatku jauh sebelum aku mengenalmu !" Teriak Dhea sedikit emosi.


" Tapi dia suka denganmu ". William mulai emosi juga.


" Tidak ! dia hanya menganggapku teman tidak lebih, bahkan dia sudah memiliki pacar ", jawab Dhea tak kalah sengit.


" Aku itu lebih tau daripada kamu Dhe, kamu itu terlalu polos sehingga tidak menyadari bahwa Bram memiliki perasaan lebih padamu ".


" Biarlah itu hak dia, yang penting aku menganggapnya sebagai teman biasa ".


" Kau bisa membuat hatinya sakit Dhe ?"


" Sakit bagaimana ? bukankah aku tidak pernah memberi harapan apa apa padanya ".


" Heiii atau jangan jangan kau cemburu ya padanya ???" kata Dhea tiba tiba sambil tersenyum mengejek menggoda William.


" Ya aku cemburu dengannya !! bahkan sangat cemburu !! kau paham kan sekarang ??"


Dhea langsung diam, dia tidak menyangka William jujur dengan perasaannya, padahal sangat jarang seorang pria mau berterus terang jika dia merasa terancam dengan kehadiran laki laki lain.


William hanya melirik Dhea, dalam hati dia tersenyum penuh kemenangan melihat Dhea berhenti mengajaknya berdebat.


" Sudah jam 1 Dhe, kita makan siang dulu ya ?" katanya kemudian.


" Ya, terserah kamu ".


" Kita ke restoran langgananku ya Dhe, tempatnya indah, kau pasti akan menyukainya ".


" Benarkah ?"


" Ya aku jamin ".


" Rasanya tak ada sesuatu yang indah dalam hidupku setelah bertemu dengan anda Tuan William !!" gerutu Dhea.


" Oohh Dhea kau jangan memujiku terlalu berlebihan begitu ", jawab William menggoda Dhea, padahal William tau saat ini hati Dhea begitu dongkol.


Dhea tidak menjawab sedikitpun, dia lebih banyak diam kali ini dan malas meladeni pembicaraan William.


" Kau sedang sariawan ya Dhe ?"


" Ya ", jawab Dhea singkat.


" Hhhhmmm tadi kau tidak seperti orang sariawan, kenapa sekarang malas bicara ?" tanya William lagi.


" Diamlah, konsentrasilah mengemudikan mobilmu, aku sedang malas saja bicara denganmu !!" jawab Dhea ketus.


" Oke oke mungkin kau akan datang bulan lagi ".


" Datang bulan mbahmu koprol !!"


" Haaa...apa ? bahasamu sepertinya belum pernah kudengar ".


" Kau carilah di google, katanya kau orang pintar ".


Tiba tiba William menepikan kendaraannya.


" Hei kau mau kemana ? kenapa berhenti di sini ?"


" Kau bilang aku harus mencarinya di google ".


" Ahhhhhh.....Williammmm kau ini !! ayo jalankan lagi mobilmu aku sudah lapar !!" teriak Dhea jengkel.


" Nggak jadi nih cari di googlenya ".


" Dasar bodoh ", gumam Dhea.


" Ok deh kalau begitu ", kata William sambil tersenyum melihat reaksi Dhea.


Dalam hati Dhea tersenyum sendiri melihat kekonyolan pria di sampingnya ini. Dia memang sering membuat Dhea meradang, tapi tingkahnya juga terkadang membuatnya tersenyum sendiri.


William lalu menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah, dengan pemandangannya yang sangat indah.


" Apakah kau tidak pernah makan di rumah makan sederhana tuan ? Sepertinya tiap hari kau selalu buang buang uangmu hanya untuk hal yang tidak penting ", kata Dhea ketus.


" Hahaha buat apa aku punya uang banyak jika tidak kunikmati ".


" Kau kan bisa memanfaatkan untuk hal yang lebih mulia ".


" Misalnya ?"


" Kau berbagilah dengan orang orang yang tidak punya, mereka pasti lebih membutuhkannya ".


" Hahaha gadis yang baik, sudah hentikanlah kau tak perlu mengguruiku ".


" Ayo cepat turunlah, katanya kau sudah lapar !"


Dhea diam saja.


" Memang sulit berbicara dengan orang keras kepala seperti dia ", bathin Dhea.


Kemudian mereka segera menuju ke dalam restoran, setelah memilih tempat duduk William segera memesan makanan. Tak lama makanan telah siap di meja, William dan Dhea bersiap menyantapnya.


Kemudian mulut Dhea terlihat komat kamit membaca doa.


" Apa yang kau lakukan Dhe ?" Tanya William.


" Aku sedang berdoa tuan, agar kita mendapatkan berkah dari makanan yang kita makan ini ".


" Hhhh terlalu banyak aturan ".


" Hidup itu harus diatur tuan, jika tidak akan semaunya sendiri seperti anda ", kataku.


