
Saat selesai menutup telfon dari Danile, Mike memanggil pelayan kembali, dan memesan beberapa makanan tambahan.
" Mike, kau banyak sekali memesan makanan? tidak akan kau makan sendiri kan?"
" Hahaha tentu saja tidak Deasy, perutku mana cukup menghabiskan makanan sebanyak itu. Daniel akan kemari, dia ingin membicarakan sesuatu, William yang mengutusnya. Tidak apa-apa kan kita makan bertiga?"
" Ohhh tentu saja tidak masalah sayang, malah aku bisa sekalian berkenalan dengan asisten kakakmu." Kata Deasy yang memang memiliki sifat ramah tamah, mungkin memang sudah terlatih saat dia menjadi pramugari.
Sesaat kemudian Mike dan Deasy terlihat asyik mengobrol berdua sembari menunggu pesanannya datang. Mereka terlihat tersenyum, lalu kemudian tertawa bersamaan, entahlah apa yang mereka bicarakan, sehingga sebentar-sebentar terlihat terbahak bersama. Tak berapa lama Daniel datang, bersamaan dengan selesainya pesanan makanan mereka.
" Wowww...!!! sepertinya Tuhan sangan berpihak padaku, aku datang dan langsung disambut dengan pelayan yang sedang menghidangkan makanan." Seru Daniel sambil tanpa basi basi menarik kursi dan langsung mendudukinya. Bukan Daniel namanya jika tidak cuek dan tidak perduli dengan orang di depannya, sekalipun belum dikenalnya yaitu Deasy.
" Haiii...teman, sepertinya kau belum makan satu minggu ya, sehingga lupa untuk menyapa kami berdua dan berkenalan dengan calon istriku."
" Ohhh iya maaf. Hai aku Daniel!! kamu calon istrinya Mike ya? oh iya kamu cantik. Mari kita makan saja dulu." Kata Daniel sambil membalik posisi piring yang tengkurap yang ada di hadapannya.
Mike hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Deasy hanya cekikikan melihat tingkah unik asisten kakak iparnya itu.
" Ayo sayang kita makan, biarkan saja dia, anggap saja tidak ada orang." Kata Mike.
" Iya anggap saja tidak ada, aku juga sementara waktu menganggap kalian tidak ada, biar aku tidak segan-segan untuk menikmati ini semua." Jawab Daniel dengan cueknya sambil terus mengunyah makanan dalam mulutnya.
" Hahaha...unik juga nih orang, pasti dulu waktu ibunya hamil, saat pembagian malu dia ketiduran, makanya kehabisan." Kata Deasy sambil tertawa dalam hati.
Deasy dan Mike sudah tidak memikirkan lagi sikap Daniel yang tak punya malu itu, yang penting rasa lapar di perut mereka terobati. Tanpa menunggu lama, hampir sebagian makanan yang tersedia di meja ludes masuk ke perut mereka bertiga. Daniel memasukkan suapan terakhir ke mulutnya sebelum mengakhiri makan siangnya.
" Ahhhh kenyangnya perutku." Gumam Dia sambil menyingkirkan piring kotornya, kemudian mengambil segelas minuman, lalu menyeruputnya.
" Ehhhhh....kalian, kenapa diam saja ayo habiskan tidak usah sungkan padaku."
" Hehhhh....siapa juga yang sungkan, dari tadi juga kami sudah menghabiskannya, memang kau tidak melihat?"
" Ohhh maaf teman, kalau perut sedang lapar itu terkadang kita lupa segalanya, bahkan ada juga lho manusia yang saling membunuh hanya karena sepiring nasi."
" Ya ya ya pantas saja, kalau mereka nyawanya yang hilang karena lapar, sedangkan kau urat malumu yang hilang karena tidak bisa menahan lapar. Sama-sama hilang rupanya ya."
" Ahhhh jangan begitu teman, harusnya kau senang saat menjamu seseorang, kemudian dia sangat menghargai jamuanmu itu. Itu berarti kau berhasil membuat tamumu puas."
" Yaaa...apa katamu sajalah Dan." Kata Mike menyerah dengan gaya Daniel yang memang kacau itu.
