Something different

Something different
Di rumah papa William 1



" Bagaimana Dhe, apakah anakku ini tidak nakal lagi seperti dulu di sana?" tanya papa William saat mereka bertiga duduk sembari mengobrol di depan kolam renang.


" Tidak pah, anda jangan khawatir, jika dia berani macam-macam sedikit saja, aku pasti tidak akan membolehkannya tidur di dalam kamar bersamaku." Jawab Dhea sambil tersenyum melirik suaminya.


" Hemmmm....apakah hukuman seperti itu tidak terlalu ringan untuknya?" tanya papa William.


" Bagiku itu sudah sangat berat pah, setelah menikah dengan dia, sehari saja aku tidur tanpa ada dia di sampingku, rasanya mataku ini sangat sulit untuk kupejamkan." Jawab William.


" Hahaha....bagus nak, memang harus seperti itu. Ikatan bathin suami istri memang harus besar, agar semakin memperkuat hubungan kalian berdua, apalagi kalian masih muda, masih banyak cobaan yang bisa datang sewaktu-waktu untuk menghampiri rumah tangga kalian."


" Ya pah, seperti papa dulu pada mama kan? papa tak pernah bisa sedikitpun berpaling dari mama, padahal dulu papa idola banyak wanita." Kata William.


" Hahaha....kau benar sekali Will, papa sampai bingung, sepertinya ilmu papa luntur seketika di hadapan mamamu pada waktu itu." Jawab papa William diiringi tawa Dhea dan William bersamaan.


" Hehhh....coba mama masih hidup ya pah, pasti aku akan langsung berguru pada beliau, untuk membuat suamiku tidak akan bisa berpaling dariku." Jawab Dhea menimpali.


" Kau jangan khawatir sayang, tanpa kau harus berguru pada ibukupun, aku sudah tidak bisa berkutik lagi di hadapanmu, sekarang aku adalah tawanan cintamu my wife." Kata William sambil menatap mesra pada Dhea yang berada di sampingnya.


" Hahaha....pasangan yang sangat manis, semoga kemesraan kalian berdua ini akan berlanjut terus hingga kalian menua ya, jangan hanya di saat muda saja kalian lakukan hal-hal itu, karena terkadang saat kita sudah tuapun butuh hal tersebut. Ketika usia pernikahan sudah semakin lama, maka terkadang perasaan romantis itu hilang, yang ada hanyalah sekedar menjalankan hak dan kewajiban saja, sehingga amat monoton dan membosankan. Tidak jarang lho banyak pasangan yang justru bercerai di saat usia pernikahan mereka sudah berjalan lama, hal itu karena mereka lupa bahwa perasaan terhadap pasangan itu seperti sebuah batre, perlu juga di charge dan diisi ulang agar tidak padam." Nasehat papa William.


" Tuh sayang dengar kan kata papamu, saat kita tua nantipun jangan lupa menunjukkan sikap romantismu seperti tadi, agar rasa cintaku tidak luntur padamu." Kata Dhea.


" Hei tapi kau jangan lupa, itu bukan hanya aku saja yang melakukannya, tapi kau juga, istriku."


" Hehehe...Insha Alloh, yang penting sering-sering saja ingatkan aku, karena aku gampang sekali lupa." Kata Dhea sambil tertawa.


" Hahaha....kalian berdua ini malah berkompromi di sini. Tapi tadi papa suka melihat kau menggendong Dhea Will, hal-hal kecil yang kau lakukan tadi memang sangat sederhana, tapi papa tau, pasti istrimu tadi merasa sangat bahagia."


" Iya itu menantu papa memang manja sekali!! baru jalan sedikit saja sudah mengeluh lelah, padahal perutnya belum terlalu besar, entah kalau sudah semakin besar nanti, mungkin dia akan menitipkan anaknya itu di perutku karena keberatan membawanya." Goda William pada Dhea.


" Heiii....apakah maksudmu itu menantuku ini sedang hamil? benar nak?" tanya papa William begitu antusias.


William dan Dhea saling berpandangan dan sama-sama tersenyum, lalu kemudian Dheapun menganggukan kepalanya.


" Yaaa...Tuhaaannn....akhirnya akan ada penerus keluarga Anderson!!!"


" Nak papa sangat gembira sekali!!! terimakasih ya, sebentar lagi kau akan memberikan cucu yang sejak lama kuidam-idamkan!!" kata papa William sambil memeluk Dhea.


" Iya pah, doakan agar aku sehat selalu, dan melahirkan cucu papah ini dengan selamat ke dunia ini tanpa kurang suatu apapun."


" Ya nak, pasti itu. Will, ayo bawa istrimu ke kamar, suruh dia istirahat!! kenapa kau tidak bilang dari tadi jika menantuku ini sedang hamil?? seharusnya dia tidak boleh terlalu lelah!!"


" Ahhhh....kau ini terlalu lama. Kata papa William sambil menarik tangan William untuk segera mengantarkan Dhea untuk beristirahat di kamarnya."


" Iya iya pah!!! aku akan mengantarnya ya. Papa duduk saja di sini, nanti aku ke sini lagi." Jawab William sambil segera beranjak dari duduknya.


" Jika kau ingin menemaninya dulu tidak apa-apa Will, siapa tau dia takut sendirian. Papa ingin mengabari teman-teman papa, bahwa sebentar lagi papa akan memiliki cucu!!!" kata papa William antusias sambil memencet tombol hpnya, dan kemudian terlihat asyik mengobrol bersama temannya dan menceritakan tentang kabar gembira itu.