" Hahaha yang penting tidak merugikan orang lain nona cantik ", jawab William tak mau kalah.


" Benarkah anda tidak merugikan orang lain Tuan William ? Sekarang saja aku sudah merasa anda rugikan ".


" Sudahlah kita kesini mau makan, bukan untuk berdebat ". Kata William lagi.


Sesaat kemudian mulut mereka terkunci sambil menikmati makanan.


" Will ?" Panggil Dhea saat mereka sudah hampir selesai makan.


" Ya ".


" Bolehkah aku memesan makanan lagi ?" Pinta Dhea.


" Silahkan Dhe, aku justru merasa senang jika kau sudah berani meminta sesuatu padaku, pesanlah sebanyak kau mau ".


" Sungguh ?"


" Apakah aku sedang bercanda ?" Jabab William lagi.


Dhea segera memanggil seorang pelayan wanita dan membisikkan sesuatu, dia mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Dhea.


" Ahhh lama sekali pesananmu datang, kau pesan apa sehingga membutuhkan waktu selama ini ?" Tanya William saat sedang menunggu pesanan Dhea sedari tadi.


" Tenanglah Will, belajarlah untuk bersabar ", kata Dhea.


Tak lama kemudian 2 orang pelayan datang membawakan 4 buah dus besar dan diberikan pada Dhea.


" Haaa kau pesan makanan sebanyak itu buat apa ?"


" Kau bilang aku boleh memesan sebanyak yang aku mau, kau lupa ?" Jawab Dhea sembari tersenyum.


" Ya sudahlah terserah kau, ayo kita pergi !!"


" Baik nona kami akan membawanya kesana ".


" Terimakasih ", kata Dhea lagi.


Kemudian pelayan tersebut mengikuti Dhea menuju mobil, sementara itu William pergi ke kasir.


Dhea tersenyum penuh kemenangan.


" Kita langsung pulang ?" Tanya William.


" Tidak ikuti saja petunjukku, jalankan mobilmu !!"


" Baik laksanakan nona cantik !!!" Jawab William sembari tersenyum manis.


" Sebenarnya mau kemana kita Dhe ?"


" Diamlah nanti kau juga akan tahu ", Jawab Dhea sambil tersenyum senyum sendiri.


" Sepertinya kau senang sekali, apakah kau mulai menyukaiku ?" Lirik William.


" Hhhh jangan terlalu percaya diri dulu tuan ".


"Hahaha boleh kan aku berharap Dhe ??"


Mobil terus saja melaju, melewati gedung gedung tinggi yang berjajar rapi di kanan kiri jalan.


" Stop berhenti di depan".


" Hei bukankah ini panti asuhan waktu itu Dhe ? Hhhmmm aku tau sekarang makanan ini untuk anak anak di panti itu kan Dhe ?" Tanya William sambil memarkirkan mobilnya.


" Ya benar, tidak ada masalah kan ?".


" Ehmmm tidak ".


" Ayo cepat bantu aku turunkan makanan ini ".


Seorang gadis kecil mungkin kisaran umur 10 tahun, berlari lari menghampiri mereka berdua.


" Nona Dhea....!!!"


" Hai Anna, kau cantik sekali hari ini ", kata Dhea seraya memeluknya.


" Kau juga sangat cantik Nona ".


" Siapakah pria di sebelahmu? Apakah dia kekasihmu ?" Tanya Anna sambil melihat ke arah William.


" Bukan sayang, dia temanku ".


" Apakah dia orang yang baik sepertimu ?"


" Saaaangat baik, ayo berkenalanlah dengannya ".


William hanya tersenyum senyum mendengar percakapan mereka berdua.


" Hai tuan namaku Anna ". Kata Anna sambil mengulurkan tangan kecilnya


" Hai gadis cantik, aku William ", sembari tersenyum dan menyambut uluran tangan Anna.


" Kau tampan sekali tuan, kau sepertinya sangat pantas untuk mendampingi nona Dhea ?"


" Benarkah sayang ? doakan aku ya agar dia mau jadi kekasihku ", bisik William di telinga Anna sambil menunduk.


" Ya tuan berusahalah ya ", jawab Anna pelan sambil tersenyum.


" Terimakasih gadis manis".


" Sama sama tuan ".


" Hei Anna kau sedang membisikkan apa padanya, berhati hatilah dia sedikit berbahaya !!" Kata Dhea sambil melirik William. William hanya tersenyum saja mendengar kata kata Dhea.


" Ini aku membawa makanan banyak buatmu dan teman temanmu ". Kata Dhea lagi.


" Benarkah nona ? Anda biasanya hanya membawa permen dan makanan kecil kemari ".


" Ya karena uangku tak sebanyak tuan ini untuk bisa membelikan makanan lain sayang ".


" Jadi dia yang membelikannya ?"


" Benar sayang, katakan terimakasih padanya ". Perintah Dhea.