" Heiiii....!!! kenapa aku tidak memperhatikan calon istrimu sedari tadi ya? setelah perutku kenyang, wajah calon istrimu terlihat lebih mempesona Mike!!!"
" Hehhhh....jadi sedari tadi kau tidak memperhatikannya sama sekali? jadi makanan itu lebih menarik daripada wajah kekasihku ya."
" Saat tadi aku baru saja datang iya, karena aku lapar. Tapi sekarang tidak, karena konsentrasiku tidak terganggu lagi, dan aku bisa lebih fokus untuk menggunakan akal sehatku." Kata Daniel sambil terkekeh.
" Kau ini, buang pandanganmu dari wajah kekasihku, kau bisa membuatnya mual Dan."
" Issshhhh sialan kau."
" Aku pikir setelah bersaing dengan kakakmu, kau tidak bisa mengalihkan perhatianmu pada wanita lain, ternyata kau benar-benar pria sejati Mike, hahaha."
" Bersaing dengan kakaknya??? siapa wanita itu Dan?" Deasy spontan terkejut dengan kata-kata Daniel. Ternyata Mike pernah mencintai wanita yang sama dengan yang dicintai William.
" Lho kau belum tau? dia dulu kan memperebutkan Dhea, tapi sayang William lebih unggul dalam mengejar Dhea daripada dia, rayuan William kan maut hahaha."
Mike spontan melotot ke arah Daniel. Padahal dia memang tidak ingin menceritakan hal itu pada calon istrinya, tapi dasar mulut Daniel lebih mirip dengan ember bocor, sehingga dengan tanpa bersalah dan tidak memikirkan perasaan Deasy sama sekali, dia dengan entengnya membongkar rahasia itu.
" Ohhhhh...jadi kau juga pernah mencintai Dhea Mike??? kenapa kau tidak bercerita padaku??"
" Iya, kau itu jika ingin menikah dengan seseorang, jangan bahas masa lalunya, atau kau akan terus melihat keburukannya. Lihatlah dia sekarang, bila perlu saat sudah menjadi suamimu, buatlah dia lebih baik daripada sekarang, itu baru namanya pasangan yang begini." Kata Daniel sambil mengacungkan ibu jarinya.
" Jika belum apa-apa saja kau sudah marah dengan cerita yang baru saja kukatakan, bagaimana jika kalian sudah menikah dan kemudian kau mengetahui keburukan-keburukan suamimu di masa lalu, bisa-bisa kau akan terus mencari-cari kesalahannya dan tidak akan melihat kebaikannya lagi."
" Hemmmm....kau sepertinya sedikit bijak Dan. Baru belajar darimana kau? ohhhh atau gara-gara habis kutraktir makanan bergizi kepintaranmu jadi bertambah."
" Hehhhh enak saja, dari dulupun aku sudah pintar, makanya kakakmu sangat mengandalkanku. Hanya saja nasibku tidak lebih baik darimu, aku hanya seorang pegawai, sedangkan kau seorang pemilik perusahaan." Gerutu Daniel.
" Yaaaa...tapi buatku, tidak ada salahnya juga menceritakannya, daripada aku tau setelah menikah, dan di kemudian hari itu akan menjadi duri dalam rumah tanggaku."
" Tidak ada duri sayang, karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya. Dia adalah kakakku, dan tetap akan menjadi kakakku." Tegas Mike.
" Tapi kekagumanmu padanya? tidak begitu saja bisa hilang kan?" Mike tidak bisa menjawab. Pertanyaan Deasy begitu menohok. Wanita sebaik Dhea memang selalu membuat orang yang berada di dekatnya sangat nyaman. Dan itulah yang dirasakan dulu, saat pernah dekat dengan Dhea.
" Aku tau sekarang, Dhea pasti wanita yang sangat luar biasa sehingga banyak orang menyayanginya. Bahkan dua orang kakak adik setampan kalian saja memperebutkannya. Kata Deasy dalam hati.
