Something different

Something different
Makan bersama Mike



Mike memacu kendaraannya di jalan yang begitu padat. Matanya sebentar sebentar melirik Dhea yang sedang menangis dari spion di atasnya.


" Nih hapuslah air matamu ", kata Mike sambil memberikan tissu kepada Dhea.


" Terimakasih ya Mike ".


Mike hanya mengangguk, dia tidak mau mengganggu Dhea sedikitpun. Mike membiarkan gadis itu bercengkerama dengan hatinya. Wajah Dhea terlihat sembab, matanya menatap kosong di samping jendela kaca tempat duduknya. Mike tidak langsung mengantarkan Dhea ke rumahnya, tapi berhenti dulu di sebuah restoran yang begitu asri. Tempatnya sedikit jauh dari keramaian, dan itu bisa membuat mereka menikmati makanan sambil mengobrol dengan nyaman.


" Kita makan dulu ya Dhe ? kau tidak keberatan kan ?" Tanya Mike.


" Iya Mike ", jawab Dhea singkat.


Kemudian mereka berdua turun. Mike memilih tempat duduk di luar ruangan. Cuaca kali ini sangat mendukung, sehingga saat Mike memilih tempat di sana udaranya terasa sejuk menerpa kulit mereka, membuat suasana hati menjadi fresh kembali.


Wajah Dhea masih terlihat sembab, dan ada air mata yang belum tuntas mengalir serta menggenang di pelupuk matanya.


" Apa yang kau pikirkan Dhe ?"


Dhea menunduk, mencoba mengendalikan perasaannya, kemudian menarik nafasnya begitu dalam menata kembali hatinya yang tadi sempat berantakkan.


" Aku hanya memikirkan nasibku Mike ".


" Memikirkan nasibmu yang seperti apa sehingga membuatmu menangis seperti itu ? Bukan karena memikirkan William kan ?"


" Aku juga memikirkannya Mike ".


" Kau memikirkannya ? kau jatuh cinta dengannya ?"


" Tidak Mike kau jangan salah menilaiku ".


" Lalu ?"


" Mike!! kenapa hidupku jadi tak karuan seperti ini setelah bertemu dengannya? Bahkan tadi aku tidak tau bagaimana nasibku jika tidak ada kamu yang menyelamatkanku, bisa saja dia berbuat nekat dan benar-benar membawaku pergi jauh, serta tidak ada seorangpun yang bisa menemukanku ".


" Dan William!! Aku kasihan padanya, kenapa dia selalu jatuh cinta dengan orang yang salah. Pertama Jessy, dan kedua aku. Kenapa dia tidak mau mencari yang lain? masih banyak wanita baik di luaran sana yang mengharapkan cintanya ".


" Mencintaimu adalah suatu kesalahan ? apa maksudmu ?"


" Mike! sudah berkali kali aku katakan, aku tidak akan mungkin menjalani hubungan di atas sebuah perbedaan. Perbedaan antara William dan aku itu sangat besar, aku seseorang yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang mendukung tinggi sebuah norma agama yang sangat membatasi ruang gerakku sebagai seorang wanita. Banyak hal-hal yang tidak boleh kulanggar. Dan itu sangat bertentangan dengan cara hidup kakakmu yang sangat bebas. Aku tidak mau itu jadi masalah nantinya dalam hidup kami ".


" Itu persoalannya sehingga kau tidak menyukai kakakku ?"


" Bukan itu saja Mike, aku itu tidak bisa menikah dengan orang yang berbeda agama denganku, dan itu prinsipku Mike. Kau paham sekarang kan ?"


" Pantas kau selalu menghindarinya, kau takut jatuh cinta dengannya kan?"


" Mungkin Mike, aku tidak munafik kakakmu itu begitu tampan, wanita mana yang bisa menolak pesonanya. Tapi yang jelas aku memang ingin membatasi diri darinya, karena aku tidak mau mendekati sesuatu, sedangkan sesuatu itu terlarang untukku".


" Dhe...aku tau cinta William begitu besar padamu, dan mungkin saja suatu hari nanti dia bisa melakukan hal yang lebih parah dari yang tadi. Aku harap kau berhati-hatilah, karena aku tidak setiap saat bisa membantumu ".


" Iya Mike, aku tau itu. Aku akan menjaga diriku sendiri, kamu jangan khawatirkan itu".


Baru saja hendak mengambil makanan yang sudah tersedia di depan mejanya, handphone Dhea berdering. Ternyata Bram yang menelfonnya.


" Hallo Bram ada apa kau menelfonku ?"


" Dhe, kau dimana? kau baik baik saja kan ?"


" Aku baik-baik saja Bram, aku sedang makan siang bersama Mike ".


" Mike? Mike adik William ?"


" Benar Bram, adik William. Kenapa Bram?"


" Tidak Dhe, aku baru saja mendapat telfon dari salah seorang teman. Tadi katanya di luar kampus dia melihat kau terlibat pertengkaran dengan seorang pria, benarkah ?"


" Iya Bram benar, tadi William kembali datang menemuiku, dan memaksaku ikut bersamanya ".


" William lagi ? bukankah dia sudah mau menikah ?"


" Itulah Mike, dugaanku benar kan waktu itu ? Dia tidak berhenti begitu saja mengejar ngejarku ".


" Tapi kau tidak diapa-apakannya kan Dhe ?"