" Terimakasih banyak tuan semoga hidupmu selalu diberkahi kebahagiaan, kami senang sekali mendapatkan makanan ini dari anda, pasti nikmat sekali ". Kata Anna begitu polos.


Dhea melirik William tersenyum senyum menerima ucapan tulus gadis kecil tersebut.


" Ayo sayang panggil teman temanmu, bantu aku menurunkannya ".


Anna segera memanggil teman temannya yang lain, tak berapa lama mereka sudah berebut dan asyik menikmati makanan itu.


" Lihatlah William, itu yang kubicarakan tadi, kau perhatikan betapa bahagianya melihat mereka bisa menikmati pemberian kita, kau ikut senang bukan?pasti kau belum pernah merasakan kebahagiaan ini sebelumnya selain dengan wanita wanita simpananmu bukan ?"


" Anak anak itu sudah kehilangan kedua orang tuanya, dan kita jauh lebih beruntung daripada mereka ".


William diam saja, tatapannya tak pernah beralih dari anak anak itu.


" Kau sering kemari ?"


" Aku biasanya kemari 1 bulan sekali, saat baru menerima gajian dari hasil kerjaku, tapi aku hanya bisa membelikan mereka makanan kecil saja, tidak sebanyak pemberianmu ini ".


William hanya mengangguk angguk saja mendengarkan Dhea.


" Ayo kita pulang, ini sudah siang aku ingin segera istirahat ".


Kemudian William menghidupkan mesin mobilnya, dan menjalankannya.


" Berhenti William ". Kata Dhea kemudian saat di tengah jalan.


" Memang kau mau kemana ?"


" Sudah jangan banyak tanya, hentikan mobilmu !!"


Setelah William menepikan mobilnya Dhea segera turun dan menghampiri seorang anak kecil penjual bunga. Tak lama kemudian sudah kembali dengan membawa beberapa tangkai mawar merah di tangannya.


" Kenapa kau membeli bunga yang hampir layu itu ?bukankah aku bisa mengantarmu ke toko bunga langgananku ?"


" Aku hanya ingin membagi sedikit uangku untuk anak kecil itu ".


" Lalu bunga itu kau buang ?".


" Tidak aku akan memberinya pada nyonya Christy tetanggaku, dia amat baik, aku sangat menyayanginya ".


" Tolong nanti berhenti di toko kecil depan itu ya ".


William menghentikan mobilnya. Dhea segera turun dan membeli beberapa kue untuk Nyonya Cristy.


" Kenapa kau membeli kue lagi?apakah kau belum kenyang ?"


" Ini bukan untukku, tapi untuk nyonya Christy ".


" Hahaha kau ingin memberikan kue murahan itu untuk tetanggamu ? Buanglah itu !! aku akan membelikan yang lebih mahal ".


" Tidak !! aku tidak akan membelinya dari uangmu ".


" Ini sisa gajiku kemarin, aku belum pernah menghadiahi dia apa apa, padahal dia sudah sering memberiku makanan ".


" Walaupun bagimu ini amat murahan, tapi kau harus menilainya dari sisi yang lain ".


" Sisi yang lain? maksudmu ?" Tanya William memancing Dhea kembali.


" Apakah kau benar benar bodoh atau hanya pura pura bodoh Tuan William yang terhormat ?"


" Hahaha ternyata kau gadis yang sangat menyenangkan Dhea !!!"


" Dan kau pria yang menyebalkan Tuan William ", kata Dhea sambil cemberut.


Tak terasa mobil sudah berhenti di depan tempat tinggal Dhea. Dan Dhea masuk ke dalam Kamarnya. Sementara William segera pergi setelah melihat Dhea mengintip dari jendela kamarnya.


Setelah meletakkan tasnya, Dhea keluar kembali untuk menemui Nyonya Christy.


" Permisi nyonya Christy apakah anda di dalam ?" kata Dhea sembari mengetuk pintu kamarnya.


Perlahan pintu kamar dibuka dari dalam.


" Hai Dhea kau sudah pulang rupanya ?"


" Iya nyonya ini untuk anda ", sembari menyerahkan bunga mawar dan makanan untuknya.


" Oh Dhe kau gadis yang sangat manis, terimakasih sayang ".


" Sama sama nyonya, maaf aku hanya bisa memberimu itu, karena uangku tidak cukup untuk membeli yang lebih mahal ".


" Tidak sayang jangan begitu, aku sangat berterimakasih sekali, kau perhatian denganku".


" Ya nyonya karena anda sudah kuanggap seperti orangtuaku sendiri di sini ".


" Oh dhe sayangku ", sembari memeluk Dhea.


" Nyonya aku masuk ke kamarku kembali ya, aku ingin istirahat sebelum berangkat kerja nanti ".


" Ya sayang silahkan ". Kemudian Dhea masuk ke dalam kamarnya kembali.