" Deasy, Dhea itu hanya wanita biasa. Dan mungkin strata sosialnya jauh di bawahmu. Kecantikkannyapun bisa dibilang bukan masuk dalam kategori yang luar biasa. Secara fisik kau jauh di atasnya. Tapi dia memiliki hati yang seluas samudra. Dan itu yang membuat setiap orang ingin dekat dengannya. Kebaikan hati mengalahkan segalanya nona cantik." Sambung Daniel.
" Kau tidak usah cemburu padanya, buatlah Mike betah berada di sampingmu dengan kelebihan yang ada padamu, dan yang menurut Mike bisa membuatnya jatuh cinta. Itu nanti yang akan membuat Mike semakin tergila-gila padamu."
" Ya sayang, aku jatuh cinta padamu, karena kelembutanmu juga kebaikanmu. Bukankah itu dulu pernah kukatakan padamu saat menyatakan cintaku pertama kali. Aku pernah memiliki istri yang juga cantik, tapi ternyata istri yang cantik saja tidak cukup untuk memenuhi syarat membina rumah tangga yang harmonis. Dari pengalaman itu aku jadi tau sekarang, bahwa ada poin yang lebih penting daripada itu semua." Jawab Mike.
" Ya sayang... semoga aku nanti bisa terus menjadi pasangan yang membuatmu selalu bahagia dan selalu menyenangkanmu." Kata Deasy, walaupun hati seorang wanita yang sedang cemburu tetap tidak bisa dibohongi dengan memberikan senyum yang paling manis sekalipun.
" Dan ada apa sebenarnya? kenapa kakakku memintamu menemuiku?" Tanya Mike pada Daniel yang sedari tadi bengong melihat pemandangan dua orang yang sedang kasmaran dan saling merayu.
" Ohhh aku?"
" Iya kamu? kenapa jadi bingung begitu?"
" Hahaha aku jadi lupa gara-gara melihat kemesraan kalian berdua, seperti baru menyaksikan pertunjukkan live opera saja." Jawab Daniel sambil terkekeh.
" Sialan kau anggap kami sedang main sandiwara."
" Ahhhh...kau ini aku hanya bercanda teman. Begini, tadi pagi-pagi sekali William menelfonku, dia mengutusku untuk mencari tau persiapan pernikahanmu sudah sejauh mana? jika ada hal yang belum beres aku akan menanganinya semua."
" Semuanya?"
" Ya semuanya!! jika kau tidak memiliki uangpun, aku bahkan bersedia membayarnya, tapi tentunya dengan uang kakakmu bukan uang pribadiku hehe."
" Ahhhh...kau ini. Kau seperti polisi di film India, kedatanganmu terlambat. Semua sudah selesai. Tinggal pengucapan janji nikah saja yang belum."
" Heiii...aku serius Mike!! William mungkin tidak memikirkan ini sebelumnya, karena keadaan istrinya."
" Ya aku tau itu. Aku bisa memakluminya Daniel. Aku kenal kakakku, jika dia tidak sedang ada masalah, sudah pasti dia akan menjadi pahlawanku, dan membereskan ini semua tanpa aku harus campur tangan lagi."
" Jadi kedatanganku tidak dibutuhkan nih?"
" Bukan tidak dibutuhkan, tapi belum membutuhkan. Tenang saja, jika aku membutuhkanmu, pasti kau akan segera kuhubungi. Untuk sementara waktu ini semua persiapanku sudah hampir selesai, jadi nanti jika kakakku meminta laporanmu, bilang saja dia konsentrasi saja terhadap kesehatan istrinya, aku sudah menyerahkan semuanya pada orang kepercayaanku."
" Ahhhh...sepertinya kedatanganku sia-sia."
" Sia-sia kau bilang? lalu beberapa saat yang lalu kulihat kau begitu menikmati makanan seperti orang yang kelaparan, kau bilang menemuiku sia-sia?"
" Hahaha...kecuali itu teman. Tapi jika sewaktu-waktu kau butuh teman makan lagi, aku akan siap menemani 24 jam sehari." Kata Daniel sambil terkekeh. Lagi-lagi Deasy hanya tersenyum geli melihat sikap Daniel yang tak tau malu itu.