" Tidak Bram, untung saja ada Mike yang menghalanginya ".


" Ok Dhe syukur kalau begitu. Nikmatilah makan siangmu ya maaf sudah mengganggumu, salam untuk Mike ".


" Sama sama Dhe ".


Kemudian Bram segera menutup telfonnya.


" Mike ?? kenapa tiba tiba dia bisa begitu akrab dengan Dhea ? bagaimana awalnya ? sepertinya aku sudah ketinggalan informasi tentang Dhea begitu jauh. Kasihan gadis itu harus menghadapi masalah sepelik ini sendirian ", gumam Bram.


" Kau dapat salam dari Bram, Mike ".


" Bram siapa Dhe ?"


" Bram teman kampusku, kami berdua sangat akrab, apakah kau tidak tau tempat kerjaku itu adalah milik Bram, kau pasti mengenalnya karena dia bercerita bahwa William adalah teman kecilnya ".


" Ohh ya ya aku tau, aku juga akrab dengannya, namun setelah aku menikah kami tidak pernah bertemu, sehingga aku tidak tau dia memiliki tempat usaha baru ".


" Aku juga baru tau bahwa dia teman kampusmu ".


" Aku mengenal William melalui dia, saat mengajakku ke pesta kakakmu ".


" Dan kemudian kakakku tertarik denganmu ?"


" Ya begitulah ".


Sesaat kemudian mereka terlihat asyik menikmati makanan.


" Dhe habiskan ya makanmu, jangan tertalu memikirkan masalah itu, nanti kau bisa sakit ". Kata Mike.


" Iya Mike terimakasih ".


" Dhe...kalau kau membolehkan, ijinkan aku untuk mengantar jemputmu setiap hari, aku khawatir William akan mengganggumu kembali, dan aku tidak bisa menyelamatkanmu ".


Dhea diam sejenak, ada perasaan ragu ragu dalam hatinya, jika dirinya mengiyakan dia takut apa yang dikhawatirkan tentang adanya perasaan lain Mike terhadapnya benar benar menjadi kenyataan. Namun dia juga bingung, jika tidak ada orang yang melindunginya William akan berbuat nekat seperti tadi lagi.


" Dhe, kenapa diam ? kau tidak bersedia ?"


" Eh ehmm bukan begitu Mike, aku hanya takut apa yang terjadi pada kakakmu terjadi juga pada kamu, karena kedekatan kita ".


" Maksudmu aku bisa jatuh cinta padamu juga ?"


" Iya Mike ", jawab Dhea pelan.


" Hahaha jarang ada wanita sepolos kamu Dhe. Jujur ya Dhe, aku itu memang tertarik denganmu dan sepertinya mulai jatuh cinta denganmu ".


" Tuhhh benar kan apa dugaanku ", kata Dhea sambil membelalakan matanya, lalu kembali tertunduk lemas.


" Hhhhh kalian adik kakak sama saja, kenapa sih kalian tidak bisa membiarkan hidupku tenang sebentaaaar saja ", gerutu Dhea.


" Hahaha Dhea Dhea...kau itu memang sangat menggemaskan ya, pantas kakakku sampai segila itu untuk bisa mendapatkanmu ".


" Hahhh jangan kau ulangi kalimat itu, kau sama seperti kakakmu saat mengatakan kalimat barusan !!"


" Yahhh memang kau sangat menggemaskan dan lucu, kau tau Dhe kau itu orang yang sangat menyenangkan, dan itu yang membuat laki laki tertarik untuk mendekatimu ".


" Mike hentikanlah !! Aku mulai khawatir jika kau sebentar lagi berubah wujud menjadi kembaran William ".


" Hahaha Dhea Dhea...aku itu bukan kakakku. Mike adakah Mike dan tidak akan pernah berubah menjadi William. Dhe...aku itu memang mencintaimu, tapi aku itu cukup waras menggunakan akal sehatku untuk berpikir. Aku itu hanya menjalani ini semua sesuai dengan rencanaNya. Aku tidak pernah memimpikan akan jatuh cinta dengan wanita yang sama yang juga dicintai oleh kakakku. Tapi aku cuma berusaha mendapatkan tempat di hatimu, dan jika kau tidak berkenan aku tidak akan memaksanya, cinta tidak bisa dipaksakan Dhe, karena itu akan menyakitkan salah satu pihak ".


" Ternyata kau lebih masuk akal dibanding kakakmu Mike ".


" Ya tentu saja, cinta itu bukan segalanya, tapi hidup tanpa cinta serasa masakan tanpa garam Dhe hahaha ".


" Hei kau mulai pintar berkata kata sekarang ".


" Ya...karena kau gurunya ".


" Hahaha ya ya ya...sepertinya aku harus berhati hati untuk lebih bijak menggunakan kalimatku ".


" Jadi bagaimana Dhe ? kau mau menerima tawaranku ?"


" Hhmmmm oke boleh juga...aku terima tawaranmu, karena sepertinya kau sudah jinak dibanding kakakmu hahaha ".


" Hahaha sialan kau. Ya sudah ayo kita pulang, nanti sore kau harus bekerja bukan ? jangan sampai kesehatanmu terganggu karena tidak sempat beristirahat siang ini Dhe ".


" Siap tuan ayo kita berangkat ", jawab Dhea.


Lalu mereka berduapun beranjak dari duduknya meninggalkan restoran itu, menuju tempat tinggal Dhea.