William dan Dhea hanya tersenyum melihat tingkah orang tuanya yang begitu bahagia, mendengar kabar kehamilan menantu barunya. Lalu William segera mengantarkan istrinya ke dalam kamarnya dulu, yang berada di lantai atas.


" Ayo masuk sayang!" Kata William sambil membukakan pintu untuk istrinya.


" Hemmm....kamar ini besar dan rapih, pasti pegawai papamu selalu membersihkannya setiap hari?" Tanya Dhea, sambil duduk di atas ranjang besar di dalam kamar yang didominasi warna putih dan abu-abu itu.


" Ya sayang. Ini adalah kamarku saat aku masih tinggal bersama papa dulu. Dan jika kemari aku masih selalu tidur di dalam kamar ini."


" Aku rasa kamar ini terlalu luas jika hanya untuk anak laki-laki saja."


" Memangnya kenapa? salah ya kalau kamar laki-laki itu luas? beberapa kamar yang ada di rumah inipun sama luasnya dengan kamarku, terlebih kamar utama milik papa dan mama."


" Bukannya salah sih, pria itu kan tidak sedetail wanita. Jika seorang wanita yang memiliki kamar seluas ini, pasti dia akan semakin mempercantiknya dengan pernak pernik yang dimilikinya. Lihatlah kamarmu ini!! bahkan aku tidak melihat ada hiasan di dindingnya agar tidak terlalu polos, hanya ada satu jam dinding saja. Aku rasa kau pasti dulu juga sangat malas untuk membersihkannya. Kalau aku jadi mamamu, kubuatkan kau kamar ukuran 3x4 cukup untuk kasurmu saja." Kata Dhea panjang lebar.


" Hahaha....untung kau bukan mamaku, kalau tidak pasti aku sudah kau siksa terus." Jawab William.


" Ihhhh enak saja, kau pikir aku ibu tiri." Jawab Dhea


" Kau ingin kutemani tidur atau tidak sayang?" tanya William.


" Tidak usah, kau temani saja papa, biar aku tidur sendiri dulu. Pasti papa ingin mengobrol banyak denganmu."


" Baiklah, kau sekarang istirahat saja ya, aku keluar dulu." Kata William sambil mencium kening istrinya, lalu meninggalkannya untuk menemani papanya kembali.


Sepeninggal William Dhea mengamati keseluruhan ruangan yang saat ini ditempatinya. Ada foto kecil William bersama adik dan kedua orang tuanya. Foto yang amat manis dan begitu bahagia, terlihat dari senyuman wajah dari setiap bibir objek di foto itu. Dhea mengusap gambar mama William.


" Mama, dari wajahmu saja aku tau, pasti anda orang yang sangat baik dan penyabar sekali. Seandainya anda masih hidup, pasti kebahagiaan kami semakin lengkap, dan tentunya kau akan senang sekali karena sebentar lagi akan mendapatkan cucu dari putra sulungmu." Kata Dhea sambil berbicara sendiri pada foto tersebut.


" Beristirahatlah dengan tenang ya ma." Kata Dhea sambil mengecup foto itu,alu meletakkannya kembali ke tempatnya semula. Sambil kemudian merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa lelah setelah hampir setengah hari bepergian.


Saat saya menulis novel ini, tidak hanya ada dua atau tiga orang yang mengatakan saya kurang kerjakan, bahkan mengatai saya bodoh mau-maunya melakukan pekerjaan yang tidak ada uangnya, apalagi ketika mereka melihat saya asyik sendiri memegang android, menghabiskan waktu sambil komat kamit mengeja tulisan yang saya buat untuk menghibur kalian semua. Bahkan ada yang mengatakan, " Tukang gorengan hasilnya lebih besar daripada kamu bikin tulisan nggak jelas seperti itu." Namun semua hal di dunia ini yang kita lakukan bukan melulu tentang uang, ada yang lebih berharga dari itu, dimana sebuah karya dan imajinasi kita itu diakui, disukai, bahkan diterima oleh khalayak, itu merupakan salah satu bentuk penghargaan yang sangat luar biasa yang rasanya lebih membahagiakan daripada sekedar sejumlah mata uang. Dan kalaupun suatu hari nanti karya saya, atapun karya author-athor lain mendapatkan penghargaan dalam bentuk uang, mungkin itu adalah merupakan hadiah atau bonus atas jerih payah yang kami lakukan selama ini. Kita perlu menyadari semua, kadang untuk kita sekedar menyampaikan pendapat saja tidak didengarkan, dan ini merupakan salah satu wadah dimana saya bebas menyampaikan uneg-uneg dan ide dengan bahasa yang mudah dipahami dan diterima oleh kebanyakan orang, dan tentunya sejauh tidak melanggar aturan yang berlaku, walaupun sebenarnya banyak pro dan kontra yang saya terima dan tidak sedikit yang protes dan tidak suka dengan gaya tulisan saya ini. Wajar saja, namanya banyak kepala pasti banyak pula pemikirannya. Jangankan berbicara salah, berbicara yang menurut kita benar saja kadang masih dianggap salah oleh orang lain, karena semua pasti memiliki pendapat sendiri-sendiri. Walaupun semua komen yang masuk tidak saya balas satu persatu, namun tetap saya baca dan saya sempatkan untuk memberi like, karena dengan kalian memberi komentar, berarti kalian sudah menghargai hasil karya saya. Semoga kalian sehat selalu dan tetap bisa mengikuti episode selanjutnya. Aamiin 🙏🙏🙏🙏😊😊😊