
" Kamu sudah bangun nak?"
" Iya bu." Kata Dhea sore itu sambil memeluk ibunya di dapur.
" Ibu masak apa?"
" Masak kesukaanmu, ayam goreng sama sayur asam."
" Hemmm pasti nikmat sekali bu, udah satu tahun aku tidak pernah merasakan masakan ibu. Terimakasih ya bu?" Kata Dhea sambil mencium pipi ibunya, lalu duduk di sebuah kursi yang ada di dekatnya.
" Ayah mana bu?"
" Ayahmu sedang di masjid nak."
" Tumben belum pulang? Padahal sholat ashar sudah selesai dari tadi?" Kata Dhea sambil melihat arloji di tangannya.
" Ya mungkin masih mengobrol dengan teman temannya di sana."
" Ohhh...!!" Jawab Dhea singkat sambil mencomot tempe goreng yang baru saja matang.
" Hei...kamu sudah cuci tangan belum? Kalau makan itu tangan harus bersih!! Kamu kan baru bangun tidur Dhea!" Tegur ibunya.
" Oh iya bu, maaf Dhea lupa." Jawab Dhea sambil meletakkan makanan itu kembali di piring, lalu menuju wastafel yang tidak jauh dari tempat duduknya.
" Kamu tuh masih setahun di negara orang sudah lupa kebiasaanmu yang ibu ajarkan selama 20 tahun lebih. Kamu boleh tinggal di mana saja nak, tapi jangan pernah lupa asal usulmu, jangan pernah lupa kebiasaan-kebiasaan baikmu, dan yang paling penting jangan pernah lupa akan akhlakmu."
" Iya bu Dhea ingat, tadi Dhea sudah tidak sabar ingin mencicipi tempe goreng buatan ibu, karena masakan ibu itu paaaaaling enak di dunia!!" Jawab Dhea sambil tersenyum. Dhea paling hafal sifat ibunya yang disiplin. Apalagi jika sudah menasehati, pasti akan panjang sekali. Makanya Dhea tau cara mengatasi ibunya itu.
" Dhe, bagaimana kuliahmu?"
" Alhamdulillah lancar bu."
" Syukurlah, kuliah yang benar ya? Ibu tidak bisa membekali materi hanya bisa membekali ilmu, jadi pergunakanlah ilmu itu dengan baik. Tapi jangan lupa! Seseorang yang memiliki ilmu tinggi, jika tanpa diimbangi dengan iman yang tinggi pula, itu tidak berarti apa-apa. Kau paham maksud ibu kan?"
" Iya bu Dhea paham sekali. Maksudnya jika kita itu nanti jadi seorang pekerja, ya pekerja yang bisa dipercaya, jika kita nanti jadi pejabat, ya pejabat yang amanah, begitu kan maksud ibu?"
" Iya benar. Di dunia ini penuh dengan godaan nak, godaan dari mana saja. Jika imanmu kuat, Insyaalloh kau akan ingat semua dengan konsekuensi beban yang kau pikul di pundakmu." Kata ibu Dhea sambil membelai kepala anak semata wayangnya itu.
" Iya bu, doakan Dhea agar selalu bisa menghadapi godaan-godaan itu ya?"
" Iya sayang, ibu selalu mendoakanmu. Kamu sudah sholat ashar?"
" Hehehe belum bu!!" Jawab Dhea sambil tersenyum.
" Sana sholat dulu !! Kamu tuh ya jangan pernah menunda nunda sholat!!"
" Karena kita tidak tau 5 menit dari sekarang kita masih hidup atau tidak!! Begitu kan bu lanjutannya?" Kata Dhea sambil tersenyum seraya mencium pipi ibunya.
Ibunya hanya geleng-geleng kepala sambil memperhatikan Dhea yang berjalan mengambil air wudhu.
Setelah selesai sholat, Dhea kembali lagi ke dapur menemani ibunya memasak.
Tak lama kemudian, ayahnya tiba dari Masjid.
" Assalamualaikum."
" Wa'alaikum salam." Jawab Dhea dan ibunya.
" Bagaimana nak perjalanmu semalam? Lelah?"
" Lumayan yah, walaupun hanya duduk saja di pesawat, tapi jenuh juga." Jawab Dhea sambil tersenyum.
" Masih berapa lama kuliahmu di sana?"
" Kurang satu semester lagi yah, jika tesisnya lancar, Insyaaloh."
" Yang penting tetep berusaha ya, jangan lupa berdoa."
" Iya, pasti itu yah."
Sedang asyik mengobrol, tiba-tiba handphone Dhea berbunyi.
" Dhe, itu hpmu bunyi, diangkat dulu sana!" Suruh ibunya.
" Iya bu." Jawab Dhea sambil berjalan ke kamarnya.
Dilihatnya Williamlah yang menelfonnya.
" Hallo...!!"
" Hallo sayang. Kau kemana? Sedari tadi aku telfon tidak kau angkat."
" Maaf Will, aku baru saja bangun tidur, lalu langsung menemani ibuku di dapur."
" Di sini jam 4 sore sayang, kau pikir jam berapa?"
" Ohhh iya aku lupa selisih waktunya 7 jam ya, soalnya di sini masih jam 9 pagi."
" Kau ini, lalu kamu sedang di mana Will?"
" Aku di kantor sayang."
" Bagaimana perjalananmu semalam?" Tanya William lagi.
" Aman Will, aku tiba sesuai waktu yang dijadwalkan."
" Oh syukurlah."
" Sayang, semalam aku tidak bisa tidur."
" Kenapa? Bukankah setelah mengantarku kau bilang akan pulang bukan?"
" Iya, tapi aku rindu sekali denganmu, aku tidak bisa berhenti untuk memikirkanmu."
" Hahaha kau ini seperti orang yang baru jatuh cinta saja."
" Aku memang selalu jatuh cinta denganmu setiap hari sayang."
" Ihhh mulai merayu ya...?"
" Dhe."
" Iya."
" Kau pasti senang sekali kan bertemu orang tuamu di sana?"
" Kau ini aneh, tentu saja Will. Aku kan sudah satu tahun tidak bertemu mereka."
" Besok rencanamu pergi kemana Dhe?"
" Hemmm...pergi kemana yaaaa? Sepertinya akan sangat menyenangkan jika bertemu dengan mantanku. Bagaimana menurutmu? Ide yang bagus bukan sayang???"
" Dheaaa...kau jangan berulah ya, atau aku akan menjemputmu sendiri ke sana!!"
" Hahaha memangnya kau tau alamatku di sini?"
" Amat mudah buatku mencari tempat tinggalmu sayang, atau kau ingin bukti?" Kata William lagi
" Hehhh...tidak perlu, aku tau kau bisa saja menyewa seorang dekektif kelas atas untuk terus mengorek informasiku, sehingga silsilah nenek moyangkupun kau pasti bisa tau."
" Hahaha...kau sudah sangat mengenal kekasihmu ini sayang...!!"
" Lalu bagaimana? Kau akan menghabiskan liburanmu dengan siapa di sana?"
" Dengan siapa? Tentu dengan orang tuaku sayang. Aku ingin bersama mereka saja 3 minggu ini."
" Tidak ingin main bersama teman-temanmu?"
" Mungkin saja, tergantung mereka ada atau tidak di rumah."
" Kenapa sih sayang? kau penasaran sekali. Percayalah aku tidak akan menemui mantanku, tapi jika dia yang ingin menemuiku aku tidak bisa menolaknya bukan???" Kata Dhea menggoda William.
" Dheaaaa...awas ya, jika aku tau, aku akan membuat laki laki itu jera untuk mendekatimu lagi!!"
" Hahaha dasar laki laki pencemburu."
" Biar saja, tidak ada yang boleh mendekatimu, kecuali aku ya?"
" Kau ini masih pacaran saja seperti itu, bagaimana jika sudah menikah?"
" Jika sudah menikah justru aku tidak begitu khawatir sayang."
" Kenapa?"
" Karena kau sudah kumiliki seutuhnya Dheaa...!!"
" Hemmm begitu ya."
" Sayang, aku mandi dulu ya? Sudah sore. Badanku gerah sekali." Kata Dhea.
" Ya sayang silahkan. Nanti malam aku telfon lagi ya?"
" Iya sayang I love you."
" Love you to." Jawab Dhea. Lalu menutup telfonnya.